Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Akan Aku Coba, Tapi Beri Aku Waktu.


__ADS_3

"Seandainya kalau aku memutuskan hubunganku dengan Larisa demi pernikahan kita, apakah kamu juga mau memutuskan Anzas untuk pernikahan kita Mel?" Tanya Rizki dengan serius, namun itu membuat Melodi langsung melepas pelukan pria itu. Melodi bahkan menatap pria itu seakan tatapannya mengatakan apakah pria itu serius dengan perkataannya barusan atau hanya sebuah pertanyaan berandai-andai semata..


Rizki yang di tatap seperti itu dari Melodi langsung merasa jika pertanyaannya tadi tak diterima, dan membuat Melodi tak suka mungkin dengan pertanyaannya.


"Hanya seandainya Mel, tak usah kau anggap serius." Ucap Rizki seakan mempertegas jika ucapannya hanya berandai andai saja, padahal pertanyaan itu adalah jelas dari relung hati terdalamnya. Namun mungkin karena Melodi seperti kaget berat dengan pertanyaannya tadi sehingga wanita itu tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Akan aku coba, maukah kamu memberiku waktu untuk itu Mas?" Ucap Melodi seketika membuat Rizki tak mampu bernafas sakin senangnya. Ini jawaban yang dia inginkan akan pertanyaannya.


Rizki berpikir Melodi akan marah dengan ucapannya tadi, makanya dia mengawali pertanyaannya dengan kata seandainya jikalau saja ternyata wanita itu tak terima nanti. Namun dugaannya salah, Melodi bahkan mau mencobanya walaupun itu akan membutuhkan waktu seperti yang Melodi minta.


Sungguh, Rizki sangat bahagia akan tanggapan Melodi hingga dengan spontan pria itu langsung memeluk istrinya dengan begitu erat sambil terus mengucapkan terimakasih dan menghujani puncak kepala Melodi dengan kecupan bahagianya.


Melodi yang kaget akhirnya hanya bisa dengan pasrah menerima perlakuan Rizki, namun dia saat ini langsung memikirkan ucapannya tadi. apakah bisa dia melepas Anzas dan menerima seutuhnya Rizki sebagai suaminya, karena jujur dari hati terdalam Melodi dia tak pungkiri jika Anzas sudah begitu jauh mencuri hatinya dengan perlakuan baik pria itu dan dia tak mungkin memutuskan Anzaz tanpa alasan yang jelas. Namun begitu, dia akan berusaha agar bisa menerima Rizki sebagai suaminya, karena sejatinya dia tak mau adanya perpisahan dalam pernikahannya. Karena baginya Pernikahan hanya boleh sekali dalam hidupnya kalau bisa.


"Iya sayang, Terima kasih." Ucap Rizki lagi yang kesekian kalinya.


"Iya, tapi lepas dulu Mas. Nggak bisa nafas ini, aku belum mau mati ih." Ucap Melodi ketika sudah kembali sadar dan merasakan pelukan Rizki yang begitu menyulitkan pernafasannya itu.


"Hehehe, maaf maaf." Ucap Rizki sambil melepas pelukannya dan menatap Melodi yang sedang mengatur nafasnya.


"Kamu beneran sakit nggak sih Mas, pelukannya pakai tenaga banget kaya orang sehat." Ucap Melodi karena sakin kencangnya pelukan Rizki padanya.


"Kan aku udah bilang, pelukan itu dapat mempercepat kesembuhan seseorang,. Mungkin dengan pelukan tadi juga energi aku jadi kembali lagi seperti semula." Ucap Rizki sambil tersenyum hangat pada sang istri.


"Mengada-ngada saja kamu Mas." Ucap Melodi.

__ADS_1


"Aku serius sayan..."Ucap Rizki terpotong karena ponsel milik Melodi yang berdering.


"Siapa?" Tanya Melodi ketika Rizki sudah mengambil ponselnya.


"Ibu." Ucap Rizki dan langsung mengangkat panggilan sang Ibu.


"Halo Bu." Sapa Rizki ketika dia sudah menekan tombol hijau di ponsel itu.


"Hey, sayang. Mana Melodi, ko kamu yang angkat telfonnya sih." Ucap Ibu Rizki membuat pria itu tak terima.


"Yah apa bedanya aku atau Melodi yang angkat Bu, orang dia istri aku juga." Ucap Rizki membuat Melodi mencubit perut pria itu.


