
"Jangan bergerak." Ucap Rizki saat Melodi hendak membuka pintu mobil.
Kini keduanya sudah sampai di kediaman mereka.
"Aku bisa sendiri By." Ucap Melodi cemberut, karena Rizki selalu saja melarangnya turun dari mobil sendiri. Pria itu selalu saja membatunya untuk keluar mobil, padahal menurutnya itu sangat berlebihan.
"Jangan membantah sayang." Kata Rizki Sambil keluar dari mobil.
Pria itu langsung berjalan mengitari mobilnya dan membuka pintu untuk Melodi.
"Awas jangan lari, jalan saja." Ucap Rizki memperingati, dia tahu Melodi akan sangat bersemangat jika melihat kedua mertuanya. Itu sebabnya dia mewanti-wanti Melodi lebih dulu.
"Siap sayang." Ucap Melodi sembari dia menghadiahkan sebuah ciuman di pipi Rizki, membuat pria itu tersenyum sambil spontan merangkul pinggang Melodi yang kini sudah sedikit sulit dia jangkauan itu. Karena kini, ada anak di antara mereka yang seperti selalu mau ikut dalam keromantisan mereka padahal masih dalam perut kini.
"Kenapa makin sweet sih kamu sayang." Ucap Rizki sambil menatap Melodi yang dalam kuasanya itu.
"Karena suamiku ini selalu manis juga padaku, jadi apa yang kamu kasih kamu akan mendapatkan yang sama pula By." Kata Melodi membuat Rizki terkekeh di buatnya.
"Aduh, manis sekali sih kalian." Sahut Mami Eka yang baru saja keluar rumah untuk menyambut keduanya. Namun siapa sangka beliau malah di sajikan pemandangan yang membuat hatinya bahagia itu.
Sungguh Mami Eka sangat bahagia, karena putri tersayangnya itu benar-benar jatuh ditangan pria yang tepat, dan berharap Rizki akan tetap seperti itu sampai kapanpun pada Melodi.
"Mami." Panggil Melodi dan Rizki bersamaan.
"Tadi Mami niatnya nyambut kalian saat dengar mesin mobil tadi. Eh Malah Mami dibuat jadi penonton adegan romantis kalian." Mami Eka berkata sambil berjalan mendekati Melodi juga Rizki.
"Hehehe, anggap aja balasan Mi. Aku kan sering di buat baper juga dulu sama Mami Papi." Ucap Melodi dengan nakalnya.
"Kamu ini sayang. Lagi pula memang harus begitu kan. Mami berharap kalian selalu seperti ini, saling mengasihi sampai kapanpun."
"Tentu Mami, Rizki janji." Ucap Rizki dengan cepat.
__ADS_1
"Semangat banget kamu By, awas kalau di ingkari." Sahut Melodi.
"Mana ada, harusnya aku tuh yang harus bilang gitu ke kamu sayang. Kamu harus janji akan selalu ada di sampingku, nggak boleh sama sekali ada niatan meninggalkan aku sampai kapanpun. Karena jika itu terjadi, aku tak akan pernah mengijinkan sejengkal pun kamu pergi dariku." Ucap Rizki tanpa sengaja air matanya pun ikut menetes, namun segera di tepisnya sebelum Melodi menyadarinya.
Saat mengucapkan itu Rizki bahkan sampai lupa jika Mertuanya itu masih ada bersama mereka, hingga tanpa malu dia membawa Melodi kembali dalam pelukannya.
"Aku janji By, akan selalu bersamamu sayang." Balas Melodi sambil membalas pelukan Rizki.
"Aduh aduh, sampai lupa pasti nih kalian kalau Mami ada di sini." Ucap Mami Eka dengan pura-pura cemberut, namun jauh di lubuk hatinya beliau berdoa agar Tuhan selalu menjaga pernikahan kedua anaknya ini.
"Hehehe, sampai lupa Mi. Ayo kita masuk." Ucap Melodi setelah melepas pelukannya pada sang suami dan beralih merangkul Mami Eka dan mengajaknya masuk, karena dia tahu Rizki masih mau mengambil barang bawaan mereka terlebih dahulu.
"Suamimu.?" Tanya Mami Eka karena Rizki yang tertinggal di belakang mereka.
Rizki yang mendengar itu, langsung menyahuti ucapan sang mertua.
"Mami sama Melodi duluan saja, iki masih mau angkat Barang Mi." Sahut Rizki.
