
"Ger, Sag. Kita duluan yah. Ada urusan soalnya." Ucap Rizki saat mereka sudah di luar ruangan.
"Yah padahal mau ngajak ke cafe bareng." Sahut Gerald.
"Kita ikut lah, bosan nih kalau langsung pulang." Tawar Saga.
"Baiklah, tapi jangan rusuh. Apa nggak papa nih, soalnya perjalanan agak jauh?." Tanya Rizki.
"Kemana memangnya?" Tanya balik Saga penasaran.
"Cabang cafe ku di kota sebelah, perjalanan hampir tiga jam. Kita bisa pulang malam nanti." Ucap Rizki dan membuat Melodi langsung menatapnya. Pasalnya tak ada pembicaraan mereka sebelumnya tentang kepergian ini.
"Mas, kok kamu nggak bilang aku." Tanya Melodi yang terlalu penasaran.
"Mendadak soalnya. Kalau kamu masih capek, nggak usah ikut. Biar aku pergi sendiri saja." Ucap Rizki sedikit membuat wajah Melodi berkerut, pasalnya tak ada kata sayang yang Rizki selipkan di kalimatnya itu.
"Aku ikut." Ucap Melodi.
"Sag, Ger kalian kalau mau ikut langsung ke mobil, kalian duluan saja." Ucap Melodi lagi saat kini mereka sudah berada tepat di parkiran.
"Oke." Jawab Gerald dan Saga hanya mengangkat jempolnya.
Setelah kepergian kedua sahabatnya, Melodi langsung bergegas masuk mobil dan juga di susul Rizki setelahnya.
"Jangan jalan dulu Mas, aku mau bicara." Ucap Melodi saat Rizki sudah menghidupkan mesin mobilnya.
"Bicara apa?" Tanya Rizki sambil menghadap ke arah Melodi.
"Mas marah sama aku?" Tanya Melodi tanpa basa basi. Dia tak suka jika Rizki bersikap dingin terhadapnya.
"Nggak, hanya nggak suka kamu nggak fokus belajar tadi. Kenapa? ada masalah apa? Anzas berbuat sesuatu?" Ucap Rizki membuat Melodi mati kutuk.
"Em nggak Mas, hanya nggak fokus aja tadi." Ucap Melodi gugup, dan Jelas Rizki merasakannya.
"Ada Apa? Aku nggak suka kebohongan Mel." Ucap Rizki yang merasa ada yang di tutup tutupi Melodi.
"Maaf, tadi aku nggak sempat menghindar saat Anzas memelukku." Ucap Melodi sambil menunduk membuat Rizki sedikit tersenyum karena akhirnya istrinya itu mau jujur.
"Itu saja atau ada lagi?" Tanya Rizki dan Melodi hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi gara-gara itu kamu melamun? Sini biar Mas hilangkan bekas pelukan Anzas." Rizki berkata sambil merentangkan tangannya dan Melodi langsung berhamburan ke pelukannya.
"Makasih sayang, lain kali nggak perlu Mas tanya yah. Kamu harus jujur, Mas juga akan begitu sebaliknya." Ucap Rizki sambil mencium dan mengelus kepala Melodi sayang.
"Ada satu lagi Mas." Ucap Melodi, setelah mendengar perkataan Rizki..
"Apa?"
"Boleh tidak aku dekat dengan Anzas lagi, tapi Mas jangan khawatir. Aku hanya menganggapnya sebagai teman sekarang." Ucap Melodi sedikit takut, Rizki tak akan mengijinkan hal itu.
Mendengar itu Rizki sedikit menghembuskan nafasnya.
"Baiklah, tapi boleh tidak. Setiap pertemuan kalian harus ada Mas, Mas nggak mau lagi ada kejadian kaya tadi lagi." Ucap Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya saja.
Rizki langsung sedikit meregangkan pelukan mereka dan hendak mencium Melodi namun terhenti ketika ada yang mengetuk kaca mobil mereka.
