Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Kecewanya Melodi


__ADS_3

"Tinggalkan wanita Murahan ini Ki, kamu nggak jijik memeluknya." Ucap Melodi sambil Menyeka air matanya.


"Nggak, kamu nggak murahan Mel. Aku yang salah, aku terbawa emosi Mel. maafkan aku." Ucap Rizki sambil mengencangkan pelukannya.


"Lepas ki." Ucap Melodi lirih.


"Nggak mau sebelum kamu maafin aku." Ucap Rizki kekeh sambil menyandarkan kepalanya di di leher Melodi.


"Ki, aku capek." Ucap Melodi jujur karena sejak tadi tenaganya sudah ter kuras habis seharian full di tambah juga sikap Rizki padanya.


Rizki yang mendengar itu langsung melonggarkan pelukannya hingga Melodi bebas untuk dapat bergerak kembali.


Saat Melodi mau menanggalkan kimono mandinya di hadapannya, spontan saja Rizki langsung menegurnya.


"Apa yang kamu lakukan Mel." Ucap Rizki langsung membuang pandanganya ke tempat lain karena Melodi benar-benar melepas kimono itu di hadapannya.


"Wanita murahan sepertiku tak perlu ada lagi yang ditutupi, apalagi kamu suamiku sendiri kan." Ucap Melodi santai, sambil memakai pakaiannya dengan melihat ke arah Rizki yang masih tak melihat ke arahnya.


Setelah selesai Melodi langsung meninggalkan Rizki yang masih diam membisu di tempatnya.


Sungguh Rizki sangat mengutuk dirinya sendiri karena sudah dengan lancangnya mengatai Melodi seperti itu, tapi tak ada niat sedikitpun untuk Rizki menganggap Melodi murahan. Dia hanya tak suka jika Melodi terlalu dekat dengan Anzas, itu saja.


"Maafkan aku Mel, aku sudah dibutakan cemburu hingga mengatai kamu seperti itu."


Hingga hampir setengah jam Rizki menunggu Melodi di kamar, namun gadis itu tak kunjung kembali. Rizki pun memutuskan untuk melihat Melodi di luar kamar, karena saat ini waktu sudah menunjukan pukul satu malam.


Saat Rizki keluar kamar dia langsung di suguhkan pemandangan Melodi yang tertidur lelap di sofa. Pria itu pun langsung menghampiri Melodi dan duduk di lantai sambil melihat wajah polos Gadis itu, dengan mata bengkak dan wajah lelahnya. Diusapnya dengan sayang wajah Melodi namun gadis itu tak terusik sedikitpun dengan pergerakan tagan Rizki di wajahnya itu.


Setelah di rasa cukup Rizki pun langsung mengangkat Melodi untuk membawanya ke kamar mereka. Di letakan dengan pelan tubuh itu, setelahnya Rizki pun menyelimuti Melodi kemudian mengecup kening gadis itu. Tanpa kata Rizki pun meninggalkan Melodi dan dia pun lebih memilih untuk tidur di sofa tempat Melodi tadi.

__ADS_1


Keesokan harinya....


Melodi terbangun terlebih dahulu di bandingkan Rizki. Gadis itu pun bergegas keluar kamar karena tak mendapati Rizki di sana, juga dia sedikit bingung pasalnya semalam dirinya tak tidur di kamar melainkan di sofa..


Saat keluar kamar, Melodi melihat Rizki yang terlelap di tempatnya semalam dan dia pun berpikir bahwa mungkin Rizki yang memindahkan dirinya. Namun dia tak memusingkan itu.


Melodi pun Langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.


Tak berselang lama Rizki terbangun dari tidurnya, walaupun saat ini dia masih merasakan kantuk yang cukup berat karena dia baru bisa tidur menjelang subuh tadi. Tapi karena bunyi yang Melodi timbulkan dari dapur membuat dia tak bisa kembali tidur lagi.


Rizki pun pergi menyusul Melodi di dapur hanya sekedar mengucapkan selamat pagi, dan berharap Melodi sudah memaafkannya.


"Pagi Mel." Ucap Rizki namun Tak ada tanggapan apapun dari gadis itu. Melodi tetap fokus dengan masakannya tanpa memperdulikan di sekitarnya sedikitpun.


