
Rizki yang melihat kepergian sang kakek yang di antar Ibunya itu hanya tersenyum saja.
"Ayah, duluan juga yah. Ada kerjaan yang Ayah harus kerjakan dulu sebelum tidur soalnya." Pamit Pak Gunawan pada Menantu juga sahabat anaknya itu. Dan mereka hanya mengiyakan ucapan pria paru baya itu saja.
"Kita duduk di sana saja yuk." Ajak Rizki sambil menunjuk paviliun kecil yang tadi sore mereka duduk itu.
"Boleh." Ucap Saga dan di angguki Gerald, sedangkan Melodi hanya ikut saja.
Setelah tiba di paviliun itu, masing masing langsung mengambil tempat berbaring dengan beralaskan bantalan bantalan yang memang sudah di sediakan di sana. Namun tidak dengan Melodi, gadis itu sedang asik melihat bunga-bunga yang di beli untuk Ibu mertuanya itu yang masih di susun rapi berdempetan.
"Besok kalian semua bantuin aku yah, buat tanam bunganya ibu." Ucap Melodi membuat fokus ketiga cowok itu tertuju pada dirinya.
"Iya sayang, pasti Saga dan Gerald bantuin kok." Ucap Rizki cepat dan membuat Gerald tak terima.
"Enak aja, kamu yang suaminya yah kamu yang bantuin lah. Kita ini tamu, masa tamu disuruh-suruh sih." Protes Gerald saat mendengar ucapan Rizki yang seenaknya.
Sedangkan Saga dia tak ambil pusing dengan yang sedang mereka bicarakan. Pria itu sedikit menjauh kerena baru saja mengangkat ponselnya yang tadi berdering.
"Pokonya kalian bertiga harus bantuin!!" Tegas Melodi tak mau di bantah.
"Mas ada gitar nggak, nyanyi bareng yuk." Ucap Melodi ketika mendudukkan dirinya tepat di sebelah kepala Rizki yang sedang berbaring di sebelah Gerald.
Melodi sengaja meminta itu kerena dari pada mereka hanya duduk nggak jelas dan sibuk sendiri dengan ponselnya masing-masing, kan lebih baik mereka menyanyi bersama sambil menghabiskan waktu mereka. Juga apalagi dengan posisi paviliun yang mereka tempati sekarang agak jauh dari rumah utama jadi tak mungkin mengganggu kedua mertuanya nanti jika mereka berisik di belakang.
"Ada sayang, tunggu sebentar aku ambil gitarnya dulu." Ucap Rizki sambil berdiri dan bergegas pergi mengambil gitarnya.
"Ger, lagi telfon siapa?" Tanya Melodi pada Gerald sambil menunjuk Saga yang sedang asik telponan di ujung paviliun yang mereka tempati.
"Nggak tahu, mungkin gebetannya kali." Ucap Gerald sambil melirik Saga sebentar.
"Lalu kamu kapan punya ceweknya, ko betah banget menjomblo?" Tanya Melodi yang memang tak pernah melihat Gerald menggandeng satu cewek pun selama mereka kuliah bersama.
"Sebenarnya ada sih yang aku suka, tapi dia udah jadi milik orang lain. Sebelum sempat aku nyatakan perasaan, tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi." Ucap Gerald berusaha berbicara sesantai mungkin.
"Hah, beneran? Siapa? Anak fakultas kita juga yah? Atau?" Tanaya Melodi begitu penasaran.
"Yah begitulah." Ucap Gerald ambigu.
"Begitulah apa? Satu fakultas kita?"
"Hmm." Jawab singkat Gerald.
"Yang benar, kok kita nggak di kasih tahu?" Ucap Melodi benar-benar terkejut, sungguh dia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai dia tak tahu dengan cerita cinta sahabatnya itu.
__ADS_1
"Pikir aja sendiri Mel, tahu kan kamu sahabat kita gimana wataknya. Apalagi posisi aku yang nggak menguntungkan seperti ini, habis sudah aku di buli mereka nanti." Ucap Gerald.