__ADS_1
"Kalian ngapain sih, apa di apartemen belum cukup. Tega banget buat kita nunggu lama." Ucap Saga ketika Rizki baru menurunkan kaca mobilnya.
"Hahaha, cuman ngobrol sebentar tadi. Balik gih ini juga mau jalan." Ucap Rizki dan hanya di tanggapi Saga dengan mendegus, setelah itu dia kembali lagi ke mobilnya.
"Sini." Ucap Rizki saat baru menaikan kaca mobilnya dan menghadap Melodi.
Dengan cepat Rizki langsungnya melahap bibir Melodi ketika Istrinya itu mengikuti perkataannya.
"Sorry, manis soalnya jadi susah lepas kan." Ucap Rizki sambil nyengir, saat Melodi mendorong dirinya untuk melepas ciuman mereka karena sudah mendapat klakson dari Mobil Saga juga Gerald.
"Itu maunya kamu."
"Gemes banget sih." Ucap Rizki sambil mengelap bibir Melodi yang habis dia cium itu, tidak lupa dia mencubitnya gemas.
"Aw Mas apa-apaan sih." Ucap Melodi sambil menepis tangan Rizki yang mencubit bibirnya.
"Pelan doang, lagian mana berani Mas nyakitin aset berharganya Mas." Ucap Rizki sambil terkekeh, setelah itu dia langsung menjalankan mobilnya. Tak peduli Melodi menatapnya kesal.
"Sayang telfon, duo rese dulu."
"Duo rese? Siapa?"
"Itu Saga dan Gerald, sekarang kita singkat saja panggilan keduanya duo rese. Tahu sendiri kan mereka nyebelin nya ke Mas gimana." Ucap Rizki dengan seriusnya.
"Awas loh Mas, aku kasih tahu mereka."
"Emang kamu berani, coba saja kalau mau di hukum." Ucap Rizki dengan nada ancaman yang dibuat buat.
"Apa coba hukumannya?" Tanya Melodi yang penasaran.
"Stop, mendingan aku nggak bilang kalau gitu." Ucap Melodi dan langsung mendapat tawa keras dari Rizki.
"Ternyata istriku sudah mulai mesum." Ucap Rizki dan langsung dapat tepukan dari Melodi di lengannya.
"Enak aja." Jawab Melodi tak terima di bilang mesum.
"Ya benerkan, orang tadi Mas juga belum selesai bicaranya kamu udah mikir lanjutannya. Apa coba kalau bukan mesum."
"Memang lanjutannya apa?"
"Ya itu, kita ngulang yang semalam." Ucap Rizki dengan tawanya.
"Dih nggak salah kan, kamu juga mesumnya minta ampun."
"Hahaha, suami istri mesum dong kita. Tuhan memang adil yah. Hahahah." Rizki tak bisa lagi mengendalikan tawanya dengan perkataannya sediri.
"Kamu aja, aku nggak yah." Ucap Melodi namun diam-diam dia tersenyum tertawa dalam hati, memikirkan tingkah keduanya yang sama-sama mulai berotak mesum.
"Apa efek menikah jadi gini yah." Batin Melodi sambil menggelengkan kepalanya.
"Loh, Mas ko kita ke apartemen?" Tanya Melodi ketika sadar mobil mereka berhenti di parkiran Apartemen.
"Kita pakai satu mobil barengan aja, biar seru nggak misa-misa. Jadi Mobil yang lain biar di parkir di sini." Jelas Rizki.
"Kita nggak jadi pergi?" Tanya Gerald saat menghampiri Mobil Rizki yang sudah sengaja di buka kaca jendelanya.
__ADS_1
"Jadi, kita pakai satu mobil saja. Biar bisa gantian nyetirnya." Ucap Rizki dan langsung di oh kan Gerald.
Setelah itu mereka semua memutuskan menggunakan Mobil Rizki saja. Barulah mereka berlanjut pergi, dengan Rizki yang menyetir. Setiap satu jam sekali, mereka selalu bergantian jika merasa capek.
