
Usai menenangkan diri sebentar, Sarah pun langsung bersiap-siap dengan cepat. Dia tak mau nanti ketika Anzas selesai dengan mandinya dan mendapati dirinya masih belum berpakaian.
Tak butuh waktu lama, kini Sarah telah siap dengan setelan kampusnya. Setelah itu dia pun bergegas keluar kamar, menunggu Anzas di luar saja pikirnya.
Ingin sekali di berangkat kampus sendiri, tapi dia terlalu takut jika hal itu dia lakukan maka Anzas tak akan segan melakukan hal di luar dugaannya nanti. Dan dia tak mau itu sampai terjadi, itu sebabnya dia akan bersabar menunggu pria itu sekarang.
"Sayang, ayo berangkat." Ucap Anzas setelah baru saja keluar kamar dengan senyum tampan khas bulenya, seperti tadi tak terjadi apa-apa di antara mereka berdua.
Namun baru saja Sarah akan berdiri, tiba-tiba saja bel apartemen mereka berbunyi.
"Ayo, sekalian saja." Ucap Anzas lagi, karena memang kelas mereka sebentar lagi.
"Yah." Hanya itu yang Sarah ucapkan, dia pun langsung melangkah dan ketika tepat di samping Anzas. Pria itu langsung merangkul pinggangnya mengecup sayang kening dirinya.
"Maaf untuk yang tadi." Ucap Anzas dengan tulusnya dan Sarah pun hanya menganggukkan kepalanya saja tanda menerima permintaan maaf dari pria itu.
Wanita itu seketika luluh dengan tatapan tulus yang Anzas berikan padanya. Dan tanpa sadar dirinya sedikit tersenyum tanpa sadarnya hingga membuat Anzas yang melihat itu ikut bahagian.
Ah, tak bisa di pungkiri sejauh apapun dia ingin membenci pria di hadapannya ini. Maka semakin jauh pula pria itu masuk dan merusak kebencian itu. Ingin sekali dia menyangkalnya, tapi hati tak bisa di bohongi.
Awalnya Sarah berpikir jika kejadian kemarin sempat membuatnya hilang rasa pada pria itu, tapi entah kenapa hati kecilnya berkata lain. Dia tak bisa membenci pria itu sejauh manapun dia inginkan.
Hanya saja, sedikit kecewa di hatinya membuatnya sedikit risih akan perubahan perlakuan pria itu akhir-akhir ini padanya.
"Boleh?" Tanya Anzas dengan tatapannya menatap lekat Sarah sambil ibu jarinya mengusap lembut bibir merah muda milik Sarah.
Sungguh dia tak bisa menahan dirinya untuk urusan bibir merah mudanya milik Sarah itu.
Saat hendak menjawab permintaan Anzas itu seketika Sarah tersadar dengan adanya bunyi bel apartemen mereka lagi.
"Ada Tamu Za." Ucap Sarah dan dia langsung melangkah membukakan pintu untuk tamu mereka, dan hal itu otomatis membuat pegangan Anzas di pinggangnya pun langsung terlepas.
"Mengganggu saja." Batin Anzas.
"Hay Sar." Sapa tamu itu saat Sarah baru saja membukakan pintu apartemennya.
__ADS_1
"Kak Jimi." Ucap Sarah sedikit ada khawatir di nada bicaranya, bagaimana tidak. Sebulan yang lalu dia hanya menelfon Jimi saja, Anzas sudah marah sebesar itu padanya hingga mengakibatkan dia yang kehilangan sang calon anaknya.
Apalagi kini Jimi jelas jelas bertamu di apartemennya.
"Siapa sayang." Ucap Anzas sambil memeluk pinggang Sarah dari belakang, dan seketika Jimi langsung melotot kan matanya sebab yang dia tahu Anzas adalah kakak dari sarah sesuai dengan yang Anzas sampaikan waktu itu kepadanya.
Jika memeluk tak apa dia akan memakluminya, karena banyak kakak beradik yang melakukan hal itu. Tapi ini tidak dengan yang dilihatnya, karena Anzas tak hanya memeluk Sarah melainkan dia juga mendaratkan ciumannya di leher wanita itu.
"Bang Anzas." Sapa Jimi membuat Anzas yang sedang memeluk Sarah langsung menatap tajam ke arah sumber suara yang tak asing di telinganya itu.
"Mau apa kau ke mari." Ucap Anzas dengan dinginnya, tak suka dengan keberadaan Jimi sekarang.
"Aku hanya ingin bertemu Sarah, soalnya ponselnya tak bisa di hubungi Bang." Ucap Jimi yang masih berpikir Anzas kakaknya Sarah.
"Untuk apa, kita mau ke kampus sekarang.. Dan aku harap kamu tak usah lagi bertemu Sarah, karena kami akan segera menikah. Dan aku tentu saja akan melarang siapapun pria yang mau bertemu dengan calon istriku ini. Soal ponsel, aku sengaja memang melarang Sarah untuk memakainya." Tegas Anzas seakan dirinya takut jika Sarah akan di ambil Jimi nantinya.
Mendengar penuturan itu Jimi seketika di buat terkejut dengan berita ini.
