
"Keadaan kakek kamu gimana Ki?" Tanya Mami Eka ketika mereka baru saja memulai makan malam.
"Iya ki gimana keadaan kakek?" Sambung Pak Bima.
"Udah baikan ko Pi, Mi. Besok pagi katanya udah boleh balik." Ucap Rizki.
"Syukurlah." Ucap Kedua mertua Rizki.
Kemudian mereka makan dengan mengobrol santai.
Setelah selesai makan, mereka semua menuju ke ruang keluarga dan bersantai sejenak di sana.
Kali ini Rizki bersikap biasa saja tidak seperti ketika di rumah sakit yang sering menjahili Melodi. Sebenarnya sih dia sudah berencana mau menjahili Perempuan itu, namun karena mood nya kurang baik jadilah iya mengurungkan niatnya itu.
Setelah kurang lebih lima belas menit mengobrol santai di ruang keluarga itu, Mami dan Papi Melodi pun pamit untuk istirahat duluan meninggalkan Melodi dan Rizki di sanan.
"Mami sama Papi ke kamar duluan yah." Ucap Papi Bima mengajak istrinya itu.
Melodi dan Rizki pun hanya tersenyum dan mengucap selamat istirahat pada mereka.
"Aku juga duluan ke kamar ya Ki, udah ngantuk soalnya." Ucap Melodi pada Rizki.
"Iya." Ucap Rizki singkat
Setelah kepergian Melodi, Rizki pun beranjak ke Ruang makan, Tadi saat makan dia melihat di samping ruang makan itu terdapat kolam renang dan juga taman yang cukup besar di sana. Jadi dia memutuskan untuk menghabiskan waktunya di sana saja selagi dirinya menjemput kantuk.
Rizki pun menduduki dirinya di sebuah pondok kecil tapi mewah yang berada tidak jauh dari kolam renang itu.
Pria itu merebahkan dirinya di sana sambil beralaskan bantal sandar sebagai alas bantal tidurnya. Dia melihat kearah rumah Melodi yang terlihat jelas dari situ, kemudian dirinya memfokuskan matanya pada kamar milik Melodi yang masih terang menandakan pemilik kamar belum terlelap. Dia tahu itu adalah kamar Melodi yang juga sekarang menjadi kamarnya itu, karena tadi dia sempat berdiri di balkon kamar itu dan melihat ke arah sini.
Hampir satu jam dia melihat ke sana dengan berbagai macam pikirannya, hingga kini lampu di kamar itu baru saja di matikan pertanda sang pemilik kamar telah siap menuju tempat ternyaman.
Rizki pun memutuskan untuk memainkan ponselnya saja sambil menunggu kantuk tiba.
Keesokan harinya..
Melodi yang terbangun dari tidurnya karena merasa ingin ke kamar mandi kemudian dia bagun dari pembaringan sambil meregangkan ototnya. Saat melihat di sisi tempat tidur sebelah Melodi tak mendapatkan Rizki berada di sana. Namun karena terlalu kebelet akhirnya Melodi pun bergegas menuju kamar mandi.
Setelah selesai Melodi pun keluar dan tetap tak melihat keberadaan Rizki di dalam kamar itu.
Perempuan itu pun melihat ke arah jam di dinding yang sudah menunjukan setengah tujuh pagi.
"Kemana dia, tumben bangunnya pagi sekali." Ucap Melodi kemudian bergegas keluar kamar untuk mencari keberadaan Rizki.
Saat melewati dapur setelah sudah menyusuri semua tempat di rumah itu dia tak melihat keberadaan Rikzi.
__ADS_1
"Pagi Mi, Mami lihat Rizki nggak Mi?" Ucap Melodi ketika melihat Maminya sedang menyiapkan sarapan untuk orang rumah.
"Pagi sayang, Enggak. Mami nggak lihat. Sudah lihat ke semua tempat?" Tanya Mami.
"Sudah Mi tapi nggak ada." Ucap Melodi.
"Sudah lihat di halaman belakang? Mungkin saja lagi mengambil udara segar di sana." Ucap Sang Mami langsung membuat Melodi melangkah ke arah belakang tanpa menanggapi ucapan Maminya itu.
"Dasar kamu Mel, baru di tinggal sebentar aja udah nyariin." Ucap Mami Eka membuat Kedua asisten rumah tangga yang sedang menemaninya membuat sarapan itu hanya tersenyum melihat tingkah anak majikannya.
Saat melewati kolam renang Melodi tak melihat siapapun di sana, dia pun mengedarkan pandangan ke arah taman belakang pun tak mendapati Rizki juga. akhirnya dia memutuskan untuk kembali masuk.
"Eh tunggu tadi kaya ada kaki yang tergantung di rumah pondok." Ucap Melodi dia tak sengaja melihat kaki saat akan beranjak masuk ke dalam rumah kembali.
