Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Cerita Di Villa


__ADS_3

Keesokan harinya....


Semua orang di buat pusing oleh Melodi, karena pagi-pagi sekali ibu hamil itu sudah siap dan meminta Rizki untuk mengetuk semua pintu kamar dan meminta mereka bersiap untuk jalan pagi dan akan berkumpul di restoran.


Dan di sinilah mereka sekarang, di restoran Villa dimana Melodi dan Rizki sudah menunggu semuanya juga di temani Mahesa yang memang sudah berada di sana karena terbiasa bangun pagi dan berkeliling sebagai rutinitasnya tiap pagi di Villa itu.


Tak berselang lama Kanaya dan Bella pun ikut bergabung, namun tak ada sedikitpun kata protes dari keduanya karena sudah di bangunkan sepagi itu melainkan hanya senyum mengembang yang mereka tampilkan.


"Lo apa-apaan si Mel, ini masih pagi sekali loh." Keluh Saga saat baru saja sampai di restoran.


"Apa? lo mau marah?" Tanya Melodi melotot membuat nyali Saga ciut dibuatnya.


"Ngg nggak siapa yang marah coba, aku cuman bilang doang. Sensi amat kamu Mel." Ucap Saga cepat saat melihat mata melotot Melodi terhadapnya.


"Kenapa sejak hamil galaknya bertambah sih." Batin Saga ngeri-geri sedap menatap Melodi. Entah kenapa aura marah Melodi ketika hamil, membuatnya sering sekali bergidik ngeri. Sungguh, dia begitu salut pada Rizki yang bisa meluluhkan hati Melodi yang sekeras baja itu.


"Rasain, singa nya lagi diam. Malah di ganggu." Bisik Gerald menahan tawanya saat melihat Saga prihatin. Sementara Saga tak menghiraukan bisikan Gerald dan malah lebih memilih duduk di sebelah Bella.


"Pagi Bell." Sapa Saga dan di balas oleh wanita itu.


"Ini Bang Bima sama Gadis mana sih, selalu saja mereka yang terakhir muncul." Keluh Melodi.


"Sabar sayang, aku telfon Bang Bima lagi nih." Ucap Rizki hendak menelpon namun bersamaan dengan itu Gadis dan Bima berjalan masuk restoran.


"Nah, itu pengantin barunya udah nongol." Sindir Melodi sambil menatap pada Abangnya juga Gadis yang mungkin saja malu mendengar perkataannya, karena terlihat jelas dari garis wajah gadis itu yang seperti tak enak hati sekarang.


Padahal niatnya hanya ingin menyindir sang Abang saja namun tak di sangka calon kakak iparnya itu pun ikut merasa karena ulahnya.


"Maafkan aku kakak ipar, beginilah aku calon adik iparmu ini." Batin Melodi sambil menahan tawanya dengan sikap jahilnya sendiri.


"Apa sih dek, kamu juga kenapa pagi sekali minta kumpul sih. Abang kan masih ngantuk." Ucap Bima sedikit kesal karena tidurnya jadi tak puas tadi.

__ADS_1


"Emang semalam ngapain sampai masih ngantuk. Tuh lihat semuanya saja udah pada segar, kok Bang Bima masih ngantuk. Hayo ngapain kalian semalam." Cecar Melodi apalagi, dia melihat Gadis yang sudah tersipu malu dengan perkataannya itu.


"Apa sih dek, jangan aneh-aneh. Memang Abang mau ngapain coba." Ucap Bima santai.


"Segeralah menikah Bang, jangan buat dosa. Bisa ngamuk kalau Mami sama Papi tahu." Ucap Melodi yang sudah berpikir jauh.


"Itu pasti, doakan saja semuanya lancar." Kata Bima mantap.


Namun tak tahukah kakak beradik itu jika akibat obrolan mereka, sudah berpengaruh besar pada Gadis kini. Dia benar-benar hanya bisa tersenyum canggung menatap keduanya. Sebab mereka bertiga sekarang jadi pusat perhatian semua orang terutama dirinya juga Bima.


"Ini baru Abang ku." Puji Melodi berdiri dari duduknya sambil memeluk sang Abang.


"Abang pintar milihnya, mana masih mudah lagi." Bisik Melodi di kuping Bima jahil, takut jika nanti terdengar oleh Gadis.


"Rejeki namanya dek." Balas bisik Satria.


"Sayang." Panggil Rizki tak suka Melodi di peluk terlalu lama walau itu Bima sekalipun yang berstatus kakak kandung sang istri.


