
"Tuhan apa kau tak salah menyatukan mereka. Haaah, Kau membuat kabur pertemanan kita. Ayolah kita makan saja, shock juga menguras tenaga ku ternyata." Ucap Gerald tanpa dosa kemudian mengambil makanan untuknya dan langsung makan di bawa tatapan enam mata yang tak habis pikir dengan kelakuannya.
"Hahaha." Tawa Saga masih dia pertahankan.
"Sag." Tegur Melodi.
"Hahaha, santai."
Rizki, jangan di tanya pria itu kini hanya pasrah melihat tingkah Gerald saat ini. Dia menyerah meladeni tingkah pria itu.
Ketika Melodi sedang asik mengambil makanan untuk Rizki, dan mata Saga tak sengaja menatap pada Leher Melodi yang posisinya sedang berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke arah makanan yang terletak di hadapan Saga. Seketika saja Saga yang sedang tertawa langsung berhenti seketika.
"Lo gila juga ternya Ki." Ucap Saga seketika membuat Gerald, Melodi dan Rizki langsung menatap kearahnya.
"Astaga, apa lagi ini Sag. Aku gila kenapa lagi, astaga ada apa dengan pagi ini." Ucap Rizki sambil menarik Rambutnya frustasi.
Sungguh dua orang di hadapannya ini benar-benar membuat dirinya bisa gila mendadak pagi ini.
"Tuhan Aku tidak mengundang mereka datang pagi ini, tapi kenapa kau malah mendatangkan mereka." Batin Rizki sambil menarik nafasnya kesal.
"Mel lo jangan bergerak, tetap di posisi itu." Ucap Saga seketika membuat Melodi menatapnya bingung.
Pria itu langsung berdiri dan berjalan mengitari meja menuju tempat Melodi yang sedang diam terpaku karena perintahnya tadi.
"Berhenti. Lo mau apa Sag, jangan sentuh istriku kau dengar." Rizki berkata ketika Saga mau memperbaiki anak rambut di leher Melodi.
"Diam!" Ucap Saga songong.
"Hah." Rizki benar-benar hilang kata-kata kali ini.
"Ger, lo lihat. Teman kita dia ternyata mesum juga, astaga leher Melodi jadi macan tutul begini." Ucap Saga ketika sudah memperbaiki anakan rambut di leher Melodi.
"Astaga, oh now." Ucap Gerald sambil menutup mulutnya.
Melodi yang tak tahu apa-apa jadi bingung dengan ucapan saga barusan.
"Kalian kenapa, ada apa dengan leherku." Tanya Melodi sambil meraba lehernya.
"Sayang, jangan hiraukan mereka. Ayo makan." Ucap Rizki mencoba menutupi rasa malunya.
"Nggak bisa gitu dong, leher lo kenapa pada keunguan gini Mel. Apa lo dan Rizki...?." Ucap Saga sengaja memancing Melodi.
Melodi yang sudah paham kemana arah pembicaraan Saga pun langsung gugup seketika.
"Oh ini, ah mungkin karena serangga di Kasur kita. Nanti aku akan memeriksa kasurnya nanti." Ucap Melodi Seadanya.
"Kita bukan bocah sd Mel, pasti itu ulah si mesum itu kan." Ucap Gerald sambil menunjuk Rizki membuat Melodi bertambah Malu.
"Iya itu ulah aku kenapa? Ada masalah apa dengan kalian. Apa sekalian mau lihat cara aku buatnya gimana?" Ucap Rizki yang sudah benar-benar kesal..
"Oh oh oh, kita masih suci, jangan kau noda hi penglihatan kita." Kata Gerald dengan tingkahnya.
"Maka berhentilah dan makan saja." Ucap Rizki kesal.
"Ger, tapi boleh juga kalau kita lihat. Sekalian belajar, biar nggak kaku nantinya. Mumpung belajar gratis." Ucap Saga membuat Rizki langsung Melempar Roti tepat di wajah pria itu.
"Aku nggak jadi makan." Ucap Rizki dan mau berdiri namun langsung di cegah Melodi.
__ADS_1
"Mas." Ucap Melodi menghentikan pergerakan Rizki.
"Mas mu baperan." Ucap Saga.
"Se." Ucap Rizki sambil melihat Melodi saat Saga mengatainya.
"Sag, sudahlah." Melodi.
"Ya ya ya." Ucap Saga pada akhirnya.
Akhirnya mereka pun makan dengan Rizki yang hanya diam saja, tak menanggapi obrolan kedua sahabatnya yang terus mengolok olokan dirinya.
"Sayang, aku mandi sebentar yah." Ucap Rizki setelah dia menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu. Pria itu mendekati Melodi dan langsung mengecup pipi gadis itu setelahnya dia berbalik menatap Saga dan Gerald dengan senyum jahilnya, setelah itu dia langsung pergi dan tertawa saat melihat kedua temanya itu memelototinya.
Melodi yang melihat tingkah Rizki hanya pasrah saja dan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah pria itu.
"Huh, mesum." Ucap Gerald.
"Sudah halal." Ucap Saga.
"Tahu."
"Tuh tahu."
