Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Resmi


__ADS_3

"Mantu Mami cantik sekali sih." Ucap Mami Anzas saat baru memasuki kamar rias Sarah, karena sebentar lagi acara sakral pernikahan anak semata wayangnya itu akan di laksanakan.


Mendengar penuturan calon Mami mertuanya, Sarah hanya tersenyum saja dengan mata yang berkaca-kaca hingga membuat Mami Anzas khawatir.


"Sayang, kamu kenapa? Kenapa menangis? Apa kamu nggak suka yah sama make up nya, biar Mami minta mereka merias ulang. Masih ada tiga puluh menit sayang. Jangan Menangis." Ucap Mami justru membuat air mata Sarah yang sudah di tahannya terjatuh juga.


"Sayang Maafkan Mami kalau mami punya salah." Imbuh Mami lagi karena Sarah tak kunjung bersuara, namun air matanya makin deras jatuh membasahi wajah cantiknya.


"Aku boleh memelukmu Mami?" Tanya Sarah seketika membuat Mami langsung membawanya dalam dekapan wanita yang tak mudah lagi itu.


"Tentu saja sayang, ada apa nak? bilang sama Mami apa yang membuatmu menangis. Biar Mami ngerti sayang." Imbuh Mami sambil mengusap punggung Sarah karena tak mau merusak riasan rambut Sarah dengan menyentuh kepala calon mantunya itu.


"Aku hanya ingin di peluk Mami, itu saja." Ucap Sarah sedikit berbohong namun tak sepenuhnya kerena memang dia sangat menginginkan di peluk sosok ibu saat ini.


Sarah menangis karena yang sebenarnya dia merasa sedih di hari spesialnya ini tak ada satupun keluarganya yang menemani. Sebab dia hanya anak yatim piatu yang tak tahu asal usulnya saja.


Beruntung dia mengenal Anzas, dan pria itu sedikit banyak membantunya hingga dia menjadi model dan bisa membiayai dirinya sendiri sejak memutuskan keluar dari panti untuk hidup mandiri.


"Kenapa nggak bilang dari tadi sayang, Jangan menangis lagi yah. Kasian riasan mu nanti rusak kalau di ajak menangis seperti itu." Ucap Mami sambil Merenggangkan pelukannya sembari mengambil tisu untuk menghapus jejak air mata calon menantunya itu.


Sebenarnya Mami sudah tahu akan Sarah yang yatim piatu, dan berpikir jika kesedihan Sarah ini bersangkutan dengan hal itu. Apalagi mendengar gadis itu yang memintanya untuk di peluknya menambah kuatlah asumsinya tersebut.


Beliau tahu bagaimana rasanya menikah tanpa di dampingi kedua orang tua bahkan keluarga dekat bagaimana, sebab beliau juga pernah merasakan hal itu itu.


Hanya saja beliau sedikit lebih beruntung di banding Sarah karena waktu itu kedua orang tuanya masih ada dan hanya terkendala masalah yang membuat mereka tak hadir di pernikahannya.


"Terima kasih Mami." Ucap Sarah ketika dia sudah merasa lebih baik setelah memeluk wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi ibu satu-satunya di dalam hidupnya itu.


"Iya anak Mami sayang, sekarang biar mereka kembali memperbaiki riasan kamu yah. Awas jangan menangis lagi." Ucap Mami sambil sekilas menatap para perias Sarah yang sejak tadi setia menatap keduanya itu.


"Iya Mami." Sahut sarah.


Kini Mami Anzas sedang duduk tersenyum melihat kearah Sarah yang sedang di perbaiki riasan wajahnya itu dengan perasaan bahagia yang tak bisa beliau jabarkan.


Tiba-tiba saja Mami menatap pada perut rata Sarah dan mengingat kembali akan calon cucunya yang sudah tiada. Sedih sudah pasti namun kini beliau berharap akan ada secepatnya kehidupan baru lagi setelah ini di dalam sana.


Setelah beberapa saat, kini tibalah waktu yang di nantikan.


Saat ini, Sarah sudah di jemput oleh Papi Bren Papinya Anzas sebagai pengganti Papi Sarah.


"Sudah siap sayang." Ucap Papi Bren saat tepat di sebelah Sarah.


"Sudah Pi." Ucap Sarah dengan begitu gugupnya.

__ADS_1


"Ayo." Ajak Papi Bren sambil memberikan lengannya untuk di gandeng Sarah.


Dengan perasaan yang entah apa itu, Sarah langsung Menggamit Kan tangannya pada Lengan Papi Bran.


"Rileks sayang." Usap tangan Papi Bren pada punggung tangan Sarah saat beliau merasakan getaran pada tangan menantunya itu.


"I-iya Pi." Sambil menghembuskan nafasnya pelan, Sarah mencoba merilekskan dirinya dengan bayangan masa depan yang indah bersama Anzas nantinya.


Dan itu, cukup ampuh setelah dia melakukannya.


****


Dalam Gedung tempat pernikahan yang akan berlangsung sekarang, semua tamu undangan khusus keluarga dekat Anzas sedang menanti calon mempelai wanita setelah tadi di persilahkan masuk oleh Mc nya.


