
Melodi dengan wajah sumringah dia menatap kearah sang Abang, namun lebih tepatnya dia tersenyum pada genggaman tangan Bima dan Gadis.
Entah kenapa dengan Gadis dia begitu menyukai gadis itu, padahal dia tak begitu dekat atau kenal baik dengannya.
"Nggak Bang, kita juga baru kumpul semua. Hay Kakak ipar." Ucap Melodi saat Bima dan Gadis sudah di depan mereka.
"Hay Kak." Balas Gadis dengan canggung, terlihat gadis itu seperti sedang mencubit Bima namun tak di sadari atau Melodi atau yang lainnya.
"Syukurlah. Hay." Ucap Bima sambil menyapa semua yang ada di sana.
Setelah itu mereka pun beranjak keluar karena tak mau lebih lama lagi menghabiskan waktu di jalan nantinya.
"Gadis kamu ikut mobil kita aja." Ajak Melodi saat melihat Gadis hendak naik ke mobil Bima.
"Nggak, enak aja masa Abang kamu suruh di mobil sendiri. Sayang ayo naik." Ucap Bima saat Melodi menarik Gadis dan dengan segara Bima menarik lepas tangan Gadis yang di tahan Melodi.
Sementara itu Gadis hanya diam saja di perebutkan kedua kakak beradik itu.
"Abang jelek, Abang nyebelin." Ucap Melodi ketus dan dia langsung masuk mobil dan tak lupa membanting pintu mobilnya dengan keras. Seolah dia ingin orang tahu jika dia sedang kesal saat ini.
"Awas rontok itu pintu mobilnya dek." Balas teriak Bima jahil, sebab dia suka saja menjahili adik semata wayangnya itu.
"Abang jelek." Teriak Melodi keras dari dalam mobilnya saat mendengar ejekan sang Abang.
"By, ayo buruan." Lanjut Melodi lagi saat melihat Rizki tak masuk mobil. Padahal pria itu sedang mengangkat barang mereka yang tertinggal.
"Iya sayang, sebentar." Pasrah Rizki, dia sudah pastikan jika nanti dalam perjalanan dia harus berusaha keras agar bisa membalikan kembali mood sang istri yang sedang buruk karena ulah Kakak iparnya.
Sementara yang lain sudah di dalam mobil masing-masing. Gerald semobil dengan Saga juga Bella, Mahesa dengan Kanaya. Sementara Rizki dan Bima baru mau memasuki mobil setelah mengalami insiden kecil tadi.
Mobil Mahesa kini yang memimpin perjalanan setelah baru saja keluar halaman rumah Rizki dan Melodi. Di susul mobil Bima dan mobil Gerald, sementara Rizki dan Melodi menempati barisan paling belakang. Karena memang mobil mereka yang paling terakhir keluarnya.
Rombongan itu menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dalam perjalanan, karena memang mereka bersantai dalam mengemudi mengingat Melodi yang sedang mengandung kini.
Ketika sampai di Villa mereka langsung di sambut karyawan Villanya Mahesa, sebab tadi Pria itu sudah memberitahukan kedatangan mereka. Kamar-kamar pun sudah di persiapkan sebelumnya.
"Langsung istirahat atau mau makan dulu?" Tanya Mahesa karena mereka tiba bertepatan dengan jam makan malam di Vila itu.
"Langsung makan boleh, aku sudah lapar." Ucap Melodi cepat, karena memang dia sudah sangat lapar kini. Tadi di perjalanan memang dirinya sudah di bekali Bi Sum, hanya saja dia tak berselera jika harus makan di mobil.
__ADS_1
"Iya makan malam saja, biar langsung istirahat habis makannya." Sahut Rizki kini, sementara yang lain hanya mengikuti saja sarang kedua suami istri itu.
"Baiklah. Ayo kita ke restoran sekarang." Ucap Mahesa.
Mereka pun langsung menuju restoran di Vila itu, makan dengan santai menikmati suasana di atas pantai dengan suara deburan ombak sebagai pelengkap suasana malam itu.
Usai makan mereka langsung menuju kamar masing-masing setelah tadi habis berdebat sedikit soal kamar yang akan di tempati para wanita karena ulah Bima yang ngotot sekamar dengan Gadis.
***
"Dady, capek." Ucap Melodi ketika mereka baru masuk kamar setelah habis makan malam tadi.
"Langsung tidur saja kalau gitu Mi" Ucap Rizki langsung mengangkat Melodi dan membawanya ke arah ranjang.
Sementara Melodi hanya tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Rizki sambil matanya tak lepas memandang wajah tampan suaminya itu.
"Kenapa humm?" Tanya Rizki sambil membaringkan Melodi saat sadar jika wanita itu terus tersenyum menatapnya.
