Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Lagi Dan Lagi


__ADS_3

"Sayang, kamu nggak kasihan sama aku." Ucap Rizki masih dalam posisi memeluk Melodi.


"Kasihan? Kasihan kenapa?" Tanya Melodi sambil memegang tangan Rizki agar tak berkeliaran di tubuhnya lagi.


"Kita nikah udah berapa lama?"


"Dua bulanan. Kenapa?" Tanya Melodi.


"Itu berarti aku udah puasa selama itu?" Ucap Rizki sambil menyandarkan kepalanya lemas di pundak Melodi.


"Puasa? Mana ada, orang tiap hari kamu makan pagi siang sore. Ko bilang puasa." Ucap Melodi sambil melepas pelukan Rizki dan beranjak duduk di sofa depan kasur mereka.


"Astaga Mel, bukan puasa itu." Kata Rizki sambil menepuk jidatnya, setelah itu beranjak duduk di sebelah Melodi.


"Yang?"


"Apa Mas? Kamu kenapa sih? Aneh."


"Kamu tahu nggak?" Tanya Rizki.


"Nggak, kan kamu belum bilang." Jawab Melodi sambil menatap Rizki yang memegang kedua pipinya menghadap Pria itu.


"Kamu itu udah dosa loh selama dua bulan itu."


"Dosa? Emang aku buat salah apa?" Ucap Melodi sambil mengerutkan keningnya.


"Iss, kamu ini lemotnya nggak hilang-hilang. Pantas saja temanya semua cowok, nggak ada ceweknya. Orang kamu lemot gini." Ucap Rizki gemas dengan Melodi.


"Enak aja kamu ngatain aku lemot ki, tega kamu." Ucap Melodi sambil menimpuk lengan Rizki.


"Habis kamu nya nggak peka peka orangnya." Ucap Rizki sambil menagkis pukulan Melodi.


"Makanya kalau ngomong itu yang jelas Mas, nggak usah berbelit belit."


"Aku mau minta hak aku sebagai suami." Ucap Rizki seketika membuat Melodi bungkam, tak dapat berkata apa apa.


"Kenapa? nggak mau? ini udah dua bulan pernikahan kita loh." Ucap Rizki dengan tatapan seriusnya, namun terkesan sedih yang mendominasi.

__ADS_1


Mendengar itu Melodi langsung tersadar, dia sudah menjadi istri yang berdosa seperti kata Rizki padanya tadi. Sungguh bukannya dia tak mau, hanya saja dia tak tahu harus memulainya dari mana.


Tadi pagi, dia sudah memutuskan untuk memberi itu pada Rizki. Namun begitu, ada saja yang membuat aktifitas mereka terhenti.


"Maafkan aku Mas." Ucap Melodi dengan menundukkan kepalanya tak sanggup menatap Rizki.


"Kamu nggak mau Mel, Ya udah nggak papa. Aku nggak akan maksa kamu lagi." Ucap Rizki kecewa dengan jawaban Melodi. Pria itu pun langsung beranjak berdiri berniat keluar, namun perkataan Melodi langsung menghentikan langkah kakinya..


"Aku nggak ada bilang nggak mau Mas." Ucap Melodi dan langsung berdiri dan memeluk Rizki dari belakang. Membuat suaminya itu diam terpaku, dengan perlakuan Melodi yang untuk pertama kalinya memeluk dirinya terlebih dahulu.


"Aku minta maaf, karena tak memberikan itu pada mau. Tapi itu salahmu sendiri yang tak memintanya kan." Ucap Melodi sambil menyembunyikan wajahnya di balik punggung Rizki, membuat pria itu terkekeh pelan.


"Kenapa ketawa?" Tanya Melodi karena memang dia tak merasa sedang membuat lelucon sekarang.


"Nggak, gemes aja sama kamu. Jadi kamu mau?" Ucap Rizki dengan debaran yang entah apa, membuat jantungnya berdetak tak biasanya.


Melodi yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan membuat Rizki langsung berbalik dan menatapnya dalam.


"Serius?" Tanya Rizki memastikan sekali lagi dan lagi-lagi Melodi hanya menganggukkan kepalanya malu-malu.


Dengan Bahagia Rizki langsung bergegas membuka pakaiannya sendiri namun langsung di cegah Melodi.


"Awww apa sih, sakit tahu Mas." Ucap Melodi sambil melepas tangan Rizki di pipinya.