Berjalan Anggun dan pelan dituntun Sang Papi mertua, Sarah dengan memakai kebaya yang menyerupai gaun moderen berwarna kuning yang membungkus cantik tubuh putih bak porselen itu. Membuatnya nampak anggun, cantik dan pastinya membuat mata siapa saja segar melihatnya.


Baju dengan nuansa kuning yang selalu di hindari setiap pengantin, namun Sarah memilihnya. Dia ingin terlihat nampak segar saat acara ini berlangsung, itu sebabnya kebaya kuning moderen itu sebagai pilihan terbaiknya.


Saat pandangan mata Sarah tepat mengenai Mata Anzas yang saat ini sedang menatapnya penuh cinta, tak terasa langkah Sarah terhenti sakin salah tingkahnya di tatap pria tampan yang sedang memakai Jas pengantin putih langsat nya yang nampak membuatnya bertambah sempurna itu.


"Lanjut Sayang, lihatlah Anzas sudah menunggumu." Ucapan Papi Bren seketika membuat Sarah kembali melangkah.


Hingga tepat di hadapan Anzas, Papi Bren langsung Menyerahkan Sarah pada sang putra Anzas.


"Kau baru menyadarinya." Ucap Sarah jujur karena ini kali pertamanya dia di puji Anzas.


Mendengar Ucapan Sarah seketika Anzas yang sedari tadi nervous nampak terkekeh kecil.


"Oh aku suka kau yang seperti ini sayang." Balas Anzas sembari berjalan karena keduanya langsung di persilahkan duduk pada Kursi yang akan menjadi saksi perubahan status mereka itu.


Menjalani beberapa ritual pernikahan sesuai adat Mami Anzas. Dan setelahnya Acara inti pun di mulai.


Hanya dalam beberapa menit kini keduanya telah resmi berubah status menjadi sepasang suami istri yang sah secara Agama maupun Negara.


***


"Sayang." Panggil Anzas saat keduanya baru memasuki kamar ganti Sarah setelah usai dengan prosesi sakral pernikahan mereka. Dan kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Kini keduanya berada di kamar untuk istirahat sebentar karena malam nanti acara resepsi mereka akan berlangsung.


"Humm." Sahut Sarah sambil membantu Orang yang sedang melepas riasan di kepalanya.


"Kau mau makan, biar aku suapi." Tawar Anzas karena dia dan Sarah belum makan sejak tadi.

__ADS_1


"Sebentar biar ini selesai dulu." Sahut Sarah.


"Baiklah."


Setelah semua benda di kepala dan leher Sarah Selesai Anzas langsung menyuruh orang yang nampak membatu Sarah itu untuk meninggalkan kamar mereka.


"Biar bajunya nanti aku yang bantu bukakan, kalian boleh keluar. Nanti jam merias selanjutnya boleh kembali lagi." Kata Anzas sambil berjalan mendekati Sarah.


"Biar aku saja." Ucap Sarah ketika Anzas ingin membuka pakaiannya saat semua orang sudah meninggalkan mereka berdua sendiri di kamar itu.


"Memangnya bisa." Sahut Anzas sambil melepas tangannya dan beranjak duduk di hadapan Sarah.


Ingin Melihat sejauh mana wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu bisa membuka baju yang nampak ketat di tubuhnya itu.


"See." Ucap Anzas ketika melihat Sarah yang kesusahan.


"Hehehe, aku kira bisa Za." Tertawa salah tingkah ketika mendapati dirinya yang ternyata butuh bantuan orang lain untuk membuka pakaiannya.


"Kau butuh bantuan ku?" Tanya Anzas sedikit menjahili Sarah.


"Tentu, bukannya tadi kau ingin membantuku bukan. Sekaran cepatlah bantu, pengap sangat ini baju." Ucap Sarah tahu, jika kini dia sedang di jahili Anzas.


"Siapa suruh melarang ku tadi." Sambil berkata, Anzas pun langsung kembali mendekati Sarah.


"Inilah yang ku takutkan." Batin Sarah ketika Anzas membantunya namun pria itu nampak sesekali menyentuh aset berharganya.


"Niat membantuku tidak sih." Kesal Sarah saat Anzas malah meraba-raba tubuhnya.


"Hehehe, iya iya." kekeh Anzas.


"Ini juga nggak." Tanya Anzas sambil memegang penutup bagian kain terakhir tubuh Sarah ketika Kabanya nya sudah terlepas.


"Aku bisa polos jika kau membuka itu juga." omel Sarah namun Anzas tetap melakukannya.


"Anzaaaaaaaassss." Teriak Sarah kesal karena suaminya itu malah meneruskan aksinya bahkan pria itu langsung menyerangnya tanpa permisi. Padahal tadi dia sudah bayangkan akan beristirahat sebentar karena nanti malam pasti sangat melelahkan untuk mereka berdua nantinya.


To Be Continued⬇️


...Komennya jangan lupa yah, makin banyak komentar kalian makin semangat pula Author nulisnya.☺️...


...Like,Gift, Fav & Vote jika berkenan😁...


...Sehat sehat yah kalian semua🤗...

__ADS_1


__ADS_2