Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Akhirnya


__ADS_3

"Gimana, sama persis kan kamarnya?" Tanya Rizki ketika mereka sudah memasuki kamar itu.


"I-iya Mas, sama." Ucap Melodi entah mengapa mulai merasa gugup.


"Kenapa? Santai saja sayang, kita belum mulai kok masih mau makan dulu. Sebelum kita bekerja keras nantinya, kita butuh isi tenaga dulu dengan makan. Benar nggak?" Ucapan Rizki membuat dia mendapat Tebokan dari Melodi.


"Apa sih Mas, jangan begitu. Aku pulang nih." Ucap Melodi benar-benar merasa gugup sekarang.


"Emang aku kenapa, benar kan?"


"Yah nggak tahu, ngalamin aja belum. Gimana aku tahu, apa Mas sudah pernah yah. Makanya tahu ritual sebelum itu." Ucap Melodi mencoba menghilangkan kegugupannya dengan menyudutkan Rizki.


"Yah nggak gitu, Mas nggak se brengsek itu kali yang. Kamu yang pertama dan terakhir buat Mas. Itu kan juga seperti olahraga katanya, jadi untuk mengantisipasinya lebih baik kita makan dulu."


"Kamu meragukan Abang?" Tanya Balik Rizki.


"Eh e enggak Mas." Ucap Melodi tak enak hati.


"Ya udah makan dulu, baru kita istirahat sebentar." Saran Rizki.


Setelah itu Rizki langsung mengajak Melodi makan, kebetulan juna juga sudah meminta pihak hotel untuk menyiapkan makanan untuk mereka di kamar itu, sama persis dengan malam itu. Malam pernikahan mereka.


Usai makan Rizki langsung membersihkan dirinya, kemudian disusul Melodi selanjutnya.


"Tidur saja dulu yang." Ucap Rizki saat melihat Melodi sudah berpakaian rapi setelah habis mandi.


Dengan malu-malu Melodi mengiyakan ucapan Rizki, dan langsung bergegas bergabung dengan Rizki yang sudah berada di tempat tidur.


"Kenapa?" Tanya Rizki saat melihat Melodi tampak gelisah, dan dia tahu pasti Melodi sangat merasa gugup saat ini.


"Em, nggak papa kok Mas." Ucap Melodi mencoba menutupi kegugupannya.


"Ya udah istirahat saja yang." Ucap Rizki, sebenarnya dirinya juga merasakan hal yang sama dengan Melodi. Entah kenapa tiba-tiba saja dia merasa gugup seperti ini. Padahal saat di rumah orang tuannya sampai tadi saat sampai di sini pun dia masih biasa saja, bahkan terkesan tak sabar melakukan ritual penyatuan mereka sebagai suami istri.


Masing-masing di antara mereka kini tak lagi bersuara seakan sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Bahkan tidur mereka pun saling memunggungi, sampai dimana akhirnya mereka terlelap dengan sendirinya karena memang keduanya merasa kecapean setelah perjalanan tadi.


***


"umm." Gumam Melodi sambil meregangkan otot-ototnya sambil membuka matanya perlahan.


Namun saat dia menengok ke sisi tepat dimana Rizki berada, sontak saja Melodi di buat terkejut saat suaminya itu menatap dirinya dengan senyum tampannya.


"Astaga Mas, kamu nggak tidur." Ucap Melodi kaget karena di tatap Rizki seperti itu.


"Udah bangun dari tadi yang."


"Kirain."


"Yang, umm." Ucap Rizki tak tau harus mulai dari mana, namun Melodi dapat mengerti itu. Entah kenapa dia menjadi peka saat ini.

__ADS_1


"Aku sikat gigi dulu boleh?" Ucap Melodi sekedar mengundurkan waktu saja.


"Sama-sama yang."


"Iya boleh."


Mereka berdua pun langsung bergegas masuk kamar mandi dengan sedikit canggung yang mendampingi keduanya.


Mungkin saja rasa canggung yang tercipta di antara keduanya, di dasarkan dari hubungan mereka yang berstatus sahabat sebelumnya. Bukan tanpa alasan rasa canggung itu menghampiri. Banyangkan saja jika dua orang yang sama-sama dekat dalam kedok sahabat yang sebenarnya, tiba-tiba di satukan dalam hubungan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Tentu saja pasti rasa canggung itu mau tak mau pasti menghampiri keduanya tidak mungkin tidak bukan.


"Udah segar yah." Ucap Rizki basa-basi mengisi kesunyian di antara keduanya setelah mereka usai menyikat gigi dan kembali ke kasur mereka.


"Iya Mas." Ucap Melodi malu-malu.


"Kamu bisa ki, sebelumnya juga kan kamu main nyosor aja. Kenapa sekarang jadi gugup gini. Ayo semangat." Batin Rizki menyemangati dirinya sendiri.


"Ehm." Deheman Rizki untuk sekedar merilekskan dirinya dari rasa gugup yang mendera.


"Mel."


"Iya Mas."


"Oh Tuhan, apa yang aku lakukan selanjutnya." Batin Melodi.


"Aku mulai yah." Ucap Rizki meminta izin.


"I-iya Mas." Kata Melodi sambil menunduk karena Malu dengan situasi saat ini.


Tampa berkata apa-apa lagi Rizki langsung memberanikan diri memposisikan diri di hadapan Melodi, menatap gadis itu lekat lekat. Kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Melodi yang menunduk.


Rizki dengan pelan langsung mendekatkan bibirnya di bibir merah Melodi setelah itu semua berjalan sesuai instingnya saja, menghilangkan semua rasa canggung karena keadaan mendukung hingga dimana keduanya sama-sama polos entah siapa yang melakukan itu. Keduanya tak memusingkan lagi, karena terlalu larut dalam suasana yang mereka buat sendiri..