"Bukannya Bang Anzas adalah kakaknya Sarah bukan?" Tanya Jimi yang bingung, namun juga begitu khawatir. Karena orang yang dia inginkan akan menikah, sekaligus juga merasa di bohongi.
"Kak Jim, apa yang di bilang Anzas benar. Kami akan segera menikah. Akan aku kirim undangannya ke apartemen kakak." Ucap Sarah sengaja, agar Jimi tak berlama-lama lagi dengan Anzas. Dia takut Anzas akan berbuat nekat pada sahabat baiknya itu, jika mereka terus bersama seperti ini.
"Tak perlu, tunggu sebentar." Ucap Anzas dan dia langsung berlalu masuk ke dalam, karena sedari tadi Jimi tak di persilahkan masuk melainkan hanya berbicara saja di luar apartemen mereka.
"Apa benar itu Sar, kau membohongi kakak. Kenapa seakan mendadak semua ini Sar." Ucap Jimi namun tak bisa di jawab Sarah, karena kini Anzas sudah kembali dengan membawa satu undangan di tangannya.
"Jangan lupa datang, tiga hari lagi pernikahan kami di laksanakan. Kalau gitu kita pamit yah, kelas kita mulai sebentar lagi. Kita bisa telat jika kau tahan terus." Ucap Anzas sambil menarik pinggang Sarah setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan Jimi yang mematung melihat kepergian mereka.
"Za." Panggil Sarah tak enak hati sudah pergi meninggalkan sahabatnya itu begitu saja.
"Jangan membantah, jika tak ingin sahabatmu itu mendapatkan balasan atas kematian bayi kita. Kamu masih mengingat bukan, kenapa aku marah dan berakhir dengan kita yang kehilangan janin di perutmu ini." Mendengar ucapan Anzas itu, seketika Sarah langsung terdiam dan memutuskan untuk mengikuti apa maunya Anzas saja.
Sesampainya di parkiran apartemen, Anzas langsung membuka pintu dan meminta Sarah untuk masuk. Setelah itu dia pun dengan keras menutup pintu mobilnya, dan berlari masuk kemudian.
"Ku ingatkan pada mu Sayang, jangan pernah temui atau berhubungan lagi dengan Pria tadi. Aku tak suka dengannya, mengerti." Ucap Anzas tegas sebelum akhirnya dia melajukan mobilnya, sedangkan sarah hanya diam saja tak mau menanggapi pria pemarah di sampingnya ini.
__ADS_1
Sesampainya di kampus, mobil mereka terparkir berdampingan dengan mobil Melodi juga Rizki yang juga baru tiba di parkiran kampus itu.
"Mel, Melodi." Panggil Anzas saat dia baru turun, sengaja melakukan itu untuk membalas Sarah tadi. Dia hanya ingin melihat apakah Sarah akan cemburu dengan Melodi atau tidak.
Sedangkan Sarah yang melihat itu seketika langsung tersenyum masam.
"Hay Za." Jawab Melodi dan Rizki langsung menarik Melodi ke sampingnya saat Anzas mendekati Istrinya itu.
"Kalian ada kelas juga hari ini." Tanya Anzas basa-basi saat sudah berada di samping Melodi dan Rizki, padahal dia sudah hapal betul jadwal mantan kekasihnya itu.
"Yah, tentu saja. Ngapain kita datang kalau nggak ada kelas." Ucap Rizki Dingin namu terdengar sedikit sewot di nada bicaranya.
"Dih, lihat tuh suami kamu Mel. Takut banget kelihatannya." Ucap Anzas dan Melodi hanya senyum menanggapi hal itu, karena dia pun merasakannya.
"Za, aku duluan." Ucap Sarah melewati mereka semua.
Dia sedikit kesal dengan Anzas karena seakan melupakan dirinya saat melihat Melodi di depan mata.
"Mel, Ki. Duluan yah, calon istri udah cemburu tuh. Kamu ada temennya Ki, hahaha." Ucap Anzas sedikit terkekeh pelan di akhir kalimatnya, setelah itu dia pun berlalu mengejar Sarah.
"Nggak mau aku nikahi, tapi cuman gini aja udah kesal cemburu nggak jelas kaya gitu." Gumam Anzas dengan langkah mendekati Sarah.
Sedangkan Sarah, dia terus saja menggerutu sepanjang langkah kakinya.
"Dih, katanya sayang sama aku. Mau nikahin aku, tapi lihat mantan aja seketika lupa sama aku yang jelas-jelas ada di sampingnya."
...🌼Hari ini kita bisa mengatakan benci atau cinta terhadap seseorang, besok bisa saja kebalikannya. Karena Tuhan tahu, penempatan hati yang tepat dimana rasa benci dan cinta harus di tempatkan dalam keadaan dan situasi yang seharusnya dia berada."🌼...
...Komennya jangan lupa yah, Author butuh pendapat kalian tentang Bab ini buat Up selanjutnya....
...Like,Gift, vote & fav sebagai bonus buat Author tetap Semangat😁...
Yuk yang belum mampir di cerita baru Author, jangan lupa mampir yah.
Judul : SATRIA. Author tunggu di sana yah, semoga berkenan☺️🤗.
__ADS_1