
"Anzas terlalu baik Ga, lo tahu sendiri kan." Ucap Melodi.
"Bingung aku, nanggepinnya gimana. Rizki juga baik khan." Ucap Saga seakan lebih mencondongkan pilihannya pada Rizki.
Namun Melodi hanya diam saja setelah Saga mengucapkan itu, karena dia tak pungkiri itu kalau Rizki memang benar-benar baik terhadapnya.
"Aku balik yah, suami kamu juga udah tidur kan." Ucap Saga setelah melihat Melodi yang diam saja tak menanggapi ucapannya barusan.
"Yah, terima kasih Sag. Hati-hati yah, Tapi apa nggak sebaiknya tunggu Rizkinya bangun dulu baru kamu balik?." Ucap Melodi.
"Nggak usah, aku pamit ke Gerald sebentar doang soalnya. Tuh anak masih di tempatku." Ucap Saga yang baru mengingat kalau Gerald masih di tempatnya, dan dia hanya izin pergi sebentar saja pada pria itu.
Setelah itu Saga langsung pulang setelah berpamitan dan menitip salam dan pesannya pada Rizki. Melodi langsung bergegas masuk ke kamar mereka dan kembali memeriksa suhu tubuh Rizki kembali.
"Sudah mendingan." Ucap Melodi ketika dia meletakan punggung tangannya di kening Rizki. Setelah itu Melodi langsung bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya untuk sejenak. Usai beres dengan ritual mandinya Melodi langsung bergegas berpakaian di kamar mereka, karena dilihatnya Rizki yang masih tertidur dengan pulasnya.
"Apa aku ke super market saja yah, isi kulkas udah benar-benar kosong lagi." Ucap Melodi kemudian dia juga sendiri yang mengiyakan ucapnya tadi. Berhubung Rizki yang memang tertidur sangat pulas, maka Melodi memutuskan agar dia ke supermarket terdekat saja.
Kini tibalah Melodi di supermarket dekat Apartemen Rizki, setelah hanya berjalan kaki sebentar saja. Kemudian gadis itu dengan cepat berbelanja, karena dirinya tak mau meninggalkan Rizki yang sedang sakit terlalu lama.
Setelah usai Melodi langsung bergegas pulang, namun di perjalanan dirinya tak sengaja melihat Larisa yang sedang berjalan dengan seseorang yang dia perkirakan usianya tak beda jauh dengan sang Papi. Larisa bahkan bergelayut manja di lengan pria itu sambil tertawa-tawa kecil, namun Melodi tak menghiraukan sedikitpun karena dia berpikir jika pria itu pasti ayahnya Larisa. Dengan langkah cepat Melodi langsung meninggalkan mereka.
"Kamu udah bangun Mas?" Tanya Melodi ketika dirinya baru memasuki pintu apartemen dan mendapati Rizki yang sedang duduk bersandar di sofa ruang tamu mereka.
"Dari mana saja Mel, ko ninggalin aku sih. Nggak bilang-bilang lagi perginya." Ucap Rizki seolah Melodi sudah meninggalkan dirinya begitu lama.
"Dari supermarket depan doang Mas, kan isi kulkas kita udah habis. Kamu juga kan tadi tidur Mas, gimana izinnya coba." Ucap Melodi sambil berjalan ke dapur membawa belanjaan miliknya dan meninggalkan Rizki yang sedang menatapnya dengan pandangan kesal. Kenapa kalau sakit dia sangat terlihat manja sekali sih, pikir Melodi.
"Lain kali kalau mau pergi izin dulu sayang, ponsel juga pake segala di tinggal." Ucap Rizki sambil bangkit berdiri dan mengikuti Melodi di dapur.
__ADS_1
Tadi ketika Melodi baru meninggalkan Apartemen mereka, bertepatan pula dengan Rizki yang terbangun dari tidurnya. Rizki pun mencari keberadaan Melodi di setiap tempat yang ada di apartemen itu, namun dia tak menemukan keberadaan Melodi, dan dia mencoba menelfon ponsel Melodi tapi malah ponsel gadis itu berbunyi di dalam kamar mereka.
"Mas, ko kesini sih. Kan masih sakit, sana istirahat." Ucap Melodi saat melihat Rizki sudah berada di belakangnya.