Dan kini tibalah mereka di Cafe Rizki setelah hampir tiga jam lamanya mereka berkendara.
"Besar juga ni Cafe." Ucap Saga karena ini kali pertamanya dia di ajak Rizki ke sini.
"Iya, peminat di sini banyak soalnya. Jadi aku sengaja perbesar. Tapi jarang ke sini aku karena jauh. Ayo masuk." Ucap Rizki sekalian mengajak mereka masuk.
Saat mereka baru memasuki Cafe, mereka langsung di sambut oleh seorang wanita cantik dengan bername take Bella.
"Selamat Malam Kak." Ucap Bella dengan senyum ramahnya menyambut Rizki sang pemilik cafe.
"Malam Bel, kita langsung ke ruangan saja yah." Ucap Rizki.
"Kita ikut nggak ki?" Tanya Gerald, karena dia takut mereka mengganggu pekerjaan Rizki.
"Boleh, tapi kalau mau keliling-keliling cafe juga nggak papa. Soalnya aku agak sedikit lama." Ucap Rizki.
"Keliling cafe saja deh." Ucap Saga tak mau jadi pendengar setia Rizki nantinya.
"Ayo sayang." Ucap Rizki dan langsung membuat Bella menatap pada Arah panggilan Rizki yang tertuju pada Melodi.
"Aku ikut Saga Gerald aja deh Mas." Ucap Melodi dan langsung di angguki Rizki.
"Bella tolong panggilkan satu orang buat temani istri saya kelilinga cafe. Aku tunggu di ruangan." Ucap Rizki dan langsung di iyakan Bella.
"Sayang aku tinggal yah." Ucap Rizki dan mengecup sekilas pipi Melodi dan kemudian dia berlalu pergi menuju ruangan Bella.
"Permisi kak." Ucap Bella ketika dia baru masuk ke ruangannya setelah tadi mengurus Melodi dan sahabatnya..
"Ayo, Bel. Kita mulai saja." Ucap Rizki dan kemudian mereka langsung membahas sesuatu yang cukup banyak menyita waktu mereka..
"Baiklah, nanti kamu terus berkabar dengan Juna saja." Ucap Rizki menutup diskusi mereka.
"Baik kak, ah maaf kak aku nggak sengaja." Ucap Bella beralasan, padahal jelas jelas dia sengaja menyenggol gelas minuman di depan Rizki hingga membuat baju hingga celana yang di pakai pria itu basah semua.
"Nggak papa." Ucap Rizki sambil hendak berdiri mengambil pakaiannya yang memang sudah tersedia di sana, jika sewaktu-waktu dia datang di sana. Mengingat apartemen dan cafe ini yang jauh, maka sengaja Juna menyiapkan itu untuknya juga Juna sendiri.
"Biar aku yang ambilkan kak." Ucap Bella yang tahu maksud Rizki.
"Oh yah, tolong ya Bel. Maaf merepotkan." Ucap Rizki.
"Nggak papa kak, kaya sama siapa saja." Ucap Bella tersenyum dan berlalu pergi ke lemari pakaian Rizki dan Juna.
"Nih kak bajunya." Ucap Bella sambil memberikan baju untuk Rizki.
"Makasih yah." Rizki berkata sambil satu tangan mengambil baju dan satu tangannya mengacak rambut Bella seperti biasanya. Hingga membuat pipi gadis itu bersemu merah.
"Maaf kita ganggu yah?" Ucap Saga saat dirinya dan Gerald berserta Melodi masuk ruangan itu dan melihat aktifitas Rizki saat mengusap kepala Bella.
"Nggak kok, ayo masuk. Sayang tolong bantuin Mas dong." Ucap Rizki kemudian dia beranjak dari hadapan Bella menuju Melodi yang sedang mematung melihat kejadian di hadapannya.
Rizki langsung menggenggam tangan Melodi dan membawanya masuk ke kamar ganti yang ada di ruangan itu.
__ADS_1