"Udah dulu nanti lagi aku cerita, suami kamu udah datang tuh." Lanjutnya lagi saat matanya melihat Rizki yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Ayo Mas, Gerald mau menyumbangkan satu lagu untuk kita." Ucap Melodi seketika membuat Gerald memelototi matanya menatap kesal Melodi.
"Iya kan Ger?" Tanya Melodi seolah tak memusingkan keterkejutan Gerald, karena dia hanya ingin pria itu lepas dan tak terlalu larut dalam pikirannya dengan permasalahan percintaannya itu. Walau hanya sejenak saja.
"Nggak Ah yang, suaranya nggak banget. Kamu kan tahu sendiri." Ucap Rizki.
"Nggak papa, siapa tahu sekarang udah bagus kan. Masa kamu sama Saga yang sering nyanyi terus Mas."
"Itu lagi satu, telfon terus dari tadi." Ucap Melodi setelah itu langsung berteriak memanggil Saga. "Sag, udah malam. Bilang cewek kamu besok saja baru lanjut telfon lagi." Ucap Melodi dan langsung membuat Saga menoleh menatapnya. Dan tak berselang lama Saga langsung memutuskan panggilannya dan pergi bergabung kembali dengan ketiga sahabatnya itu.
"Ganggu lu." Ucap Saga saat sudah duduk di samping Gerald.
"Biarin, sekarang kita dengar Gerald mau nyanyi dulu. Makanya aku panggil kamu. Lagian niat kesini kan buat kita liburan bersama, bukannya kamu malah asik telponan sendiri." Jelas Melodi panjang lebar, dan mau tak mau Saga hanya bisa menerima saja ocehan sahabat perempuan satu-satunya itu.
"Iya iya, tapi kamu yakin telinga kamu udah siap buat dengar suara Gerald." Ledek Saga membuat Gerald menimpukinya dengan bantal duduk yang berada di dekatnya.
"Aku jadi tambah yakin buat nyanyi Mel, soalnya Rizki sama Saga sudah nggak sabar pasti ini. Ya kan?." Ucap Gerald membuat Melodi tertawa lepas sedangkan Rizki dan Saga hanya memutar bola mata mereka malas menanggapi kepedean Gerald.
"Ya udah, mulai saja kalau gitu." Ucap Melodi semangat.
Dengan sedikit menarik nafasnya Gerald langsung bernyanyi setelah lebih dulu memberi tahu lagu yang mau dia nyanyikan.
#Menepi.
Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi
Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Kau yang pernah singgah di sini
Dan cerita yang dulu engkau ingatkan kembali
Tak mampu aku tuk mengenang lagi
Biarlah kenangan kita pupus di hati
__ADS_1
Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi
Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu oh
Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi
Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu oh
Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Tersadar dan sedikit menepi
Tersadar dan sedikit menepi
Sepanjang bernyanyi Gerald hanya memejamkan matanya seakan dia sangat menghayati bait demi bait yang dia nyanyikan. Hingga sampai di akhir nyanyiannya barulah dia membuka matanya dan sedikit mengusap sudut matanya yang sedikit berair, namun tak sampai ada yang melihat aktifitasnya tadi.
"Gilaaaa, lo kalau serius. Bisa bagus juga tuh suara." Puji Saga sambil menepuk tangannya karena kagum dengan persembahan Gerald tadi.
"Udah kaya orang yang lagi ngalamin aja tu lagu, bisa buat aku ikut sedih dengarnya." Sambung pria itu lagi.
"Kebetulan itu." Ucap Gerald sambil terkekeh.
Sedangkan Melodi hanya tersenyum saja mendengar ucapan Saga pada Gerald.
"Sekarang siapa lagi yang mau nyumbang lagu?" Tanya Rizki.
"Nyanyi bareng aja." Ucap Gerald dan langsung di setujui semuanya.
Dan mereka pun menghabiskan waktu dengan berbagai lagu yang mereka nyanyikan, sambil mengikis sepi malam yang semakin larut.
__ADS_1