
Setelah menghubungi sang Abang, Melodi langsung beranjak dari tempat tidur setelah terlebih dahulu melepas paksa tangan Rizki yang sedang memeluknya.
"Yang tega banget sih." Ucap Rizki saat melihat Melodi yang sedang memakai baju kaos kebesarannya, dan langsung berjalan meninggalkannya ke kamar mandi tanpa menghiraukan dirinya.
***
"Semoga saja Bang Bima nggak berbuat jauh dengan Larissa." Batin Melodi saat dia sudah berada di kamar mandi.
Jujur saja Melodi sangat menghawatirkan sang Abang, mengingat Larissa yang bukan gadis baik-baik seperti kata suami dan juga dua sahabatnya.
Rizki suaminya saja yang katanya tak mencintai wanita itu dan tak seatap dengannya namun bisa berbuat sejauh itu dengan Larissa. Apa kabar Abangnya kini yang sedang menginap bersama dengan Larissa. Oh, mengingat hal itu membuat Melodi semakin tak sabar untuk bertemu dengan Bima sekarang.
Dengan sedikit menghilangkan pikiran buruknya Melodi langsung bergegas membersihkan dirinya, karena dia benar-benar sudah tak sabar untuk bertemu Bima sekarang.
"Mel, sayang. Buka yang Abang juga mau mandi." Ucap Rizki sambil mengetuk pintu.
"Nggak, antri By." sahut Melodi, karena dia tahu. Itu hanya alasan Rizki saja. Dia tak mau ambil resiko jika nantinya mereka tertahan lama di kamar mandi karena mandi berdua.
"Sayang." Panggil Rizki yang masih berusaha, namun tak lagi Melodi hiraukan. Wanita itu yakin, suaminya itu akan menyerah dengan sendirinya.
Hingga dua puluh menit berlalu, barulah Melodi keluar setelah selesai dengan mandinya.
"By mau mandi kan, aku udah selesai." Ucap Melodi namun tak di hiraukan Rizki, pria itu lebih memilih asik dengan Ponsel di tangannya.
Melodi yang melihat sikap cuek suaminya itu pun tak ambil pusing. Karena menurutnya dia tak memiliki salah apapun terhadap suaminya itu, dan dia lebih memilih berpakaian tanpa mau berkata yang kedua kalinya lagi.
Namun saat dia sedang berpakaian, Rizki langsung melangkah masuk menuju kamar mandi dan Melewati dirinya begitu saja.
"Nggak peka." Ucap Rizki sebelum benar-benar masuk pintu kamar mandi.
"Dih, aneh. Apa salahnya kalau mandi masing-masing." Gumam Melodi.
Setelah berpakaian Rapih, Melodi langsung bergegas membersihkan tempat tidur mereka yang sangat berantakan karena aktifitas panas mereka tadi. Dan hingga selesai, barulah Rizki keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar tentunya.
Tanpa Basa-basi, pria itu langsung memberikan handuk kecil di tangan Melodi. Setelah itu dirinya langsung duduk di sebelah Melodi yang sedang duduk di kursi depan tempat tidur mereka.
__ADS_1
Melodi yang tahu maksud Rizki pun dengan sigap langsung mengambil handuk kecil itu yang dia tahu untuk mengeringkan rambut suaminya.
"Maafin yah. Abang tahu, Abang sudah salah. Kamu mau kan maafin Abang." Ucap Rizki sambil mendongakkan kepalanya menatap Melodi yang sedang berdiri di hadapannya sambil menggosok kepalanya dengan handuk..
"Hmm." Gumam Melodi.
"Hmm apa?" Tanya Rizki tak puas dengan yang di ucapkan Melodi.
"Iya aku maafin."
"Makasih yah." Ucap Rizki sambil memeluk pinggang istrinya.
"Tapi maaf By untuk sementara, kita puasa dulu soal hubungan intim kita yah. Aku takut nanti aku marah lagi sama kamu By, kalau kebayang Larissa." Ucap Melodi jujur, dia bahkan tak bisa melupakan soal kejujuran suaminya itu. Yah walau itu hanya masa lalu, tapi dia hanya manusia biasa yang juga butuh waktu untuk bisa menerimanya.
Rizki yang mendengar ucapan Melodi tentu saja tak menyetujuinya, tapi dia bisa apa selain menyetujuinya.
"Tapi jangan lama yah Yang, Abang nggak bisa nunggu lama yang. Kamu ngerti kan." Ucap Rizki dengan wajah lesunya dan Melodi yang melihat itu ingin sekali tertawa, namun sebisa mungkin dia menahannya.
