Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Pacar Bang Bima?


__ADS_3

Saat ini Rizki dan Melodi sedang bersiap-siap untuk memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan sesuai saran Dokter kemarin. Sekalian mereka juga ingin melihat keadaan anak mereka di dalam sana.


Namun karena kejadian lucu tadi membuat mereka tak henti-hentinya berdebat, lebih tepatnya Melodi yang mengomel.


Bagaimana tidak, jika tadi suster mengunjungi Melodi namun kedua pasangan suami istri itu masih dengan asiknya tidur sambil berpelukan dengan eratnya di atas brankar Melodi.


Membuat suster jaga pagi itu membangunkan mereka dengan wajah memerahnya menahan malu yang nampak nyata terlihat oleh Rizki dan Melodi yang kaget tidurnya di bangunkan seseorang itu..


"Kamu si By, semalam ajak yang tidak tidak. Kesiangan kan kita jadinya, mana di lihatin dua suster lagi. Malu tahu." Gerutu Melodi sambil bersiap-siap karena sebentar lagi jadwal mereka untuk ke dokter kandungan.


"Kenapa mesti malu, harusnya yang malu itu Mereka. Masih pagi udah ganggu orang tidur." Ucap Rizki tanpa malunya malah melimpahkan kesalahan mereka pada dua suster pagi tadi.


"Haisss, kenapa mereka yang salah. Sebenarnya kemarin itu kita sudah harus pulang ketika tahu aku baik-baik saja." Gerutu Melodi kesal.


Sebab tadi kedua suster itu terus saja menatap genit Rizki. Ingin sekali dia memarahi kedua orang itu jika tak berpikir mereka suster yang bertugas mengurus surat keluarnya pagi ini.


"Hehehe, iya iya. Udah yuk, udah waktunya nih." Kata Rizki sambil mengambil tas jinjing mereka yang berisi pakaian yang di bawa Mami dan Ibunya kemarin saat berkunjung.


Setelah itu mereka berdua pun langsung bergegas keluar ruangan.


"By pake ini." Ucap Melodi setelah mengambil Masker dari dalam tas kuliahnya.


"Pengap yang." Protes Rizki menatap masker yang di berikan sang Istri kepadanya.


"Mau pake atau kita pulang, tuh lihat suster-suster genit itu terus saja melihat kamu By. Atau memang kamu sengaja yah mau tebar pesona ke mereka makanya nggak mau pake itu masker." Gerutu Melodi sambil mengisyaratkan matanya ke beberapa suster yang terus saja menatap Rizki lapar.


"Iya iya, istriku ini nampaknya sedang cemburu yah. Kok lucu sih. Tapi kamu juga harus pakai, tuh lihat pegawai cowok juga pada lihatin kamu. Ko aku baru sadar sih." Ucap Rizki dan hendak mengambil masker untuk Melodi namun langsung di cegah ibu hamil itu.


"Aku nggak mau pake By, pengap. Kamu mau aku dan bayi kita nggak bisa nafas. Lagian kan aku nggak tahu mereka lihatin aku, aku juga nggak tebar pesona atau memusingkan mereka." Ucap Melodi membuat Rizki melotot tak percaya menatapnya.


"Berati aku juga nggak usah pakai yang, kan aku juga nggak lihatin mereka atau bahkan tebar pesona ke mereka." Kata Rizki sambil hendak melepas maskernya kembali.


"Kalau kamu tetap pakai By, kan kamu nggak hamil jadi jangan coba-coba lepas." Ucap Melodi tak mau di bantah sedikitpun.

__ADS_1


"Yah kamu menang." Rizki pasrah dengan kelakuan Istrinya itu.


Benar kata orang, wanita selalu benar dalam keadaan apapun.


Dia jadi tahu ternyata orang hamil itu sulit sekali di tebak jalan pikirannya. Selalu saja ada tingkah aneh yang membuatnya menggelengkan kepalanya. namun begitu, dia akan tetap menuruti mau sang istri.


Rizki juga sedikit bisa berbangga diri akan kemajuan sang istri kini, karena kini istrinya itu sudah mulai terang-terangan menunjukan sikap cemburu di hadapannya. Itu berarti sang istri begitu mencintainya, sama seperti dirinya yang tak bisa menahan cemburunya dan kini sang istri juga merasakan hal sama sekarang.


