
"Jadi kamu belum tahu kalau kedua temanmu ini udah sah jadi suami istri?" Tanya Bima membuat Saga lagi-lagi melotot tak percaya.
"Benar begitu Saga kamu nggak di kasih tahu sama ni anak berdua, kasihan kamu Sag udah nggak di anggap teman kali kamu." Ucap Bima lagi kali ini dengan kalimat jahilnya.
Melodi dan Rizki Melotot tak percaya ke arah Bima, bisa-bisanya pria itu malah berbicara seperti itu.
Saga yang mendengar hal itu dari Bima, pria itu pun langsung menatap bergantian suami istri itu, seolah menunjukan sikap protesnya kepada keduanya.
"Ya sudah, Abang balik yah soalnya Abang cuman mampir sebentar doang buat kasihin kado kalian." Ucap Bima membuat Melodi tak habis pikir sama Abangnya itu.
"Gitu doang, datangnya cuman kasih kabar buat Saga doang gitu." Batin Melodi sambil menatap Bima yang seolah sedang menertawakan hasil dari informasi yang dia berikan pada Saga.
"Abang pamit yah, silahkan tu jelasin sama teman kalian." Ucap Bima setelahnya memeluk Melodi yang masih mematung di tempat duduknya. Sedangkan Rizki hanya tersenyum kepada Bima.
Bima tahu dari ekspresi Rizki bahwa pria itu tak keberatan sedikitpun jika memang temannya itu tahu tentang hubungan mereka, dan Bima merasa bersyukur atas hal itu.
Setelah kepergian Bima, Saga langsung mengintrogasi pasangan suami istri itu dengan berbagai macam pertanyaan yang sejak tadi berada dalam pikirannya.
"Kalian kapan menikah?"
"Sejak kapan kalian memiliki hubungan, hingga akhirnya memutuskan menikah?"
"Kenapa tak memberi tahu aku dan Gerald?"
"Apa kalian nggak menganggap kami sahabat kalian?"
"Atau aku sendiri yang nggak tahu dan Gerald sudah tahu hal ini?"
"Dan ini sebabnya kalian selalu berdua akhir-akhir ini, oh astaga kalian benar-benar pembohong yang sangat profesional." Ucap Saga mengakhiri pertanyaannya dan sedikit memijit keningnya sakin shock dengan kabar hari ini, mana dirinya belum sarapan lagi.
Pertanyaan-pertanyaan yang Saga lontarkan hingga membuat Melodi melotot menatapnya, namun tidak dengan Rizki dirinya hanya menggelengkan kepalanya saja menanggapi Saga yang sudah terlalu tinggi tingkat penasarannya.
Rasanya Rizki ingin sekali meninggalkan pria itu dan memilih tidur sejenak hingga Saga selesai dengan berbagai pertanyaannya.
"Bisa satu-satu tanyanya nggak Sag, puyeng ni kepala dengar ocehan lo kaya emak-emak lagi beli sayur." Ucap Rizki pada akhirnya.
"Jawab aja napa." Ucap Saga menatap tajam Rizki, tak peduli Rizki barusan mengatainya.
Melodi Rasanya ingin sekali menghilang sejenak, tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan Saga barusan, dia belum siap jika pernikahan ini di ketahui orang lain dahulu sampai dia benar-benar siap nanti. Bukan mengapa, karena dia dan Rizki sekarang masih memiliki ikatan dengan pasangan mereka masing-masing maka menurutnya belum saatnya untuk pernikahan mereka di ketahui yang lain dulu sampai mereka menemukan jawaban atas hati mereka dengan siapa mereka harus memilih. Itu saja.
"Yah kami sudah menikah, hampir sebulan yang lalu." Ucap Rizki berselang itu pintu apartemen mereka kembali berbunyi.
__ADS_1
Dengan sigap Melodi langsung berpindah tempat mendekati saga karena dia tahu siapa di balik bunyi bel itu.
"Saga, aku mohon jangan beri tahu Gerald dulu. Aku janji akan jelasin semuanya sama kamu, tapi please Gerald jangan dulu tahu yah?" Ucap Melodi memohon, karana menurutnya makin sedikit yang tahu maka itu lebih baik.
Sedangkan Rizki langsung bergegas tanpa tahu pembicaraan Melodi dan Saga. Pria itu langsung menuju pintu dan membukanya.
"Lama amat Ger." Ucap Rizki.
"Lama-lama, lo pikir nggak pake antri apa. Nih." Ucap Gerald setelahnya langsung memberikan bungkusan sarapan mereka pada Rizki kemudian dia langsung melangkah mendahului Pria itu.
"Enak banget kalian, main menyuruhku seenaknya." Ucap Gerald ketika dia duduk di depan Saga dan Melodi.
"Yah kan sekalian Ger." Ucap Melodi namun Saga hanya diam saja.
"Mel." Panggil Rizki.
Melodi yang mendengar panggilan Rizki kemudian dia langsung menatap Saga.
"Saga." Panggil Melodi Seolah dia memastikan Saga mau menuruti permintaannya tadi, dan Pria itu langsung mengangguk mengerti karena dirinya sendiri masih belum tahu lengkap asal mula awal bubungan kedua pasangan itu. Jadi dia lebih memilih menuruti permintaan Melodi kepadanya.
"Kalian berdua kenapa sih." Ucap Gerald karena Melodi dan Saga saling tatap.
"Melodi." Panggil Rizki lagi.
