
"By, Bang Bima ko nggak balik-balik sih. Pergi kemana dia?" Tanya Melodi tak menghiraukan gerutu-an Gerald saat dia kini teringat pada sang Abang yang pergi sejak tadi dan tak balik lagi.
Padahal kini dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan hubungan Larissa dan sang Abang saat ini. Hingga membuat wanita itu mempermalukan dirinya habis-habisan tadi di kampus.
"Tunggu Abang telfon dulu Bang Bima nya." Ucap Rizki sambil megambil ponselnya dan mendial nomor yang tadi sang Abang menelponnya untuk menanyai keberadaan mereka tadi.
"Halo Bang." Ucap Rizki ketika panggilannya di terima Bima.
"Yah Ki." Ucap Bima yang juga di dengar Melodi karena istrinya itu meminta Rizki untuk mengaktifkan pengeras suara.
"Bang Bima dimana? ko nggak balik-balik." Kali ini Melodi yang bersuara karena dia langsung mengambil alih ponsel dari tangan Rizki sakin tak sabarnya mendengar suara sang Abang.
"Abang ada urusan mendadak dek, besok yah baru Abang balik kesitu. Nggak papa kan?" Melodi langsung cemberut mendengar penuturan Abangnya itu.
"Abang ih, aku kan penasaran sama gadis cantik tadi. Besok Melodi nggak mau tahu Abang harus bawa juga gadis yang bersama Bang Bima itu." Ucap Melodi dan langsung memutus sepihak panggilan mereka..
"Sayang, ko dimatikan panggilannya." Tanya Rizki.
"Kesal sama Bang Bima, aku tahu pasti dia nggak mau aku nanya-nanya soal gadis tadi makanya dia langsung membawa kabur gadis itu. Dasar." Kesal Melodi sambil memberikan ponsel Rizki ke tangan pria itu.
"Udah besok juga kan datang Bang Bima nya, nanti saja baru marahnya ya Sayang." Kata Rizki sambil mengelus bahu Melodi yang terlihat kesal saat ini.
Wanita yang tadinya terlihat lemah itu, kini sudah kembali seperti semula. Bahkan tak ada nampak sakit di wajahnya, atau memang dia sendiri lupa jika tadi mendadak pingsan sampai berada di sini sekarang.
"Sag, udah sampai mana makanan kita?" Tanya Melodi mengingat sate pesanannya tadi.
"Itu kayanya." Ucap Saga saat mendengar ketukan dari luar pintu.
Pria itu langsung beranjak berdiri untuk melihatnya, dan benar saja memang kurir yang mengantar pesanan mereka.
"Makasih yah pak." Ucap Saga sambil menerima Pesanan mereka, setelah itu dia langsung masuk sebab pembayarannya sudah dia lakukan melalui aplikasi hp Rizki.
"Ah satenya." Kata Melodi berbinar saat Rizki memberikan bungkusan sate yang dia taruh di piring untuk sang istri.
__ADS_1
"Boleh minta satu tusuk yang satenya." Melodi langsung menepis tangan Rizki saat sedang beraksi mengambil satenya.
"Nggak, sana makan makanan Habby sendiri." Ucap Melodi dan itu membuat Rizki terkekeh pelan melihat tanggapan gemas sang istri yang menatapnya dengan mata melotot.
"Hey, becanda doang ko mintanya. Takut banget sih yang." Mendengar itu Melodi hanya bisa tersenyum malu menatap Rizki suaminya itu.
Setelahnya mereka pun makan dengan sedikit obrolan menemani.
"Ki Mel, kita balik dulu yah. Udah malam nih." Ucap Gerald ketika mereka usai makan sepuluh menit lalu.
"Besok nanti kita balik lagi." Sambung Saga.
"Iya makasih yah, Maaf gara-gara aku kalian jadi absen tadi kelasnya." Kini Melodi yang mengambil alih jawaban atas pernyataan Gerald.
"Tak masalah." Gerald berkata sambil mengacak pelan Rambut Melodi dan langsung mendapat tatapan tajam dari Rizki namun tak dipedulikannya.
"Suamimu udah izin buat kita berempat tadi, jadi santai saja." Kata Saga.
Setelah acara pamit selesai, Saga dan Gerald pun langsung pulang. Dan sekarang tinggallah Melodi dan Rizki saja di ruangan itu.
"Iya iya, yang nggak bisa tidur kalau nggak di peluk suami." Jahil Rizki mengingat perkataan Melodi tadi.
