Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Mulai Dari Awal


__ADS_3

"Sayang, ayo bangun waktunya makan malam." Ucap Rizki sambil mencium gemas seluruh wajah Melodi.


"Ugh, aku ketiduran yah." Ucap Melodi sambil mengucek matanya sedikit kaget, karena setahunya tadi mereka sedang mengobrol bersama Saga juga Gerald tadi.


"Iya sayang, yuk makan."


"Aku belum mandi tapi" Ucap Melodi dengan suara seraknya khan bagun tidur.


"Nggak papa udah malam juga, nggak usah mandi cuci muka saja yang." Ucap Rizki.


"Ya udah, sebentar ya Mas." Kata Melodi setelah itu dia langsung berlalu ke kamar mandi.


Setelah membersihkan wajahnya sebentar dan mengganti bajunya, mereka langsung turun karena memang sudah waktunya makan malam.


"Mas, kita ke hotel Bang Bima yah boleh yah?" Tanya Melodi ketika mereka habis makan dan sedang duduk santai di taman belakang dengan semua orang termasuk Ibu, Ayah juga kakek Burhan.


"Telfon Bang Bima dulu yang, lagi di hotel atau nggak?" Ucap Rizki setelah itu Melodi langsung menelfon sang Abang.


"Halo Bang, lagi di hotel nggak? Melodi mau ke situ soalnya." Ucap Melodi tanpa basa basi setelah panggilannya tersambung dengan Bima.


"Ade, maaf yah. Abang lagi di luar sekarang. boleh besok?


"Yah besok kita udah balik Bang."


"Ya udah nggak papa, nanti biar Abang yang nyamperin kamu ke apartemen kalian saja. Setelah urusan abang di sini selesai."


"Baiklah, tapi datangnya jangan sendiri. Bawa juga calon kakak ipar Melodi juga."


"Siap sayang." Ucap Bima.


Setelah itu, mereka mengobrol sebentar. Karena Bima juga sedikit bicara dengan kedua mertua Melodi karena mereka yang meminta saat melihat Melodi sedang menelfon dengannya.


"Ya udah, jangan sedih gitu dong." Ucap Rizki setelah Melodi usai telponan dengan Bima.


"Bukan sedih, aku cuman penasaran dengan pacarnya Abang aja." Ucap Melodi.


"Kepo juga kamu yang." Ucap Rizki sambil memeluk Melodi dari samping.


"Hey, bisa nggak sih nggak usah mesra mesraan depan kita." Ucap Gerald.


"Kenapa sih lo, nggak suka yah nggak usah lihat. Iya nggak sayang." Ucap Rizki sambil sengaja mencium pipi istrinya didepan Saga dan Gerald karena sekarang hanya tinggal mereka berempat saja di taman belakang. Setelah tadi para orang tua pamit untuk istirahat duluan.


"Dih, mesum nggak pada tempatnya." Ucap Gerald.


"Sudahlah Sag, maklum masih hangat-hangatnya. Entar lama-lama lagi udah nggak gitu karena bosan." Ucap Saga membuat raut wajah Melodi sedikit tersentak memikirkan ucapan Saga itu.


Hingga sampai mereka memutuskan kembali ke kamar pun, Melodi masih memikirkan hal itu.

__ADS_1


"Mas." Panggil Melodi ketika dirinya dan Rizki sudah berbaring di Ranjang dengan posisi Rizki yang memeluknya erat dan menyandarkan kepala Melodi di dadanya.


"Kenapa sayang?" Tanya Rizki sambil mengelus lengan Melodi yang putih mulus.


"Apa benar yang di katakan Saga tadi?"


"Yang mana?" Tanya Rizki karena benar-benar tak mengerti.


"itu yang katanya Saga, saat Mas cium pipi aku."


"Oh itu, jadi kamu dari tadi mikirin itu. Sampai diem terus yah sejak tadi?" Tanya Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Nggak usah mikirin itu, kita jalani saja semuanya. Yang penting kamu selalu ada di samping Mas, Mas janji nggak akan pernah bosan dan akan selalu memperlakukan kamu seistimewa mungkin walau nanti pernikahan kita udah banyak umurnya." Ucapan Rizki itu membuat Melodi mengembangkan senyum manisnya, namun tak terlihat oleh Rizki.


"Dan Walaupun kamu cuek bagaimanapun nanti dengan Mas, Mas akan tetap bersikap sama. Tetap memperlakukan kamu istimewa. Karena Mas sangat mencintai kamu sayang, sangat sangat mencintai kamu." Lanjut Rizki lagi dalam hatinya sambil mencium puncak kepala Melodi..


"Terima kasih Tuhan, karena di pernikahan terpaksa ini kau tidak terlalu membuatku kecewa dengan memberikanku suami se sabar Rizki. Tolong berikanlah sedikit saja rasa di hatiku untuknya, biarkan nanti aku sendiri yang mengembangkan rasa itu. Karena jujur aku mulai merasa nyaman dan menerima keberadaanya di hidupku." Batin Melodi sambil memejamkan matanya serta menghirup dalam-dalam bau pria yang sudah dua bulan ini menjadi suaminya, dan bahkan sentuhannya pun sudah mulai terasa candu untuk Melodi kini.


***


Keesokan paginya...


Kini Melodi sedang menyiapkan barang-barang mereka untuk pulang, karena siang nanti adalah jadwal penerbangan mereka untuk kembali ke aktifitas semula.