***
Malam harinya saat habis makan malam bersama, Melodi dan keluarganya kini sedang asik mengobrol bersama di ruang keluarga sambil menunggu Bima yang belum juga menunjukan batang hidungnya itu.
Namun tak berselang lama, orang yang mereka tunggu akhirnya datang juga dengan wajah penuh bahagianya. Membuat siapa saja yang melihatnya ikut bahagia, seakan tertular dengan pancaran bahagia yang dia tampilkan.
"Cie-cie tuh wajah cerah banget sih." Ledek Melodi sengaja, karena kini dia sudah tahu niat Abangnya itu mendatangkan kedua orang tua mereka untuk apa setelah di jelaskan sang Mami tadi.
"Ade, Abang sungguh sangat-sangat bahagia tahu." Ucap Satria dia langsung berjalan memeluk Sang Mami.
"Abang!!!!! bicaranya kan sama aku, kok malah Mami yang Abang peluk." Teriak kesal Melodi yang mengira Bima akan memeluknya.
"Takut suami kamu cemburu sayang, makanya itu biar Mami gantiin kamu saja yah Abang peluk." Ucap Bima jahil sambil menatap Rizki yang kini juga ikut merangkul Melodi.
__ADS_1
"Hey jang peluk istri Papi Satria." Tegur Papi Darma ikut menjahili Bima karena dia tahu Bima sedang menjahili Rizki sekarang.
"Sini sama Tante saja Sat." Ucap Tante Mia sambil merentangkan tangannya.
"Ah Tante Mia, sudah lama sekali Satria nggak ketemu Tante. Tante datang juga ternyata." Ucap Bima sambil beranjak memeluk Tantenya itu, karena memang terakhir kali dia bertemu sang tante saat waktu pernikahan Melodi dulu.
"Tentu Tante datang lah, kamu saja yang melupakan Tante. Masa di saat hari bahagia mu gini nggak melibatkan Tante sih. Untung Mami mu yang kasih tahu Tante, kalau nggak mungkin nanti tante hadirnya hanya pas hari resminya kamu saja. Dasar anak nakal." Ucap Tante Mia sambil menerima pelukan Bima.
"Hehehe, aku pikir tante sedang sibuk sekarang. Terakhir aku dengarkan Tante balik ke Negara pelarian Tante lagi kan." Ucap Bima jahil dan dia langsung mendapat pukulan pelan dari sang Tante.
Bima selalu saja mengatakan Negara yang Tantenya Kerja dan menghabiskan banyak waktunya itu sebagai Negara pelarian, karena sejak kecil dia sering mendengar sang Papi yang kalau menelpon Tantenya itu sering sekali mendengar sebutan Negara Pelarian. Itu sebabnya dia selalu mengatakan itu untuk menjahili sang Tante.
"Dasar Anak nakal, Tante cuman pergi sebentar." Ucap Tante Mia sambil memukul gemas Bima membuat semua yang ada di sana langsung tertawa.
Usai itu, mereka pun langsung membahas topik utama yang menyangkut kedatangan Mami Papi serta Tante Mia itu.
Bima menjelaskan pada semuanya tentang niat baiknya untuk memperistri Gadis, hingga sampai tadi dia sudah bertemu keluarga gadis pun dia ceritakan tanpa terlewat. Hingga kesepakatan pertemuan besok sore menjadi penutup penjelasannya.
"Wah, Abang gercep juga yah udah main dapat restu aja nih dari camer." Ucap Melodi bangga dengan Sang Abang.
"Iya lah, selagi kita berniat baik apapun itu yakinlah Tuhan akan memudahkan semua niat baik kita." Ucap Bima membuat Melodi bertepuk tangan.
"Oh Bang Bima Teguh. Kamu memang yang tebaik Bang." Ucap Melodi dramatis.
"Urus tuh istri kamu Ki, Abang lagi serius juga." Ucap Bima berlaga cemberut.
"Hehehe, benar kok kata istriku Bang. Abang memang yang terbaik." Ucap Rizki dengan terkekeh.
"Dan suamiku ini memang yang paling terbaik, satu tingkat di atas mu Bang Bima." Ucap Melodi membuat Bima dongkol sendiri.
"Kalian ini." Ucap Mami Eka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anak nya itu.
__ADS_1
Sementara yang lain hanya ikut tertawa saja menikmati obrolan penyejuk hati di hadapan mereka.