Merasa tak di hiraukan Rizki pun memilih untuk berlalu menuju kamar mereka dengan berniat mandi pagi.


Setelah usai Rizki pun keluar kamar dan mendapati Melodi sedang duduk di sofa kamar mereka sambil memainkan ponsel milik wanita itu.


Rizki yang awalnya senyum pun akhirnya melonggarkan senyumannya dan berjalan menuju lemari pakaian untuk berpakaian.


Setelah rapi Rizki pun duduk santai di Kasur mereka sambil menunggu Melodi untuk mereka sarapan bersama.


Setelah hampir tiga puluh menit Melodi pun keluar kamar mandi. Gadis itu dengan santainya berjalan ke lemari pakaian di bawah tatapan Rizki dan tak menghiraukan pria itu sedikitpun.


Seperti semalam Melodi melakukan hal yang sama, dia dengan santai mengganti pakaian di hadapan Rizki tak peduli pria itu kini menatap dirinya tanpa berkedip sedikitpun.


"Mel apa yang kamu lakukan." Ucap Rizki sambil berjalan ke arah Melodi.


"Kenapa?" Tanya Melodi berani.

__ADS_1


Rizki yang melihat Melodi yang kembali berkaca-kaca pun memutuskan untuk meninggalkan kamar itu.


Setelah kepergian Rizki dari kamar itu, Melodi langsung menangis sejadi-jadinya.


"Rizki benar. Kamu memang Murahan Mel, sangat Murahan." Ucap Melodi sambil sesenggukan memukul dadanya sendiri hanya sekedar menghalau sakit di sana.


Setelah merasa puas menangisi dirinya, Melodi pun sedikit merias dirinya hanya untuk menutupi wajah sembabnya pagi ini. Setelah merasa cukup, Melodi pun bergegas keluar menuju ruang makan mereka dimana Rizki telah menunggunya di sana.


Mereka makan dengan diam, tak ada obrolan seperti biasanya. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Setelah selesai, Melodi langsung meninggalkan Rizki namun sebelumnya dia menyempatkan pamit kepada Rizki terlebih dahulu.


"Aku duluan Mas." Ucap Melodi langsung meninggalkan Rizki tanpa menunggu jawaban dari pria itu. Bagaimanapun Melodi masih menghargai Rizki sebagai suaminya, itu sebabnya di tetap berpamitan kepada Rizki walau pria itu sudah menorehkan luka di hatinya.


Bukan lebai, namun seumur hidupnya dia tak pernah mengatai orang seperti itu bahkan berniat menghakimi orang dengan kata "Murahan" itu pun tak pernah di pikirkan Melodi sebelumnya. Namun sekarang Teman sekaligus suaminya sendiri pun sudah mengatai dirinya seperti itu, lantas apa masih bisa dia seperti dulu lagi menghadapi Rizki. Tidak, terlalu malu pikir Melodi.


"Hati-hati Sayang." Ucap Rizki Setelah tak lagi melihat keberadaan Melodi.


Setelah menyelesaikan sarapannya Rizki pun tak berniat untuk ke kampus saat ini. Dia lebih memilih untuk bersantai di Apartemen itu hanya sekedar membereskan sisa masak Melodi tadi, dia juga menghabiskan waktu dengan Memikirkan hal yang bisa dia lakukan agar Melodi mau memaafkan dirinya nanti.


Saat sedang asik dengan lamunannya tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering.


"Halo Ga." Ucap Rizki ketika sudah mengangkat telfon itu yang ternyata Saga yang menelponnya.


"Lo sama Melodi kenapa nggak ke kampus?" Tanya Saga to the poin.


"Hah, Melodi nggak ke kampus juga?" Ucap Rizki kaget.


"Iya, sudah aku hubungin juga tapi nggak bisa. ponselnya nggak aktif. Kalian janjian." Ucap Saga.


Rizki yang mendengar itu langsung panik seketika, pria itu langsung saja memutuskan panggilannya sepihak.

__ADS_1


"Kamu kemana Mel." Ucap Rizki sambil mencoba menghubungi Melodi namun seperti yang Saga bilang tadi Melodi tak bisa di hubungi. Degan kesal Rizki langsung melempar ponselnya ke sofa.


"Apa dia ke apartemen miliknya." Ucap Rizki lagi sambil mondar mandir tak jelas di ruang tamu mereka.


__ADS_2