"Kalian lanjut makan yah, aku ke kamar sebentar." Ucap Melodi dan hanya di angguki Kedua pria itu.
"Mas." Panggil Melodi setelah memasuki kamar ketika melihat Rizki yang mau masuk kamar mandi.
"Kenapa sayang." Tanya Rizki.
"Ya udah kamu siapin sekarang saja, biar pulang kampus kita nggak ribet lagi. Mau aku bantu?" Ucap Rizki.
"Baiklah, kamu mandi aja Mas. Biar aku siapin." Jawab Melodi.
"Nggak kita siapin sama-sama, setelah itu baru aku mandi." Ucap Rizki.
"Iya deh."
"Tunggu sebentar yah, aku ambilkan barang bawaan Tante Mia di ruang tamu dulu. Biar sekalian packing nya." Ucap Rizki dan langsung berjalan keluar kamar untuk mengambil barang tersebut.
Saat Rizki menuju Ruang tamu, pria itu melihat kedua sahabatnya itu sedang melihat foto nikahan dirinya dan Melodi yang pagi tadi baru dia pasang.
"Kenapa? serasi kan kita?" Tanya Rizki mengagetkan keduanya.
"Nggak sama sekali." Ucap Gerald cepat.
"Hahaha, kelihatan terpaksa Melodinya." Saga Berkata sambil menertawakan wajah kaget Rizki.
"Terserah." Ucap Rizki dan langsung mengambil bawaan Tante Mia di atas meja.
"Apa itu?" Tanya Gerald.
"Oleh-oleh dari mertua buat ibuku, kenapa?" Tanya Rizki sewot.
"Biasa aja kali." Ucap Saga.
"Kalian mau pulang?" Kali ini Gerald berkata serius.
__ADS_1
"Bener?" Timpal Saga.
"Iya. Kenapa? Mau ikut?.... Enggak boleh!" Rizki berkata dan langsung meninggalkan kedua pria itu.
Dengan semangat Saga dan Gerald langsung berjalan mengikuti Rizki menuju kamarnya.
"Hey kalian mau apa?" Tanya Rizki ketika sampai di depan pintu kamar saat merasa ada pergerakan di belakangnya, dan benar saja kedua pria itu mengikuti dirinya.
"Masuk lah." Ucap Saga.
"Ini bukan kamar bujang lagi, jadi mulai sekarang dilarang masuk untuk kalian berdua." Kata Rizki setelahnya langsung masuk dan menutup pintunya.
"Mas, biar saja. Emang kita lagi ngapain." Ucap Melodi kemudian langsung meminta kedua sahabatnya untuk Masuk. "Masuk saja Ger, Sag."
"Sayang." Ucap Rizki tak terima namun kedua pria itu sudah keburu masuk ke kamar mereka.
"Mel, kita ikut kalian yah. Sekalian Liburan." Ucap Gerald.
"Boleh." Ucap Melodi.
"Tuh kan Melodi saja boleh Ki." Ucap Saga menimpali.
"Memang Mas nggak mau mereka ikut." Tanya Melodi.
"Iya, nanti mereka rese soalnya." Ucap Rizki sambil menaruh barang bawaannya di samping Melodi.
"Kita janji deh nggak bakalan rese." Ucap Saga.
"Kalau aku nggak janji." Ucap Gerald sambil merebahkan dirinya di kasur pas di sisi milik Melodi.
"Astaga Ger, berdiri nggak. Itu tempat Melodi." Ucap Rizki dan langsung menarik pria itu dari tempat tidur.
"Ya ampun segitunya Ki." Ucap Gerald Melongo menatap tak percaya Rizki.
"Udah bucin dia, mau samaan sama Anzas Bucinnya." Ucap Saga
"Ah Anzas!! Mel gimana hubungan lo sama si bucin satu itu." Tanya Gerald ketika dia ingat Anzas setelah Saga menyebut nama pria itu.
"Udah putus mereka." Jawab Rizki seketika.
"Apa!! kasihan juga Anzas di tikung sahabat Melodi sendiri." Seloroh Gerald.
"Aku kalau jadi Anzas, sudah ku tonjok tu orang yang rebut cewe aku." Ucap Saga membuat Rizki langsung menyerah menghadapi keduanya.
"Sayang, urus tuh kedua teman kamu. Aku mau mandi saja." Ucap Rizki dan langsung berlalu meninggalkan mereka masuk kamar mandi, tidak lupa pintu itu di banting dengan keras oleh Rizki.
"Kalian sih." Ucap Melodi.
"Nggak usah di pusingin, lalu gimana Anzas Mel?" Tanya Gerald.
"Kasihan juga si bucin." Ucap Saga menimpali.
Melodi yang mendengar pertanyaan Gerald dan ucapan Saga pun langsung menghembuskan nafasnya pelan.
"Aku sudah menyakitinya." Batin Melodi ketika mengingat Anzas.
"Maaf, nggak usah di jawab ko. iya kan Sag?" Ucap Gerald seketika saat melihat perubahan wajah Melodi. Dan Saga hanya menganggukkan kepalanya saja mengiyakan perkataan Gerald.
__ADS_1