
"Sayang nanti saja boleh, pagi ini aku ada kelas." Ucap Larissa saat baru membuka matanya dan mendapati Bima sedang memainkan tubuhnya.
"Yah tentu, aku hanya mengecek saja." Ucap Bima dan dia langsung beranjak dari kasur mereka.
"Maksudnya?" Gumam Larissa pada dirinya sendiri tentang kata mengecek yang Bima ucapkan, namun gumaman nya itu masih bisa di dengar Bima. Dan pria itu tak memusingkan hal itu dan malah dia terlihat tersenyum hambar, seakan dia pernah mengalami ini sebelumnya.
"Sayang ayo cepat mandi, katanya mau ke kampus kan." Ucap Bima sambil berjalan keluar kamar mereka.
Setelah melihat Bima yang hilang di balik pintu, Larissa pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.
Selang tiga puluh menit kini Larissa baru saja keluar kamar setelah rapi dengan pakaian kampusnya, dia pun langsung menuju meja makan di mana Bima sedang duduk di sana menikmati kopi paginya.
"Sudah siap sayang?" Tanya Bima saat melihat Larissa yang sudah tampil cantik, tidak di pungkiri Bima mengaku akan kecantikan wanita itu. Itu sebabnya dengan mudah dia tertarik dan menjadikannya pacar dalam waktu singkat.
"Iya yang, ini kamu yang buat sayang?" Tanya Larissa sambil melihat sarapan di atas meja.
"Yah, spesial hari ini. Karena beberapa hari ke depan aku akan menginap di rumah Melodi, karena seluruh keluarga kami akan berkumpul di sana. Kamu nggak papa aku tinggal sendiri?" Tanya Bima sambil dengan intens tatapannya menatap ke arah Larissa yang seperti senang dengan ucapannya namun juga dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Yah nggak papa pergilah dan ingatlah untuk kembali." Ucap Larissa dengan senyumnya yang semanis mungkin.
"Tentu, aku pasti akan merindukanmu beberapa hari ke depan." Ucap Bima sambil mengecup tangan Larissa.
"Makanlah, jangan sampai kamu telat." Sambung Bima lagi.
Keduanya pun makan dengan sedikit obrolan yang menemani mereka.
***
Kediaman Rizki dan Melodi.
"By masih lama nggak, ayo dong cepat gantian." Teriak Melodi karena dia telat bangun dan mendapati Rizki yang sudah mandi terlebih dulu.
Baru juga dia berteriak Rizki sudah membuka pintu dan Menarik Melodi yang memang sedang berbicara di depan pintu itu masuk bersamanya.
"Apa apaan si By, kamu mengejutkan aku tahu." Gerutu Melodi saat mereka sudah di kamar mandi.
"Nggak tahu malu." Lanjutnya lagi saat melihat Rizki yang polos di hadapannya.
"Udah nggak usah cerewet sayang, ntar kita telat loh." Ucap Rizki tanpa dosa dan dia langsung membantu Melodi untuk melepas pakaiannya.
"Siapa coba yang ngajak begadang semalam? kamu kan dan ini hasilnya kesiangan kan kita." Gerutu Melodi namun masih sempat-sempatnya mengangkat tangan demi Rizki yang sedang melepas baju miliknya.
"Kenapa semalam nggak komen, kamu aja juga lupa diri. Jadi jangan menyalahkan Abang." Ucap Rizki telak dan itu mampu membungkam Melodi, hingga membuatnya hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.
Setelah itu mereka pun langsung mandi bersama tanpa ada embel-embel lainnya, karena memang mereka sudah cukup telat pagi ini.
__ADS_1
Setelahnya mereka langsung berangkat tanpa sarapan setelah usai bersiap, Namun Bibi Sum sudah menyiapkan boks makanan buat keduanya makan di mobil selagi dalam perjalanan. Tak lupa juga Rizki membuatkan susu kilat untuk Melodi bawa bersama mereka..
Sepanjang perjalanan, Melodi dan Rizki menyempatkan sarapan dengan Melodi yang menyuapi suaminya, karena kondisi Rizki yang sedang mengemudi.
"Gimana sayang, masih belum telat kan?" Tanya Rizki ketika keduanya sudah di parkiran Fakultas mereka.
"Hampir By, tapi belum telat sedikit lagi." Ucap Melodi sambil bergegas turun dan di ikuti Rizki.
Untung saja keduanya tiba bersamaan dengan Dosen kelas mereka, jadi keduanya pun masih di izinkan untuk masuk.
"Kalian kenapa telat?" Tanya Gerald dan Saga hanya setia menunggu jawaban mereka.
Gerald bertanya ketika kelas mereka baru saja selesai bahkan Dosen pun baru saja satu langkah keluar kelas mereka.
"Bangun telat." Ucap Rizki dan langsung di tanggapi Saga.
"Pasti semalaman kalian ritual suami istri yah, makanya tadi telat bangun." Ucap Saga pelan karena kelas mereka masih banyak penghuninya.