"Mas, Kak Juna telfon?" Ucap Melodi pada Rizki yang sedang berada di kamar mandi.


"Sini kan sayang ponselnya." Dan Melodi pun langsung membawa ponsel Rizki di kamar mandi.


"Semuanya sudah beres?" Tanya Rizki setelah mengangkat panggilan telfon itu.


"Sudah Bos."


"Baiklah terima kasih." Ucap Rizki, setelah itu sambungan pun di sudahi.


***


Kini Melodi, Rizki dan kedua sahabat mereka sudah berada di bandara tepatnya kini berada dalam pesawat.


"Ponselnya sini kan, udah ngantuk nggak tidur malah main game." Ucap Rizki saat mereka sudah di dalam pesawat. Pria itu bahkan berkata sambil merebut ponsel Melodi hingga membuat gadis itu mendiamkan dirinya hingga sampai mereka tiba di kota tempat menimbah ilmu mereka.


"Ayo masuk, kenapa cemberut terus." Kata Rizki sambil mendorong masuk Melodi ke dalan mobil mereka. dan setelah itu baru dia pamit pada Saga dan Gerald yang berbeda mobil dengan mereka.


"Sampai ketemu di kampus besok." Ucap Rizki setelah itu dia masuk ke dalam mobil mereka.


"Kenapa cemberut terus sih yang, aku salah apa?" Ucap Rizki tanpa dosa namun tak di hiraukan Melodi, gadis itu lebih memilih diam.


"Yang bicara dong, maaf kalau aku punya salah." Ucap Rizki masih berusaha, tak suka jika Melodi terus mendiaminya.

__ADS_1


"Ayo bicara nggak, aku cium nih." Ucap Rizki langsung mencoba mau mencium Melodi namun dengan sigap Melodi langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, namun sayang sasaran Rizki malah ke lehernya dan membuat Melodi tertawa geli.


"Ah Mas sudah, di lihatin supirnya itu." Ucap Melodi pelan sambil sedikit menahan geli.


"Makanya bilang, Mas salah apa?"


"Tadi kenapa galak banget pas di pesawat, pake acara sita hp segala." Ucap Melodi pada akhirnya..


"Gara-gara itu toh, habis kamu sih. Udah ngantuk, nggak tidur malah main hp. Maaf yah, kalau Mas kasar tadi." Ucap Rizki merasa bersalah dan langsung memeluk Melodi sayang.


Sakin asiknya mereka berdua berbicara sampai-sampai tak sadar jika mereka kini sampai di tempat tujuan mereka.


"Udah sampe Pak." Ucap Sang supir membuat Rizki dan Melodi langsung terkejut.


"Oh iya makasih Pak." Ucap Rizki.


"Loh Mas, kenapa kita kesini?" Tanya Melodi setelah turun dari mobil dan dia baru sadar jika mereka di depan hotel bukan di depan apartemen mereka.


"Kamu ingat nggak hotel ini?" Tanya Rizki sambil membantu supir mengeluarkan koper mereka tanpa menjawab pertanyaan Melodi padanya.


"Yah, hotel pernikahan kita kan." Ucap Melodi dan membuat Rizki menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Ngapain kita kesini? Mas mau ketemu orang yah? Kenapa nggak ngantar aku pulang dulu baru Mas kesini." Ucap Melodi dengan asumsinya sendiri.


"Yah nggak lah, ayo masuk." Ucap Rizki masih tak memberi tahu maksud kedatangan mereka ke hotel ini.


"Bos." Ucap Juna menghampiri Rizki dan hal itu sampai mengagetkan Melodi.


"Kak juna di sini juga." Ucap Melodi saat melihat ke arah juna.


"Iya Nyonya.., maksud aku nona." Ucap Juna setelah teringat jika Melodi tak mau di panggil Nyonya olehnya


"Ini Bos kunci kamarnya." Lanjut Juna sambil memberikan kunci kamar untuk Rizki.


"Terima kasih Jun, kamu boleh kembali sekarang." Ucap Rizki setelah itu Juna langsung berpamitan pada mereka.


"Ngapain Mas, ke hotel segala Aku capek tahu. Mau istirahat." Kata Melodi ketika mereka sedang berjalan menuju kamar hotel.


Namun ketika sampai di depan pintu kamar hotel mereka, Melodi sedikit mengerutkan keningnya. Pasalnya dia kenal dengan kamar itu Kamar dimana waktu dia dan Rizki pernah menginap di sana, tepatnya kamar dimana mereka satu ranjang pertama kalinya sejak mereka menikah.


"Mas."


"Ya sayang." Jawab Rizki sambil membuka pintu kamar mereka dan Melodi langsung seperti di tarik kembali pada ingatan ketika malam pernikahan mereka dimana, semua dekorasi kamar sama persis seperti mereka memasuki kamar ini waktu pertama kali mereka resmi menikah.


"Ini." Ucap Melodi speechless


"Iya sayang, kamar pengantin kita. Kita akan memulai semuanya hari ini dan di tempat ini pula. Kamu mau?" Ucap Rizki memastikan sebelum mereka melangkah masuk.

__ADS_1


Mendengar itu Melodi langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Rizki.


"Terima kasih, ayo masuk sayang." Ucap Rizki sambil menggenggam tangan Melodi dengan senyum bahagia yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


__ADS_2