
Saat baru memasuki ruangan, seperti kamar yang tak terlalu luas namun terlihat nyaman. Melodi langsung mengambil tempat, duduk di ujung tempat tidur dan Mengedarkan pandangannya.
"Kamar siapa?" Tanya Melodi.
"Mas, juga Juna kalau lagi datang ke sini." Jelas Rizki.
"Bantuin bukain baju Mas dong." Goda Rizki saat melihat wajah jutek Melodi padanya.
Rizki tahu Melodi sedang marah padanya saat ini, karena melihat dia mengusap kepala Bella tadi. Untuk itu dia mengajak Melodi ke sini agar bisa menjelaskan siapa Bella pada istrinya itu. Agar istrinya tak salah paham nantinya.
"Jangan manja Mas, buka aja sendiri. Kenapa juga sampai baju bisa basa begitu?"
"Tadi nggak sengaja ke tumpahan minuman, dan Mas maunya kamu yang bukain. Ayo yang, nggak baik nolak suami." Ucap Rizki dan akhirnya mau tak mau Melodi membantu suaminya. Padahal ketimbang buka baju doang acara minta tolong segala, batin Melodi.
"Celana juga."
"Ih Mas, ini namanya kamu kerjain aku Mas." Kesal Melodi namun begitu dia tetap melakukan perintah Rizki.
"Good girls." Ucap Rizki setelah itu dia membantu Melodi yang sedang memalingkan wajahnya.
"Apa sih yang, pake buang muka segala. Udah lihat semuanya juga." Ucap Rizki sambil terkekeh pelan.
"Dasar Mesum." Ucap Melodi usai membantu Rizki, setelahnya dia kembali duduk. Sambil memperhatikan Rizki dengan berbagai macam pertanyaan di benaknya tentang gadis yang Rizki panggil Bella itu.
"Itu yang di luar, Manajer cafe ini. Sekaligus adiknya Juna." Ucap Rizki seketika sambil memakai baju.
"Nggak nanya." Saut Melodi.
"Mas cuman jelasin doang." Ucap Rizki yang tahu isi hati Melodi, dia tahu istrinya sebenarnya pingin tahu tentang Bella. Namun dia terlalu gengsi untuk bertanya hal itu, dan Rizki memakluminya.
"Mas sudah menganggapnya adik sendiri. Tadinya Juna yang mau kesini, tapi ada kendala di cafe yang lain. Makanya Mas yang turun kesini." Ucap Rizki lagi menjelaskan.
"Nggak ada yang nanya." Ucap Melodi memalingkan wajahnya karena ketahuan tersenyum sama Rizki.
"Yah memang nggak ada yang nanya, cuman Mas mau jelasin aja. Takutnya ada yang penasaran, cuman malu bertanya gitu." Ucap Rizki dan Melodi langsung mendengus mendengar itu. Serasa tersindir dengan ucapan pria itu.
"Eits, mau apa?" Tanya Melodi saat Rizki mendekatinya.
"Apa lagi kalau bukan menyuntikan vitamin, biar juteknya kamu hilang. Kesal tahu Mas lihat kamu jutek gitu." Ucap Rizki dan langsung menindih tubuh Melodi, dan tanpa menunggu lama pria itu menyerang bibir istrinya hingga beberapa saat lamanya, saat Rizki hendak membuka kancing kemeja Melodi. Wanita itu langsung tersadar dengan tempat mereka sekarang.
"Mas, hentikan. Ini bukan di apartemen." Ucap Melodi dan langsung mendorong tubuh Rizki dari atas tubuhnya.
Rizki hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya saja saat sadar tempat mereka kini.
"Rapikan baju kamu, Mas ke kamar mandi sebentar." Ucap Rizki dan langsung berlalu.
__ADS_1
Melodi yang sudah merapikan dirinya, dia langsung keluar menghampiri Saga dan Gerald.
"Kalian ngapain di dalam, lama banget?" Ucap Saga curiga."
"Nggak, ngapa ngapain. Cuman bantuin tuh bayi besar, ganti baju." Ucap Melodi sedikit terkekeh mengingat tingkah Rizki tadi saat menyuruhnya melepas pakaian suaminya itu.
"Bener cuman itu?" Tanya Gerald sedikit meragukan.
"Kalau kita ngelakuin lebih, memangnya kenapa?" Timpal Rizki saat baru keluar kamar.
"Udahlah, kita makan yuk. Aku lapar." Ucap Melodi agar sesi tanya jawab itu berakhir. Kalau tidak, bisa panjang ceritanya.
"Bel, tolong siapkan satu meja untuk kita yah. Di tempat biasa." Ucap Rizki pada Bella yang sedari tadi hanya diam menyaksikan kehebohan di ruangan ini.
"Baik kak." Jawan Bella, setelah itu berlalu keluar.
Setelahnya mereka semua langsung makan bersama dan barulah memutuskan untuk pulang, karena jam sudah menunjukan pukul sembilang Malam saat ini.
Mereka tiba di apartemen Rizki sekitar pukul dua belas malam, karena sesuai kesepakatan mereka tadi untuk tidak menginap di sana. Untung saja tadi jalanan sunyi, sehingga mereka cepat sampai saat ini.
"Nginap saja di sini, udah terlalu larut untuk kalian balik sekarang." Ucap Rizki ketika mereka sudah sampai di parkiran apartemennya.
"Ya iyalah, tanpa lo minta. Kita akan nginap di sini. Udah nggak mampu nyetir lagi, ngantuk." Ucap Saga dan langsung berlalu menuju lobi dan di ikuti Gerald tanpa kata.
"Dih." Ucap Rizki.
