Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Larisa


__ADS_3

"Pake acara ke tumpahan segala lagi itu jus, untung bawa rok cadangan" Gumam seorang gadis yang hendak turun dari mobil, usai mengganti celananya yang basah.


Namun saat hendak mau memasuki restoran tempat sang kekasih sedang menunggunya itu, tiba tiba saja dia menghentikan langkahnya karena melihat beberapa sosok yang dia kenali sedang berbincang dengan sang kekasih.


"Sedang apa mereka di sini." Batin Gadis itu sambil mengerutkan keningnya ketika sadar Bima kekasihnya mengobrol akrab dengan mereka.


"Rizki." Ucapnya sambil menatap lekat laki-laki yang pernah menguasai hatinya itu, hingga sampai saat ini pun masih sama.


Tiba-tiba saja dia mengingat kejadian dimana pria penguasa hatinya itu, mengakhiri hubungan mereka.


"Sa, aku minta maaf. Tapi kita tak bisa melanjutkan hubungan ini, kau bisa kembali fokus pada pasanganmu itu. Dan aku akan fokus dengan kehidupanku sendiri."


"Aku sudah menikah Sa, maaf."


"Aku serius Sa, dan aku mohon jangan temui aku lagi. Aku tak mau istriku akan salah paham nantinya." .


Perkataan perkataan Rizki tiba tiba saja berputar dalam ingatannya saat dia menatap pria itu, secepat kilat Larisa langsung menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikirannya di hari itu.


"Mungkin dia memang bukan untukmu sa." Ucap Larisa sambil menghapus air matanya yang tanpa permisi membasahi wajahnya.


Larisa pun memutuskan untuk kembali ke dalam mobil karena tak mau bertemu dengan Rizki sesuai yang pria itu minta padanya. Dan dia pun memutuskan untuk menelfon kekasihnya agar mereka kembali saja.


"Halo yang." Ucap Larisa ketika panggilannya terhubung.


"Sayang, kok lama sudah belum?" Tanya Bima setelah menerima panggilannya.


"Perutku sakit, kita balik sekarang saja yah. Nggak sanggup jalan ke dalam lagi." Ucap Larisa berbohong demi menghindari pertemuannya dengan Rizki.


"Ya sudah sayang, aku ke sana sekarang." Ucap Bima dan setelah itu dia langsung menutup panggilannya.


"Flashback On


"Hey, punya mata nggak sih. Ponselku astaga." Ucap Larisa pada seorang pria yang menabraknya di lorong hotel saat dirinya mau meninggalkan hotel itu.


"Maaf-maaf aku nggak sengaja." Ucap Pria itu sambil memunguti barangnya dan barang larisa yang jatuh, serta ponsel larisa yang pecah karena kecerobohannya.


"Ini kartu nama saya, ponselmu akan saya ganti. Maaf tapi aku harus pergi sekarang." Ucap Pria itu sambil memberikan kartu namanya pada larisa dan langsung berlalu pergi begitu saja.


"Satria Bima Kusuma. Hm nama yang keren, sekeren orangnya." Gumam Larissa sambil membaca kartu nama yang pria itu berikan padanya.


"Apa sih Sa, tetap Rizki yang paling keren." Ucapnya lagi dan kemudian berlalu pergi setelah terlebih dulu dia mengecek ponselnya yang ternyata masih berfungsi walau layarnya agak sedikit retak saja.


Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, kini Larissa sedang menangis sesenggukan di sebuah taman dekat dengan Cafe Rizki, Gadis itu baru saja bertemu dengan Rizki setelah kemarin pria itu memutuskan hubungan mereka.


"Kenapa kamu tega ki, aku tahu aku salah. Tapi tidak begini juga balasan mu untukku." Ucap Larisa Sesenggukan dan sambil mengambil cairan dari hidungnya dengan tisu, dan karena kesal dia tak sengaja melempar tisunya mengenai seorang pria yang sedang menelfon di kursi taman sebelahnya.

__ADS_1


"Hey, kamu kira aku tong sampah." Ucap Pria itu sambil menatap tajam Larisa yang sedang menunduk dan menangis.


"Kenapa kalian para pria begitu jahat terhadapku, dan malah kau juga sekarang memarahiku." Ucap Larisa dengan sesenggukan nya, tanpa melihat pria di depannya.


"Kamu." Ucap Pria itu membuat Larisa mendongak menatapnya sambil mengingat wajah pria itu.


"Apa? apa aku mengenalmu." Ucap Larisa kemudian kembali menangis lagi.


"Hey kamu kenapa?" Tanya pria itu mendekati Larisa.


"Apa urusannya denganmu." Ucap Larisa ketus.


"Kau ingat aku tidak." Ucap pria itu membuat Larisa kembali menatapnya.