"Boleh sekarang." Tanya Rizki ketika mereka sudah sampai di inti dari aktifitas mereka.


"Iya Mas, tapi sakit nggak nanti." Tanya Melodi sedikit khawatir.


"Nggak tahu yang, kita coba saja dulu." Ucap Rizki polos karena memang dia pun tak tahu jawaban Melodi. Dan istrinya itu hanya mengiyakan ucapan Rizki setelah itu Rizki pun memulainya.


"Maaaaass." Teriak tertahan Melodi karena aktifitas Rizki pada tubuhnya.


"Maaf sayang." Ucap Rizki tak tega, namun setelah mendapatkan anggukan kepala dan senyuman Melodi di tengah tangisan tertahannya membuat Rizki kembali dengan tugasnya.


Hingga dimana tak ada lagi jeritan kesakitan Melodi dan membawa keduanya benar-benar menikmati kegiatan mereka sampai selesai, tanpa ada drama penghambat yang mengganggu kegiatan Mereka. Hingga usai di tutup dengan kepuasan yang masing-masing mereka dapatkan.


"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu Mel. Terima kasih sudah menjaganya untukku." Ucap Rizki setelah selesai dengan tugasnya, dan membawa Melodi dalam dekapannya. Tak henti-hentinya Rizki mencium kepala Melodi.


Seakan dirinya adalah Pria terbahagia pilihan Tuhan karena mendapatkan Melodi sebagai istrinya.


"Iya Mas." Ucap Melodi masih malu dengan apa yang mereka lakukan tadi.

__ADS_1


"Kamu masih malu aja sayang." Ucap Rizki sedikit terkekeh dengan tingkah Melodi.


"Hehehe, belum biasa soalnya."


"Kalau gitu kita bikinin biasa saja. Sekali lagi yah, boleh." Ucap Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui keinginan Rizki.


Dan terjadilah aktifitas itu lagi dan lagi hingga mereka tak sadar jika waktu sudah menunjukan tengah malam, bahkan mereka melupakan makan malam mereka. Beruntung sore tadi keduanya sudah mengisi perut mereka terlebih dahulu tadi.


"Sudah yang, jangan lagi. Capek, lapar juga." Ucap Melodi ketika dia sudah benar-benar kecapean menghadapi Rizki yang tak henti-henti meminta lagi dan lagi. Seakan pria itu tak merasa capek sedikitpun.


"Hehehe, iya sayang. Aku pesan makanan sekarang yah." Ucap Rizki setelah itu dia bergegas ingin memesan makanan untuk mereka berdua, namun saat tak sengaja dia melirik pada jam kecil yang bersebelahan dengan telfon hotel membuatnya langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"Sayang maaf, kayanya kita nggak bisa pesan makan di hotel lagi."


"Kenapa?" Tanya Melodi sambil duduk dan membungkus tubuh polosnya dengan selimut.


"Udah jam satu lewat sayang, restoran hotel pasti sudah tutup yang. Maaf."


"Kamu sih, lalu gimana? Aku lapar." Ucap Melodi karena memang jujur dia sangat lapar saat ini.


"Ah perkataan Rizki memang benar, aktifitas ini membutuhkan banyak makan." Batin Melodi


"Makan yang ada saja dulu yah, yang tadi sore kita belum habiskan semua kan. Maaf yah."


"Ya udah itu saja, aku ke kamar mandi sebentar." Ucap Melodi dan dirinya langsung beranjak turun dengan selimut besar di tubuhnya.


Melihat itu Rizki hanya terkekeh saja, bahkan Melodi sampai tak sadar jika dia sudah membuat badan Rizki terekspos nyata karena selimut yang dia bawah bersamanya. Untung saja gadis itu tak menengok kebelakang lagi, kalau tidak. Ah sudahlah.


Setelah membersihkan diri masing-masing, keduanya pun lantas makan. Dan selanjutnya memutuskan langsung tidur, karena waktu yang sudah terlalu larut.


Keesokan paginya...


Masih di kamar hotel yang menjadi saksi awal mula hubungan Rizki dan Melodi di mulai.


Deringan di salah satu ponsel kedua pasangan yang masih tertidur lelap itu membuat Rizki merasa terganggu dengan itu. Pria itu langsung bangun dan melihat asal suara itu, setelah melihat ponsel yang ternyata milik Melodi. Pria itu langsung sedikit tersenyum saat melihat nama Anzas di panggilan dan langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo sayang, kamu dimana? aku lagi di depan apartemen kalian?" Ucap Anzas setelah panggilan tersambung. Lelaki itu sejak tadi menekan pintu apartemen itu, namun tak mendapat jawaban sedikitpun.


"Halo Bro, istriku masih tidur. Capek soalnya semalam ngejalanin tugasnya sebagai istri." Ucap Rizki sengaja dan dia langsung mendengar kata kasar dari seberang sana sebelum akhirnya panggilan itu berakhir.


"Brengsek, ******." Teriak Anzas dan langsung mematikan panggilannya sepihak.


***


Maafkan kalau tak sesuai MP nya, author nya belum nikah soalnya jadi belum ada pengalaman soal itu. Jadi mohon di maklumi yah. Ini aja author mikir keras, takut nggak sesuai realita hubungan bersuami istrinya.


Komen yah di bawah, biar masukan buat author juga.


Kalian tahu nggak, komenan kalian itu mood booster buat setiap penulis tahu, begitu pun bagi author sendiri. Komentar kalian selalu author tunggu dan author baca, jadi jangan sungkan yah buat komen.

__ADS_1


__ADS_2