Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Menolak Lupa


__ADS_3

"Bang Bima." Ucap Rizki namun tatapannya tertuju pada Larissa dan Melodi jelas melihat hal itu.


Melodi tahu, suaminya itu pasti terkejut dengan keberadaan Larissa di apartemen mereka. Apalagi keberadaannya bersama-sama dengan sang Abang.


Dirinya sendiri saja begitu kaget tadi melihat Larissa, sudah pasti Rizki merasakan hal yang sama. Atau mungkin lebih terkejut di bandingkan dirinya mungkin.


"Ada apa dengan tatapan kalian. Tuh tatapan kalian juga kenapa serius banget lihat pacar Abang seperti itu. Abang tahu dia cantik, tapi ini milik Abang. Jangan macam-macam." Ucapan Bima membuat Ketiga pria itu langsung membatin menatap ke arahnya dan Larisa bergantian, apalagi saat berkata Bima juga merangkul pundak Larissa mendekatinya.


"Iuuuwwww, cantik memang tapi. Ah sudahlah. Jijik banget mengingatnya." Batin Gerald sambil menggelengkan kepalanya menolak ingatannya yang juga sedang menolak lupa.


"Cantik, tapi ****** buat apa Bang. Jalangnya om-om lagi." Batin Saga sambil menatap Larissa jijik.


"Astaga, Bang Bima ko bisa." Rizki tak habis pikir dengan pendengaran dan juga penglihatannya saat ini.


"Udah lama datangnya Bang?" Tanya Rizki basa-basi sambil berjalan menuju sang istri dan mengambil tempat duduk di sebelahnya, tak lupa dia juga mencium sayang kening Melodi.


Larissa yang melihat itu jadi tertegun, sambil berpikir apakah suami Melodi yang di maksudkan Bima adalah Rizki. Sebab perlakuan Rizki terhadap Melodi, membuat semuanya seakan jelas.


Larissa merasa shock melihat hal itu, namun sebisa mungkin dia menguasai dirinya agar tak terlihat bodoh di antara empat sekawan itu. Dia tahu jika Rizki pasti sudah menceritakan alasan putus mereka kepada sahabat sahabatnya, dan itu sudah pasti.


Tak lupa Saga dan Gerald pun langsung menuju kursi yang kosong, dan bergabung dengan semuanya.


"Kita baru datang kok, ini juga baru duduk." Ucap Bima menjawab pertanyaan adik iparnya, yang saat ini sedang menunjukan sikap romantisnya ke pada sang adik. Dan dia bahagia untuk hal itu.

__ADS_1


Sedangkan Larissa hanya duduk diam, tak sanggup menatap ke arah Rizki lagi yang notabennya masih sepenuhnya bersarang di hatinya. Namun sekarang pria itu tak bisa dia genggam lagi.


"Pacar abang?" Tanya Rizki memastikan padahal tadi dia sudah dengar sendiri dengan jelas jika Bima menyebut Larissa adalah pacarnya.


"Yah pacar Abang, Risa. Kalian kenal kan, kata Melodi kalian sekelas." Ucap Bima.


"Yah kita sekelas, bahkan sempat dekat dulu." Ucap Rizki spontan membuat Melodi mencubit perutnya.


"Aw apa sih yang." Ucap Rizki sedikit meringis, setelah itu dia berbisik pada Melodi dan membuat wajah wanita itu langsung bersemu merah di buatnya.


"Tunggu mereka pada pulang dulu yang. Nggak sabar banget sih, emang kemarin belum puas." Bisik Rizki sengaja menjahili sang istri, dan benar saja perkataannya itu langsung membuat Melodi bungkam. Dan Rizki yang melihat itu hanya terkekeh geli.


"Gila juga lo Ki, bisa-bisanya masih berfikir mesum saat ini." Batin Melodi.


"Larissa mantan pacar aku Bang." Ucap Rizki to the poin, tak mau menutupi apapun dari Bima kakak iparnya itu.


Rizki juga sengaja mengatakan hal itu, karena dia tak ingin kakak iparnya itu nanti tahu belakangan atau pun nanti tahu dari orang lain. Lebih baik dia saja yang mengatakannya.