"Yah, pria yang sudah menabrak ku dan membuat ponselku retak. Untung nggak rusak."


"Ingatanmu bagus juga, kenalkan aku Bima." Ucap Bima mengulurkan tangannya namun tak di hiraukan Larisa.


"Sombong banget." Ucap Bima karena tak di respon Larisa.


"Gila banget lo, orang lagi sedih di ajak kenalan." Ucap Larisa membuat Bima terkekeh kecil.


Dan dari situlah awal mula kedekatan Bima dan Larisa hingga kini sudah beralih status menjadi sepasang kekasih.


"Flashback Off"


"Iya yang, balik sekarang yah aku mau istirahat." Ucap Larisa sambil memejamkan matanya.


"Baiklah." Kata Bima dan langsung menyalakan mesin mobilnya, dan kemudian mereka pun meninggalkan tempat itu.


Sedangkan di dalam Restoran Rizki, Melodi dan Saga juga Gerald sudah melanjutkan acara makan yang memang sebagai tujuan awal mereka ke tempat itu.


"Mas, malam kita ke hotel Bang Bima yuk. Aku penasaran sama cewe barunya Abang." Ucap Melodi sambil menyuapi Rizki sesuai keinginan pria itu yang tak dapat di tolaknya.


"Iya sayang." Ucap Rizki sambil fokus dengan ponselnya karena sedang mengurus pekerjaan yang di kirim Juna.


"Kita ikut yah." Pinta Gerald dan di iyakan Saga.


"Iyalah emang kalian mau di tinggal di rumah aja, nggak kan." Ucap Melodi dan hanya dijawab cengiran oleh keduanya.


"Mas lagi ngapain sih, main hp mulu." Melodi sedikit kesal karena Rizki sejak tadi hanya sibuk dengan ponselnya..


"Sebentar yang, sedikit lagi udah selesai kok." Ucap Rizki dan Melodi hanya menghembuskan nafasnya saja.


"Kaya anak kecil kamu Mel." Ucap Gerald setelah dia mengusap sudut bibir Melodi yang terdapat saus dengan jari jempolnya.

__ADS_1


"Terlalu serius aku urus ni bayi tua jadi gitu dah." Jelas Melodi dan langsung membuat Rizki mengalihkan pandangannya pada Melodi.


"Siapa yang bayi tua?" Tanya Rizki mengerutkan keningnya.


"Kamu lah siapa lagi." Jawab Saga terkekeh kecil.


"Aku?" Ucap Rizki menunjuk dirinya sendiri.


"Iya." Ucap Gerald.


Melodi hanya terkekeh saja melihat kening suaminya yang mengkerut menatapnya.


"Awas kamu yang." Ucap Rizki membuat Melodi menghentikan tawanya.


"Hehehe, becanda Mas." Ucap Melodi sedikit takut dengan ancaman Rizki.


"Nggak ada kata maaf, selain..." Bisik Rizki dan langsung Melodi mendorong kepala Rizki menjauh sebelum pria itu berkata yang tidak-tidak di kupingnya.


Hal itu langsung membuat Rizki tertawa lepas, membuat semua mata tertuju pada meja mereka.


"Gila lo ki, kenapa sih kalian berdua." Ucap Saga sedikit malu karena banyak yang menatap ke arah mereka, karena tawa Rizki tadi.


"Santai Bro, iya kan yang." Ucap Rizki sambil mencolek dagu Melodi.


"Gila." Kata Melodi sambil menggelengkan kepalanya menatap tingkah suaminya itu.


"Balik yuk, ngantuk." Ucap Rizki karena memang mereka sudah selesai makan.


Kini setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka sudah sampai di kediaman Rizki.


"Mang, Ibu sama Ayah di mana?" Tanya Rizki ketika mereka baru sampai di garasi mobil.


"Ibu sama Bapak belum balik Den, mungkin sebentar lagi.


"Oh, kita masuk dulu ya Mang." Ucap Rizki dan mereka pun langsung menuju ke kamar masing masing karena memang semuanya butuh istirahat sekarang.


Baru saja Melodi dan Rizki memasuki kamar, Rizki langsung berulah membuat Melodi kesal sendiri.


"Astaga Mas, kamu apa apaan sih. Kaget tahu." Ucap Melodi karena dia terkejut saat Rizki langsung memeluknya dari belakang..


"Sorry, makanya jangan ngelamun."


"Siapa yang ngelamun, kamu aja yang nggak punya kerjaan ngagetin aku." Ucap Melodi sambil menepis menepis tangan Rizki yang bergerak liar saat ini.


"Apa sih Yang."

__ADS_1


"Apa sih, apa sih. Tangan kamu itu loh."


"Hehehe." Rizki hanya terkekeh saja, menanggapi gerutuan Melodi terhadapnya.


__ADS_2