
"Tuh kan, harus sedikit paksaan dulu biar tuh Bang Bima nurut." Ucap Melodi sambil terkekeh kecil saat melihat ke belakang mobil mereka yang sudah berjalan dan di ikuti Bima dengan mobilnya dari arah belakang.
"Kamu ini yang." Rizki hanya menggelengkan kepalanya sambil mengusap kepala Melodi dengan tangannya yang bebas setir.
"Bang Bima oke juga yah, belum apa-apa udah ada gandengan baru aja tuh.." Ucap Melodi saat mengingat Gadis.
"Iya, tapi kayanya masih kecil tuh anak." Sahut Rizki melirik se kilat ke arah sang istri.
"Iya, tapi bodinya udah oke ko. Wajahnya aja yang imut." Ucap Melodi sambil membayangkan tubuh dan wajah imut Gadis.
"Hehehe, kamu mikirnya sampai ke situ sih yang." Rizki tak percaya jika Melodi bisa sampai memikirkan ke arah sana.
"Nggak papa asal bukan kamu yang bilang gitu. Tapi benarkan bodinya Gadis bagus kan By?" Ucap Melodi bertanya sambil menatap sang suami yang nampak berpikir sebelum menjawab pertanyaannya.
Salah ngomong bisa berabe nih." Batin Rizki sambil memikirkan jawaban yang tak menimbulkan pertengkaran di antara mereka.
"Tapi lebih bagusan bodi kamu sayang." Ucap Rizki cari aman, walau dia akui jika Gadis memiliki body yang sempurna sama dengan Melodi.
Hanya saja karena sang istri yang sedang mengandung sekarang membuatnya kini nampak sedikit berisi dari sebelumnya. Tapi hal itu justru membuatnya bertambah senang dengan Body sekarang Melodi yang begitu empuk jika di raba sana sini, dan dia menyukainya.
"Bener begitu By? Aku rasa aku sedikit gemuk sekarang." Ucap Melodi sambil meneliti tubuhnya sendiri.
"Bener sayang, kamu makin kesini makin seksi tahu. Apa lagi itu, abang suka bagian itu. Makin gede sekarang yah." Ucap Rizki sambil menatap dada Melodi membuat wanita itu mencubit lengannya tak tanggung-tanggung.
"Aww, sakit yang." Aduh Rizki.
"Dasar Mesum, Gede gini juga kan gara-gara kamu By." Ucap Melodi cemberut sambil mengambil bantal di kursi belakang untuk menutupi bagian dadanya yang tadi di lihat lapar Rizki.
"Hehehe, Tapi Abang suka kok bentuk yang sekarang." Kata Rizki jujur.
"Terserah, sudah sana fokus aja nyetirnya By. Aku tidur sebentar." Ucap Melodi sengaja agar terhindar dari obrolan-obrolan tak berfaedah selanjutan lagi.
Tiga puluh menit berkendara akhirnya kini meraka telah sampai di rumah mereka.
"Sayang, kita udah sampai." Ucap Rizki saat dirinya membukakan pintu untuk Melodi sambil melepas sabuk pengaman Melodi yang sedang tertidur.
"Emggmmm." Gumam Melodi sambil membukakan matanya.
"Bang Bima mana By?" Tanya Melodi pertama kalinya saat nyawanya telah terkumpul.
"Abang di sini." Sahut Bima dari arah belakang punggung Rizki.
__ADS_1
"Hehehe, kirain masih di jalan. Gadis masuk yuk." Melodi keluar dari mobil dan langsung menghampiri Gadis dan Abangnya.
Melodi pun juga sempatkan langsung menggandeng lengan Gadis.
"Kalian masuk duluan, aku ntar nyusul. Mau ambil bawaan kami dulu." Ucap Rizki saat mereka semua hendak masuk.
"Mau Abang bantu Ki?" Tanya Bima menawarkan diri.
"Nggak usah, cukup perhatikan jalan istriku saja Bang." Sahut Rizki dan langsung mendapatkan gelengan kepalanya dari sang kakak ipar, sedangkan Melodi hanya tersenyum malu dengan ulah sang suami.
"Suami kakak manis banget sih." Ucap Gadis yang dalam gandengan Melodi.
"Emang Bang Bima nggak manis gitu ke kamu Dis, aku rasa pasti lebih kan manisnya?" Ucap Melodi membuat Gadis tak berkutik.
"Manis apaan, galak iya." Batin Gadis sambil melirik Bima.
"Kamu apa-apaan Dek, ayo masuk." Ucap Bima sambil merangkul Melodi dan melepas tangan Melodi dari lengan tangan Gadis. Kemudian dia juga langsung menggenggam Tangan Gadis mengikuti langkah mereka masuk.
"Cie?" Jahil Melodi saat menatap tangan Sang Abang yang menggenggam tangan Gadis.
"Ade." Tegur Bima tak enak dengan Gadis yang notabennya bukan siapa-siapa dirinya.
Dia hanya tak mau Gadis merasa asing di sini, itu sebabnya dia berinisiatif menggenggam tangan gadis itu agar tak merasa di abaikan saja. Pikirnya.
"Mami Papi, lihat siapa yang datang." Ucap Melodi menggelegar saat mereka sudah di dalam rumah dan para orang tua sedang duduk santai menunggu kedatangan mereka sejak tadi saat Melodi memberi kabar akan ada Bima juga yang membawa calon mantu untuk mereka sebelum pulang tadi.