"Aku siapin air." Ucap Melodi lagi, yang masih berpikir jika Rizki ingin mandi.


"Astaga sayang, mimpi apa aku dapat istri selemot kamu." Ucap Rizki sambil menggaruk Kepalanya yang tak gatal.


"Ih memang aku kenapa, kamu kan mau mandi Lalu apa salahnya kalau aku nyiapin airnya. Aneh kamu Mas." Ucap Melodi mengerucutkan bibirnya.


"Maksud aku, ayo kita mulai saja malam pertama kita yang sudah kadaluarsa ini." Ucap Rizki membuat pipi Melodi langsung memerah mendengar ucapannya.


"Sudah ngerti?" Tanya Rizki dan Melodi hanya mengangguk kecil.


"Ya udah, aku buka baju aku. Kamu buka baju kamu sayang, biar cepat." Ucap Rizki dan Melodi langsung menelan Saliva nya tak percaya dengan permintaan Rizki.


"Mmm, anu Mas." Ucap Melodi ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa? Jangan bilang kamu lagi palang merah?"


"Nggak Mas udah selesai sebelum ke rumah ini."


"Lalu?"


"Boleh.." Ucap Melodi takut Rizki tak menyetujui keinginannya.


"Apa." Tanya Rizki gemas.


"Boleh kita lakuin nya nggak disini, boleh nggak di apartemen saja?" Ucap Melodi bukan tanpa alasan, dia hanya tak mau nanti aktifitas mereka terganggu lagi dengan ketukan di pintu kamar mereka. Jujur saja pagi tadi dia sedikit merasa kesal karena aktifitas mereka tak tuntas, entah kenapa dia pun menginginkan hal itu mulai tadi. Serasa ada yang belum beres saja dengan aktifitas itu, jadi dia ingin mengulanginya lagi. Namun dia malu untuk mengatakan hal itu pada Rizki, tentu saja. Mau taruh di mana mukanya, jika dia meminta itu terlebih dahulu pada Rizki.


Dengan mengembangkan senyum bahagianya, Rizki langsung mengacak rambut Melodi. Pria itu paham akan maksud istrinya, kenapa dia tidak kepikiran itu sebelumnya. Dia jadi paham jika istrinya itu tak mau lagi jika aktifitas mereka nanti terganggu seperti tadi.


"Takut di ganggu lagi yah kaya tadi." Ucap Rizki dan Melodi hanya Memukul pelan lengan kekarnya itu.


"Kalau malu-malu kaya gini, kamu kelihatan tambah menggemaskan sayang."


"Kita balik aja yuk sekarang, aku pesan tiketnya yah." Ucap Rizki lagi.


"Yah nggak gitu juga kali Mas, baru juga nginap semalam. Masa udah langsung balik."


"Hehehe, udah nggak tahan soalnya." Ucap Rizki dengan senyum tanpa dosanya.


"Ih mesum kamu Mas."


"Ya udah kita pemanasan saja kalau gitu sekarang." Ucap Rizki dan langsung mengangkat tubuh Melodi dan membawanya ke ranjang mereka.


Namun baru juga Rizki mau bereaksi, tapi malah terdengar ketukan di pintu membuat keduanya saling tatap dan setelah itu langsung tertawa lepas.


"See." Ucap Melodi dan Rizki langsung mengecup keningnya.


"Aku paham sekarang." Ucap Rizki dan langsung bangkit dari atas tubuh Melodi dengan tawa dan gelengan kepalanya atas apa yang mereka alami.


Sedangkan Melodi langsung bangkit dan merapikan pakaiannya kembali, sambil menatap punggung Rizki yang berjalan menuju pintu kamar mereka.


"Aku akan belajar mencintai kamu Mas, maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama. Tapi apa kau mencintaiku Mas? Jika belum, aku tak mengapa. Cukup berbuat baik kepadaku terus seperti ini, itu sudah lebih dari cukup." Batin Melodi karena memang dia sadar pernikahan mereka bukan karena suka sama suka, jadi dia memaklumi itu.

__ADS_1


Gadis itu berpikir jika perasaan Rizki sama sepertinya, sama-sama belum mencintai satu sama lain. Mengingat pernikahan mereka atas pemaksaan kedua orang tua mereka. Dan Melodi paham akan hal itu.


__ADS_2