Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Rizki Yang Berbeda


__ADS_3

"Bawel kamu Mel." Ucap Rizki dan langsung memeluk Melodi.


"Ih, lepas Ki lengket banget kamu." Ucap Melodi sambil mendorong Rizki. Namun pria itu justru memeluk dirinya erat sambil tersenyum menatapnya.


"Bau juga, Lepasin Ki." Lanjut Melodi lagi sambil menatap wajah Rizki yang juga sedang menatapnya itu. Dia menekan kedua tangannya yang di taruh di depan dada agar memisah atara dirinya dan tubuh Rizki agar tak bersentuhan.


"Nyium keringat suami itu pahala Mel." Ucap Rizki sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


"Itu jorok namanya, masa nyium yang jorok dapat pahala. Ngaco kamu, sana awas." Ucap Melodi sambil melototi Rizki.


"Jangan gitu sama suami." Ucap Rizki mendekatkan wajahnya ke wajah melodi hingga hidung mereka hampir bersentuhan.


Melodi yang mendapatkan keadaan seperti ini tentu saja jantungnya mendadak seperti sedang naik rollercoaster naik turun tak beraturan.


Gadis itu pun langsung memejamkan matanya ketika Rizki makin mendekat lagi padannya. Setelah itu hening dan Melodi kembali membuka matanya dan Melihat Rizki yang juga sudah menutup mata dan semakin mengikis jarak mereka.


Dengan cepat melodi langsung menggigit hidung Rizki dan langsung meloloskan diri ketika Rizki meringis kesakitan dan dengan spontan melepas Melodi.


"Auwww S**t Mel!! Gila ya kamu." Ucap Rizki sambil mengusap hidung mancungnya yang baru saja di aniaya oleh Melodi itu.


"Makanya jangan mesum jadi orang." Ucap Melodi dan langsung melangkah keluar kamar mereka.


"Asih, gimana kuenya udah selesai." Ucap Melodi ketika dirinya baru saja sampai di dapur dan melihat Asih sedang menyusun kue kering buatan mereka ke dalam toples.


"Ini yang udah siap non, yang lain masih di dalam oven belum semua." Ucap Asih.


"Oia, makasih yah. Mami ke mana?" Tanya Melodi karena dia tak melihat sang Mami di sana.


"Lagi ke kamar Non." Jawab Asih.


"Ya udah, aku tinggal yah." Ucap Melodi.


"Iya non." Jawab Asih.


Melodi pun melangkah menuju halaman belakang dan dia pun duduk di sana sambil lanjut memainkan ponselnya.


Saat sedang asik main tiba-tiba saja ponselnya berdering dan langsung saja Melodi mengangkatnya sambil menatap ke balkon kamarnya.


"Kenapa?" tanya Melodi sambil menatap Rizki yang berada di balkon kamarnya itu, karena yang menelfon itu ternyata Rizki. Pria itu hanya memakai handuk yang dia lilitkan di pinggangnya sambil menelfon dan menatap ke arah Melodi saat ini.

__ADS_1


"Mana pakaian dalaman aku Mel?" Ucap Rizki.


"Yah lihat aja di koper, aku taruh semuanya disitu kali." Ucap Melodi.


"Ya nggak ada, udah aku lihat nggak ada. Cuman punya kamu doang." Ucap Rizki kekeh.


"Mana ada gitu, orang jelas-jelas aku sendiri yang nyiapin." Ucap Melodi.


"Nggak percaya yah coba kamu cek sendiri sini." Ucap Rizki..


"Issss, mengganggu banget sih. Awas yah kalau sampe bohong." Ucap Melodi dan langsung mematikan panggilan telfon mereka.


Rizki yang berada di balkon kamar itu hanya tersenyum melihat Melodi yang mulai beranjak dan berjalan memasuki area dapur itu.


"Sayang." Ucap Mami Eka saat melihat Melodi baru memasuki ruangan dapur dari arah taman belakang.


"Ya Mi, aku langsung ke atas dulu yah. Mau nyiapin baju buat Mas Rizki, baru selesai mandi soalnya.


"Iya sayang " Ucap sang Mami sambil melihat kepergian putrinya.


"Anak Mami udah dewasa ternyata." Gumam Mami Eka tersenyum bahagia.


Di Kamar Melodi saat ini......


"Apa-apaan sih Ki, lepasin." Ucap Melodi Ketika Rizki langsung menariknya ketika dia baru membuka pintu kamar mereka.


"Minta maaf dulu." Ucap Rizki sambil menatap Melodi.


