Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Cafe lagi


__ADS_3

"Kamu baliknya kok lebih awal, Larisa nggak jadi belanja?" Tanya Melodi pada akhirnya, dia merasa aneh dengan situasi ini. Situasi yang tak pernah terjadi di antara mereka.


"Jadi, tapi aku tinggal." Ucap Rizki membuat Melodi melongo menatapnya.


"Hah, Kok bisa?" Ucap Melodi tak percaya.


"Habis kamu baliknya ke Apartemen bukannya ke hotel, kan di sana ada Mami Papi kalau mereka nanya kamu macam-macam nggak bisa jawab gimana." Ucap Rizki tanpa memberi tahu alasan yang dia buat untuk meninggalkan Larisa, tetapi malah soal mami papinya Melodi.


*Flashback on"


"Sayang masih lama nggak nih belanjanya, aku ada urusan mendadak di cafe soalnya." Ucap Rizki beralasan, pasalnya tak tau mengapa saat ini dia memikirkan Melodi yang pulang ke apartemennya. Tentu saja rizki khawatir jika Sang mertua menanyakan perihal dia yang tak bersama dengan rizki.


"Baru juga dua barang sayang." Ucap Larisa merajuk karena baru saja dua barang yang dia pilih tapi Rizki sudah menanyakan kapan kelarnya, yang benar saja.


"Kalau gitu kamu lanjut gih, soalnya arjen nih aku harus balik sekarang." Ucap Rizki.


"Ya udah kalau gitu." Ucap Larisa pasrah. Kemudian Rizki langsung saja pergi setelah pamit.


*Flashback off*


Melodi pun tak bertanya lagi dan kemudian dia menunjukan hadiah yang di berikan Mami sama Papi untuk mereka tadi. Dan Rizki hanya menanggapi jika sampai di hotel saja baru mereka lihat bersama.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, kini tibalah mereka di lobi hotel setelah tadi boy telah memarkirkan mobil mereka.


"Kenapa kita nggak pulang ke apartemen aja sih, nggak ngapa ngapain juga disini cuman tidur doang." Ucap Melodi ketika mereka baru memasuki kamar hotel itu.


"Sudah terlanjur di bayar, nikmati aja." Ucap Rizki dan Melodi pun tak menanggapi lagi.


Melodi yang baru saja merebahkan dirinya di kasur tiba tiba saja dikagetkan dengan getar yang bersumber dari ponselnya yang berada di tasnya itu. Melodi lupa menghidupkan kembali mode suara di telfonnya karena tadi di kelas dia sempat silent ponsel nya dengan mode getar saja.


"Halo Be." Ucap Melodi ketika menekan tombol berwarna hijau itu, setelah mengetahui id name si penelpon yang ternyata dari sang pacarnya Anzas.


Rizki yang mendengan Melodi berbicara seketika menengok ke dirinya. Yah dengan Melodi menyebut kata Be saja Rizki sudah paham siapa si penelpon itu. dia sudah terlalu hapal hal itu. Rizki kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Halo sayang, lagi ngapain sayang." tanya Anzas.


"Mau mandi Be, kenapa?." Ujar Melodi jujur, dia memang mau mandi setelah ini.


"Nanti malam jalan yuk, makan malam bareng." Ajak Anzas.


"Kebetulan Be nanti malam juga aku sama teman-teman mau nongkrong sambil ngerjain tugas di cafenya Rizki. Gimana Be, mau ikut sekalian?" Tanya melodi antusias. Karena dia pikir di sana pasti ada Larisa, jadi apa salahnya jika dia juga mengajak Anzas.

__ADS_1


"Boleh, aku jemput yah." Ucap Pria itu sambil menyetujui.


"Ketemu di sana aja sayang, biar Be nya nggak muter muter." Ucap Melodi.


Kedua pasangan kekasih itu pun menghabiskan waktu dengan sedikit mengobrol hal hal yang tak penting, hingga melodi melihat Rizki yang sudah keluar dari kamar mandi. Akhirnya Melodi pun pamin untuk mandi dan mengakhiri obrolan mereka itu.


Melodi pun berjalan menuju kamar mandi setelah merampungkan obrolannya tadi.


Sekitar du puluh menit Melodi pun selesai dengan ritual penyegaran tubuh itu.


"Kita ke cafenya sekarang saja Mel nggak usah nunggu malam." Ucap Rizki ketika Melihat Tasyah yang sudah rapi dengan pakaiannya itu.


"Oke." Melodi hanya menanggapi singkat.


"Eh tapi tunggu sebentar, kita lihat tuh kado dari Mami Papi dulu sebelum pergi. Gue penasaran ki." Ucap melodi sambil menunjuk kotak kado dari sang Mami yang tadi di taru Rizki di sofa di kamar itu tadi.


