Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Tembok Mesum


__ADS_3

"Kenapa sayang? Mukanya ko di tekuk gitu sih, merah juga tu wajah kenapa? " Tanya Mami Ekawati saat melihat Melodi datang dan langsung duduk di depan meja makan. Mami Eka saat ini sedang menyusun kue di toples.


"Nggak kok Mi, Tadi nggak sengaja kesandung dan yah begitulah Mi ke cium tembok mesum." Ucap Melodi sambil mengingat kejadian tadi.


Jawaban Melodi membuat sang Mami tertawa melihat Melodi.


"Makanya hati-hati sayang, mana yang sakit sayang?" Tanya Mami Eka sambil mendekati Melodi.


"Nggak ada yang sakit Mi, cuman ngeselin aja tuh tembok mesum." Jawab Melodi dengan nada Kesal.


"Hahaha, kamu ini Mel Mel ada-ada aja sih. Masa tuh tembok di bilang Mesum, ngawur kamu." Ucap Mami Eka sambil mengacak rambut Melodi gemes.


"Yah ada lah Mi, buktinya barusan tuh tembok main nyosor aja. Tanpa izin lagi, kan kesal aku jadinya." Ucap Melodi tetap kekeh.


"Ngomong apa sih Mel." Ucap Mami sambil ketawa dan berjalan menuju oven.


"Yah ngomong si tembok mesum lah Mi, apa lagi." Ucap Melodi asal membuat sang Mami tambah terkekeh.


"Belum selesai juga Mi kuenya?" Tanya Melodi.


"Tinggal yang terakhir nih, Mami mau keluarin." Ucap Mami Eka.


"Banya juga ternyata." Ucap Melodi karena dia melihat di atas meja sudah banyak kue yang jadi di sana.


"Kan buat Kalian bawah pulang juga, sekalian aja bikinnya banyak." Ucap Mami sambil meletakan Kue yang baru beliau ambil dari oven di atas meja makan.


Melodi pun mengambil satu kue yang telah dingin dan langsung dicicipinya.


"Gimana sayang enak nggak? Soalnya Mami belum coba juga." Tanya Mami Eka yang melihat Melodi sedang mencicipi kue buatan mereka itu.


"Banget Mi enaknya nggak pake tawar menawar." Ucap Melodi sambil mengunyah.


"Lebay ah kamu." Ucap Mami Eka.


"Ih Mami orang serius juga ngomongnya." Ucap Melodi.


"Kalau enak yah Mami tahu lah, kan buatan Mami nggak pernah kecewakan kalian. Iya kan?" Ucap Mami Eka memuji dirinya sendiri.


"Tuh Mami juga lebay. Tapi emang benar sih Mami itu Chef terhandal di rumah ini." Ucap Melodi.


"Mami Tahu itu." Ucap Mami Eka terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri.


"Asik banget sih. Lagi ngobrolin apa Papi boleh gabung yah." Ucap Papi Darma yang baru saja datang karena mendengar suara tawa dari ruangan makan.


"Nggak boleh Pi, ini urusan perempuan." Ucap Melodi iseng.


"Yah nggak papa lah. Toh juga perempuan, perempuannya papi juga." Ucap Papi Darma sambil duduk dan mengambil kue di atas meja ini.

__ADS_1


"Uh Panas." Ucap Papi Darma kepanasan.


"Ih papi jelas panas lah, itu bunda baru keluarin dari Oven tahu." Ucap Melodi sambil meniup jari sang Papi.


"Biar Mami aja Mel." Ucap Mami Eka saat Melodi sedang meniup dan mengecup jari yang terkena panas itu.


"Ih Mami apa sih." Ucap Melodi dan tetap membantu sang Papi.


"Sini dua-duanya aja, Papi ini milik bersama ko." Ucap Papi Darma langsung dapat tepokan dari Melodi.


"Enak aja milik bersama, awas yah cuman milik Aku, Mami sama Bang Bima aja." Ucap Melodi melototi sang Papi, dan itu membuat Mami Eka yang hendak mendekat jadi mengurungkan niatnya.


Mami Eka sebenarnya paham apa maksud ucapan suaminya itu, namun biarlah sang putri bereaksi sedikit tak apa lah pikirnya.


"Astaga sayang, maksud Papi juga itu." Ucap Papi Darma panik.


"Enggak yah, tadi nggak ngomong gitu." Ucap Melodi tetap menatap tajam kearah sang Papi.


Papi Darma yang tak bisa mengatasi putrinya itu, tiba-tiba saja merasa tertolong ketika melihat Rizki menantunya itu yang sedang berjalan menuju meraka langsung saja beliau memanfaatkan situasi itu.


"Rizki sini deh, nih urus istri kamu. Anehnya mulai kumat." Ucap Papi Darma langsung beranjak dari kursi untuk menghampiri sang istri yang sedang berada di dapur.