***


"Senang banget dengar detak jantungnya tadi By." Ucap Melodi ketika keduanya baru saja keluar dari ruang dokter usai memeriksa kandungannya.


"Iya sayang, makasih yah." Ucap Rizki sambil mengecup kepala Melodi sakin terharunya.


"Makasih untuk apa?" Tanya Melodi sambil berhenti melangkah dan menatap Rizki lekat.


"Untuk, untuk semuanya." Ucap Rizki yang tak bisa mengutarakan rasa terima kasihnya itu.


Dia terlalu berterima kasih untuk segala hal yang tuhan berikan padanya. Salah satunya Memiliki Melodi dalam hidupnya, dan sekarang Tuhan juga menitipkan seorang bernyawa di perut sang istri yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.


"Hehehe, makasih sayang untuk hadirnya bayi kita ini. Ini doaku dulu, yang sempat berpikir sejauh ini sebelum kita ada hubungan apapun tahu." Ucap Rizki jujur membuat wajah Melodi mendadak merah merona mendengar penuturan suaminya.


"Lalu bayangin buat bayi juga nggak waktu itu By?" Tanya Melodi membuat Rizki mencium pipi sang istri.


"Yah nggak gitu juga kali yang, aku nggak mungkin punya otak kotor kaya gitu sampai bayangin hal sejauh itu tahu." Usai mencium pipinya Rizki menjawab gemas pertanyaan sang istri itu.


"Hehehe, siapa tahu kan. Apa lagi setelah menikah otak kamu mesum terus sih." Balas Melodi dengan cekikikan nya.


"Kamu ini yang, itu kan beda ceritanya. Yuk jalan." Ucap Rizki karena sejak tadi mereka terjebak obrolan aneh di depan ruang Dokter.


Keduanya pun langsung berjalan keluar menuju parkiran mobil di rumah sakit itu.


Sesampainya di sana Melodi melihat sang Abang Bima dengan seorang wanita yang pingin Melodi temui itu.

__ADS_1


"Bang Bima." Panggil Melodi saat melihat sang Abang baru keluar dari mobilnya juga tak lupa gadis kemarin yang bersama sang abang juga ikut bersamanya.


"Yuk sayang." Ajak Rizki ketika matanya mengikuti arah pandang sang istri.


"Bang." Panggil Melodi bersamaan dengan Sang Abang ketika berpapasan.


"Dek." Ucap Bima.


"Hay." Sapa Melodi pada sosok gadis di sebelah sang Abang.


"Hay kak." Balas gadis itu tersenyum manis ke arah Melodi.


"Cantik banget sih, pacarnya Bang Bima yah." Ucap Melodi membuat Bima dan gadis itu menatap terkejut kearahnya.


"Nggak kak." "Nggak Dek." Ucap bersamaan Bima dan gadis itu.


Mendengar itu Melodi langsung mengembangkan senyumnya.


"Aku Melodi adiknya Bang Bima." Ucap Melodi sambil mengulurkan tangannya memutus keterkejutan gadis itu.


"Aku Gadis kak, adik temannya Om Satria." Ucap Gadis memperkenalkan dirinya, seolah menepis ucapan Melodi tadi.


"Oh, tapi kalian lumayan cocok. Iya nggak yang, mereka cocok kan. Yang satu ganteng dan yang satunya teramat imut cantik sudah pasti." Ucap Melodi dengan binar bahagianya seolah dia begitu menyukai Gadis yang baru dia kenal itu.


"Heheh, i iy iya sayang." Ucap Rizki salah tingkah karena di tatap dingin sang kakak ipar, karena mungkin sedikit tak suka dengan ucapan istrinya tadi.


"Bang kita ke rumah yuk, Mami Papi juga mertuaku mau balik hari ini. Kamu juga yah Gadis, sekalian kenalan sama Mami Papi." Ucap Melodi semangat empat lima, namun berbeda dengan Bima yang terkejut akan permintaan Adiknya itu.


...Komennya jangan lupa yah, makin banyak komentar kalian makin semangat pula Author nulisnya.☺️...


...**Like,Gift, Fav & Vote sebagai tanda kalian menghargai karya tak seberapa Author ini....


...Jangan bosan-bosan yah sama karya receh ini. Salam sayang buat yang sudah setia sama cerita Author.😁**...

__ADS_1


...Sehat sehat kalian semua🤗...


__ADS_2