Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Ada yang beda Pagi ini


__ADS_3

"Oh iya, nanti kamu tinggal di apartemen aku. Barang-barang kamu juga sudah di pindahin sama orang tua kita. Katanya apartemen kamu mau di tinggalin sementara waktu sama tante Mia." Ucap Rizki membuat Melodi Shock.


"Haaaaah..." Ucap Melodi tak percaya.


"Gila Melodi kuping aku bisa rusak dengar kamu teriak mulu." Ucap Rizki menggosok kupingnya tersiksa dengan teriakan istrinya itu.


"Kok nggak ada yang ngomong sama aku." Ucap Melodi mulai memelankan suaranya.


"Lah tadi aku udah ngomong." Ucap Rizki jahil.


"Maksud aku orang tua aku Rizki, bukan kamu." Ucap Melodi kesal.


"Lah sama aja kali." Ucap Rizki santai tetap dengan memakan makanannya.


"Ah, tau ah." Ucap Melodi pada akhirnya.


Mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan nikmat tanpa ada pembahasan lagi.


"Ki akh ke kamar nyokap dulu." Ucap Melodi ketika selesai dengan makanannya.


"Kamu nggak istirahat?" Tanya Rizki.


"Bentar doang." Ucap Melodi setelah itu langsung pergi meninggalkan kamar mereka.


Melodi kini telah sampai ke kamar orang tuanya yang tak begitu jauh dari kamar mereka, karena sebelum menikah dia juga sudah mampir ke sana subuh tadi Kemudian diketoknya kamar tersebut.


"Sayang, kamu nggak istirahat?" Tanya sang papi yang membuka pintunya.


"Mau ketemu Mami dulu." Ucap Melodi yang langsung saja masuk.


"Mami mana pi?" Ucap melodi karena tak melihat keberadaan maminya itu.


"Kamar mandi, mungkin bentar lagi selesai." Ucap sang papi dan di jawab melodi dengan bentuk o dengan mulut tanpa suara.


"Tante Mia kamarnya nomer berapa pi? aku mau ke kamar tante mia juga setelah dari sini." Tanya Melodi karena tak melihat tantenya setelah terakhir dia melihat saat foto bersama keluarga tadi.


"Udah balik ke apartemen kamu, capek mungkin. Katanya lebih nyaman di apartemen kamu sayang."


"Kalau Bang Bima nomer berapa pi?" Tanya melodi lagi.


"Kamu ini bukannya temenin suami kamu malah keluyuran." Tegur sang papi.

__ADS_1


"Rizkinya capek pak, makanya tadi mau langsung tidur katanya." Ucap melodi beralasan.


"Hey sayang." Ucap sang mami ketika baru selesai keluar dari kamar mandi.


"Hay mi, oh iya aku mau nanya. handphone aku di mana ya mi?" Tanya melodi ketika dia tadi mengingatnya dari Subuh tadi dia tak memegang hp nya itu.


"Mungkin tertinggal di apartemen kamu, coba ingat terakhir kamu pakai kapa. Mami tak memegang atau pun melihatnya." Jelas sang mami.


"Oh astaga, di kamarku lagi di charger dari malam. Aku pikir nanti mami juga bakal bawain kan perlengkapan aku juga mami yang siapin kan." Ucap melodi menepuk jidatnya setelah mengingatnya.


"Sudah besok baru mami minta tolong Tante kamu bawa kemari." Ucap sang mama sambil berpakaian di hadapan sang putri.


"Ya udah deh, aku balik ke kamar Kalau gitu."


Setelahnya Melodi meninggalkan kamar orang tuanya dan kembali ke kamar dirinya dan Rizki.


"Ki pinjam handphone kamu dong, Punya aku ketinggalan di apart." Ucap Melodi ketika telah masuk ke kamar mereka dan melihat Rizki yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian rumahnya.


"Mau ngapain, tuh." Ucap Rizki sambil melirik meja tempat mereka makan tadi untuk menunjukan ponselnya namun sambil mengerikan rambutnya yang masih basah dengan handuk.


Melodi pun mengikuti arah lirikan Rizki dan bergegas mengambil ponsel tersebut.


"Mau lihat sosial media aku, bosan nggak ngapa ngapain." Ucap Melodi sambil kembali ke ranjang king sais itu dan merebahkan dirinya sambil mengotak atik benda pipi itu.