Saat sudah tiba di dalam apartemen, Rizki langsung mengeluarkan bantal dan selimut besar agar dia dan kedua sahabatnya tidur di depan ruang tv. Karena di apartemennya itu hanya terdapat satu kamar saja.
Sedangkan Melodi dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur, tanpa perduli lagi dengan keadaan luar. Terlalu lelah untuk membantu mereka yang sedang sibuk menyiapkan tempat untuk tidur.
Keesokan paginya...
"Sayang." Ucap Rizki di telinga Melodi
"Hmm." Hanya gumaman yang terdengar dari Melodi, karena sepertinya istrinya itu masih ingin tidur.
"Yang, udah pagi ayo bangun. Ada yang mau kesini sebentar lagi." Ucap Rizki dan itu berhasil membuat Melodi membuka matanya.
"Emm siapa Mas?" Tanya Melodi sambil meregangkan otot-ototnya.
"Nih." Rizki berkata sambil memberikan ponsel istrinya.
"Mas, nggak papa?" Tanya Melodi saat dia melihat pesan dari Anzas untuknya.
"Yah nggak papa, teman kamu kan jadi teman Mas juga. Mandi gih, sarapannya udah Mas pesan. Biar kamu nggak masak lagi." Ucap Rizki sambil menarik tangan Melodi untuk bangun.
__ADS_1
"Saga Gerald?"
"Udah bangun, lagi santai di luar. Mas tunggu di luar yah." Ucap Rizki sambil mencium sekilas pipi Melodi, dan barulah dia meninggalkan kamar mereka.
Dua puluh menit kemudian, Melodi baru keluar kamar setelah membersihan diri. Namun saat dia sampai di ruang tamu, Melodi langsung di suguhkan dengan pemandangan mencekam. Serasa dia berada di tempat tinju saat ini. Bagaimana tidak, semua yang ada di sana saling melempar tatapan dingin. Namun tidak dengan suaminya, pria itu terlihat santai saja.
"Za, udah lama datangnya?" Sapa Melodi membuyarkan keheningan di ruangan itu.
Saga, Gerald, Anzas dan Rizki langsung menoleh pada sumber suara. Dimana Melodi sedang berdiri dengan salah tingkahnya, apalagi kini wanita itu jadi pusat perhatian saat ini. Maka bertambahlah rasa canggung Melodi.
"Iya sayang." Ucap Anzas membuat Saga dan Gerald melongo dengan panggilan Anzas pada Melodi itu.
"Kita sarapan yuk." Ucap Melodi tersenyum kecut, serasa dia ingin menghilang saja dari tempat ini.
"Ayo kita sarapan dulu." Kata Rizki merespon ucapan Istrinya. Dia tahu istrinya sedang tak suka dengan situasi saat ini.
Dan mereka semua langsung bergegas menuju ruang makan dengan diikuti Anzas di barisan paling belakang.
Saat sampai di meja makan Anzas langsung mengambil tempat duduk di sebelah Melodi. Jadi posisi keadaan di meja makan sekarang, Melodi di apit Anzas dan Rizki di kiri kananya berhadapan dengan Saga dan Gerald di seberang.
"Sayang, kamu yang masak yah?" Tanya Anzas basa basi pada Melodi.
"Ng nggak Za, Mas iki pesan tadi." Ucap Melodi tak enak hati di panggil sayang seperti itu.
Sedangkan Rizki hanya mengamatinya saja, tanpa protes sedikit pun.
"Mas mau nambah." Tanya Melodi berusaha membuat Rizki berbicara, karena sejak tadi tak ada satupun yang bersuara, hanya Anzas saja yang sering berbicara kepadanya. Saga dan Gerald pun tak mau ikut campur, itu sebabnya mereka hanya memilih diam.
"Nggak, ini belum habis." Ucap Rizki sambil menunjuk piringnya yang masih terisi full sarapannya.
"Ah sebegitu gugup kah istriku ini, tapi mau bagaimana lagi aku ingin lihat sejauh mana Melodi bisa mengambil sikap terhadap pria ini." Batin Rizki dan Itu sebabnya Rizki membiarkan saja, Anzas berbuat sesukanya sekarang.
"Sayang, kebiasaan deh kalau makan suka sekali belepotan." Ucap Anzas dan langsung saja menahan dagu Melodi dan mengusap ujung bibir Melodi dengan ibu jarinya, dan itu membuat Rizki tak bisa diam lagi. Sungguh pria ini sepertinya sedang menguji kesabaran Rizki ternyata.
"Biar aku saj..." Ucap Melodi terpotong karena, dengan tanpa aba-aba Rizki langsung berdiri dan menarik paksa tangan Anzas dan memberinya beberapa pukulan, yang sama sekali Anzas tak membalasnya.
"Mas cukup, hentikan." Ucap Melodi panik dan langsung berdiri melindungi Anzas dari pukulan Rizki.
Rizki yang melihat itu hanya tertawa hambar, seakan tak percaya dengan sikap Melodi.
"Sag, Ger tolong urus dia." Ucap Rizki sambil menunjuk Anzas setelah itu langsung berlalu pergi.
"Mas." Panggil Melodi namun tak dihiraukan Rizki, pria itu terus saja berjalan keluar dengan perasaan kecewanya.
Melodi yang ingin mengejar Rizki terhenti saat Anzas memanggil namanya. Hingga dia mengurungkan niatnya, karena tak tega melihat bibir Anzas yang berdarah akibat pukulan suaminya tadi.
__ADS_1
Gerald yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, dan lebih memilih mengikuti Rizki pergi dari sana.
"Sag, lo urus ni anak. Aku ngejar Rizki dulu." Ucap Gerald dan hanya di angguki Saga.