"Iya By." Ucap Melodi sambil memalingkan wajahnya, tak sanggup melihat wajah mengiba suaminya itu.
"Udah By rambutnya." Ucap Melodi.
"Iya, makasih sayang." Kata Rizki sambil melepas pinggang Melodi.
"Itu bajunya By, aku keluar sebentar." Ucap Melodi menunjuk baju yang sudah dia siapkan untuk Rizki, dan setelah itu dia langsung melangkah keluar kamar.
"Ini malam lama banget sih." Gumam Melodi sambil berjalan menuju dapur mereka.
***
Di apartemen Larissa kini Bima sedang sibuk dengan laptop di pangkuannya. Pria itu sedari tadi terus saja berbicara dengan beberapa orang di sana, namun sesekali dia melirik pada Larissa yang selalu membuatnya gagal fokus dengan pekerjaannya. Gadis itu terus saja mencoba menarik perhatiannya.
Hingga kini saat baru saja Bima menutup laptopnya karena sudah usai dengan kerjaannya, dan itu langsung membuat Larissa tersenyum lebar menatapnya.
Bima pun langsung bergegas beranjak dari kursi, lalu menghampiri Larissa yang sedang duduk di kasur sambil menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Yang, aku mau ke apartemen Melodi. Nggak papa kan aku tinggal sebentar." Ucap Bima pada Larissa saat dia baru saja duduk di depan wanita itu.
"Mau ngapain yang, kan tadi pagi udah ke sana kan. Masa malam juga ke sana. waktu buat aku kapan sayang, tadi saja kamu sibuk kerja terus aku di cuekin. Ini malah mau pergi lagi." Ucap Larissa sambil mengerucutkan bibirnya kesal..
"Tapi aku udah terlanjur janji yang sama Melodi." Ucap Bima sambil menggenggam kedua tangan Larissa..
"Kenapa nggak bilang dulu sama aku." Larissa berkata sambil menyandarkan kepala di dada bidang Bima hingga membuat pria itu langsung melepas satu tangannya yang menggenggam tangan Larissa dan beralih mengelus pipi pacarnya itu.
"Tadi kamu di kamar mandi sayang, eh pas kamu keluar aku udah lupa ngomongnya. Kamu sih main nyosor aja, kan aku nggak bisa nolak." Ucap Bima membuat Larissa terkekeh kecil mengingat kejadian tadi.
"Boleh yah, aku janji perginya sebentar doang ko." Lanjut Bima lagi, setelah itu dia mencium kepala Larissa beberapa kali.
"Aku ikut, kalau nolak. Kamu nggak usah pergi yang." Ucap Larissa membuat Bima hanya bisa mengiyakan saja permintaan kekasihnya itu.
"Iya udah sayang, kalau gitu siap-siap gih. Aku mau mandi dulu." Ucap Bima dan Larissa hanya mengangguk dan setelah itu dia menjauh dari Bima, namun sebelumnya dia menyempatkan dulu untuk mengecup sekilas bibir Bima dan membuat pria itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Dasar nakal." Kata Bima sambil mencubit gemas bibir Larissa, dan setelah itu barulah dia beranjak menuju kamar mandi.
Setelah keduanya bersiap-siap Bima dan Larissa pun langsung pergi menuju apartemen Melodi.
***
"Halo dek, Abang udah di parkiran nih." Ucap Bima setelah panggilannya di angkat Melodi.
"Sebentar Bang, Melodi turun." Kata gadis itu dan dia Langsung mematikan ponselnya sepihak.
Sementara Rizki kini sedang duduk sambil melihat Melodi berlari kiri kanan mengambil tas beserta sepatunya yang lupa untuk dia siapkan tadi.
"Yang, Abang ikut yah. Masa ninggalin abang sendiri sih di sini." Ucap Rizki sambil menghampiri Melodi yang sedang memakai sepatunya.
"Bentar doang perginya By, aku janji. Habis bicara berdua dengan Abang Bima, aku langsung balik deh." Ucap Melodi setelah memakai sepatunya.
"Aku pergi yah, bay sayang." Ucap Melodi sambil mencium pipi Rizki dan setelah itu dia langsung bergegas keluar, karena Bima sudah kembali menelfon dirinya.
"Sa sa sayang." Gumam Rizki sambil memegang pipinya yang habis di cium Melodi setelah gadis itu menghilang di balik pintu apartemen mereka. Dia seakan mengingat kembali perkataan Melodi barusan yang memanggilnya sayang untuk pertama kalinya.
__ADS_1