Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Kota Kelahiran Rizki


__ADS_3

Setelah membantu Melodi dan Rizki packing dan bersiap diri ke kampus, kini keempat sahabat itu sedang di perjalanan menuju ke kampus mereka dengan mobil masing-masing kecuali Dengan Melodi dan Rizki yang semobil.


Di lain tempat, tepatnya di sebuah apartemen telah terbaring lemas dua sejoli setelah usai melakukan aktifitas panas mereka.


"Kau selalu luar biasa." Ucap wanita yang sedang tidur terlentang sambil mengatur nafasnya akibat aktifitas mereka.


Namun pria yang di ajak bicara tak menghiraukan ucapannya dan malah memilih mengambil ponselnya dan melihat foto wanita lain.


"Sudahlah mungkin kalian tidak berjodoh."


"Kau bisa diam tidak Sarah!!!" Bentak Pria itu.


"Anzas kamu kenapa sih, masih banyak tahu wanita yang baik di luaran sana melebihi mantan kekasihmu itu." Ucap perempuan bernama sarah itu.


Yah pria yang membentak wanita teman tidurnya itu adalah Anzas, Pria itu setelah dari apartemen Rizki langsung pergi ke tempat dimana dia selalu menghabiskan malamnya.


"Dia masih kekasihku, dan sampai kapanpun akan menjadi milikku. Aku sudah menjaganya selama ini, dia wanita yang sudah aku pilih untuk pasangan hidupku kelak. Tak ada yang bisa menggantikannya, termasuk dirimu sekalipun." Ucap Anzas.


"Aku sangat mencintainya, kau tahu itu Sar." Ucap Anzas sampai tak bisa menahan air matanya sendiri.


"Yah, aku tahu. Tapi kini dia sudah bersuami, kamu bilang sendiri kan." Ucap Sarah sambil berdiri dan berlalu masuk ke kamar mandi.


"Aku nggak peduli, aku mau dia. Hanya dia yang pantas mendampingiku." Anzas berkata lirih karena teman bicaranya sudah hilang di balik pintu kamar mandi.


"Mel aku sudah membuat rumah masa depan kita, tapi kenapa kau malah memilih pria lain menggantikan posisiku. Arrgggghhh, apa ini karma untukku sayang yang sudah tak setia terhadapmu." Ucap Anzas sambil menangis menatap Foto-foto dirinya dan Melodi di ponsel miliknya.


"Aku mencintainya Tuhan, sangat mencintainya."


"Tunggu aku sayang, kita akan kembali seperti dulu lagi. Hanya kita berdua, hanya kita.!!"


Setelah puas menangis, Anzas langsung berdiri dan langsung menuju kamar mandi menyusul Sarah yang sudah berada di dalam.


***


Kampus...


Setelah usai mengikuti kuliah, kini empat sekawan sedang berjalan menuju parkiran.

__ADS_1


"Kalian jangan lama." Peringatan Rizki untuk Saga dan Gerald.


"Yah nggak lama, tapi nggak cepat juga kali. Kita kan butuh persiapan juga." Ucap Gerald.


"Ini nih, yang bikin lelet." Tanggapan Rizki atas ucapan Gerald.


"Kalian kalau ngobrol terus malah makin buang waktu, tiga jam lagi waktu penerbangan kita. Ayo buruan." Selah Melodi kesal karena ketiga sahabatnya itu seperti musuh bebuyutan sejak tadi, tak henti-henti berdebat.


Setelah itu mereka pun berpisah menuju tempat masing-masing.


Kini, Melodi dan Rizki sudah tiba di apartemen mereka dan sedang mengeluarkan barang bawaan mereka yang masih berada dalam kamar.


"Biar aku bawa turun duluan, kamu tunggu sebentar." Ucap Rizki sambil membawa dua koper milik dirinya dan Melodi. Satu koper baju mereka dan satu koper lainnya berisi semua oleh-oleh untuk orang di rumah Rizki.


Setelah membawa dan menaruh barang bawaannya di lobi apartemen, Rizki kembali lagi ke kamar Apartemen.


"Sayang, manalagi yang mau di bawa." Tanya Rizki setelah baru memasuki pintu apartemen..


"Nih, satu koper lagi."


