
Setelah membuat makanan permintaan Rizki Melodi pun kembali ke kamar, karena sejak tadi dia tak melihat Rizki keluar dari kamar mereka.
"Mas, makanannya sudah siap. Ayo kita makan." Ucap Melodi setelah memasuki kamar mereka dan malah melihat Rizki sedang berbaring di tempat tidur, tapi pria itu tidur memunggungi pintu masuk kamar mereka.
"Mas." Panggil Melodi lagi karena Rizki tak merespon ucapannya tadi.
"Mas." Panggil Melodi lagi sambil menggoyangkan tubuh Rizki, namun saat dirinya menyentuh legan pria itu dia sedikit terkejut karena tubuhnya Rizki sangat hangat menurutnya.
"Hmm, nanti saja Mel. Aku tidur sebentar." Ucap Rizki lemas.
"Mas kamu sakit?" Tanya Melodi kemudian dia memeriksa suhu di kening Rizki dengan punggung tangannya.
"Nggak, cuman capek aja. Butuh istirahat saja." Jawab Rizki dengan mata terpejam.
"Astaga Mas, badan kamu panas sekali. Kita ke rumah sakit yah." Ucap Melodi sambil masih meraba tubuh Rizki yang terasa begitu hangat, padahal tadi pria itu baik-baik saja. Waktu memeluknya pun suhu tubuh Rizki tak sepanas ini.
"Nggak usah Mel, entar istirahat juga udah baikan. Tolong buatin aku teh hangat yah." Ucap Rizki sambil merubah posisi tidurnya menjadi terlentang.
"Apa nggak sebaiknya kita ke dokter saja Mas, biar tahu kamu sakit apa." Melodi masih berusaha untuk membujuk Rizki agar mau di bawa ke rumah sakit.
"Nggak usah, Mel. Aku cuman butuh istirahat ko." Ucap Rizki kekeh.
"Baiklah, tunggu sebentar aku buatin tehnya dulu." Ucap Melodi kemudian dia langsung bergegas membuatkan teh untuk suaminya.
Tak membutuhkan waktu lama, kini Melodi telah kembali dengan secangkir teh untuk Rizki.
"Mas, ayo minum dulu." Ucap Melodi membangunkan Rizki, Pria itu pun bangun dan langsung di bantu Melodi untuk duduk dan bersandar pada kepala ranjang mereka. Melodi pun dengan telaten menuntun Rizki untuk meminum teh hangat buatannya itu.
"Lagi Mas." Ucap Melodi karena Rizki hanya meminum sedikit saja teh itu.
"Sudah Mel, nanti saja lagi." Ucap Rizki sambil menyudahi minumnya.
"Kamu rasa gimana Mas, apa yang sakit?" Tanya Melodi ketika dia telah menaruh gelas teh Rizki ke meja samping tempat tidur mereka.
"Nggak ada yang sakit Mel, tapi badannya kaya lemas saja sama pusing juga." Ucap Rizki dan kembali berbaring sambil di bantu Melodi.
"Yasudah, aku tinggal sebentar yah buat beliin kamu obat." Ucap Melodi sambil mau beranjak meninggalkan Rizki.
"Nggak usah Mel, cukup kamu temani aku saja. Nanti juga sembuh sendiri." Ucap Rizki ambil menahan tangan Melodi yang mau beranjak pergi.
__ADS_1
"Tapi kamu butuh obat Mas, biar nggak tambah parah dan cepat sehat lagi." Ucap Melodi terlihat panik, dan itu diam-diam membuat Rizki tersenyum.
"Minta tolong Saga saja sayang, aku butuh kamu di sini sekarang. Kalau kamu pergi, gimana akunya nanti." Ucap Rizki yang mulai memanfaatkan sakitnya sekarang.
"Baiklah, tunggu sebentar aku telfon Saga dulu." Ucap Melodi sambil berjalan menuju tempat meja riasnya dan mengambil ponselnya yang berada di dalam tas miliknya, yang entah kapan dia letakan tasnya di situ karena setahunya sebelum masak tasnya tadi berada di atas ranjang mereka. Namun kini telah berpindah tempat, mungkin saja Rizki yang memindahkannya pikir Melodi.
Setelah selesai menghubungi Saga, Melodi pun langsung kembali ke samping Rizki sambil membawa ponsel di genggaman tangannya.
Rizki yang tadinya sudah menutup matanya pun, dia kembali membukanya ketika merasa Melodi yang sudah duduk kembali di sebelahnya.
"Mas, makan dulu yah. Biar kalau saga datang Mas bisa langsung minum obatnya." Ucap Melodi.
Rizki pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Melodi. Istrinya itu pun kembali beranjak ke dapur dan mengambil makanan untuk dirinya.
"Ayo duduk dulu Mas." Ucap Melodi ketika sudah kembali dari dapur.
"Aaaaa." Ucap Melodi sambil menyodorkan suapan makanan ke mulut Rizki.
Suapan demi suapan terus Melodi berikan pada Rizki walaupun Pria itu memakannya sangat lambat, namun Melodi tetap sabar menyuapi suaminya itu.
"Sudah Mel, udah kenyang." Ucap Rizki, padahal makannya pun belum habis semua.
