Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Masih Di Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah kepergian Bima dan Rizki selesai menyuapi Melodi, tak berselang lama kedua orang tua Melodi dan Rizki datang setelah tadi Rizki sempat menghubungi mereka.


"Sayang, ini kenapa dengan Melodi Ki." Panggil sekaligus tanya Mami Eka saat baru memasuki ruangan Melodi di susul yang lainnya di belakang beliau.


"Ki kenapa dengan Melodi." Kali ini suara Ibu Rizki yang bertanya akan kondisi sang menantu pada anak lelakinya itu.


Sedangkan para bapak hanya menyaksikan saja sebelum bagian mereka di persilakan oleh ratu-ratu mereka.


"Melodi nggak papa Bu, Mi. Tadi Melodi hanya pingsan ko. Mungkin Melodi nggak makan banyak tadi pas ke kampus." Ucap Melodi namun dia sempat mengedipkan matanya pada sang suami bertanda urusan mereka tak perlu di ketahui orang tua.


Karena akan berakibat fatal jika nanti mereka yang turun tangan nantinya jika tahu ada masalah yang menimpah mereka hingga membuatnya berakhir di rumah sakit saat ini.


"Ya Mi, Bun. Rizki janji besok besok nggak bakalan Biarin Melodi kaya gini lagi." Sambung Rizki yang sudah mengerti maksud sang istri.


"Berarti mulai besok, makan kamu harus di tambah porsinya lagi sayang." Ucap Mami Eka karena tadi beliau sendiri yang menyiapkan makanan untuk Melodi.


"Mati aku." Batin Melodi mendengar penuturan sang Mami, padahal tadi pagi saja dia sangat kekenyangan karena ulah Mami dan Ibu mertuanya itu yang terus saja memaksanya makan ini dan itu yang telah mereka siapkan.


"Maafin Mami yah, Mami pikir tadi yang Mami siapkan udah cukup." Lanjut Mami Eka lagi.


"Iya sayang, Maafin Ibu juga yah. Nggak peka sama kamu pas makan tadi. Tapi cucu mami nggak papa kan, sehat-sehat aja kan." Ucap Ibu Rizki yang sejak di perjalanan tadi terus saja memikirkan keadaan calon cucunya itu.


"Cucu Mami gimana nak?" Tanya Mami Eka juga ikut penasaran.


"Dede bayinya baik-baik saja Bu, Mi. Mereka sehat iya kan Habby." Ucap Melodi yang memang belum tahu pasti soal keadaan bayinya sejak kedatangan sang Abang tadi.


"Iya sayang, Cucu Mami Ibu baik-baik saja. Itu semua berkat Maminya yang kuat." Ucap Rizki sambil mengecup kepala Melodi.


"Syukurlah, lalu kapan boleh pulang?" Tanya Mami Eka.


"Besok Mi, sekalian besok kita mau meriksa bayi kita. Sudah Iki daftarkan buat periksa besok, biar sekarang Melodinya istirahat saja dulu di sini." Ucap Rizki.


"Ya udah Biar Mami dan Ibu yang temani Melodi di sini, Kamu sana pulang sama Papi dan Ayah kamu saja sekarang." Ucap Ibu Rizki dan langsung di iyakan Mami Eka.


"Hey, kalian seenaknya saja. Kita juga belum di kasih kesempatan buat bicara sama Melodi, ini malah sudah langsung di suruh pulang." Protes Ayah Gunawan dan di lanjutkan besannya Papi Darma.


"Iya Mami juga sampai lupa Papi ada di sini. Minggir Mi gantian sama Papi." Ucap Papi Darma sambil meminta sang istri berdiri dari sisi Melodi untuk gantian dengan beliau.

__ADS_1


Sementara Mami Eka hanya ber sungut namun tak ayal beliau mengikuti perintah sang suami. Begitu pun dengan Ibu Rizki yang berpindah tempat dan di gantikan Suaminya Ayah Gunawan.


"Mi Bu, biara suami Melodi yang temani Melodi boleh. Melodi nggak bisa tidur kalau nggak di peluk." Ucap Melodi setelah diam memikirkan ucapan kedua Maminya itu.


Bisa-bisa dia tak tidur sampai pagi kalau Rizki tak bersamanya nanti.


Sementara Rizki yang mendengar itu hanya bisa menyunggingkan senyumnya senang mendengar kalimat sang istri yang tak pernah wanita itu utarakan sebelumnya.


"Iss kalian ini." Gerutu sang Mami.


"Baiklah, kalau itu mau mu sayang.


Dan selanjutnya sang papa yang mulai beraksi namun tak se lebai para istri mereka..


"Saga, Gerald kalian berdua kok diam diam saja. Ibu sampai nggak nyadar kalian ada di sini loh." Ucap Ibu Rizki yang sudah kenal dengan teman kedua anaknya itu.


