
Setelah memperkenalkan Rizki sebagai suaminya, Melodi langsung sedikit tenang apalagi saat dirinya melihat Raut bahagia yang di tampilkan suaminya sepanjang obrolan mereka berlangsung di ruang tamu itu.
Mama Ami bahkan ikut bahagia atas kabar itu, beliau bahkan antusias mendengar cerita kedua pasangan istri itu tentang awal menikahnya mereka. Hingga terkadang tawa selalu mewarnai obrolan mereka, seakan itu adalah hal wajib bagi setiap obrolan dalam setiap pertemuan.
Namun tidak dengan Raja, pria itu banyak diam dan bahkan jarang sekali ikut berbicara kalau tidak di tanya. Entahlah, Melodi sampai bingung sendiri pikirnya waktu di Mall tadi pria itu sangat berbeda dengan saat ini yang banyak diam. Sejak tadi bahkan berulang kali Mama Ami saat berbicara dirinya selalu menyempatkan mengusap punggung tangan putranya itu, yang Melodi tak tahu apa maksudnya.
Lain halnya dengan Rizki, pria itu sungguh merasa ini adalah malam terbaik sepanjang hidupnya. Di akui Melodi sebagai suaminya, itu adalah obat penyembuh terbaik untuknya. Dia bahkan paham dengan diamnya Raja teman dari istrinya itu. Dugaannya tak salah sedikitpun kalau pria itu benar-benar menaruh hati pada istrinya, jadi kecemburuannya tepat sasaran pikirnya.
"Ma, Ja ayo makan. Udah waktunya makan malam, nanti kita lanjutkan lagi obrolannya. Ayo Mas." Ucap Melodi menghentikan obrolan Mama Ami dan Rizki suaminya, karena memang waktu sudah menunjukan jam delapan malam.
"Iya sayang." Ucap Mama Ami.
"Ayo sayang." Jawab Rizki, yang lagi-lagi membuat Raja melihat ke arah keduanya.
"Huhh, Terlambat sudah." Batin Raja dan dia langsung berjalan mengikuti sang Mama yang menarik tangannya.
Mereka pun kini telah berada di ruang makan dengan Melodi yang sibuk menata piring untuk mereka semua.
"Sayang biar aku yang ambil saja minumnya." Ucap Rizki ketika dia melihat Melodi sedang sibuk dan Melodi hanya tersenyum mengiyakan bantuannya.
"Sayang sini biar Mama bantu." Ucap Mama Ami ketika Melihat Melodi yang seperti butuh bantuan.
"Nggak usah Ma, Mama duduk aja." Ucap Melodi membuat Mama Ami yang sudah berdiri pun akhirnya kembali duduk.
"Silahkan Ma, Raja. Maaf kalau nggak enak, soalnya ini baru pertama Melodi masak banyak sekaligus." Ucap Melodi jujur.
"Pasti enak sayang, baru lihat dan cium aromanya aja Mama udah ngiler tahu." Ucap Mama Ami jujur.
"Ah, Mama bisa aja. Ayo Ja, kenapa diam aja. Kamu nggak suka yah?" Tanya Melodi karena Raja terlihat tak bersemangat menatap makanannya.
"Eh, aku nggak bilang gitu yah Mel. Cuman makasih yah udah mau masak buat kita." Ucap Raja tulus sambil menunjukan senyumnya.
Akhirnya mereka makan dengan melanjutkan obrolan mereka, namun kini Raja sudah mulai aktif dalam obrolan itu juga.
"Ki, lo mau nggak naik gunung sama aku. Udah aku ajak Melodi juga." Ucap Raja.
__ADS_1
"Kapan?" Tanya Rizki yang mulai santai dengan Raja setelah istrinya memperkenalkan dia sebagai suami.
"Minggu depan." Ucap Raja.
"Iya Mas, mau yah. Entar kita ajak Saga sama Gerald juga." Ucap Melodi menimpali.
"Iya boleh itu, makin rame makin asik." Timpal Raja.
"Boleh sayang." Ucap Rizki menatap Melodi yang sedang menunggu jawabannya.
"Yey, Makasih Mas." Ucap Melodi senang.
Setelahnya sehabis makan tak lama kemudian Raja dan mamanya pun pamit pulang, karena waktu pun sudah tak mengijinkan untuk mereka berlama-lama.
"Mel." Panggil Rizki ketika keduanya kini telah berada di kasur untuk istirahat.
"Iya Mas, kenapa?" Ucap Melodi sambil memposisikan tidurnya yang tadi terlentang jadi menghadap Rizki. Entah sejak kapan, tapi kini tidur berdampingan dengan Rizki sudah menjadi biasa buat gadis itu.