Karena penasaran Melodi pun melangkah ke pondok itu, dan benar saja orang yang dia cari sedang tertidur nyenyak di sana sambil memeluk bantal sandar di sana.
"Astaga Ki, apa dia tidur disini sejak malam." Ucap Melodi sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Ki, Rizki ayo bangun. Ngapain kamu tidur di sini sih." Ucap Melodi sambil mengguncangkan tubuh Rizki.
"Apa sih Mel aku masih ngantuk ini." Ucap Rizki tambah mengeratkan pelukannya pada bantal. Pria itu merasa sangat mengantuk saat ini, entah jam berapa dia baru bisa tidur semalam. Yang jelasnya saat ini dia sangat mengantuk.
"Ki ngapain tidur di sini sih, ayo bangun." Ucap Melodi masih berusaha untuk membangunkan Rizki.
"Ayo ki bangun, Mami udah tunggu di ruang makan itu." Ucap Melodi membuat Rizki akhirnya dengan berat hati membuka matanya.
"Ayo, bangun." Ucap Melodi menarik tangan Rizki untuk berdiri, Namun naas malah dirinya yang terjatuh dan menindih tubuh Rizki.
Dengan sigap Rizki pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Pria itu langsung memeluk erat tubuh Melodi seperti guling dan menyembunyikan wajah Melodi pada dada bidang nya itu.
Melodi yang kaget dengan spontan langsung mencoba mendorong tubuh Rizki agar menjauh dari tubuhnya.
"Ki lepasin ih." Ucap Melodi sambil berusaha mendorong tubuh Rizki, namun naas Rizki malah semakin erat memeluk dirinya.
"Ki." Ucap Melodi lirih, dia begitu deg degan saat ini. Pasalnya ini kali pertama Rizki memeluk dirinya se erat ini.
"Sebentar saja Mel, aku masih ngantuk." Ucap Rizki.
"Ya udah lepasin dulu, aku janji nggak menggangu tidur kamu deh." Ucap Melodi membujuk.
"Nggak aku mau seperti ini." Ucap Rizki keras kepala.
"Jangan gerak gerak Mel, kalau nggak mau makin lama seperti ini" Ucap Rizki.
Melodi pun pasrah dan tak bergerak lagi, agar cepat selesai acara pelukan ini.
__ADS_1
Diam diam Rizki pun tersenyum walau dengan keadaan mata yang masih terpejam. Pria itu menghirup aroma tubuh Melodi dengan sangat pelan dan dalam. Sungguh pagi ini merupakan pagi terbaik menurutnya. Rasanya dia mau seharian seperti begini saja.
Melodi yang sudah mulai nyaman pun ikut memejamkan matanya, entah mengapa hatinya begitu damai saat ini.
"Hey, Ngapain kalian Tidur di sini." Ucap Suara Mami Eka membuat keduanya langsung bangkit dari pembaringan.
Melodi begitu malu saat ini, namun tidak dengan Rizki. Pria itu nampaknya bersikap biasa saja.
"Mami." Panggil Rizki ramah.
"Maaf Mi, nih si Rizki main peluk peluk aja." Ucap Melodi untuk menutupi kegugupannya.
"Kenapa memanggil suamimu seperti itu. Nggak sopan itu Mel." Ucap Mami Eka tajam.
"Yah terus mau manggil apa Mi, kan namanya Rizki." Ucap Melodi dan itu membuat Rizki tersenyum maksud dari ucapan Ibu mertuanya itu.
"Panggil Mas gitu Mel, Rizki itu suami kamu bukan teman lagi." Ucap Mami Eka.
"Iya iya" Ucap Melodi agar urusan dengan Maminya itu cepat kelar.
"Iya iya apa?" Tanya Sang Mami memastikan lagi.
"Iya Nanti Melodi manggil Mas sama Rizki." Ucap Melodi.
"Bagus, Sekarang kalian siap-siap gih. Terus kita sarapan bareng, Mami udah siapin." Ucap Mami kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ini gara-gara kamu sih Ki." Ucap Melodi.
"Mas." Ucap Rizki.
"Nggak mau." Ucap Melodi.
"Mi..." Ucap Rizki Terpotong karena mulut Rizki langsung di bungkam sama tangan Melodi. Melodi tahu Rizki akan memanggil Maminya untuk melapor dirinya.
"Iya iya pemaksaan." Ucap Melodi kesal sambil melepaskan tangannya dari mulut Rizki.
"Ayo." Ajak Melodi.
"Ayo apa?" Tanya Rizki sok polos.
"Ayo Ke kamar siap-siap." Ucap Melodi membuat Rizki menatapnya sambil tersenyum miring.
"Isss, Ayo ke kamar siap-siap Mas." Ulang Melodi lagi.
"Good girls." Ucap Rizki menepuk kepala Melodi sambil tersenyum hangat.
__ADS_1