Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Bertemu Teman dekat Rizki


__ADS_3

"Kakek, sehat-sehat yah kek. Jangan sakit lagi, janji yah ini terakhir kalinya masuk rumah sakit pokonya." Ucap Rizki yang sedang duduk di samping sang kakek yang sedang tiduran itu.


"Iya, makanya doakan kakek sehat terus. Kakek juga nggak mau sakit gini, soalnya nggak bisa makan enak dan... di galakin Bunda kamu terus." Canda Kakek Burhan dan berbisik pada Rizki di kalimat terakhirnya itu.


"Kalau itu Iki tahu kek, sudah pasti itu." Ucap Rizki membuat keduanya cucu dan kakek itu tertawa ngakak hingga semua menatap kepada mereka berdua.


"Apanya yang sudah pasti Ki?" Selidik Ibu Gunawan.


"Itu, sudah pasti nggak lama lagi Kakek bakal dapat Cicit. Iya nggak Ki?" Seloroh sang kakek menjawab menantunya itu.


Mendengar itu membuat Melodi menelan salivanya sendiri, dalam hatinya ingin cepat sekali untuk pergi sebelum dirinya di kerjain habis habisan dari suami gilanya itu.


"Tentu itu Kek, iyakan sayang?." Ucap Rizki sambil tersenyum kepada melodi.


..."Tuh kan mulai lagi."...


...Batin Melodi....


"Iy- iya." Ucap Melodi akhirnya setelah melihat semua sedang menatap kepadanya. Rizki pun diam-diam tersenyum melihat mimik salah tingkah Melodi itu, dia tahu saat ini Melodi pasti sangat kesal terhadapnya namun dia malah menyukai itu.


"Kakek, Melodi sama Iki pamit yah. Jangan sakit lagi pokonya, Maaf belum bisa nginap di rumah. Maaf juga nggak bisa nemenin Kakek pulang besok." Ucap Rizki sambil memeluk sang kakek.


"Iya iya kakek ngerti, janji yah nanti balik nengok kakek lagi." Ucap sang Kakek Burhan sambil membalas pelukan cucunya itu.


"Kek, Melodi pamit yah." Ucap Melodi sambil mau mencium Kakek Burhan, namun sang kakek malah membawanya dalam pelukan.


"Titip cucu kakek yang jahil ini yah. Kakek doakan semoga di perutmu ini cepat tumbuh keturunannya penerus kakek. Jangan lupa ingetin suami kamu buat kunjungi Kakek kalau dia lupa yah." Ucap Kakek Burhan setelah melepas pelukannya terhadap Melodi dan sempat mengelus perut cucu mantunya itu.


Melodi tersenyum menanggapi ucapan Kakek Burhan dan hanya mengatakan iya sebagai jawabannya.


"Ibu, Ayah. Iki sama Melodi pamit yah. Nanti kalau libur kita janji bakalan main ke rumah.


Ucap Rizki sambil memeluk Ibu dan Ayahnya bergantian kemudian Di ikuti oleh Melodi yang juga ikut Pamit.


"Kalian hati-hati yah, Ki jaga Melodi baik-baik." ucap Ibu Rizki.


"Siap Ibu." Ucap Rizki sambil berlaga hormat.


"Iya Kalian hati-hati, salam yah Mel buat Mami sama Papi kamu." Ucap Ayah Gunawan.


"Iya Ayah." Ucap Melodi dan Rizki.


Keduanya pun pamit dan kemudian meninggalkan ruangan dan rumah sakit itu menuju hotel yang mereka tempati itu.


"Ki kita ke situ sebentar yuk." Ajak melodi ketika mereka hampir sampai di hotel namun matanya melihat sebuah outlet bakso yang cukup ramai yang bertempat tak jauh dari hotel.


"Itu ramai banget Mel, nanti antriannya lama itu." Ucap Rizki saat melihat tempat yang melodi tunjuk itu.