"Makasih yah." Ucap Rizki membuat Melodi mengerutkan keningnya bingung.
"Pokonya makasih aja." Ucap Rizki dan langsung membawa Melodi ke dalam pelukannya.
"Aneh kamu Mas." Ucap Melodi dan tetap menerima pelukan itu.
"Oh iya Mas, maaf yah yang tadi di mall. Aku nggak kenalin kamu ke Raja dan mamanya kalau kamu suami aku, karena tadi kan ada Gerald Mas." Ucap Melodi yang tertunda sejak tadi siang.
"Iya, ko aku nggak kepikiran yah." Ucap Rizki.
"Makanya jangan main pergi aja." Ucap Melodi dan langsung di sambut cengengesan, sebab itu berarti Melodi tahu jika dirinya cemburu saat itu.
"Mel, apa sebaiknya kita beritahu Gerald saja. Takutnya dia tahu sendiri dan bakalan marah nanti." Ucap Rizki hati-hati takut Melodi tak suka dengan sarannya.
"Kamu benar Mas, aku juga sudah mikirin itu." Ucap Melodi membuat akhirnya Rizki lega sendiri.
"Yah, tapi kamu nggak papa kan?" Tanya Rizki yang masih belum paham jalan pikiran Melodi yang mendadak berubah secepat ini.
__ADS_1
"Ya emang aku kenapa?" Tanya balik Melodi sambil melerai pelukan Rizki dan menatap Pria itu penuh tanya.
"Eh, nggak sayang. Takutnya kamu belum siap gitu." Ucap Rizki kikuk.
"Hm, sudah seharusnya Saga dan Gerald tahu sejak awal. Mereka sudah seperti saudara bagi kita bukan." Ucap Melodi.
"Kamu benar sayang." Ucap Rizki sambil memainkan rambut Melodi.
Keduanya pun melanjutkan obrolan-obrolan ringan yang untuk pertama kalinya bagi keduanya dengan tanpa malu atau canggung setelah menikah. Rizki banyak bercerita tentang keluarganya, begitupun Melodi hingga tak terasa saat Rizki sedang berbicara malah dirinya sudah ditinggal tidur oleh istrinya itu.
"Astaga, jadi yang aku jelaskan panjang lebar nggak didengar dong." Ucap Rizki ketika dirinya mendengar dengkuran halus dari Melodi, untuk pertama kalinya. Karena sejak mereka tidur bersama, dia tak pernah mendengar suara apapun ketika wanita itu dalam keadaan tidur. Namun kali ini berbeda.
"Pasti kamu capek sekali yah hari ini Mel, nyiapin makanan segitu banyaknya sendiri tadi. Belum lagi ngurusin sikap aku yang cemburu terhadapmu." Ucap Rizki sambil membenarkan tidur Melodi. Di tatapnya Melodi kemudian dia mendaratkan kecupan singkat di kening istrinya itu, berharap mereka akan semakin dekat setiap waktunya seperti sekarang.
Rizki pun akhirnya memutuskan untuk menyusul sang istri untuk istirahat, dan tak begitu lama dirinya pun ikut terlelap.
**
"Sag, Gerald mana?" Tanya Melodi ketika dirinya baru menghampiri Gerald yang sedang asik dengan ponselnya di parkiran fakultas mereka.
"Lagi ke toilet sebentar, suami kamu mana Mel?"
"Masih di cafe, aku pamit duluan kesini." Ucap Melodi sambil duduk di sebelah Saga.
Baru juga Melodi menduduki dirinya di sebelah Saga, tiba-tiba saja ada yang menarik rambutnya dengan sangat kasar. Sontak saja dirinya langsung kaget dan mencoba melepas tangan orang itu.
"Dasar ****** murahan, berani-beraninya kamu rebut Rizki dari aku perempuan murahan." Ucap Orang yang menarik rambut Melodi yang ternyata adalah Larisa.
"Awww Larisa, lepasin maksud kamu apa?" Ucap Melodi kesakitan.
"Apa kurang cukup Anzas buat kamu ****** brengsek, munafik lo murahan. " Ucap Larisa emosi sambil melepas tangannya dari rambut Melodi kemudian beralih menampar pipi Melodi.
Saga yang terkejut langsung mencoba melepas tangan Larisa yang sudah kembali menjambak rambut Melodi kemudian perempuan itu langsung mendorong Melodi hingga terjatuh begitu pula Saga yang mencoba membantu Melodi.
"Melodi sayang." Ucap Rizki menghentikan aksi Larisa.
__ADS_1