"Sag." Ucap Melodi tak suka membahas hal macam itu.
"Otak lo mesum banget." Sela Rizki walau kenyataan begitu adanya sesuai dengan yang Saga bilang barusan, namun gengsi dong aktifitas mereka di ketahui kedua sahabatnya itu.
"Lah, emang apa yang salah dengan ucapan ku." Tanya Saga.
"Nggak ada yang salah Sag, cuman mereka malu saja. Iya kan." Ucap Gerald dan itu jelas membuat Melodi melototi nya.
"Kalian ini." Ucap Melodi pasrah, toh juga memang itu benar adanya.
Setelah itu mereka pun menghabiskan waktu duduk di kampus sambil menunggu kelas berikutnya.
Hingga sore hari barulah aktifitas kampus mereka selesai dengan meninggalkan kelelahan yang di dera Melodi karena seharian hanya duduk saja tanpa berbaring.
"Sayang, kamu kenapa? capek?" Tanya Rizki saat mendapati Melodi yang terlihat lemas.
"Sedikit tapi tak masalah, kita balik yuk. Pasti semuanya sudah ngumpul." Ucap Melodi yang sudah tak sabar memberitahukan berita bahagia untuk keluarga besar mereka.
"Yuk sayang." Ucap Rizki sambil menggandeng lengan Melodi.
"Sag, Ger kalian jangan lupa entar malam datang yah. Kita lagi buat acara kecil-kecilan di rumah." Ucap Melodi sebelum mereka menuju mobil Masing-masing.
"A siap." Ucap Gerald cepat dan hanya di oke kan Saga. Setelah itu mereka pun langsung berpisah menuju mobil masing-masing.
***
Baru saja Melodi dan Rizki sampai di rumah, mereka langsung di sambut dengan keributan orang-orang di dalam yang sedang tertawa dan mengobrol asik.
__ADS_1
"By, semuanya sudah tiba." Ucap Melodi antusias.
"Iya sayang, ei hati-hati ada anak kita di perut kamu." Ucap Rizki panik saat melihat Melodi turun dengan terburu-buru.
"Hehehe, lupa." Ucap Melodi juga sedikit terkejut dengan tingkahnya sendiri.
"Ayah, Ibu, Mami, Papi, Kakek, Abang." Teriak Melodi menggema dengan riangnya mengagetkan semua yang sedang duduk di ruang keluarga.
Semua yang ada di sana pun langsung beralih menatap ke arah Melodi yang sedang berjalan ke arah mereka.
Sedangkan Rizki hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.
"Sayang hey, oh astaga bayiku." Ucap Rizki histeris saat melihat Melodi yang mau berlari menuju sang kakek dan dengan cepat Rizki langsung menghentikan aksi Melodi itu.
Namun perkataan Rizki sukses membuat semuanya terkejut, namun di detik berikutnya ruangan nampak kembali ramai dengan ucapan syukur dari semuanya.
Kemudian satu persatu orang tua di sana pun memberikan selamat beserta doa mereka buat ibu dan Bayi itu.
Tak di pungkiri jika itu merupakan hari terbahagia untuk kedua keluarga mengingat kehadiran bayi di perut Melodi adalah hal yang di tunggu-tunggu kedua keluarga besar itu.
Bagaimana tidak, jika ini merupakan kehadiran cucu pertama untuk dua keluarga sekaligus. Dan itu sungguh membuat mereka berucap syukur dan tentu mendoakan yang terbaik untuk Melodi dan bayi yang ada di kandungannya itu.
Usai dengan ucapan selamat para orang tua, kini tibalah Bima yang memberi selamat untuk sang adik..
"Sayang selamat yah, jadi pagi kemarin itu ternyata ulah ponakan Abang yah." Ucap Bima sambil mengelus perut rata Melodi.
"Hehehe, iya Bang." Ucap Melodi.
"Jaga baik-baik ade Abang." Kini Bima beralih berkata pada Rizki.
"Tentu itu Bang, tanpa Abang minta." Kata Rizki sambil mengelus sayang rambut Melodi.
Tak berselang lama obrolan mereka pon terhenti karena ponsel Bima yang berdering.
"Abang tinggal sebentar yah." Ucap Bima dan hanya di angguki Rizki dan Melodi.
Sementara Bima, dirinya langsung mengangkat telfon itu dengan sambil berjalan ke arah taman belakang rumah sang adik.
"Bagaimana?" Tanya Bima setelah dia mengangkat telfon itu.
"Mereka baru saja sampai di apartemen Bos." Ucap orang di seberang sana.
"Awasi terus, aku segera ke sana." Ucap Bima dan setelah itu dia langsung memutuskan panggilan itu.
"Ku pastikan ini akan menjadi kejutan terbaik untukmu ****** kecil." Ucap Bima dengan seringainya.
__ADS_1
Bima pun langsung berpamitan pada semuanya terutama Melodi dan Rizki, serta berjanji jika makan malam nanti dia akan kembali lagi.