
"Sayang, bisa tidak singkirkan nih orang dari apartemen kita. Aku takut khilaf jadiin dia babak belur kaya mantan kamu yang." Ucap Rizki pada Melodi dengan mimik frustasinya setelah mendengar penuturan Saga kepadanya.
"Alah, lebai amat suami kamu Mel. Orang tinggal milih atau buat judul sendiri doang, bapernya minta ampun." Ucap Saga dengan menahan tawanya.
"By, udah milih aja kamu. Nggak usah mikir kalau nggak mau khilaf." Ucap Melodi menyambut kejahilan Saga.
"Yang tega banget kamu." Ucap Rizki dan langsung di ladenin Gerald yang baru saja meminum air setelah tersedak tadi.
"iiuuww, sejak kapan lo ngomongnya imut gitu." Kata Gerald yang mendengar nada suara imut Rizki.
"Sejak nikah." Ucap Rizki santai..
"Dih, Mel lo nggak ilfil dengar Rizki ngomong gitu." Tanya Gerald sedangkan Saga hanya asik dengan tawanya.
"Tuh kan yang, udah usir mereka deh. Abang menyerah paling serius ini." Ucap Rizki sambil menggeser makanannya dan menaruh kepalanya di meja makan.
"Ger, Sag udah. Suamiku udah menyerah ini." Ucap Melodi sambil menahan tawanya dan mengusap punggung sang suami sayang.
Seketika ucapan Melodi membuat Saga dan Gerald langsung tertawa pecah.
"Yah yah yah, untuk kali ini kamu lolos pak suami." Ucap Saga dengan menahan tawanya.
"Terima kasih, tapi boleh kalian pulang sekarang. Lelucon kalian membuatku ngantuk, butuh istirahat." Ucap Rizki serius.
"Baiklah, tapi tunggu ini makanan kita habis dulu." Ucap Gerald dan Saga ikut mengiyakan ucapannya, karena memang niat awalnya habis makan barulah mereka balik.
"Bagus, yang aku ke kamar duluan yah. Ngantuk." Ucap Rizki karena dia sudah mendadak kenyang mendengar kepulangan kedua sahabatnya sebentar lagi.
"Iya By." Ucap Melodi dan Rizki langsung meninggalkan mereka.
Setelah kepergian Rizki, Saga dan Gerald langsung kembali dalam mode serius mereka.
"Mel, kata Rizki lo sakit makanya nggak masuk kampus. Bener? tapi kok aku lihat kamu baik-baik saja.? Tanya Gerald ketika mengingat niat awal mereka datang untuk menjenguk Melodi.
"Ah, Yah. Tadi memang nggak enak badan, cuman udah baikan sekarang." Ucap Melodi sedikit berbohong, tidak mungkin kan jika dia mengatakan kalau dirinya mengantuk karena begadang semalaman demi jalanin tugasnya sebagai istri.
__ADS_1
"Oh syukurlah." Ucap Saga.
"Syukurlah, oh iya Mel btw lo gimana menyikapi hubungan Abang kamu sama Larisa. Tadi aku lihat lo diam aja, malah Rizki yang banyak geraknya." Gerald.
"Aku terlalu shock tahu, nggak tahu mau menanggapinya gimana." Ucap Melodi, seketika dia kembali mengingat sang Abang.
"Apa nggak sebaiknya lo katakan yang sebenarnya ke Abang lo tentang Larissa. Aku kasihan tahu, pria sesempurna itu malah dapat bekas om om." Ucap Saga sambil membayangkan dirinya yang berada di posisi Bima.
"Pengennya sih gitu, tapi yah gimana. Aku nggak tahu harus ngasih tahunya mulai dari mana." Ucap Melodi.
"Menurut aku sih, mendingan lo jujur sekarang deh. Terlepas dari entar di terima atau tidak sama abang lo, kan mumpung hubungan mereka masih baru ini. Jadi Abang lo nggak terlalu sakit-sakit banget gitu." Saran Gerald.
"Iya sih, entar deh aku lihat waktu yang pas." Ucap Melodi kemudian mereka pun melanjutkan makan mereka. Dengan sesekali membahas soal tadi mereka menjahili Rizki.
Setelah itu Saga dan Gerald pun langsung pamit pulang kerena memang, hari sudah siang menjelang sore. Dan mereka tak berpamitan dengan Rizki lagi, karena memang pria itu benar-benar tidur setelah di cek Melodi sebelum mereka pulang tadi.
