
"Hmm, harusnya aku paham yah. Kamu kan nggak pernah punya malu." Ucap Melodi pasrah.
Namun itu membuat Rizki tak terima dengan perkataan istrinya itu, walau memang benar apa yang di katakan wanita itu tak salah sedikitpun.
"Enak aja, nggak punya malu. Kalau aku nggak punya malu, udah tuh aku minta hak aku sebagai suami kamu dari lama." Ucap Rizki tak sadar.
Melodi yang mendengar ucapan Rizki langsung bergidik ngeri sendiri. Dia gadis dewasa yah tentu saja tahu paham maksud dari perkataan pria itu, walau dia sendiri belum pernah tahu caranya tapi entah kenapa mendengar itu membuatnya merinding.
Dengan sigap Melodi langsung mendorong kepala Rizki namun dengan lembut.
"Minggir Mas, aku ngantuk." Ucap Melodi seketika sambil langsung berbaring memunggungi Rizki.
Rizki yang sadar dengan ucapannya barusan langsung terima saja ketika Melodi Memindahkan kepalanya dari paha gadis itu.
"Nih mulut ko nggak bisa di rem sih." Batin Rizki sambil melihat punggung Melodi.
"Sayang, nggak bagus tidur sore-sore." Ucap Rizki beralasan menutupi rasa malunya, dan menganggap tak terjadi apapun barusan. walaupun barusan memang benar perkataannya, berdekatan dengan Melodi membuat dirinya jadi tak waras. Hingga ucapannya pun kadang tak terkontrol dengan baik.
"Iss, tadi katanya mau istirahat Mas. Sekarang udah ngantuk malah dilarang." Ucap Melodi tanpa menatap Rizki, karena sebenarnya dia sedikit merasa bersalah pada pria itu. Karena hampir sebulan menikah, dirinya belum menjalani tugasnya menjadi istri yang sepenuhnya bagi Rizki. Bukan tak mau, tapi dia belum siap untuk itu. Bukan mau menjadi istri durhaka, namun bisakah mereka melakukan itu dengan keadaan saling menerima satu sama lain. Itu saja pikir Melodi.
"Maaf sayang, nggak lihat jam soalnya tadi. Malah tahu tahu udah jam lima aja, cepat banget." Ucap Rizki sambil menatap Melodi yang mulai bangkit dari pembaringannya tanpa menatap ke arahnya.
"Oh iya Mas, sabtu kita ke rumah Ibu yah, katanya kakek kangen." Ucap Melodi ketika dirinya beranjak turun dari pembaringan mereka namun mengingat permintaan sang Ibu mertua yang belum sempat di sampaikan pada Rizki.
"Iya, udah dengar tadi." Ucap Rizki dan Melodi hanya mengangguk anggukan kepalanya saja.
Ketika kakinya hendak melangkah lagi setelah mengucapkan pesan ibunya untuk Rizki, Melodi jadi teringat kembali pada pesan yang iya baca ketika tadi Rizki memintanya untuk menelfon Saga untuk membeli obat padanya. Melodi sempat membaca pesan itu sebelum kembali meletakan ponselnya ke atas meja kembali.
"Mas." Panggil Melodi.
"Ya sayang." Jawab Rizki cepat.
"Kamu udah sehat Mas." Tanya Melodi memastikan, karena sebenarnya sakit Rizki itu tak begitu parah. Pria itu hanya stres memikirkan Melodi itu saja, hingga membuatnya tiba-tiba drop seketika. Namun untung dengan sigap Melodi mengerti untuk memberikannya obat, hingga kini Rizki terlihat sudah mulai membaik.
"Lumayan, kenapa?" Tanya Balik Rizki merasa kepo dengan pertanyaan Melodi.
__ADS_1
"Mmm, begini Mas. tadi Mamanya Raja mengirim pesan untuk mengajak aku untuk berkunjung ke apartemen mereka, buat makan malam nanti." Ucap Melodi belum selesai langsung saja dipotong Rizki.
"Pergi saja, aku mengijinkan. Dia sahabatmu yang udah lama nggak ketemu kan." Ucap Rizki pasrah. Dia jadi teringat waktu Melodi ke apartemen Anzas dan meninggalkan dirinya sendiri di parkiran. Mengingat itu, Rizki langsung lemas kembali. Pria itu terlihat langsung berubah raut wajahnya, kentara jika dirinya tak suka dengan ucapan Melodi. Namun begitu, dirinya tak mau membuat Melodi tak nyaman nanti jika dia tak mengijinkan gadis itu untuk pergi.
"Kamu.." Ucap Melodi lagi-lagi terpotong ucapan Rizki.
"Maaf aku nggak bisa ngantar kamu, aku butuh istirahat." Ucap Rizki tak mau lagi kejadian itu kembali menimpa dirinya lagi, di tinggalkan pulang begitu saja.
"Bukan itu maksud aku Mas." Ucap Melodi.
"Lalu apa? kamu boleh kok pergi, bahkan di jemput teman kamu nggak papa. Biar pulangnya di antar dia juga apa-apa, nggak baik cewe malam-malam pulang sendiri." Ucap Rizki jujur, namun sedikit membuat Melodi seakan disindir telak oleh ucapan Rizki.