"Udah baikan sayang." Ucap Rizki sambil menduduki dirinya di kursi meja makan, sambil melihat Melodi yang sedang mengeluarkan belanjaannya di atas meja.
"Syukurlah kalau gitu." Ucap Melodi.
"Aku bantu yah." Ucap Rizki dan mau berdiri, namun langsung dilarang Melodi.
"Tetap di situ." Ucap Melodi sambil melototi Rizki.
"Punya istri kejam banget." Ucap Rizki seketika, mau tak mau pria itu langsung kembali duduk seperti semula.
"Siapa suruh mau nerima begitu saja pas di paksa menikah." Ucap Melodi tak terima dibilang kejam oleh Rizki, walau dirinya tahu jika Rizki tak serius dengan ucapannya.
"Serius amat Mel, orang cuman bercanda juga." Ucap Rizki yang merasa heran, karena tumben Melodi bisa menganggap serius bercandaannya.
"Iya, dia cuman titip pesan buat kamu aja tadi." Ucap Melodi.
"Dia bilang apa?" Tanya Rizki.
"Lain kali jangan sakit lagi, itu merepotkan. Manja pula katanya. Dan katanya lagi harus di sampaikan ke kamu nggak boleh nggak itu amanat. Saga bilangnya gitu Mas." Ucap Melodi jujur, karena memang itu yang Saga bilang padanya.
"Tuh anak benar-benar butuh piknik kayanya." Ucap Rizki tak habis pikir dengan pesan Saga.
"Hahaha kamu ni ya mas, mau teh nggak Mas?" Tanya Melodi sambil tertawa menanggapi ucapan Rizki dan kebetulan kan mereka lagi di ruang makan saat ini jadi dia menawarkan teh untuk Rizki.
"Boleh." Ucap Rizki, setelah itu Melodi langsung membuatkan untuk pria itu. Setelah selesai, dia kembali dengan acara susun menyusun belanjaannya lagi.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan mengatur hasil belanjaannya di kulkas dengan masih dalam pantauan Rizki, Melodi langsung mengajak pria itu kembali ke kamar mereka setelah teh yang Rizki minum telah habis tak tersisa.
"Ayo, istirahat lagi Mas. Biar pulih total." Ucap Melodi yang masih melihat Rizki yang belum sembuh total, karena pria itu masih terlihat pucat bahkan suhu tubuhnya belum kembali normal.
"Iya sayang." Ucap Rizki kemudian dia langsung berdiri dan berjalan bersamaan dengan Melodi menuju kamar mereka.
"Kamu juga sini." Ucap Rizki ketika Melodi mau beranjak keluar setelah Rizki sudah berbaring di tempat tidur, pria itu pun menepuk tempat di sebelahnya agar Melodi mengikutinya berbaring di sana.
"Kamu juga harus istirahat sayang." Ucap Rizki lagi.
Melodi yang memang sudah mengantuk akhirnya mengikuti ucapan Rizki, karena memang sejak tadi dirinya belum istirahat sedikitpun.
Rizki langsung Memeluk Melodi dalam pembaringannya ketika Melodi baru saja berbaring.
"Katanya orang sakit kalau di peluk pasangan bisa mempercepat kesembuhan loh." Ucap Rizki karena Melodi tak membalas pelukannya.
"Apa iya begitu Mas?" Tanya Melodi tak yakin, dan hanya mengira Rizki mengada-ngada saja.
"Yah memang begitu, nanti kamu cek sendiri deh di internet." Ucap Rizki sambil menghirup aroma wangi rambut Melodi yang menenangkan.
"Harum Mel." Ucap Rizki Random.
"Apanya yang harum?" Tanya Melodi.
"Rambut kamu." Ucap Rizki dan langsung di jawab Melodi. "Ya ia lah, orang habis mandi tadi."
"Mel." Panggil Rizki.
"Hmm." Melodi hanya menjawabnya dengan gumaman saja.
__ADS_1
"Seandainya kalau aku memutuskan hubunganku dengan Larisa demi pernikahan kita, apakah kamu juga mau memutuskan Anzas untuk pernikahan kita Mel?" Tanya Rizki serius.