Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Tiga Pasangan Dan Dua Jomblo


__ADS_3

"Kalian nggak istirahat? ngapain kesini?" Tanya Rizki ketika dia melihat kedua sahabatnya di balik pintu kamar mereka saat dia baru membuka pintu itu..


"Hehehe, ini mau istirahat." Ucap Saga dan seperti biasa dia langsung saja masuk tanpa permisi.


"Aku juga sama, permisi." Ikut Gerald dengan senyuman tanpa dosanya di belakang Saga. Dan Rizki hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat itu, sudahlah namanya juga duo rese. Yah emang rese mereka.


"Untung lagi seneng." Ucap Rizki dan berjalan masuk mengikuti kedua sahabatnya itu.


"Kalian habis ngapain? Ko berantakan banget nih tempat tidur?" Ucap Saga pada Melodi yang sedang duduk di ujung tengah tempat tidur, dan dirinya sendiri pun langsung merebahkan tubuhnya di sebelah kanan Melodi.


"Lo kaya nggak tahu aja, apa coba yang di lakukan wanita dan pria di tempat tidur selain.." Ucap Gerald dan langsung mendapat lemparan bantal dari Melodi.


"Diam lo."


"Dih lo kenapa, merasa yah?" Ucap Gerald dengan tawanya.


"Sudahlah yang, nggak usah di tanggapi. Sini." Ucap Rizki sambil menepuk sofa yang dia duduki saat ini.


Dengan mengerucutkan bibirnya, Melodi langsung melangkah ke tempat Rizki dan duduk di sebelah suaminya itu.


"Gerald kaya tahu aja yah kita." Ucap Rizki jahil, mencoba menggoda istrinya, karena senang saja melihat Melodi marah karena merasa malu atas sikap jahilnya itu.


"Maaaas." Tegur Melodi sambil membekap mulut Rizki dan di sambut tawa renyah suaminya itu, membuatnya merasa kesal sendiri dengan sikap jahil suaminya.


"Serasa dunia milik berdua, kita hanya ngontrak Ga." Sindir Gerald ketika matanya melihat dua pasangan itu yang terlihat sangat dekat sekarang ini.


"Yah ini memang dunia kita, makanya kembali sana ke kamar kalian. Ganggu tahu, orang lagi enak enak juga." Ucap Rizki dan kembali mendapat teguran dari Melodi.

__ADS_1


"Mas."


"Yah emang benar kan yang." Ucap Rizki dan membuat Melodi bertambah malu pada dua sahabat di depannya itu.


"Hahaha, suami lo kaya makin hari makin nggak ada malunya lagi Mel. Jiwa mesumnya di umbar-umbar." Ucap Saga membuat mereka semua tertawa, tanpa terkecuali Rizki. Dirinya pun merasakan hal itu. Entah kenapa berdekatan dengan Melodi, membuatnya lupa segalanya bahkan sering sekali berpikiran mesum dalam setiap situasi. Sungguh setelah menikah, pengaruh Melodi begitu berdampak besar atas jiwa ke lelakiannya.


***


Sedangkan di lain tempat tepatnya di kamar hotel Bima dan Larisa. Kini mereka sedang berbaring di ranjang yang sama di kamar hotel tempat mereka menginap itu, sambil sesekali Bima mengelus perut Larisa yang katanya tadi sakit perut.


"Udah hilang yang sakitnya, jangan dielus terus." Ucap Larisa karena sedikit merasa aneh dan tak nyaman saja, karena sejak tadi Bima terus saja mengelus perutnya sejak mereka pulang dari restoran tadi.


"Habisnya kamu nggak mau minum obat, gimana aku nggak khawatir coba." Terang Bima tak suka jika Larisa menganggap remeh sakit perutnya itu.


Gadis itu langsung menangkap kedua pipi Bima dan menatapnya lekat lekat apa lagi dengan posisi mereka yang berbaring saling menghadap seperti ini, makin menambah kesan serius yang tercipta di tempat itu.


"Harus berapa kali kamu terus mengatakan itu, lupakan semuanya. Ada aku di sini denganmu, hanya kita." Ucap Bima sambil mengecup tangan Larisa yang berada di pipinya.


"Jangan menangis lagi." Ucap Bima lagi dan mengusap air mata Larisa dan setelah itu dia langsung membawa wanita itu kedalam pelukannya.


