
"Sana pergi, biar perlu tiap hari juga perginya masing-masing. Maunya di hargai sebagai suami, malah lebih milih pacar di banding istri sendiri. Ini nih kalo menikah tanpa cinta." gerutu Melodi kesal saat baru saja Rizki pergi terlebih dahulu.
Ponsel yang sedari tadi berdering pun tak Melodi hiraukan, dirinya masih kesal dengan sikap bunglonnya Rizki akhir-akhir ini.
"Itu sebabnya Mel, lo itu harus jaga hati. Jangan sampai goyah, oke." Ucap Melodi pada dirinya sendiri. "Oke." Ucap Melodi lagi.
"Apa sih kayanya nih otak mulai nggak beres nih." Ucap Melodi kembali saat menyadari kekonyolannya sendiri.
Gadis itu pun setelah mencuci piring setelah dirinya selesai makan akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kampus.
"Perut sudah, otak juga sudah di asa sedikit tadi. Umm apa lagi yah?" Ucap Melodi mengingat ingat.
"Oh yah, hampir lupa aku." Ucap Melodi sambil berlalu kembali ke kamar.
"Nah ini baru lengkap." Ucap Melodi di depan cermin. Ternyata yang Melodi lupakan yaitu memakai lipstik tipis di bibirnya, tadi dia sengaja tak menggunakan dulu biar habis sarapan saja pikirnya.
Di tempat lain kini Rizki sedang menunggu Larisa sedang bersiap-siap di apartemen milik gadis itu.
Sudah hampir lima belas menit menunggu namun gadis itu tak kunjung usai dengan sesi poles memolesnya itu.
"Larisa ayo buruan, bentar lagi kelas ini. Kamu nggak lupa kan hari ini ada kuis, awas telat kita." Ucap Rizki dengan nada sengaja di besarkan karena dirinya sekarang sedang berada di ruang tamu dan Larisa sendiri sedang berada di kamarnya.
Dengan santai Larisa menghampiri Rizki dengan senyuman manisnya itu.
"Tumben yang, kamu nggak manggil aku sayang. Tadi di telfon juga gitu." Ucap Larisa tak menanggapi ucapan Rizki tadi.
"Perasaan kamu saja sayang, ayo berangkat. Udah siapa kan." Ucap Rizki sambil berdiri dari duduknya.
"Sudah Ayo." Ucap Larisa dan keduanya pun beranjak pergi.
"Kemarin kenapa langsung pulang dan nggak nungguin aku, aku cariin juga di kampus. Eh mobil kamu udah nggak ada." Ucap Larisa ketika keduanya sudah berada di mobil saat ini.
"Ada urusan mendadak soalnya sayang, teman-teman aku juga tinggalin tanpa pamit juga." Ucap Rizki.
"Iya aku juga tanya ke Saga Juga Gerald nggak lihat kamu. Kamu sama Melodi yah pulangnya?" Ucap Larisa.
"Kenapa memangnya?" Tak menjawab malah Rizki balik bertanya pada Larisa.
"Soalnya Melodi juga menghilang kata Saga juga Gerald. Ko bisa samaan, kalian pulang bareng yah.?" Ucap Larisa sambil Menatap Lekat Rizki yang sedang menyetir.
"Ayo turun Sayang udah nyampe." Ucap Rizki, karena memang mereka sudah di parkiran kampus sekarang, karena perjalanan dari apartemen Rizki ke kampus hanya membutuhkan perjalanan cukup lima belas menit saja.
"Jawab dulu.?" Ucap Larisa tak mau turun.
__ADS_1
"Sendiri Sayang." Ucap Rizki membuat Larisa menjadi lega dan tersenyum menatap pacarnya itu.
Keduanya pun turun dari mobil bersamaan, saat Rizki mau menghampiri Larisa dirinya tak sengaja melihat Anzas sedang membukakan pintu mobilnya dan ternyata Melodi yang turun dari mobil itu.
"Kok, bisa mereka barengan?" Ucap Rizki bingung, pasalnya kan Melodi sedang berada di apartemennya. Tak mungkin jika Anzas menjemput Melodi dari sana pikirnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Larisa ketika sudah berada di dekat Rizki.
"Ayo masuk." Ucap Rizki.
"Eh sayang tunggu, tuh Melodi. Kita barengan aja yuk masuknya.?" Ucap Larisa karena dirinya melihat Melodi sedang berjalan bersama dengan pacarnya Anzas.
"Udah mau kelas, ayo masuk. Mereka juga masih ngobrol kan." Ucap Rizki dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Larisa di sana.
