
"Hahaha, lo kaya gini nggak ingat Larisa ki. Uuupss." Ucap Saga keceplosan, kemudian dia langsung menutup mulutnya ketika melihat raut wajah kedua sahabatnya itu.
Rizki yang mendengar ucapan Saga barusan menjadi kesal sendiri.
"Lo mendingan pulang Ga, tambah pusing tahu dengan ocehan nggak penting lo." Ucap Rizki namun tak melihat ke arah Saga, dirinya langsung membenamkan wajahnya pada perut Melodi sakin kesalnya.
"Idiih, nggak tahu terima kasih lo Ki. Udah aku tolongin beliin obat, malah sekarang kamu usir aku." Ucap Saga kesal pada manusia sok manja satu itu.
"Jangan dong ki, lo tetap di sini ya Ga. Takut nanti butuh bantuan kamu lagi." Ucap Melodi membuat Saga melongo menatapnya.
"Lo juga Mel, cuman manfaatin aku. Suami istri sama saja, sama-sama ngerepotin." Kesal Saga kemudian dia langsung membaringkan tubuhnya di dekat Melodi.
Rizki yang merasakan pergerakan di tempat tidur mereka, kemudian mengangkat kepalanya dan menatap sekitar. Ketika tatapannya tertuju pada Saga yang sedang berbaring di sebelah Melodi pun, mendadak membuat pria itu kesal.
"Lo ngapain tidur di situ, sana di sofa saja." Ucap Rizki tak terima jika tempatnya Melodi di tiduri orang lain, walaupun itu sahabat mereka sendiri. Karena saat ini Melodi sedang duduk di tengah kasur mereka, dan itu memungkinkan Saga berbaring di tempat Melodi.
"Uuuh, yang sakit kayanya udah sembuh niih. Itu suara lantang banget Mel. Lo dengar kan?" Ucap Saga yang tahu Rizki sedang kesal terhadapnya.
"Itu tempatnya Melodi Sag." Ucap Rizki yang mulai memelankan suaranya.
"Udahlah Mas, biarin saja. Saga doang juga." Ucap Melodi karena dirinya yang sudah mulai pusing dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
"Dengar itu Ki, oh yah Mel kalian ada makanan nggak? Aku lapar nih." Ucap Saga.
"Nggak ada." Jawab Rizki cepat.
"Yah." Ucap Saga lemas.
"Ada, tadi aku masak. lihat saja di meja makan." Ucap Melodi sambil menggelengkan kepala menatap Rizki.
"Tapi kan itu buat aku sayang." Ucap Rizki membuat Saga menatap Rizki tak percaya.
"Idih, kayanya sayang kamu banyak banget Ki. Melodi saja nggak keberatan ko lo pelit banget ternyata." Ucap Saga karena baru kali ini dia mendengar Rizki memanggil Melodi dengan kata sayang, karena setahunya kata sayang itu selalu Rizki sebut ketika bersama dengan Larisa ketika di saat telfon atau mereka sedang kumpul bersama.
__ADS_1
"Nggak usah di dengar, lo pergi makan aja Sag." Ucap Melodi agar kedua orang ini berhenti untuk peran argumen di depan dirinya.
"Mas kamu juga, istirahat saja. Paha aku keram Mas, pakai bantal saja yah." Ucap Melodi yang sedikit terpancing ucapan Saga tadi.
Saga yang mendengar itu diam-diam tersenyum menang. Namun tidak dengan Rizki dia tak mau jika Melodi beranjak darinya.
"Ya udah, aku tidurnya di bantal. Tapi kamu jangan kemana-mana tetap di sini." Ucap Rizki sambil memindahkan kepalanya di bantal, namun tetap dengan posisi memeluk pinggang Melodi.
"Hahaha, modus itu Mel." Ucap Saga sambil berjalan keluar kamar mereka dengan tawanya. Namun tak di hiraukan Rizki tentu saja, karena Saga memang orangnya sangat jahil.
"Mas, aku lapar juga." Ucap Melodi yang merasa pantatnya sudah mulai lelah duduk, makanya dia beralasan jika dirinya lapar agar dapat menyusul Saga.
"Ya udah ayo aku temenin." Ucap Rizki yang sambil mau bangkit dari pembaringannya.
"Jangan gila Mas, itu panas saja belum turun." Ucap Melodi tak habis pikir.