"Kalau gitu kamu duluan aja ke kamar, biar aku sendiri yang ke sana." Ucap Melodi dan dia langsung meninggalkan Rizki.


Rizki yang di tinggal mau tak mau akhirnya dia pun berjalan mengikuti Melodi menuju tempat itu.


"Mel." Panggil Rizki namun tak di hiraukan Melodi.

__ADS_1


"Ngapain kamu ngikut?" Tanya Melodi ketika Rizki sudah mengantri di belakangnya.


"Ya gimana lagi, masa gue biarin istri aku jalan sendiri. Kalau di ambil orang gimana." Ucap Rizki membuat Melodi merasa mual dengan ucapan pria itu.


"Kenapa begitu?" Ucap Rizki saat Melodi mempraktekan seolah dirinya pengen muntah.


"Omongan kamu itu ki. Itu bukan kamu banget tahu." Ucap Melodi.


"Kenapa begitu?" Ucap Rizki mengulang kalimat yang sama.


"Iss, tahu ah." Jawab Melodi kesal.


"Kamu cari tempat duduk aja Mel biar aku aja yang ngantri." Ucap Rizki.


"Baiklah, pesan gue yang recommended di sini ya Ki. Sama ekstra semangkok baksonya jangan lupa, sama yang itu Ki bakso gorengnya aku juga mau." Ucap Melodi setelahnya dia pun meninggalkan antrian itu dan mencari tempat untuk mereka.


"iya bawal." Jawab Rizki sebelum Melodi pergi.


Setelah antri sekitar setengah jam lebih akhirnya Rizki pun datang dengan nampan pesanan mereka menuju meja yang Di duduki Melodi itu. Dia tak terlalu sulit mencari keberadaan Melodi sebab sedari tadi dia terus melihat pergerakan Melodi.


"Uh akhirnya." Ucap Melodi saat Rizki datang membawa pesanan mereka.


Dengan semangat empat lima Melodi langsung saja menyambar nampan dari tangan Rizki dan meletakkannya di atas meja.


"Mel bentar aku lupa pesan minumnya." Ucap Rizki.


"Nggak usah ki. Kita minum air mineral ini aja." Ucap Melodi menunjukan botol air mineral di meja mereka itu.


"Ya ampun Mel, itu pedas banget pasti." Ucap Rizki meringis saat melihat Melodi terus menambah sambal pada mangkok baksonya itu.


"Pelan pelan makannya Mel aku nggak bakal ambil kok." Ucap Rizki sambil mengambil tisu dan membersihkan sambal yang terkena pipi Melodi itu.


"Kalau pipi kamu pedas gimana Mel, hati hati dong." Ucap Rizki dan seketika hati Melodi menghangat mendengarnya namun di berusaha bersikap biasa saja.


"Ki cobain deh bakso gorengnya enak deh." Ucap Melodi sambil menyodorkan bakso itu di hadapan Rizki. Dengan senang hati Rizki pun menyambutnya dengan membuka mulut menyambut suapan Melodi itu.


"Enak kan?" Tanya Melodi sambil melihat ekspresi Rizki.


"Hm, enak. Ucap Rizki.


..."Enak banget malahan karena di suapi kamu Mel."...


...Batin Rizki sambil tersenyum Melihat Melodi....


Pesan lagi yuk buat bawa ke rumah, Mami suka banget tahu sama bakso. Tapi kita pesannya cuman bijinya sama yang bakso goreng aja yah. Boleh?" Ucap Melodi dan langsung di angguki Rizki.


Rizki pun dengan sigap memanggil Satu karyawan di sana untuk menambah pesanan mereka namun yang ini diminta dibungkus dengan rapih.


Setelah selesai menyantap bakso itu dan setelah pesanan mereka tiba, keduanya pun memutuskan untuk meninggalkan Outlet bakso itu.