"Eh ibu, takut ganggu kalau kita ikut nimbrung Bu." Ucap Saga dan langsung salim dengan Ibu dan juga Mami Melodi sementara dengan kedua bapak tadi sudah lebih dulu mereka lakukan saat para ibu itu sedang berbincang dengan Melodi.


Dua jam kemudian Para orang tua berpamitan pulang, karena mereka harus bersiap-siap besok akan kembali pulang ke kota mereka masing-masing. Sebab pekerjaan para suami sudah mangkir selama mereka berada di sini.


Setelah kepergian mereka kini tinggallah keempat bersahabat di sana.


"Iya aku lupa lagi, pesan gih pakai akun aku saja." Ucap Rizki sambil memberikan ponselnya untuk di pakai Saga memesan makanan untuk mereka.


"By, pesankan aku sate taichan dong. Pengen." Ucap Melodi saat mendengar mereka akan memesan makanan.


"Baiklah."


"Lo dengar kan Sag pesankan juga sate buat Melodi." Ucap Rizki lagi dan hanya mendapatkan anggukan kepala dari pria itu.


"Mel, beneran lo udah nggak papa kan." Ucap Gerald sambil menghampiri Melodi.


"Nggak kok, baik-baik saja aku. Boleh minta tolong Ger?" Ucap Melodi saat melihat Gerald entah kenapa dia ingin sekali meminta sesuatu dari pria itu.


"Mau minta tolong apa sayang biar aku saja." Ucap Rizki sambil kembali duduk di dekat Melodi setelah tadi dia menghampiri Saga di sofa depan brankar Melodi.


"Nggak aku maunya Gerald By. Boleh kan Ger." Setelah mengucapkan penolakan untuk Rizki kini Melodi menatap Gerald dengan penuh permohonan.

__ADS_1


"Boleh lah Mel, apa sih yang nggak boleh buat wanita tercantik di antara kita berempat ini." Ucap Gerald dengan cekikikan di belakangnya saat melihat wajah menggemaskan Melodi kini.


Sementara Rizki hanya bisa pasrah setelah mendengar penolakan sang istri terhadapnya.


Saga hanya sekilas saja memperhatikan mereka sebab dia sedang fokus dengan makan yang mau dia pesankan, tentu sesuai keinginannya karena para sahabatnya itu tak memberitahu mau mereka selain Melodi saja tadi.


"Hehehe, sini." Melodi mengisyaratkan Gerald untuk lebih mendekatinya.


Wanita itu pun mengambil Tangan Gerald dan meletakan nya di atas perut ratanya itu, entah kenapa saat dia melihat Gerald tiba-tiba saja dia menginginkan agar pria itu mengusap perutnya kini.


Sementara Rizki yang melihat itu langsung menepis tangan Gerald dari perut Sang istri.


"Kamu apa apaan sih yang, ko nyuruh Gerald tahan perut kamu. Kan aku juga bisa." Keluh Rizki tak terima Gerald menyentuh sang istri.


"Isss, kamu yang apa-apaan By. Orang aku pengennya perutku dielus Gerald bukan kamu By." Sambil berkata Melodi menepis tangan Rizki yang sedang mengelus perutnya dan menggantikannya dengan tangan Gerald.


"Aku nggak tahu apa-apa yah Ki, ini Melodi yang gerakan tangan aku. Kamu lihat sendiri kan." Ucap Gerald cepat saat Rizki menatap tak suka tangannya yang sedang di tuntun Melodi ke perut wanita itu.


"By." Melodi berkata dan menatap tajam tangan Rizki yang hendak mau menepis tangan Gerald lagi.


"Tega kamu yang." Ucap Rizki dan hanya di tanggapi Melodi santai, sementara Gerald hanya cengengesan menatap keduanya.


"Usap Ger, kenapa diam aja. Tiga kali yah, nggak boleh lebih nggak boleh kurang." Ucap Melodi dan langsung di lakukan Gerald.


Setelah usapan ketiga Melodi langsung tersenyum bahagia.


"Udah Lepasin tangan kamu, aku bilang tiga kali saja kan. Kenapa ini tangan nggak minggat-minggat dari perutku." Ucap Melodi dan dengan cepat Gerald melepas tangannya.


"Isss nggak ada terima-terimakasihnya, malah di omelin." Gerutu Gerald.


"Rasain." Ledek Rizki saat melihat Gerald di tegur Melodi.


...Komennya jangan lupa yah, Author butuh pendapat kalian tentang Bab ini buat Up selanjutnya....


...Like,Gift, vote & fav sebagai bonus buat Author tetap Semangat😁...


Yuk yang belum mampir di cerita baru Author, jangan lupa mampir yah.

__ADS_1


Judul : SATRIA. Author tunggu di sana yah, semoga berkenan☺️🤗.


__ADS_2