"Bukan Mas, maksud aku kamu mengijinkan nggak aku yang ajak mereka makan malam di sini?" Ucap Melodi yang lagi-lagi membuat Rizki shock, yang pergi ke apartemen Anzas saja sudah membuat dia setengah mati cemburu. Apalagi ini malah meminta agar sahabat Melodi yang jelas-jelas sudah membuatnya cemburu sampai-sampai sakit tadi, malah ini mau mengundangnya ke apartemen mereka. Yang benar saja Melodi, pikir Rizki.
"Kenapa nggak di apartemen mereka saja Mel." Ucap Rizki.
"Yah nggak mungkin aku ninggalin kamu sendiri Mas." Ucap Melodi membuat Rizki mau tak mau mengijinkan permintaan Melodi.
"Baiklah, terserah kamu saja." Ucap Rizki membuat Melodi mengembangkan senyumnya.
Rizki yang spontan mendapat kejutan pelukan dari Melodi pun akhirnya tersenyum bahagia, menutupi rasa kesalnya yang tadi sempat muncul.
"Ya udah, aku masak yah." Ucap Melodi kemudian langsung beranjak pergi setelah tadi melepas pelukannya karena sadar dengan tingkahnya barusan.
"Iya sayang." Jawab Rizki dengan senyum bahagianya.
Namun ketika Melodi telah hilang di balik pintu, barulah Rizki merasa sesak di dadanya mengingat akan adanya laki-laki lain yang akan menjadi tamu di apartemen mereka. Apa lagi laki-laki itu yang sempat berhasil membuatnya cemburu berat. Memikirkan itu mendadak kepala Rizki kembali pusing dibuatnya.
Malam menjelang, kini Melodi sudah siap dengan setelan santai khas rumahan. Setelah tadi selesai masak dirinya langsung membersihkan diri, karena sebentar lagi sahabatnya akan berkunjung.
"Mas, kenapa tidur terus." Ucap Melodi karena, sehabis mandi tadi Rizki kembali berbaring di tempat tidur mereka.
Namun baru saja pria itu mau menjawab ucapan istrinya, tiba-tiba saja bel apartemen mereka berbunyi nyaring. Dengan senang Melodi langsung beranjak keluar dari kamar mereka tanpa menunggu jawaban dari suaminya atas pertanyaannya tadi.
"Bahagia banget kamu Mel, apa sesenang itu kamu di datangi sahabat kamu." Ucap Rizki sambil menatap kepergian Melodi.
__ADS_1
Di luar kamar kini Melodi sudah mengajak Raja beserta Mama Ami untuk masuk ke dalam Apartemen mereka.
"Duduk dulu Ma, Ja. Aku ambil minum dulu." Ucap Melodi.
"Iya sayang, jangan repot-repot." Ucap Mama Ami.
"Nggak repot ko Ma." Ucap Melodi dan langsung berjalan menuju dapur.
"Aku bantu Mel." Ucap Raja sedikit keras, membuat Rizki yang sedang dikamar menjadi tak tenang sendiri. Ingin Rasanya pria itu keluar dan memperkenalkan dirinya pada Raja sebagai suaminya Melodi, namun dirinya terlalu takut jika itu akan membuat Melodi tak suka padanya. Dengan Pasrah Rizki pun langsung beranjak ke balkon kamar mereka, demi untuk tak mendengar obrolan tamu istrinya itu.
"Nggak usah, ini udah siap kok." Ucap Melodi sambil berjalan membawa nampan berisi minuman di atasnya dengan empat gelas kosong yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Ko empat sayang." Tanya Mama Ami, karena mereka hanya bertiga pikirnya.
"Oh iya Ma, aku hampir lupa. Tunggu sebentar yah, Mama minum aja kamu juga Ja. Aku tinggal sebentar." Ucap Melodi kemudian langsung beranjak ke kamar mereka.
"Mas kok kamu nggak keluar sih, di tungguin juga." Ucap Melodi saat melihat Rizki sedang duduk santai dengan selimut tebal yang menutupinya di kursi balkon kamar mereka.
"Astaga, Mel kaget aku." Ucap Rizki.
"Mikirin apa sih memangnya, orang bicaranya juga pelan ko." Ucap Melodi.
"Ayo keluar Mas, tamunya udah datang itu."
"Kan itu tamu kamu Mel, nggak enak aku." Ucap Rizki takut jika nanti Raja dan Mamanya berpikir macam-macam pada Melodi karena ada pria di kamar gadis itu. Rizki tak mau itu terjadi nantinya, biarlah dia mengalah saja kali ini.
"Nggak papa, dari pada duduk sendiri di sini." Ucap Melodi dan langsung melepas selimut di tubuh Rizki setelahnya langsung membawa Pria itu ke ruang tamu mereka.
Ketika mereka baru keluar kamar, mata kedua tamu Melodi langsung melotot tak percaya ke arah kedua orang itu.
"Kamu yang tadi di mall, teman Melodi kan?" Tanya Mama Ami, yang heran kenapa bisa Pria itu berada dikamar milik Melodi.
"Iya Tante." Ucap Rizki kemudian Melodi ikut memperkenalkan Rizki.
"Iya Ma yang tadi di mall, dia suamiku Ma Ja. Maaf yah, nggak sempat bilang tadi di Mall." Ucap Melodi membuat semua yang berada di ruangan itu langsung melotot menatap gadis itu seolah tak percaya, begitu juga dengan Rizki yang juga tak kalah terkejutnya.
__ADS_1