"Isss, bukan aku yah By. Itu mau bayi kita tahu." Ucap Melodi tak mau mengakui hal itu.
"Iya deh iya, itu mau bayi kita. Tapi kalau mau Maminya juga nggak papa, Dady pasti bahagia akan hal itu." Ucap Rizki membuat Pipi Melodi langsung berubah merah sakin malunya atas ucapan Mami Dady yang Rizki ucapkan itu..
"Apa sih By. ngomong-ngomong aku penasaran deh kenapa Larissa bisa sejahat itu tadi sama aku By." Ucap Melodi sengaja mengalihkan pembicaraan mereka yang membuat dirinya malu.
Juga sekalian dirinya membahas kejadian tadi yang menimpanya di kampus mereka.
"Abang juga nggak tahu yang, kenapa dia jadi kaya gitu sekarang yah. Perasaan dulu baik-baik saja tuh orang. Kenapa sekarang malah berubah jahat kaya gitu yah." Rizki berbicara sambil mengingat kejadian tadi di hadapannya itu. Bahkan dengan jelas dia mengingat semua perlakuan Larissa terhadap Melodi.
"Yah, bahkan sakit di kepalaku saja nggak sesakit fitnahannya itu." Ucap Melodi sambil meraba kepalannya yang langsung dia kembali mengingat sakitnya, namun tak sebanding dengan sakit yang Larissa torehkan dengan kata-kata wanita itu. Di tambah lagi kalimat-kalimat pedas dari para mahasiswa di sana juga sebagai pelengkap rasa sakitnya.
__ADS_1
"Udah nggak usah di ingat lagi yang, kan Bang Bima udah bilang kalau dia sudah mengurus Larissa bukan." Kata Rizki sambil mengusap sayang Kepala Melodi yang tadi di usap istrinya itu.
Rizki tahu, pasti kepala Melodi sangat sakit sekarang. Namun mungkin istrinya itu tak mau berkata jujur saja kepadanya.
"Apa ini sakit yang?" Tanya Rizki saat mengusap kepala Melodi.
"Sedikit." Jawab Melodi.
"Kira-kira apa yah yang di buat Bang Bima pada larissa ya By.?" lanjut Melodi lagi dengan pertanyaan.
"Nggak tahu yang, tapi semoga saja sebanding dengan yang tadi wanita itu lakukan padamu sayang. Bahkan Abang berharap lebih Bang Bima memberi pelajaran Padanya." Ucap Rizki dengan menggebu-gebu saat mengingat Larissa.
"Nyesel Abang pernah berhubungan sama tuh orang." Sambung Rizki lagi.
"Tapi mungkin Larissa hanya marah saja saat itu, mungkin saja dia berpikir jika aku sudah berbicara yang macam-macam tentangnya pada Bang Bima By hingga membuat hubungannya dengan Abang jadi berakhir seperti perkataannya tadi." Jelas Melodi yang menempatkan dirinya sebagai sesama wanita.
"Udah nggak usah di pikirin, sekarang istirahat yah. Nggak boleh banyak pikiran, kasihan bayi kita kalau kamu ajak pikiran terus." Ucapnya sambil mengelus perut Melodi.
"Iya iya Habby ku yang cerewet." Ucap Melodi sambil mencubit bibir Rizki dengan kelima jarinya, bahkan dia tak langsung melepasnya melainkan malah dengan sengaja di memainkannya ke kiri dan ke kanan.
"eemmm iiiiggg." Gumam Rizki yang tak jelas karena Melodi masih belum melepas tangan dari bibirnya.
"Hehehe, lucu banget sih By. Jadi gemes." Ucap Melodi sambil melepas tangannya.
"Ngomong apa tadi?" Lanjut Melodi lagi.
"Nggak cuman mau ini, boleh." Ucap Rizki sambil menyentuh bibir Melodi dan istrinya itu langsung menganggukkan kepalanya tanda boleh.
"Kenapa pas hamil gini kamu buat aku tambah gemes ke kamu terus sih yang, kayanya aku harus buat kamu hamil terus biar lucu gini tiap waktu." Batin Rizki saat melihat wajah menggemaskan Melodi Saat mengiyakan permintaannya itu.
...Komennya jangan lupa yah, Author butuh pendapat kalian tentang Bab ini buat Up selanjutnya....
...Like,Gift, vote & fav sebagai bonus buat Author tetap Semangat😁...
__ADS_1
Yuk yang belum mampir di cerita baru Author, jangan lupa mampir yah.
Judul : SATRIA. Author tunggu di sana yah, semoga berkenan☺️🤗.