
Memilih atau menentukan pilihan adalah salah satu masalah yang sering sekali menjadi dilema bagi setiap orang, bagaimana tidak. Jika anda harus di hadapkan dengan dua pilihan dan anda di minta harus memilih salah satu tapi menyakiti yang lain, apakah itu tak akan menjadi beban tersendiri untuk anda. Hal itu juga sedang di hadapi Melodi saat ini.
"Sayang, pagi sekali bangunnya." Ucap Rizki sambil memeluk Melodi dari belakang. Saat ini mereka sedang di balkon kamar, ketika tadi Rizki tak sengaja terbangun dan melihat pintu balkon yang terbuka dia langsung bergegas keluar. Karena dia tahu Melodi pasti berada di sana, padahal waktu masih menunjukan jam setengah lima pagi.
"Yah, hanya terbangun tadi." Ucap Melodi tak lagi risih dengan pelukan pelukan mendadak dari Rizki, dia sudah terbiasa untuk itu sekarang. Melodi berbicara sambil memegang tangan Rizki yang bertengger di perutnya.
"Masuk yuk, terlalu dingin ini." Ucap Rizki sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Melodi.
"Ya udah ayo Mas, lepas dulu geli tahu." Ucap Melodi, ini kali pertamanya Rizki seperti ini. Entah mengapa dia merasa merinding sendiri.
"Aku suka Mel." Ucap Rizki sambil melepaskan Melodi dan Menatap gadis itu dengan wajah memuja.
"Iiihh." Ucap Melodi sambil merinding, melihat Rizki menatapnya seperti itu. Apalagi kegelian tadi masih terasa walau Rizki sudah melepas diri darinya.
Bagaimana sih rasanya di perlakukan orang yang selama ini kalian anggap sahabat teman baik kalian seperti yang di lakukan Rizki. Coba deh kalian bayangkan, begitulah yang dirasakan Melodi saat ini. Merinding, geli geli bagaimana begitu. Susah di jelaskan pokonya.
"Apa sih sayang, gitu aja ko geli." Ucap Rizki enteng.
"Yah, emang geli Mas. iiii merinding aku." Ucap Melodi jujur sambil menggetarkan tubuhnya.
"Emang aku apa segitunya sekali Mel." Ucap Rizki tak terima.
Melodi yang melihat ketidak terima an Rizki atas apa yang dia rasakan pun langsung membalik tubuh Rizki dan langsung melakukan hal yang sama pada Pria itu namun dia agak sedikit berjinjit karena Rizki lebih tinggi dari dirinya.
"Menunduk sedikit Mas." Ucap Melodi dan langsung di turuti Rizki walau dia tak mengerti apa yang akan Melodi lakukan nanti.
"Gimana, geli nggak." Ucap Melodi melakukan hal yang sama pada Rizki.
"Nggak geli, enak malahan. lagi yah, dari depan tapi." Ucap Rizki membuat Melodi kesal sendiri.
"Tau ah." Ucap Melodi kesal dan langsung melepas dirinya dari Rizki. Pria itu langsung tertawa terbahak-bahak melihat Melodi yang kesal. Tapi jujur, Rizki pun merasakan hal yang sama seperti Melodi. Geli namun dia menyukainya, apalagi napas Melodi tadi ketika berbicara di ceruk lehernya. Sungguh dia merinding merasakannya.
"Mel, aku serius. Aku menyukainya." Ucap Rizki sambil masuk mengikuti Melodi yang sudah terlebih dahulu masuk meninggalkan dirinya.
"Aneh kamu Mas." Ucap Melodi sambil kembali membaringkan dirinya di kasur, karena memang waktu juga terlalu pagi untuk beraktifitas.
__ADS_1
"Kamu yang aneh orang aku suka kok." Ucap Rizki sambil ikut berbaring di tempatnya.
"Aneh." Ucap Melodi sambil menutup matanya dan memunggungi Rizki.
"Hadap sini sayang, kalau nggak mau aku lakukan tadi lagi mau. Posisinya pas ini." Ucap Rizki sungguh sungguh, karena dia mau melihat Melodi sekarang.
Melodi tak menghiraukan ucapan Rizki dan tetap memilih untuk melanjutkan tidurnya.
"Ah Mas, apa-apaan sih. Lepasin. Ah geli Mas." Ucap Melodi kaget karena Rizki benar-benar melakukan yang dia bilang tadi, bahkan pria itu mencium dan seperti mau memakan lehernya. Dan itu sangat membuat Melodi merinding geli sendiri. Sangat merinding.
"Makanya hadap sini." Ucap Rizki tetap masih dalam posisi sama.
"Ki jangan gini dong." Ucap Melodi sambil merinding.
"Kayanya suka yah kaya gini. Buktinya nggak mau balik." Ucap Rizki masih dengan aktifitasnya bahkan berganti posisi ke spot yang lain leher Melodi.
Dengan secepat kilat Melodi langsung membalikan tubuhnya menghadap Rizki.