Melodi langsung saja membuka kado itu dengan Rizki yang hanya mengamati.


"Astaga Mami apa-apaan sih." Ucap Melodi sedikit kesal.


"Kenapa?" Tanya rizki bingung ketika melihat Melodi yang terkejut melihat isinya dan kemudian di tutup kembali kado itu.


"Nggak usah di lihat ki, Mami kayanya salah beli kado." Ucap Melodi dengan muka memerah malu. Dia tak mau jika nanti Rizki melihatnya.


"Masa kamu boleh lihat gue nggak sih." Ucap Rizki yang langsung saja membuka kotak kado pemberian Mami mertuanya itu dan tak sempat untuk di tegur melodi.


Rizki yang melihat isinya pun mencoba untuk tenang dan bersikap cuek saja, setelahnya dia pun menutup kembali kotak kado itu.


"Sudah aku bilang kan, nggak percaya orang si." Ucap Melodi setelah melihat Rizki yang juga buru-buru menutup kotak itu setelah melihat isinya.


Rizki tak menanggapi lagi setelah tau isinya, Lebih memilih melihat kado amplop yang di berikan Papi mertuanya itu.


..."Pantas saja Melodi shock lihatnya, baju kurang bahan gitu di jadiin kado oleh Mami. Mami Mamiiii." Gumam hati Rizki....


"Ini.." Ucap Rizki sambil melihat isi amplop itu.


"Kalau udah libur kuliah aja perginya, gue pengen banget ke sana ki udah lama banget." Ucap Melodi antusias.


"Oke." Ucap Rizki setelahnya.


"Yasudah kita berangkat sekarang aja ke cafenya." Ajak Rizki.

__ADS_1


Setelah itu kedua pasangan Suami istri itu pun meninggalkan hotel dan menuju ke cafenya Rizki.


"Jun, Ruangan yang aku Pesan udah di siapin?" Ucap Rizki pada Juna orang yang dipercayanya untuk menghandle cafe miliknya itu Ketika dirinya dan melodi baru memasuki Cafe itu.


"Sudah Bos." Ucap Juna.


"Makasih jun, kamu lanjut saja pekerjaanmu." Ucap Rizki ramah kemudian Juna pun meninggalkan mereka.


"Dim, seperti biasa." Ucap Melodi langsung berjalan ke meja Dimas.


"Siap laksanakan." Ucap Dimas.


"Ki gratis lagi kan?" Tanya Melodi dan Rizki hanya mengangguk saja.


"Mel aku ke ruangan aku yah." Ucap Rizki dan Melodi hanya menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya sebagai jawaban.


"Mau ada acara nih kayanya." Ujar Dimas sambil memberikan kopi pesanan teman Bosnya itu.


"Nggak, cuman mau ngerjain tugas barengan sambil nongkrong doang." Jawab Melodi.


"Dim gimana hari ini, cafe rame nggak?" Tanya Melodi.


"Seperti biasa, selalu memuaskan." Ujar Dimas, kemudian beralih pada pelanggan yang baru saja datang dan mau memesan pesanan padanya.


"Aku tinggal bentar." Ucapnya sebelum akhirnya mulai dengan tugas utamanya itu.


Hingga tak berselang lama satu persatu teman mereka pun datang hingga kini telah komplit.


Mereka semua pun kini telah berada di ruangan yang biasa mereka tempati ketika berkunjung ke kafe yang mereka sebut kafe teman atau Kafe harga teman itu. Tak lupa degan personil tambahan yaitu Larisa pacarnya Rizki tentunya.


"Eh kalian lanjut aja aku keluar bentar." Ucap Melodi yang langsung saja meninggalkan ruangan itu.


Tak berselang lama Melodi pun kembali namun tak sendirian, melainkan membawa satu personil lagi yang akan ikut meramaikan.


"Ini mau ngerjain tugas apa mau pacaran sih." Ucap Saga sewot, pasalnya dia agak merasa terganggu dengan kedatangan Anzas. Siapa lagi yang bakalan ngikuti Melodi kalau bukan Anzas pacarnya itu.


..."Sudah di buat repot dengan si sombong (Larisa), eh datang lagi satu si bucin."...


...Batin Gerald....


Rizki yang sudah menduga sebelumnya hanya biasa saja.

__ADS_1


"Elah biasa aja kali Sag. iya nggak Mel?" Ucap Larisa menanggapi perkataan Saga. Dia pikir lebih bagus jika ada Anzas sehingga Rizki tak terlalu perhatian dengan temannya itu.


Jujur saja Larisa kurang menyukai kedekatan Melodi dan Rizki, karena terlalu dekat jika didefinisikan sebagai teman doang. Padahal menurut Rizki dan Melodi biasa saja tentunya.


__ADS_2