"Mas, kenapa sih." Ucap Melodi ketika sampai di dekat Rizki.
"Tolong bantuin." Ucap Rizki menunjuk bawaan Gerald tadi.
"Iya, tapi tolong bilangin Saga dong. Kenapa kamu kaya biasa aja Mas setelah Saga tahu pernikahan kita, nggak bantu halangi bang Bima buat ngomong lagi malah diam saja." Ucap Melodi sedikit kesal.
"Kenapa sekarang bicaranya udah nggak takut lagi seperti tadi di mobil?" Ucap Rizki menyinggung Melodi karena gadis itu seperti sudah lupa dengan kemarahan Rizki terhadapnya kemarin malam.
Melodi yang mendengar itu tiba-tiba saja merasa malu sendiri, namun dia tak menghiraukan itu sekarang. Karena Masalah Saga sekarang menurutnya lebih penting.
"Memang kamu masih Marah Mas, sekarang Saga lebih penting lo Mas. Kirain kamu udah lupa soal itu." Ucap Melodi sambil Menata makanan mereka, menutupi rasa malunya.
"Maunya kamu gimana?" Tanya Balik Rizki, sebenarnya Rizki sudah sedikit melupakan hal itu jika dia tak mengingat Anzas di pikirannya.
Rasa kesalnya sedikit tertutupi dengan kedatangan Bima Abang iparnya tadi, karena berkat Bima kini akhirnya ada salah satu di antara teman mereka yang tahu hubungan mereka, dan dia berharap Gerald juga tahu nanti agar ketika mereka berkumpul dirinya dan Melodi tak harus banyak berbohong kepada mereka.
"Yah nggak marah lagi." Ucap Melodi membuat Rizki tersenyum, sungguh dirinya tak bisa lama-lama marah pada wanita itu.
__ADS_1
"Baiklah, sudah beres belum? Biar aku panggil yang lain." Ucap Rizki membuat Melodi tersenyum, setidaknya dia tak perlu melihat sikap dingin Rizki kepadanya lagi.
Belum sempat Mengatakan sudah, namu kedua sahabat mereka telah lebih dulu bergabung di meja makan.
"Sudah belum Mel, lapar nih." Ucap Saga seolah tak terjadi apapun di antara mereka.
"Sudah ayo." Ucap Melodi.
Kemudian Saga mengambil tempat di sebelah Gerald agar dirinya bisa leluasa melihat kedua pasangan suami istri di hadapan mereka yang sudah cukup lama membohongi mereka itu.
Sepanjang sarapan mereka, Saga sering menatap bergantian Rizki dan Melodi.
"Habis ini kita kemana, masa cuman duduk di apartemen doang." Ucap Gerald.
"Ke swalayan mau, belanja buat kulkas aku udah kosong soalnya. Sekalian jalan ke mall " Ucap Rizki.
"Ide bagus." Ucap Gerald.
"Oh Tenyata tadi mereka keluar mau belanja toh." Batin Saga.
Setelah sarapan selesai, Melodi langsung membersihkan meja dan langsung membasuh piring kotor bekas makan mereka. Sedangkan ketiga lelaki itu sedang duduk di ruang tamu apartemen itu.
"Ki, pinjam celana dong, masa aku ke mall pakai ginian." Ucap Gerald sambil berdiri bersedia mau langsung menuju kamar Rizki seperti biasanya.
Melodi yang baru bergabung dengan mereka jadi bingung sendiri, karena kalau sampai Gerald masuk ke kamar meraka sudah pasti dia akan bertanya-tanya karena banyak barang wanita di dalam sana dan sudah pasti itu adalah barangnya.
Saga yang melihat ekspresi Melodi jadi kasihan pada wanita itu, mungkin Melodi belum siap untuk pernikahannya diketahui yang lain itu sebabnya dia di minta untuk jangan dulu memberi tahu Gerald sampai waktu yang tak di tentukan tentunya.
"Biar aku ambil Ger, sekalian mau numpang ke kamar mandi." Ucap Saga disertai dirinya yang langsung berdiri mendahului Gerald.
Gerald pun memilih kembali ke tempatnya, karena dirinya atau Saga yang ambil menurutnya sama saja. Sedangkan Rizki tak ambil pusing soal hal itu.
Setelah memasuki kamar kedua pasangan suami istri itu, Saga pun meneliti setiap isi di setiap sudut dalam ruangan itu. Nampak berbeda pikirnya, karena terakhir dia memasuki kamar itu tak seperti sekarang yang lebih tertata rapi dan juga sudah mulai banyak barang di dalamnya.
Saga langsung menuju lemari pakaian yang nampak asing dalam pandangannya, karena Melodi dan Rizki sudah menggantinya. Karena tak tahu letak pakaian Rizki, maka Saga berinisiatif untuk mengikuti tangannya saja. Namun belum sempat dia membukanya Rizki langsung melarangnya.
"Jangan yang itu, punya Melodi itu." Ucap Rizki. Tadinya Rizki mau membiarkan saja Saga masuk mengambilnya sendiri, namun setelah dia memikirkan lagi akhirnya dia memutuskan untuk menyusul pria itu. Dan benar saja, hampir saja Saga akan membuka tempat pakaian dalaman Melodi.
"Oh, mana aku tahu." Ucap Saga menatap pada sumber suara.
"Nih." Ucap Rizki setelah mengambil celana di lemari bagiannya.
__ADS_1
"Hebat yah lo, dapat Melodi tapi masih pertahankan Larisa." Ucap Saga seketika.