Rizki pun bergegas mengangkat telfon dari sang kekasih kemudian berjalan keluar balkon kamar hotel itu untuk mengobrol di sana.


Melodi pun tak ambil pusing, dan dirinya kemudian menyalakan tv dan mulai menonton siarannya berharap dia akan segera mengantuk dan tertidur. Dan benar saja tak butuh waktu lama melodi pun terlelap dengan damainya.


Rizki yang telah kembali dari sesi telfonnya pun ikut berbaring di samping Melodi dan tak lama dirinya pun ikut terlelap menyusul teman sekali gus istrinya itu.


🌼🌼🌼


Kini Pagi pun menjelang meninggalkan gelap yang sebelumnya menguasai bumi dan menyerahkan tahtanya untuk digantikan pada sang mentari pemilik terang itu.


Kedua insan yang masih terlelap itu serasa enggan untuk membuka matanya meski sinar matahari telah menunjukan perannya bagi penghuni bumi itu.


Dering telfon mengagetkan dan seketika membangunkan tidur nyaman kedua insan itu.


Namun sang wanita tak mau beranjak sedikitpun ataupun berniat sekedar untuk membuka matanya, sedangkan sang pria sudah lebih dulu membuka mata dan terkejut akan pemandangan pagi ini.


"Mel." Ucap Rizki lirih Namun wanita di sampingnya tak menghiraukan panggilannya sedikitpun.

__ADS_1


"Melodi.." Ulang Rizki kembali karena tar mendapatkan respon dari sang empunya nama itu.


"Hmmm" Ucap Melodi sambil membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia ketika kedua kelopak matanya itu terbuka.


"Astaga, Ki kamu kenapa ada di ranjang aku pagi-pagi gini." Ucap Melodi sambil melepas pelukannya pada Rizki dan mendorongnya menjauhi dirinya.


Malu?


Yah, pasti itu. Itu yang saat ini di rasakan Melodi. Karena dirinya begitu erat memeluk pria itu.


..."Astaga mau taruh di mana mukaku, Ah rese kamu mel. Bego bego."...


...Batin Melodi....


"Hey kamu lupa, atau pura pura lupa." Ucap Rizki langsung buru buru mengangkat telfonnya yang sejak tadi terus saja berdering.


Melodi yang sudah kembali sadar kemudian bergegas ke kamar mandi agar dapat melarikan diri dari malu yang dia timbulkan sendiri dengan ulahnya itu.


Hanya lima belas menit saja dia menyelesaikan ritualnya pagi itu, karena dia pikir semalam pun dia sudah mandi jadi pagi ini tak butuh waktu lama untuk mandi pagi ini.


"Tunggu aku mandi sebentar, setelah itu kita ke restoran bawah. Kita sudah di tungguin semua keluarga di sana." Ucap Rizki kemudian langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Melodi yang telah siap dia pun berjalan ke balkon kamar itu dan berdiri memandangi suasana luar hotel di pagi ini sambil menunggu Rizki yang sedang mandi itu.


Tak berselang lama Rizki pun keluar kamar mandi dan berpakaian, karena kebetulan melodi tak ada di sana.


"Mel.." Panggil Rizki setelah dia telah rapi.


"Yah, sudah selesai." Tanya Melodi yang langsung bergegas masuk setelah mendapat panggilan dari Rizki.


"Hummm. Ayok." Ucap Rizki mengajak Melodi untuk pergi.


"Ki." Panggil Melodi ketika mereka sedang berada di dalam leaf.


"Kenapa?" Tanya pemilik nama yang barusan di panggil oleh Melodi tadi.


"Kita jadi ke kampus kan hari ini?" Tanya Melodi.


"Jadi, Tapi kita cuman ikut yang jam ke dua kan jam pertamanya sekarang. kita ikut yang jam Dua aja." Jelas Rizki.


Mereka pun berjalan ke sisi restoran setelah keluar dari life tadi.

__ADS_1


"Yang pengantin baru mah bebas bangun jam berapa aja, kita sekeluarga di suruh nunggu." Sindir Bima Abangnya melodi ketika kedua pengantin baru itu sedang berjalan ke meja mereka.


__ADS_2