"Sayang tunggu, ko malah ninggalin aku sih." Ucap Larisa sambil mengikuti langkah Rizki.
*Flashback On*
"Oh yah, hampir lupa aku." Ucap Melodi sambil berlalu kembali ke kamar.
"Nah ini baru lengkap." Ucap Melodi namun tiba-tiba ponselnya kembali berdering dan dia pun berlalu keluar apartemen sambil mengangkat sambungan telfon itu.
"Halo Be, sorry nggak tahu tadi kamu telfon." Ucap Melodi sekenanya.
"Kenapa memangnya?" Tanya Melodi.
"Arjen sayang." Ucap Anzas langsung memutuskan sambungannya.
Melodi yang penasaran pun langsung bergegas menuju apartemen milik Anzas.
"Sayang, ayo masuk." Ucap Anzas saat membuka pintu apartemen miliknya.
"Apa yang arjen Be?" Tanya Melodi ketika dia sudah masuk bersama dengan sang pemilik Apartemen itu.
"Ikut aku." Ucap Anzas sambil menarik Tangan Melodi menuju ruang makan miliknya.
"Kita sarapan bersama yah, tadi aku masakin kamu nasi goreng spesial." Ucap Anzas dengan santainya sambil mempersilahkan Melodi duduk.
"Apa? Ini yang namanya arjen Be?" Ucap Melodi tak percaya dan mendapatkan anggukan kepala dari Anzas tentunya dengan senyum bahagianya.
"Iya dong sayang, lihat niih tangan aku sampai teriris karena nyiapin ini." Ucap Anzas sambil menyendok nasi ke piring Melodi.
"Be aku lagi mau kuis sebentar lagi ini, nggak keburu kalau harus makan sekarang." Ucap Melodi sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu nggak bilang sayang, ya udah aku antar sekarang. Biar nanti saja makannya." Ucap Anzas langsung meluncur ke kamarnya untuk menganti celana rumah yang dia kenakan.
"Kenapa nggak bilang sih?" Tanya Anzas ulang saat dia sudah siap dan saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran.
"Kamunya langsung nutup telfon sih, gimana mau ngomongnya coba." Ucap Melodi.
"Hehehe, iya juga sih. Sorry sayang." Ucap Anzas sambil Mengacak rambut Melodi.
Akhirnya Anzas pun mengantar Melodi dengan terburu-buru agar kekasihnya itu tak terlambat nanti.
*Flashback Off*
"Telat nggak sayang?" Ucap Anzas saat membuka pintu mobil untuk Melodi. Karena sekarang mereka telah tiba di parkiran fakultas mereka.
"Nggak masih ada lima belas menit lagi." Ucap Melodi.
"Syukurlah, entar aku jemput yah. Mobil kamu kan di apartemen aku." Ucap Anzas.
"Iya Be, kamu sih udah aku bilangin biar aku bawa mobil sediri aja nggak mau." Ucap Melodi.
"Yah biar entar kamu balik lagi ke apartemenku, kamu harus nyobain masakan aku. Kan udah niatnya buat kamu sayang." Ucap Anzas.
"Iya iya Be, ya udah kamu balik gih. Hari ini nggak ada kelas kan?" Ucap Melodi.
"iya sayang. Yah udah, aku balik yah. Udah kelar langsung hubungi aku, oke." Ucap Anzas sambil Berjalan ke menuju pintu mobilnya.
"Oke. Hati-hati Be." Ucap Melodi.
Setelah mobil Anzas pergi, Melodi pun bergegas masuk.
Sampai di kelas Melodi langsung di suguhkan dengan tatapan tak suka dari Rizki saat matanya tak sengaja bersi tatap dengan mata milik pria itu.
..."Kenapa dengan dia, tadi perasaan berangkat biasa-biasa saja deh. Aneh memang nih orang." Batin Melodi....
"Mel, gimana udah siap. Jangan lupa bagi-bagi yah, hitung-hitung beramal." Ucap Gerald ketika Melodi sudah duduk di sampingnya.
"Dia Kenapa Ger?" Tanya Melodi menunjuk Rizki dengan matanya dan tak membalas ucapan Gerald tadi.
"Nggak tahu dari datang mukanya udah kaya gitu. Lagi halangan kali." Ucap Gerald sekenanya.
"Aneh." Ucap Melodi.
"Apa lagi berantem sama Larisa. Ah bodoh ah, ngapain juga ngurusin mereka." Batin Melodi.
__ADS_1
Jangan lupa komen dong biar Author tahu ini cerita ada yang minat atau nggak. like juga boleh, biar nggak sepi gitu✌️