Namun pengakuannya itu membuat semua yang berada di sana terkejut di buatnya, karena dengan santainya dia mengatakan hal itu. Bahkan ekspresinya pun terlihat biasa saja, namun malah terlihat menyebalkan di mata kedua sahabatnya.


"Gila ni anak, apa nggak bisa sedikit bermain dulu apa. Main ceplos aja tu mulut." Batin Saga namun berbeda dengan Gerald pria itu menyetujui apa yang di ucapkan Rizki, karena menurutnya jujur lebih baik. Setidaknya Bima tak merasa di bohongi kedepannya, dan juga siapa tahu Bima jadi mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Larissa kan bagus bukan.


Dan lagian juga Bima berhak tahu masa lalu pacarnya itu, apalagi masa lalunya penuh dengan om-om. Pikir Gerald sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


Sedangkan Melodi hanya diam, walau dia juga setuju dengan perkataan suaminya. Namun dia juga tak menyangka suaminya itu akan mengatakan se frontal itu saat ini.


"Maksud kamu kalian pernah pacaran?" Tanya Bima yang sedikit shock, karena ternyata pacar barunya adalah mantan adik iparnya sendiri.


"Yah bang, malahan putusnya setelah aku dan Melodi sudah nikah. Abang tahu sendiri kan awal mula kita nikah gimana?. Bahkan belum lama ini aku sama larissa putusnya, tapi aku salut sama kamu Sa. Udah dapat yang baru aja, kakak ipar ku pula." Ucapan Rizki membuat Melodi ingin sekali membungkam bibir pria itu dan menggigit bibirnya yang tak bisa di rem itu.


"Oh Tuhan, kenapa suamiku sejujur ini. Malah pedas lagi omongannya." Batin Melodi malu sendiri dengan Larissa yang sedang duduk di hadapannya.


Sedangkan Larissa sendiri, rasanya ingin sekali menghilang dari tempat itu saat ini juga. Dia merasa sedang di pojokan dengan topik pembicaraan sekarang, dia sama sekali tak menyukai ini.


"By, apa harus sejujur itu." Ucap Melodi lirih di telinga suaminya.


"Iya sayang, kamu diam dan dengar saja." Balas Rizki tak kalah lirihnya karena takut di dengar yang lain. Sebenarnya dia tak tega juga mengatakan itu, apalagi melihat Larissa yang sudah mulai memucat. Namun demi yang terbaik buat sang kakak, maka dia harus lakukan ini.


"Kalian putus karena apa?" Pertanyaan Bima seolah dia tertarik dengan kejujuran Rizki padanya. Walau dia sendiri agak sedikit tersinggung dengan ucapan Rizki yang seakan memojokkan sang pacar.


Namun Bima sendiri tak sadar jika pertanyaannya sudah membuat Larissa bertambah jadi kesal sendiri. Pria itu membuat Larissa jadi mengingat kembali hari di mana Rizki memergoki dirinya dan membuat hubungan mereka berakhir.


"Aku sudah melupakannya Bang, karena yang penting bagiku sekarang adalah pernikahanku dan Melodi. Jika Abang ingin tahu, abang bisa tanyakan sendiri pada Larissa. Iya kan Sa, kamu mau kan jelaskan buat Bang Bima. Aku yakin kamu masih mengingatnya dengan jelas bukan." Ucapan Rizki langsung membuat Larissa melotot tak percaya, dengan susah payah wanita itu menelan saliva nya. Mencoba tenang dengan menghadapi ucapan Rizki yang sudah hampir membuat jantungnya mau loncat dari tempatnya sakin terkejutnya.


"By." Tegur Melodi, berharap suaminya itu diam dan tak lagi berkata apapun. Sungguh dia kasihan dengan Larissa saat ini.


Dia tahu Larissa sudah berbuat salah, namun begitu jika melihat Larissa di pojokan seperti itu dia jadi tak enak hati melihatnya. Apalagi itu semua ulah suaminya lagi.

__ADS_1


"Iya sayang." Jawab Rizki tanpa dosa, seolah dia tak melakukan apapun. Membuat Melodi menggelengkan kepalanya tak percaya melihat sikap santai suaminya. Tak tahukah dia, jika dirinya sudah membuat seseorang berkeringat dengan ucapannya itu.


__ADS_2