Kemudian setelah kepulangan kedua sahabatnya, Melodi langsung membersihkan apartemen lagi sambil mengikis waktu luangnya..
Usai dengan beberesnya, Melodi kemudian masuk ke kamarnya dan melihat Rizki yang masih terlelap dengan damainya.
"Capek sekali yah kamu Ki." Gumam Melodi sambil tersenyum mengingat kejahilan dua sahabatnya tadi. Setelah itu dia memutuskan untuk membersihkan diri karena merasa lengket setelah beberes.
Tiga puluh menit berlalu, kini Melodi sudah selesai dengan ritual bebersih nya. Namun baru saja keluar, Melodi langsung di kaget kan dengan Rizki yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan senyum nakalnya.
"Astaga, ngapain berdiri di sini By. Ngagetin tahu." Ucap Melodi sambil mengusap dadanya.
Tanpa aba-aba Rizki langsung mengangkat tubuh Melodi dan membawanya ke ranjang mereka.
"By turunin, kamu apa apaan sih." Sungut Melodi karena di buat kaget dengan ulah sang suami.
"Duo rese udah balik kan?" Tanya Rizki tanpa mempedulikan ocehan Melodi setelah dia baru saja menaruh Melodi di ranjang mereka.
"Udah, memangnya kenapa?" Tanya Melodi yang sudah mulai curiga.
"Hehehe, nggak mau ngapa ngapain ko. Cuman mau bantu lepasin ini." Ucap Rizki dan langsung melepas handuk yang menutupi tubuh polos Melodi. Hal itu tentu saja langsung membuat Melodi melotot dan mencoba merebut handuknya kembali. Namun Rizki terlanjur membuangnya jauh.
__ADS_1
"Gila kamu By." Ucap Melodi sambil menutupi aset-aset sensitifnya.
"Iya gila karena ini ini ini dan ini, pokonya semuanya." Ucap Rizki dan langsung menjalankan aksinya, membuat Melodi hanya pasrah saja dengan ulah sang suami.
Hingga kurang lebih satu setengah jam barulah Rizki melepas Melodi.
"Kamu harus mandi lagi yang." Ucap Rizki terkekeh saat melihat Melodi yang berkeringat karena ulahnya.
"Yah itu karena kamu." Ucap Melodi sambil mengatur nafasnya yang tersengal.
"Nggak nyangka yah, kita bisa kaya gini." Kata Rizki melihat tubuh polos keduanya. Namun Melodi tak menghiraukan, karena masih sibuk dengan mengatur nafasnya.
"Kamu tahu nggak sayang?" tanya Rizki.
"Nggak tahu, kan kamu belum bilang By." Ucap Melodi langsung membuat Rizki menggigit pipinya gemas.
"Lepas By, kenapa suka sekali buat tubuhku merah-merah." Ucap Melodi sambil mendorong kepala Rizki dari depan pipinya.
"Habisnya terlalu mulus tubuh kamu, makanya aku suka berkarya biar nggak terlalu monoton tu kulit." Ucap Rizki terkekeh sendiri.
"Nggak lucu, tadi mau bilang apa?" Tanya Melodi kembali ke topik sebelumnya, sambil dirinya menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
"Ah yah, sampai lupa. Kamu tahu nggak aku beneran lupa mau bilang apa tadi." Ucap Rizki yang benar-benar lupa mau berbicara apa tadi, ah hal yang paling bikin kesal yah ini. Lupa mendadak.
"Cih." Decak Melodi tak habis pikir.
"By, tanya boleh?" Ucap Melodi kemudian.
"Apa?"
"Jangan marah tapi?"
"Iya, nggak bakal."
"Udah sejauh mana hubungan kamu sama Larissa By selama setahun lebih pacaran?" Tanya Melodi bukan tanpa alasan, karena sikap Rizki dalam berhubungan intim dengannya seperti sudah biasa pria itu lakukan. Bahkan terkesan sangat pro dalam masalah ciuman yang sungguh membuatnya bertanya-tanya.
__ADS_1
Namun pertanyaan itu langsung membuat Rizki terbatuk, sakin terkejutnya dengan pertanyaan Melodi.
"Jangan marah, aku hanya ingin tahu. Kalau nggak kasih tahu juga nggak papa. Aku mandi yah." Ucap Melodi dan langsung mencoba bangkit dari berbaringnya.