"Udah kenyang sayang." Ucap Rizki, yang akhir-akhir ini lebih nyaman bila memanggil Melodi dengan sebutan sayang. Melodi pun sudah mulai terbiasa dengan panggilan itu, karena biarpun dia melarang Rizki namun pria itu tetap saja akan memanggilnya begitu. Maka sekarang Melodi pun membiarkan saja Rizki, selagi pria itu tahu untuk menempatkan panggilannya.
"Ya udah, minum dulu." Ucap Melodi sambil menyodorkan teh pada Rizki.
Ketika Melodi mau beranjak untuk membawa piring bekas makan Rizki, namun pria itu langsung melarangnya.
"Taruh di situ dulu aja Mel, kamu duduk di sini." Ucap Rizki sambil menepuk ranjang sebelahnya.
Melodi langsung meletakan piringnya di atas Meja, dan mulai jalan memutari ranjang dan naik duduk di sebelah Rizki.
"Boleh peluk?" Tanya Rizki ketika Melodi sudah duduk di sebelahnya.
Melodi yang khawatir terhadap Rizki pun dia langsung menganggukkan kepalanya. Rizki yang mendapatkan reaksi itu pun langsung tersenyum bahagia, pria itu sedikit melorotkan tubuhnya dan langsung memeluk pinggang Melodi sambil merebahkan kepalanya di paha Melodi.
Gadis itu pun tersenyum diam-diam sambil mengelus rambut Rizki. Melodi jadi teringat dirinya sendiri, yang kalau sakit selalu seperti ini kepada Maminya. Untuk itu dia membiarkan saja ketika Rizki memintanya tadi.
Rizki yang teramat senang pun diam-diam mensyukuri keadaannya saat ini.
__ADS_1
"Kalau tahu kamu akan kaya gini Mel, aku rela biar sakit terus juga nggak papah. Asal kamu selalu perhatian kaya gini ke aku Mel." Batin Rizki sambil menikmati tangan Melodi yang sedang Mengelus kepalanya.
"Eh nggak deh, kalau beneran sakit terus kayanya nggak deh. Emang enak sih di perhatiin kamu sayang, tapi sumpah ternyata sakit itu nggak enak Mel. Buktinya makanan tadi aja nggak ada rasanya, untung lihat wajah kamu Mel jadi ada rasa manis-manisnya sedikit." Ucap Batin Rizki lagi sambil menggeleng kepalanya kemudian kembali tersenyum.
"Kenapa Mas, ada yang sakit?" Tanya Melodi karena Merasakan Rizki menggelengkan kepalanya.
"Pusing dikit." Ucap Rizki yang memang dia juga masih merasa pusing.
"Mas, aku bukain pintu dulu. Saga udah datang tuh. Ucap Melodi pada Rizki karena terdengar bunyi bel apartemen mereka, dan Melodi yakin jika itu adalah Saga.
"Nggak usah sayang, telfon aja Saga nya kasih tahu kodenya. Biar nanti baru kita ganti kode yang baru." Ucap Rizki yang tak mau Melodi beranjak darinya.
Melodi pun menarik nafasnya pelan, kemudian meminta Rizki mengambil ponsel yang berada di meja dekat pria itu. Dia langsung menghubungi Saga untuk memberitahukan kodenya, dan langsung meminta agar Saga langsung masuk saja ke kamar mereka.
Tak berselang lama Saga pun masuk dan bergegas ke kamar mereka.
"Duh manjanya orang sakit, tadi aja mukanya garang. Sekarang Malah kaya bocah." Ucap Saga saat baru masuk kamar, dan mendapati Rizki yang sedang manja di pangkuan istrinya itu.
Rizki tak menghiraukan ucapan Saga, dia malah asik menikmati sentuhan Melodi di kepalanya.
"Ga, bisa minta tolong ambilkan air putih. Aku lupa ambil tadi soalnya." Ucap Melodi karena dia merasa pelukan Rizki semakin erat terhadapnya, sehingga dia minta tolong saja pada Saga.
"Merepotkan memang nih orang." Ucap Saga tertuju pada Rizki, namun begitu dia langsung melenggang keluar kamar untuk mengambil minum untuk Rizki.
"Ayo Mas, duduk dulu." Ucap Melodi dan Rizki perlahan mulai kembali duduk.
"Nih." Ucap Saga ketika dia sudah kembali dan memberikan segelas air pada Melodi.
"Makasih yah, obatnya mana?" Tanya Melodi karena Saga belum memberikan obat padanya.
"Oh iya, lupa." Ucap Saga sambil mengambil obat pada saku celananya.
Rizki pun meminum obatnya dengan bantuan Melodi juga Saga, setelah selesai Rizki pun langsung kembali ke posisinya semula memeluk Melodi.
"Ihh, manja banget." Sindir Saga yang melihat sikap Rizki.
"Biarin, istri aku juga." Ucap Rizki.
"Hahaha, lo kaya gini nggak ingat Larisa ki. Uuupss." Ucap Saga keceplosan, kemudian dia langsung menutup mulutnya ketika melihat raut wajah kedua sahabatnya itu.
__ADS_1