"Ada yang cemburu, sudah lepasin dek." Ucap Bima saat melihat wajah masam Rizki.


"Sudah dramanya, sekaran boleh makan nggak nih." Ucap Gerald membuat semuanya tertawa mendengarnya.


****


Usai sarapan, mereka di ajak Mahesa jalan-jalan mengelilingi Villa. Berlanjut pula menyusuri pantai. Karena suasana pagi di pantai kini begitu sejuk serasa sudah siap untuk menyambut pengunjungnya.


"Keren banget Villa kamu Hesa." Ucap Rizki ketika kini mereka sedang bersantai di tepi pantai sambil duduk ber selonjoran kaki.


Rizki berkata seperti itu, di karenakan ini kali pertamanya dia berkunjung ke sini. Tahu tentang Villa nya Mahesa inipun juga dari Melodi.


Mereka memang bersaudara, namun soal aset-aset pribadi setiap keluarga menjadi rahasia pribadi masing-masing. Itu sebabnya dia begitu kagum saat ini, jika sepupunya itu ternyata memiliki aset yang menurutnya cukup menjanjikan. Di lihat dari interior villa, seperti memang sudah di persiapkan jauh-jauh hari. Mengingat betapa mewahnya Villa Mahesa ini.

__ADS_1


"Bukan punyaku, aku hanya melanjutkan saja punya Mama." Ucap Mahesa tersenyum namun Rizki tahu ada kesedihan di balik senyumnya, itu sebabnya dia tak mau melanjutkan pembicaraan yang baru dia buka itu.


"Yah punyamu punya Mabun kan, aku jadi pengen deh punya Villa kan jadinya. Sayang, gimana menurutmu." Ucap Rizki yang sengaja mengalihkan pembicaraan.


Sementara Mahesa hanya senyum saja menaggapi.


"Boleh, asal ada duitnya aja sih." Ucap Melodi membuat Rizki gemas dengan Istrinya itu.


"Hehehe, iya juga yah. Tapi kalau untuk Villa sepertinya bisa." Ucap Rizki dan langsung mendapat deheman dari Saga juga Gerald.


"Iya iya yang pengusaha muda, Villa mah kecil." Jahil Saga tak lupa dengan mimik mengesalkannya.


"Iya lah, emang kamu yang hanya mahasiswa biasa." Ledek Gerald dan dapat tabokan dari Saga. Dia pikir jika Gerald akan sejalan dengannya, namun pria itu malah meledek dirinya.


"Kampret lo, lo juga sama. jangan saling teriak." Kesal Saga, niat hati ingin memganggu Rizki namun malah dirinya yang balik di jahili Gerald.


"Hahaha, rasain.." Tawa Rizki puas melihat wajah cemberut Saga di ikuti yang lainnya.


Alhasil Saga kini ditertawakan semuanya, namun tidak dengan Bima dan Gadis. Kedua orang itu seperti punya dunia sendiri karena Bima yang seperti tak mengijinkan Gadis untuk berbaur dengan yang lainnya. Nampak terlihat jika kedua orang itu kini seperti sedang berargumen.


Melodi yang hendak menghampiri mereka berdua, namun dia di larang Rizki untuk mencampuri urusan keduanya. Jadinya kini dia lebih mengalihkan perhatiannya pada Saga dan Gerald yang terus saja melempar candaan candaan tak berfaedah mereka berdua.


***


"Woy gila yah loh." Ucap Gerald saat mendapati Kanaya sendang tertawa dengan ponselnya di bibir pantai tepatnya di bawa pohon setelah tadi semua sudah kembali ke kamar mereka setelah jalan pagi tadi.


"Sial*n lo, siapa yang gila. Orang aku lagi nonton." Kesal Kanaya membuat Gerald terkejut dengan ucapan bar-bar Kanaya.


Sebab yang dia tahu sejak bertemu wanita itu dia hanya diam saja, bahkan terkesan jika wanita itu wanita lembut di pikirannya.


"Lo bisa ngomong kasar juga ternyata." Ucap Gerald membuat Kanaya tersenyum mengejek ke arahnya.

__ADS_1


"Tak kenal maka yang lo lihat hanya topeng." Ucap Kanaya cuek namun dia tak menatap Gerald, karena takut berbahaya dengan senyum pria itu yang akan membuat dia diam saja seperti semalam.


"Oooo, gitu yah. Kalau gitu boleh dong aku mengenalmu biar nggak terjebak sama topeng kamu." Ucap Gerald meladeni ucapan Kanaya.


__ADS_2