"Ayo."


"Sayang, udah telfon duo rese itu?" Tanya Rizki ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Udah, mereka sudah di jalan menuju bandara."


"Baguslah, seharusnya kamu nggak ngizinin mereka buat ikut. Percaya deh, pasti merepotkan nantinya." Oce Rizki masih tak terima dengan keikutsertaan Saga dan Gerald, pria itu merasa semenjak mereka tahu dirinya dan Melodi menikah. Dia merasa kedua pria itu makin nyebelin untuk berteman sekarang ini, karena ada saja ulah mereka untuk menjahili dirinya dalam setiap kesempatan.


Melodi yang mendengar ocehan Rizki hanya diam saja dan tak berniat menanggapi pria itu, pasalnya dia sedang khawatir dengan Anzas yang tak membalas pesannya sejak tadi.


Dia takut pria itu berbuat macam-macam karena tak terima hubungan mereka berakhir.


"Sayang, kamu dengar nggak suamimu lagi ngomong." Kesal Rizki.


"Habisnya kamu nggak diam-diam mas, itu mulu yang kamu bahas. Sudahlah biar saja mereka ikut kenapa sih, tenang saja soalnya aku ada tugas untuk mereka nanti. Tadi Ibu telfon kalau semua bunga yang kita beli udah sampai pagi tadi di rumah Ibu." Ucap Melodi.


"Maksud kamu tugas apa sayang?" Tanya Rizki yang belum paham.

__ADS_1


"Tugas tanam bunga-bunga Ibu yang kita beli, hehe." Ucap Melodi dan langsung membuat Rizki tertawa lepas.


"Hahaha, istriku cerdas juga yah. Sini." Rizki tertawa setelah itu langsung mengecup bibir Melodi sekilas.


"Nggak papa kan, kan kamu udah nggak punya pacar." Ucap Rizki cepat sebelum dia di omel Melodi.


"Mas!!" Tegur Melodi.


Sopir yang sedari memantau aktifitas Rizki dan Melodi dari balik kaca depan hanya menggelengkan kepalanya saja.


Tak berselang lama kini mobil yang mereka tumpangi telah sampai di parkiran bandara dan di sana mereka sudah ditunggui Saga dan Gerald.


"Lama banget sih kalian, kita tungguin sampai noh lihat Gerald nya sampai sudah jamuran." Ucap Saga yang menyusul Rizki yang sedang menurunkan koper-koper mereka.


Rizki langsung menoleh pada arah tunjuk Saga, dimana Gerald yang sedang duduk sambil meminum es di tangannya.


"Dih, kalian mau kemana sampai koper yang kalian bawa besar banget." Ucap Rizki kaget saat melihat dua koper beser di samping Gerald. Sebab dirinya saja memang membawa tiga koper, tapi hanya satu koper yang mereka pakai untuk barang pribadi sedangkan dua koper lainnya semua berisi oleh-oleh di dalamnya.


"Biasa, itu untuk ootd selama Tiga hari di sana." Ucap Saga dan Melodi yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


Setelah melakukan ceking, kini mereka telah berada di pesawat saat ini.


Hingga beberapa jam kemudian, kini tibalah mereka di kota kelahiran Rizki.


"Akhh, akhirnya." Ucap Melodi setelah masuk di dalam mobil yang di sewa Rizki untuk mereka berempat.


"Capek?" Tanya Rizki saat melihat Melodi yang sedang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


"Hmm." Angguk Melodi.


"Sini sayang." Ucap Rizki dan langsung membawa Kepala Melodi ke bahu miliknya.


"Terus, anggap aja kita nggak terlihat." Ucap Gerald saat Rizki sedang memeluk Melodi dari samping.


"Kaya ada suara sayang, kamu dengar." Ucap Rizki pura-pura menengok kiri dan kanan.


"Hahaha, lo nggak di anggap Ger. Kasian." Sungguh Saga selalu merasa senang jika dalam keadaan begini..

__ADS_1


"Sayang, ada suara satu lagi. Ya ampun mobilnya serem banget." Ucap Rizki dan langsung mendapat timpukan di kepalanya dari Saga, dan itu membuat Melodi dan Gerald tertawa puas melihat tingkah mereka.


__ADS_2