"Awwww sayang sakit." Ucap Rizki mengadu dan Melodi langsung merebut ponselnya dari tangan Rizki sambil melototi pria itu.


"Ibu, maafin Rizki yah. Ada apa Bu telfon Melodi dan Maaf Melodi nggak sempat Telfon Ibu." Ucap Melodi merasa tak enak sama ibu mertuanya itu.


"Anak itu memang nakal sayang nggak usah di tanggapi.." Ucap Ibu Rizki.


"Masalah telfon, nggak usah khawatir. Kamu pasti kewalahan kan urus tuh bayi gedenya kamu. Ibu cuman mau bilang, kapan kalian datang kesini? Kakek udah nanyain kalian terus sayang." Ucap Ibu Rizki lagi.


"Hehehe, ibu bisa aja. Entar aku bilang Mas Rizki deh biar sabtu kita ke rumah Ibu." Ucap Melodi tak enak, karena waktu itu yang mereka datang tapi tak sempat menginap karena harus berkunjung juga ke rumah orang tuanya.


"Iya sayang, Ibu tunggu yah. Nanti Ibu sampaikan buat kakek." Ucap Ibu Rizki ceria.


"Iya Bu, Ibu sehat-sehat yah di sana." Ucap Melodi perhatian.

__ADS_1


"Auww Mas, apa sih." Ucap Melodi pelan karena tak enak dengan Ibu mertuanya. Karena saat ini Rizki sedang tidur di pangkuannya, bahkan pria itu menyembunyikan wajahnya di perutnya sambil mencium gemas perut Melodi hingga gadis itu merasa geli dibuatnya.


"Iya sayang, kalian juga. Ibu tutup yah, bilang tuh bayi gedenya maaf udah ibu ganggu." Ucap Ibu Rizki karena sudah berpikir yang tidak-tidak pada kedua pasangan itu.


Melodi yang paham akan arah ucapan Ibu mertuanya pun jadi kikuk sendiri.


"Eh, nggak ganggu kok Bu. Itu tadi Mas Rizkinya hanya jahil ko Bu, kita lagi nggak ngapa-ngapain kok hanya lagi duduk cerita-cerita aja." Ucap Melodi jujur, seolah dia mau menjelaskan pada sang Ibu jika mereka memang sedang tak lakukan apapun dan tak merasa terganggu sedikitpun.


"hehehe. Iya sayang, kalau lagi ngapa-ngapain juga nggak papa kok Ibu ngerti kan pernah muda juga Ibu. Itu kan pahala juga." Ucap Ibu Rizki yang Membuat Melodi jadi yakin jika suaminya menurunkan kejahilannya dari sang Ibu mertuanya.


"I-iya Bu." Ucap Melodi yang seketika menjadi tak nyaman dengan perbincangan Ibu mertuanya.


"Ya udah, salam aja deh buat suami kamu. ibu tutup yah, bay sayang." Ucap Ibu Rizki setelah itu langsung menutupi panggilannya dengan hati bahagia, karena berharap secepatnya Kedua anaknya itu akan memberikan cucu pertama untuk keluarga mereka.


"Kamu sih Mas, ibu jadi berpikir yang tidak-tidak kan. Malu tahu." Ucap Melodi sakin malunya.


"Emang ibu bilang apa?" Tanya Rizki pura-pura tak paham, padahal dia tahu Ibunya pasti sudah berpikir yang macam-macam tentang mereka dari perkataan Melodi barusan.


"Tau ah." Ucap Melodi sambil mendorong kepala Rizki dari pangkuannya.


"Sayang, sakit tahu. Suami masih sakit masa di dorong-dorong gitu." Ucap Rizki mendramatisir, padahal Melodi mendorongnya pun tak terasa.


"Maaf maaf, habis kamunya sih jahil terus. Malu tahu sama Ibu." Ucap Melodi tapi masih sempat-sempatnya mengelus kepala Rizki yang tadi didorongnya.


"Yah cuman ibu doang, pake malu Mel. Santai aja." Ucap Rizki seolah tak merasa bersalah, karena pikirnya sama Ibu sendiri ngapain mesti malu. Toh juga mereka tak ngapa-ngapain juga pikirnya.

__ADS_1


"Hmm, harusnya aku paham yah. Kamu kan nggak pernah punya malu." Ucap Melodi pasrah.


"Enak aja, nggak punya malu. Kalau aku nggak punya malu, udah tuh aku minta hak aku sebagai suami kamu dari lama." Ucap Rizki tak sadar.


__ADS_2