"Ko makin kesini makin tampan sih Dady." Tanya Melodi membuat Rizki mengerutkan keningnya.
"Mungkin karena istriku ini pintar merawat ku, makanya makin tampan kan sekarang." Puji Rizki membuat Melodi bersemu merah.
"Tentu itu, jadi kamu harus bersyukur punya istri sepertu aku ini."
"Dady, bayi kita." Kata Melodi mengingatkan.
"Baiklah." Rizki berkata dan langsung merubah posisi mereka menjadi Melodi yang berada di atasnya kini.
"By, turunkan bayi kita tetap kegencet ini." Ucap Melodi serius, karena memang perutnya yang hampir lima bulan itu kini sudah nampak membesar. Membuat posisi saling menindih tak nyaman lagi untuknya kini.
"Udah enak juga yang." Protes Rizki sambil menurunkan Melodi di sebelahnya tak lupa juga dia memiringkan badannya dan memeluk Melodi.
"Gini yang enak." Kata Melodi lega sambil berbaring terlentang dan Rizki memeluknya dari samping, mengelus perut Melodi dan beranjak naik ke dada wanita itu.
"Dady, tangannya ih. Nanti kalau aku pingin gimana, masih capek ini." Tegur Melodi saat Rizki memainkan sebelah dadanya.
Hormon kehamilannya kini membuat dirinya cepat sekali bereaksi jika Rizki menyentuh bagian-bagian sensitifnya, dan jika itu terjadi maka sudah di pastikan mereka akan berakhir dengan begadang nantinya. Sementara dirinya sedang capek sekarang, dan butuh istirahat setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh tadi.
"Pegang doang Mi, masa nggak boleh." Ucap Rizki manja tak terima dia di halangi menyentuh barang favoritnya.
__ADS_1
"Nggak, tidur Dady. Aku nggak percaya kalau cuman pegang doang. Nanti pasti lebih lagi Dady mintanya." Tegas Melodi sambil memejamkan matanya.
"Nggak sayang, kamu tidur saja. Janji deh Dady nggak bakalan ganggu." Ucap Rizki memelas membuat Melodi luluh akhirnya.
"Baiklah, tapi jangan ganggu. Aku ngantuk banget soalnya." Mendengar itu Rizki langsung tersenyum senang dan bereaksi.
Melodi sendiri usai mengatakan hal itu dirinya langsung terlelap, tak tahu lagi dengan apa yang di lakukan Rizki sebab usapan tangan pria itu membuatnya lebih cepat terlelap sakin nyamannya.
***
Sementara itu kini Gerald baru saja keluar kamar setelah tadi membersihkan dirinya sejenak. Meninggalkan Saga yang sudah terlelap tidur dahulu.
Pria itu dia berjalan-jalan santai mengitari bagian dalam Villa, setelah puas barulah dia pergi ke arah pantai.
Duduk santai menikmati deburan ombak adalah pilihannya malam ini.
Saat sedang asik-asiknya menikmati kesendiriannya, tiba-tiba ada suara mengagetkannya dari belakang.
"Kamu belum tidur." Ucap seorang wanita di belakang Gerald membuat Pria itu langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
"Kamu kanaya." Ucap Gerald sedikit terkejut, pria itu tahu nama wanita itu karena tadi di rumah Melodi mereka sempat lanjutkan berkenalan setelah sebelumnya vidio call bersama Melodi pagi harinya.
"Yah, belum ngantuk." Sambungnya.
"Ow, aku boleh gabung?" Tanya Kanaya.
"Tentu, silahkan." Ucap Gerald tersenyum tampan membuat Kanaya yang awalnya biasa saja menjadi salah tingkah menatapnya.
Wanita itu dengan malu-malu langsung mengambil tempat duduk tak jauh dari Gerald.
"Kamu udah biasa kesini yah?" Tanya Gerald setelah sejak tadi mereka hanya duduk diam berteman kan ombak saja.
"Yah, aku terikat pekerjaan dengan Mahesa membuatku cukup sering mengunjunginya ke sini." Jelas Kanaya sambil menatap Gerald sebentar.
"Oh gitu yah." Ucap Gerald setelah itu di lanjutkan pertanyaan basa-basi Gerald lainnya.
"Ini cewe irit banget sih bicaranya." Batin Gerald kesal dengan wanita di sampingnya ini, sebab Kanaya tak berbicara kalau bukan dia yang bertanya atau membuka obrolan wanita itu akan diam saja.
"Aku masuk dulu yah." Kata Kanaya setelah cukup lama mereka hanya diam saja.
__ADS_1
"Yah, silahkan." Jawab Gerald dan Kanaya langsung beranjak pergi.
"Dasar aneh, ngajak gabung malah diam-diam bae. Mana kalau nggak di tanya nggak ngomong lagi." Gerutu Gerald sambil menatap kepergian Kanaya.