Saat ini Melodi sadang dalam himpitan tubuh Rizki yang sedang menyandarkan Dirinya di balik pintu kamar mereka sambil kedua tangan Melodi di tahan di atas kepala perempuan itu dangan satu tangan Rizki.


"Minta maaf buat apa?" Tanya Melodi Pura-pura tak tahu.


"Lupa atau bagaimana? Nih lihat hidung aku." Ucap Rizki sambil menunjuk hidungnya yang memerah karena ulah wanita itu.


"Lepasin dulu baru aku minta maaf." Ucap Melodi karena dia merasa risih saat ini, pasalnya Rizki hanya menggunakan handuk saja dan tubuhnya saat ini cukup menempel erat dengan tubuh polosnya pria itu.


"Nggak, sebelum kamu minta maaf. Nih lihat hidung aku merahnya nggak hilang-hilang karena gigitan kamu." Ucap Rizki sambil menatap dalam mata Melodi.


"Iya iya aku minta maaf." Ucap Melodi cepat agar Rizki mau melepas dirinya.

__ADS_1


"Nggak gitu caranya." Ucap Rizki.


"La kan lo minta aku untuk minta maaf kan. Sudah gue turuti lalu apa lagi?" Ucap Melodi.


"Masa cuma gitu doang." Ucap Rizki.


"Lah memang kamu maunya giman minta maafnya." Ucap Melodi.


"Cium hidung aku, biar merahnya hilang." Ucap Rizki sambil Menaik turunkan kedua alisnya.


"Ngaco kamu, mana ada kaya gitu." Ucap Melodi tak mau menuruti ucapan konyol pria itu.


"Yah makanya coba dulu." Ucap Rizki lagi.


"Nggak mau." Ucap Melodi memalingkan wajahnya karena Rizki begitu intens menatap ke arah bibirnya, dan dia begitu merasa malu akan hal itu.


"Lihat sini." Ucap Rizki sambil mengarahkan wajah Melodi untuk menatap dirinya.


"Nggak mau." Ucap Melodi.


"Lalu kamu maunya apa? Mau aku cium?" Ucap Rizki dan langsung membuat Melodi menatapnya kesal.


"Jangan ngaco kamu Ki. Gila yah kamu, tadi nyuruh cium hidung sekarang malah mau nyium aku. Apa-apaan sih kamu." Ucap Melodi sambil berusaha melepas Tangannya dari tangan pria itu, namun naas tenaganya tak sebanding dengan tenaga Rizki.


"Makanya orang cuman suruh nyium hidung doang nggak mau, padahal kan itu ulah kamu." Ucap Rizki.


"Makanya jangan mesum jadi orang." Ucap Melodi kesal.


"Itu bukan Mesum Melodi. kamu itu sah istri aku, mau kamu aku apa apakan juga nggak bakalan dosa." Ucap Rizki sambil memajukan wajahnya lebih dekat ke wajah Melodi.


"Mau aku cium nih bibir juga nggak masalah." Ucap Rizki setelah berhasil mengecup sekilas bibir Melodi untuk pertama kali setelah mereka menikah, sontak saja membuat Melodi membeku seketika.


Dengan cepat Rizki langsung melepas Melodi dan beranjak sambil mengambil pakaiannya yang tadi dia letakan di kasur setelahnya dia langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Melodi yang masih diam membeku di depan pintu kamar mereka.


Melodi begitu shock dengan apa yang Rizki lakukan tadi padanya, sungguh dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Rizki saat ini. Dia masih tak percaya pria itu bisa dengan berani melakukan itu. Dia bahkan seperti melihat sosok lain di diri Rizki akhir-akhir ini. Seperti bukan Rizki teman yang dia kenal.


Dengan masih tak percaya Melodi meraba bibirnya itu dengan tangannya kemudian menggelengkan kepalanya tak terima dengan kilas balik ciuman yang Rizki berikan itu.


"Gila kamu Ki, berani-beraninya nyium aku tanpa izin." Ucap Melodi sambil menatap Ke arah Kamar mandi.

__ADS_1


Dengan kesal Melodi langsung melangkah keluar dari kamar itu dangan sengaja membanting pintu kamarnya dengan cukup keras hingga Rizki yang berada di dalam kamar mandi pun terlonjak kaget di buatnya.


"Maafkan aku Mel, aku nggak bisa menahan diri tadi. Kamu pasti marah banget sama aku kan Mel. Kamu memang gila Ki, benar kata Melodi." Ucap Rizki pada dirinya sendiri. Pria itu sedari tadi hanya berdiri bersandar di belakang pintu kamar mandi.


__ADS_2