"Good girls." Ucap Rizki sambil mengacak rambut Melodi dan menatap wajah gadis itu.
"Mana ada, begitu. Kita kan teman halal, ya kan." Ucap Rizki sambil menaik turunkan alisnya.
"Ternyata kamu mesum juga yah, nggak membayangkan jika Saga dan Gerald tahu kelakuan kamu." Ucap Melodi sambil memegang lehernya membuat Rizki tertawa keras di buatnya.
"Hahaha, mereka juga pasti paham." Ucap Rizki sambil menghentikan tawanya sejenak kemudian melanjutkannya lagi.
"Iii geli aku, Larisa juga digituin kamu yah?" Ucap Melodi karena dia merasa Rizki sudah seperti terbiasa melakukan sepertu itu.
"Enak aja, memangnya aku sama dia pasangan halal apa. Gini-gini aku kalau pacaran, selalu menghormati pasangan." Ucap Rizki tak terima.
"Lah sama Larisa menghormati dia, kenapa sama aku gitu." Ucap Melodi dalam Mode lemot sakin tak fokusnya karena masih terngiang giang perlakuan Rizki tadi.
"Yah kamu kan udah halal untuk aku, mau kamu nggak pakai baju depan aku pun itu halal untuk aku." Ucap Rizki membuat Melodi merinding, cukup sudah waktu itu saat dia lagi marahan dengan Rizki. Dia tak mau lagi, membayangkan saja dia langsung merasa malu sendiri.
"Cukup Mas, kamu makin hari makin jadi orang lai tahu. Bukan kaya Rizki yang aku kenal. Sekarang udah jadi Rizki si Mesum. Gilaaaa ternyata kamu se mesum ini ternyata, nggak habis pikir aku." Ucap Melodi langsung mendorong wajah Rizki yang berada di depannya.
__ADS_1
Ucapan Melodi membuat Rizki bertambah ngakak sendiri, sungguh dia merasa gemas dengan Melodi saat ini. ingin sekali dia menggetok kepala Melodi saja, agar gadis itu sadar jika dalam pernikahan itu adalah hal yang lumrah dilakukan. Ah, istrinya benar-benar polos pikirnya.
"Nggak ada yang lucu Mas, kenapa ketawa gitu." Ucap Melodi.
"Soalnya kamu lucu sayang." Ucap Rizki sambil mau menyentuh wajah Melodi namun di tepis gadis itu.
"Jangan pegang-pegang." Ucap Melodi dia bahkan, jadi takut sekarang di dekati Rizki karena sikap mesum pria itu menurutnya.
"Apa sih." Ucap Rizki dan tetap tambah mendekati Melodi dan langsung memeluk gadis itu.
"Nanti aku beli buku tentang pernikahan yah, biar kamu baca dan paham jika itu bukan mesum tapi kewajiban. Dan kamu juga bisa melakukan itu ke aku." Ucap Rizki sambil menghirup aroma Melodi.
"Lepas Mas." Ucap Melodi, walau sebenarnya dia merasakan nyaman dengan pelukan yang Rizki berikan sekarang. Tapi tidak dengan ucapan terakhir Rizki padanya.
"Nggak mau." Ucap Rizki.
"Mas lepas." Ucap Melodi masih berusaha agar Rizki mau melepas dirinya.
"Diam sayang." Ucap Rizki.
"Bagaimana mau diam kalau kamu gini, pengap tahu. Ayo lepas dulu." Ucap Melodi.
"Segini, masih pengap." Ucap Rizki setelah melonggarkan sedikit pelukannya, namun Melodi tak menjawabnya.
"Berarti iya jawaban kamu. Ayo tidur lagi." Ucap Rizki dan dia tak dengar lagi protes dari Melodi.
"Mungkin dengan cara begini, biar kamu terbiasa dengan aku Mel." Batin Rizki.
Perlakuan Rizki pagi ini pada Melodi cukup membantu gadis itu untuk melupakan sejenak tentang pikirannya terhadap keputusannya untuk Anzas dan Rizki. Cukup membuat gadis itu lupa, paling tidak mengistirahatkan sejenak gejolak yang sedang dia rasakan.
•Ada yang tahu nggak apa yang di rasakan Melodi ketika di perlakukan Rizki seperti cerita di atas?" Ini author nanya beneran loh, jawab di komen yah😁
•Keputusan Melodi untuk Anzas ada di dua atau tiga Up selanjutnya.
•Yang lagi cari-cari cerita baru untuk referensi bacaan selanjutnya, boleh tuh baca cerita author yang satunya Jalan Anastasyah. Itu cerita pertama Author tapi masih sepi, mau Author kasih tamat tapi sayang masih banyak cerita lanjutannya. Mampir yah kalau berkenan☺️.
__ADS_1
•Oh Yah satu lagi Author lagi mau tulis Cerita tentang Larisa juga, kalau mau komen juga yah. Kalau enggak tetap kok Author tulis, hehehe. canda kok.