"Hay Ki." Ucap seseorang ketika Rizki dan Melodi baru saja keluar dari Outlet bakso itu.


"Eh Saz, kamu bukannya lagi kuliah di kota x ko disini?" Tanya Rizki ketika melihat Sazkia teman dekatnya di sekolahnya itu dan keduanya pun salaman dan peluk tanda pertemanan.

__ADS_1


"Lagi ada keperluan di sini, makanya balik." Ucap Sazkia setelah melepas pelukan mereka.


Melodi hanya melihat interaksi keduanya dan dengan setia mendengar obrolan mereka.


"Eh ini siapa Ki?" Tanya Sazkia saat menyadari ada seorang wanita cantik dia sebelah temannya itu.


"Dia istri aku Saz, Melodi. Mel ini Sazkia teman sebangku aku di sekolah." Ucap Rizki memperkenalkan Melodi.


"Melodi." Ucap Melodi sambil mengulurkan tangannya pada sazkia.


"Sazkia." Ucap Sazkia sambil menerima uluran tangan Melodi.


"Kamu cepat banget Ki, nggak ngundang lagi. bukannya kamu lagi kuliah yah, kok udah nikah aja." Ucap Zaskia.


"Namanya jodoh Saz nggak ada yang tahu. iya masih kuliah kok." Ucap Rizki sambil merangkul pinggang Melodi, namun anehnya Melodi tak merasa risih sedikitpun dengan rangkulannya Rizki itu.


"Iya deh iya. Mel kamu harus jaga suami kamu yang gantengnya kebangetan ini, dia itu idola sekolah kita loh banyak yang naksir banget sama cowok tengik ini." Ucap Sazkia pada Melodi.


"Iya Termasuk kamu juga khan yah salah satu yang naksir aku." Ucap Rizki terkekeh dan Sazkia yang mendapatkan pertanyaan itu pun langsung sedikit gugup dan berusaha menutupi itu.


"Mana ada Ki." Ucap Sazkia ngeles.


"Hahaha, tuh kan. Jangan bohong Saz. Tu muka sampai merah gitu." Ucap Rizki jahil, sudah biasa bagi dianya menjahili Sazkia seperti itu waktu di masa sekolahnya dulu.


"Ki. " Ucap Melodi membuat Rizki menatap kearahnya.


"Apa sayang." Ucap Rizki sambil Mengusap pinggang Melodi yang sedang di rangkulnya itu.


"Sudah biasa dia kaya gitu Mel, santai saja aku mah." Ucap Sazkia yang paham adas reaksi istri daro temannya itu.


"hehe, maklum aja Saz. kalau lagi kumat suka gini orangnya nyebelin." Ucap Melodi.


"is." Ucap Rizki.


"Eh tapi Bukannya kamu pacaran sama yang namanya Larisa yah?" Ucap Sazkia.


Pertanyaan Sazkia langsung membuat Rizki berubah mimik wajahnya.


Melodi yang mendengar itu nya diam saja menanggapinya.


"Eh sorry aku salah ngomong yah." Ucap Sazkia tak enak.


"Enggak ko, aku sama Melodi balik duluan yah." Ucap Rizki pada akhirnya.


🌼 Terima Kasih buat yang udah berbaik hati untuk ninggalin jejak like nya, sekali lagi makasih yah.


Hari ini author kasih bonus due episode atas like pertama yang author dapat kemarin tapi dengan jam yang berbeda yah.


Maaf jika Authornya agak norak karena baru dapat like pertama kali aja udah senang. Sekali lagi buat kakak yang udah ngelike pertama kali. Salam kenal Kakak🤗👋.


Semoga makin betah buat mampir terus di cerita ini biar author semangat nulisnya.


Buat yang lainnya selamat membaca dan jangan lupa ninggalin jejak yah, biar semangat othornya. Maaf agak telat dari jadwal biasa up hari ini..

__ADS_1


__ADS_2