***


Di tempat lainnya di apartemen Sarah tempat Anzas menghabiskan waktunya bersenang-senang selama ini, kini sedang mengalami keributan besar antara pemilik apartemen dengan pria teman tidurnya itu.


"Aku minta kamu gugurin Sah, aku nggak bisa nikahin kamu. Kita hanya sebatas partner di atas ranjang, saling menguntungkan itu saja. Apa kamu lupa, kamu sendiri yang menawarkan diri untukku tanpa aku minta. Jadi itu resiko kamu. Pokonya aku nggak mau tanggung jawab."Jelas Anzas membuat tangisan Sarah makin menjadi.


Gadis itu tidak menyangka, Anzas bisa setega itu padanya.

__ADS_1


Niat hati ingin membuat kejutan pada Anzas tentang kehamilannya itu, namun tak di sangka Anzas sangat marah saat dia baru memberitahukan kabar kehamilannya itu.


Padahal dia berpikir, jika mungkin ini sudah jalannya Tuhan untuk mereka bersatu dalam ikatan yang halal nantinya. Apalagi kini Anzas sudah kemungkinan besar tak bisa bersama mantan kekasihnya itu lagi karena sudah menikah tentunya. Tapi ternyata sama saja, Anzas tetaplah Anzas dengan sikap keras kepalanya itu. Tapi dia bingung kenapa bersama Melodi Anzas selalu bersikap ramah seolah Melodi adalah ratunya, namun tidak dengan dirinya.


"Lagian sudah setahun lebih kita melakukannya, tapi kenapa baru sekarang hamilnya. Ini nggak benar, jangan coba-coba menipuku sarah!!!" Bentak Anzas saat mendengat tangisan wanita hamil itu, yang membuat kepalanya menjadi pening.


"Berhentilah menjadi gadis bodoh, menangis nggak bakalan merubah segalanya. Jadi berhentilah. Kamu hanya tinggal menggugurkan kandungannya saja, apa susahny..."


Plak


Ucapan Anzas terpotong karena Sarah langsung berdiri dan menamparnya dengan keras seolah menyalurkan semua kesakitan yang dia rasakan akibat ucapan Anzas padanya.


"Bajingan kamu Zas, brengsek. Nggak punya hati kamu. Ini darah daging kamu sendiri brengsek." Ucap Sarah dan mau menampar Anzas sekali lagi namun tangannya langsung di cekal Anzas dengan kuat dan membuatnya meringis kesakitan.


"Aww sakit Zas, lepasin." Terian Sarah menahan sakit di tangannya yang di cekal Anzas.


"Kamu yakin itu darah daging ku Sar, atau jangan-jangan kamu hanya menipuku.." Ucap Anzas dan Sarah langsung memotong ucapannya karena merasa di rendahkan oleh pria itu.


"Brengsek, keluar kamu dari sini." Teriak Sarah karena tak percaya dengan perkataan Anzas yang terdengar seperti menganggapnya wanita murahan.


Gadis itu jadi menyesal sekarang, cintanya pada Anzas sudah membutakan mata hatinya. Hingga dengan bodohnya dia memberikan hal berharga dalam dirinya pada pria bajingan itu.


Bodoh memang, Sarah sadar dia memang bodoh dan membiarkan dirinya di jadikan budak **** oleh Anzas, hanya karena beralasan cinta yang dia miliki untuk pria itu. Hingga dia rela memberikan tubuhnya untuk pria yang berstatus pacar orang.


Benar kata orang, cintailah seseorang dengan porsi yang wajar saja. Karena jika tidak maka kamu sendiri akan merasakan sakit dari cintamu itu sendiri.


Dan itulah yang sedang Sarah alami sekarang, cinta membawa luka.

__ADS_1


"Sampai kapanpun aku hanya akan menikahi dan menerima anak dari rahim Melodi, bukan kamu karena tak pernah ku pikirkan sedikitpun hal itu. Jadi, jangan pernah bermimpi untuk aku bertanggung jawab terhadapmu. Gugurkan atau urus sendiri, jangan melibatkan aku." Ucap Anzas dan langsung berlalu pergi dengan membanting pintu apartemen sarah dengan keras, hingga menambah luka di hati Sarah.


__ADS_2