"Papi...." Ucap Melodi karena melihat sang Papi yang sudah melarikan diri itu.


Melodi yang sudah melupakan kejadian tadi yang di kamar akhirnya mengingatnya lagi dengan hanya mendengar nama suaminya saja.


"Mel." Akhirnya Rizki memberanikan diri untuk menegur Melodi lebih dulu, karena dia sadar akan kesalahannya tadi.


"Hm." Ucap Melodi tanpa melihat ke arah Rizki yang sedang menatapnya.


"Maaf." Ucap Rizki namun tak di hiraukan Melodi.


Gadis itu dengan santai hanya menyodorkan sepiring kue ke hadapan Rizki.


"Buatan Mami." Ucap Melodi singkat. Saat ini gadis itu sendang mencoba melupakan kejadian tadi, karena pikirnya jika dia tak mencoba melupakan itu maka nanti hidup mereka ke depan hanya akan mengalami kecanggungan seperti ini terus. Dan dia tak mau itu.


"Tapi kamu mau kan maafin aku." Ucap Rizki lagi.


"Anggap aja nggak pernah terjadi apapun tadi, lupakan saja. Makanlah." Ucap Melodi dan dia pun memakan kue di hadapan mereka dengan santai.


Rizki yang melihat Melodi sudah biasa saja pun mulai nyaman saat ini, dengan senyum bahagia dia pun memakan kue itu.


"Enak banget sama seperti yang di apartemen kamu Mel." Ucap Rizki sambil memakan kue itu.


"Ya emang sama, kan sama-sama buatan Mami." Ucap Melodi.


"Boleh kita bawa pulang nggak?" Tanya Rizki yang sudah mulai seperti biasa lagi.

__ADS_1


"Boleh, tuh semua Mami buatin buat kamu." Ucap Melodi.


"Uh, Baiknya Mami." Ucap Rizki.


"Mami, makasih yah kuenya." Ucap Rizki ketika kedua mertuanya itu berjalan dari dapur menghampiri mereka.


"Sama-sama sayang, kamu suka kan Ki. Ini semua buat kalian." Ucap Mami Eka.


"Lah Kalau semua buat mereka terus kita nggak dapat dong?" Ucap Papi Darma Iseng.


"Iya Mi terlalu banyak itu kalau buat kita semua." Ucap Rizki ke makan Keisengan Papi Darma.


"Nggak usah ladenin Papi kamu. Orang pabriknya di sini bagaimana nggak kebagian coba." Ucap Mami Eka Mendelik menatap sang suami.


"Hahaha, Becanda Ki. Serius amat. Tuh, pak Amat Satpam kompleks aja nggak Seserius itu kalau lagi serius." tawa Papi Darma dan kembali dengan nada serius namun seperti sedang menahan tawa.


"Papi ngomong apa sih." Ucap Mami Eka tak habis pikir dengan sikap jahil sang suami.


"Hahaha Ki, maklumi aja tuh Papi aku. Orangnya rada aneh gitu." Ucap Melodi ketika Melihat Rizki yang sedang melongo menatap Mertuanya.


Rizki yang merasa di kerjain oleh Papi Darma pun akhirnya tertawa melihat kekonyolan sang mertua, mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol santai hingga Melodi dan Rizki pun seperti sudah melupakan kejadian yang tadi di kamar mereka.


"Mel ini siapa?" Tanya Rizki ketika keduanya kini telah berada di kamar setelah tadi cukup lama mereka bersantai dengan orang tua Melodi tadi.


Rizki merasa penasaran dengan foto lelaki yang sedang merangkul erat pundak Melodi sejak pertama kali dia memasuki kamar itu, dan sekaranglah dia mendapat kesempatan sebelum besok mereka kembali.


"Oh itu Raja, teman SMA aku dulu." Ucap Melodi menatap ke arah yang di tunjuk Rizki dan dia kembali dengan aktifitas menyusun barang di koper mereka karena besok subuh mereka akan kembali ke kota tempat kuliah mereka.


"Kenapa memangnya?" Ucap Melodi karena Tak mendengar Suara Rizki lagi.


"Ganteng juga." Ucap Rizki.


"Bukan ganteng juga, tapi memang ganteng." Ucap Melodi santai.


"Ganteng mana aku sama dia?" Tanya Rizki iseng.


"Nggak berfaedah pertanyaannya." Ucap Melodi dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur karena telah selesai dengan beberesnya.


"Jawab Mel." Ucap Rizki.


"Gantengan Anzas." Ucap Melodi Iseng.


Namun itu mampu membuat Rizki tak bersuara lagi, sungguh Melodi memang suka membuatnya kecewa pikir Rizki.


Mas Iki sih suka mancing mancingnya akhirnya kena kan pancingannya🤭


Maaf yah kalau nggak dapet feel nya, Othor lagi sakit soalnya.

__ADS_1


Doakan besok udah sehat lagi biar up nya lebih awal. 🙏🤗


__ADS_2