Mendengar teriakan Melodi sontak saja semua yang sedang asik mengobrol di ruang keluarga jadi menatap ke arah Melodi.
Mami Eka dan Papi Darma langsung menatap ke arah tangan Bima yang sedang menggenggam seorang gadis yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
Sementara orang tua Rizki dan kakek hanya tersenyum saja menanggapi keadaan di depan mereka.
"Satria." Panggil Mami Eka seakan bertanya akan sosok gadis di sebelah putranya itu.
(Bima adalah panggilan sayang Melodi terhadap kakaknya, sementara Satria adalah panggilan sesungguhnya Bima. Sebab Melodi suka saja nama tengah Bima yaitu nama Papi mereka itu juga dia sematkan untuk Satria.) Penjelasannya udah di Bab pertama, cuman Author perjelas aja yah di sini☺️.
"Ini Gadis Mi adik temannya Satria. Gadis ini Mami sama Papi ku, kalau yang ini Ibu Ayahnya suami Melodi. Dan ini kakek kita Kakek Burhan, kakeknya Rizki." Ucap Satria memperkenalkan Gadis pada keluarganya begitupun sebaliknya.
Gadis pun langsung menunduk sopan dan bersalaman dengan semuanya, tak lupa juga mencium punggung tangan semua para orang tua di sana.
"Duduk sini sayang." Ucap Mami Eka meminta Gadis sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.
__ADS_1
Gadis langsung saja mendudukkan dirinya tanpa ragu di sebelah Mami Eka yang terlihat baik di matanya.
Sementara Bima hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dengan yang akan terjadi ke depannya. Dia tahu ini tak akan baik untuknya dan Gadis, namun sudah terlanjur terjadi dan dia tak mungkin membawa gadis itu untuk pergi dari sini sekarang.
"Ini semua gara-gara kamu dek." Bisik Bima di telinga Melodi yang baru duduk bersebelahan dengannya sambil Melodi yang bersandar di lengannya.
"Hehehe, kalau nggak ada apa apa. Nggak usah panik gitu kali Bang. Santai santai." Ucap pelan Melodi sambil menahan kekehannya takut menjadi perhatian semua orang di sana.
Mendengar itu Bima hanya bisa pasrah saja dengan keadaan kedepannya nanti.
"Pacarnya Satria yah? sejak kapan, ko nggak berkunjung ke rumah Mami sih?" Pertanyaan Mami Eka membuat Satria menepuk jidatnya, sementara Gadis langsung menatap ke arahnya seolah memintanya agar mengambil alih dalam menjawab pertanyaan Maminya..
"Aku dan Gadis nggak pacaran Mi, dia adik teman aku. Lagian masa aku pacaran sama anak kecil, Mami pertanyaannya ada-ada saja." Jawab Bima tak enak hati dengan Gadis saat ini.
"Iya Bu, aku dan Om Satria nggak ada pacaran Kok Bu." Ucap Gadis dengan raut berbedanya.
"Panggi Mami sayang biar sama seperti panggilan Satria dan Melodi. Dan terserah kalian, mau pacaran atau tidak mana baiknya saja. Tapi kalau boleh sih nggak usah pacaran langsung nikah aja yah, Satria nya udah tua tu nggak pantas pacaran lagi." Ucap Mami Eka membuat Satria langsung menggigit Bahu Melodi.
"Mami aku di gigit Bang Bima nih." Aduh Melodi kesakitan, dan hal ini sudah biasa terjadi untuk mereka berdua.
"Satria." Tegur Mami Eka.
"Ki lihat tuh istrimu di gigit kakak ipar mu." Ucap Mami Eka lagi saat melihat Rizki datang dari arah pintu.
Rizki yang mendengar pengaduhan sang Mami mertua, langsung saja berjalan cepat ke arah ruang tamu sambil mengambil tempat duduk di tengah antara Bima dan Melodi untuk memberi jarak mereka.
"Bang apa-apaan sih, ko Melodi nya digigit." Protes Rizki sambil mengusap pelan bahu Melodi yang di tahannya.
"Namanya juga ade kakak Ki." Timpal Ibu Gunawan menegur Rizki yang terlihat kesal terhadap kakak iparnya itu.
"Hehehe, Ibu benar sayang. Nggak sakit kok." Ucap Melodi sambil menyengir melihat wajah panik sang suami.
"Makanya kamu dek, jangan suka drama." Timpal Bima.
"Kalau gitu kita pamit yah, aku dan Gadis ada Urusan penting sekarang." Lanjutnya lagi ingin melarikan diri dari situasi yang mungkin akan membuatnya sesak kedepannya.
Namun tindakannya itu langsung saja mendapat tatapan melotot dari sang Mami, Sementara Papinya sejak tadi hanya duduk menyimak saja.
...Komennya jangan lupa yah, makin banyak komentar kalian makin semangat pula Author nulisnya.☺️...
...**Like,Gift, Fav & Vote sebagai tanda kalian menghargai karya tak seberapa Author ini....
__ADS_1
...Jangan bosan-bosan yah sama karya receh ini. Salam sayang buat yang sudah setia sama cerita Author.😁**...
...Sehat sehat yah kalian semua🤗...