"Ya udah jangan lama-lama kalau gitu, biar perlu bawa makanannya ke sini saja." Ucap Rizki pada akhirnya, karena memang dirinya masih lemas juga.
"Iya Mas." Ucap Melodi kemudian dia beranjak turun dari kasur mereka, dan berjalan ke samping Rizki untuk mengambil piring bekas Rizki tadi. Barulah dia berjalan ke luar.
"Yah masa keluar kamar aja nggak di izinin, aneh lo Sag." Ucap Melodi sambil berjalan ke wastafel tempat cuci piring menaruh bekas makan Rizki.
"Yah siapa tahu saja." Ucap Saga.
Melodi pun bergabung dengan Saga di meja makan setelah tadi sudah mengambil peralatan makannya.
"Enak juga ternyata masakan kamu Mel." Ucap Saga sambil asik menyuapi makanan di mulutnya.
"Ya jelas lah." Ucap Melodi bangga.
"Kalian nikahnya kapan Mel?" Tanya Saga tiba-tiba.
Melodi yang baru mau menyuapi makanan ke mulutnya pun akhirnya di tunda.
__ADS_1
"Kamu ingat waktu aku sama Rizki sama-sama nggak masuk kampus kan?" Tanya Melodi dan langsung di angguki Saga.
"Nah itu, kita nikahnya waktu itu." Ucap Melodi kemudian langsung memakan makanannya yang tadi tertunda oleh pertanyaan Saga.
"Berarti lo berdua bohong dong waktu itu, Ckckck segitunya " Ucap Saga mengingat waktu dirinya bertanya kenapa mereka tak masuk kampus dalam waktu bersamaan, dan ternyata ini jawabannya.
"Kenapa kalian bisa memutuskan untuk nikah mendadak, bahkan nggak memberi tahu kita lagi sahabat kalian?" Tanya Saga lagi yang masih penasaran berat tentang asal mula sampai akhirnya kedua orang itu bisa memutuskan untuk menikah, padahal mereka masing masing memiliki pasangan pikirnya. Bahkan sampai sekarang masih mempertahankan pasangan mereka masing-masing. Itu kan gila menurutnya.
Melodi pun menghentikan makannya sejenak, kemudian sedikit menarik nafasnya. Setelah itu Melodi pun menceritakan dari awal bagaimana sampai mereka menikah sampai selesai.
"Astaga cuman gara-gara itu doang kalian di paksa menikah." Ucap Saga tak percaya.
"Ya begitulah, namanya juga orang tua." Ucap Melodi.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" Ucap Saga yang maksudnya berarah pada pasangan mereka masing-masing, dan Melodi paham maksud ucapan Saga itu.
"Entahlah, aku bingung." Ucap Melodi.
"Kalian harus mengambil keputusan Mel, status kalian bukan main-main sekarang." Ucap Saga serius.
"Yah, kamu benar." Ucap Melodi sambil memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil selanjutnya. Dia juga berpikir, tidak mungkin mereka seperti ini terus. Harus ada yang di pilih dan harus ada juga yang di tinggalkan pikirnya.
Keduanya pun melanjutkan makan dengan serius dan tanpa ada obrolan lagi, karena Saga sengaja tak bertanya lagi saat Melihat Melodi seperti sedang memikirkan ucapannya barusan
Setelah selesai keduanya pun kembali ke kamar, namun mereka mendapati Rizki yang sudah tertidur lelap.
"Udah tidur Mel." Ucap Saga saat melihat Rizki sudah tertidur nyenyak.
"Kita ke ruang tamu saja." Ucap Melodi setelah sebelumnya sudah memeriksa suhu tubuh Rizki sejenak.
"Lo dan Anzas gimana Mel?" Tanya Saga penasaran setelah mereka telah memutuskan duduk di balkon ruang tamu apartemen Rizki.
"Baik-baik saja." Ucap Melodi, sebenarnya seharian full ini dia tak mengangkat panggilan Anzas karena takut membuat Rizki kembali kesal terhadap dirinya.
__ADS_1
"Baru kali ini aku lihat ada hubungan pernikahan kaya kalian tahu Mel. Lucu, sangat lucu menurutku." Ucap Saga masih tak percaya dengan jalan pikiran kedua pasangan itu. Mana ada orang menikah namun keduanya masih sama-sama mempertahankan hubungan juga dengan pasangan mereka masing-masing, mana saling tahu lagi aneh bukan.
"Anzas terlalu baik Ga, lo tahu sendiri kan." Ucap Melodi.