
"Sayang, hati-hati." Ucap Rizki saat membuka pintu untuk Melodi, namun dia tak bisa membantu sang istri. Karena Melodi sendiri yang meminta agar dirinya menjaga jarak dengan Melodi.
"Satu langkah di belakangku By, ingat kan?" Tanya Melodi sambil mengingatkan sang suami, sesuai yang dia minta sebelumnya.
"Iya sayang." Ucap Rizki dengan cemberut.
Kini mereka baru saja tiba di kediaman mereka setelah tadi mampir memeriksa keadaanMelodi di rumah sakit.
Rizki berjalan satu langkah di belakang Melodi sambil berjaga-jaga wanita itu dari belakang, walau sebenarnya itu bukan alasan yang tepat. Karena semua itu atas permintaan istrinya. Dan Rizki hanya menganggapnya menjaga sang istri saja bukan karena di jauhi, hanya untuk sekedar menghibur dirinya sendiri saat mendengar permintaan Melodi terhadapnya.
"Non, Udah pulang." Sapa seorang asisten rumah tangga di rumah baru yang baru dua minggu yang lalu mereka tempati. Rumah dimana Rizki beli dan siapkan sejak awal pernikahannya dengan Melodi empat bulan yang lalu.
Di rumah itu Rizki hanya menempatkan dua asisten rumah tangga, satu tukang kebun dan satunya lagi adalah penjaga di pintu depan rumah berlantai dua itu.
"Iya Bi Sum." Ucap Melodi mewakili Rizki yang sepertinya tak mendengar sapaan Bi Sum.
Bibi Sum, adalah asisten rumah tangga yang di rekomendasikan Ibunya Rizki. Karena Bibi Sum sendiri merupakan adik dari asisten rumah tangga di rumah Rizki. Itu sebabnya mereka mempercayakan Bibi Sum untuk bekerja di sana.
"Bi, tolong antar istri saya ke kamar yah." Ucap Rizki setelah mereka sudah di dalam rumah.
"Iya den." Ucap Bibi Sum.
"Sayang, kamu duluan yah. Aku mau buat susu buat kamu." Ucap Rizki dan langsung berlalu ke dapur sambil menenteng paper back berisi susu dan buku yang di beri dokter setelah pemeriksaan Melodi tadi.
"Den, biar Sinta yang buatin." Ucap Bibi Sum namun Rizki sudah terlanjur hilang dari pandangan mereka.
"Biar saja Bi, memang aku maunya Bang Rizki yang buat kok." Ucap Melodi sambil dia berjalan menuju tangga, namun dirinya langsung berhenti ketika kakinya hendak melangkah naik pada tangga pertamanya saat mengingat kejadian tadi di cafe baru Abang Bima nya.
"Ah Bibi, aku mau pindah kamar saja.." Ucap Melodi dan langsung melangkah ke kamar utama di lantai bawah mereka yang hanya berisi tempat tidur dan satu lemari. Karena memang tak ada perabotan yang mereka siapkan untuk kamar itu.
"Kenapa pindah non, kan kamarnya masih kosong." Tanya Bibi Sum bingung.
"Aku capek lihat tangganya Bi, apalagi kalau naik. Baru membayangkan saja udah capek duluan Bi." Ucap Melodi bergidik ngeri.
Dirinya langsung menuju sofa terdekat di luar kamar yang ingin dia tempati, dan langsung mendudukkan dirinya di sana.
"Baik non, Bibi pindahin barang-barangnya sekarang atau?" Tanya Bibi Sum.
__ADS_1
"Sekarang saja Bi, boleh? biar sebentar langsung bisa di tempati." Ucap Melodi sambil menatap perutnya dan mengelusnya pelan.
"Siap non, Bibi tinggal yah." Ucap Bibi Sum setelah itu dia langsung memanggil keponakannya Sinta yang juga bekerja bersamanya. Agar mereka berdua mengerjakan tugas pindahan kamar Melodi dengan cepat.
Tak lupa juga beliau memanggil suaminya yang bertugas sebagai tukang kebun dia sana untuk juga membantu mereka mengangkat barang yang berat untuk mereka angkat.
Tak berselang lama Rizki datang dan langsung menghampiri Melodi yang sedang duduk santai di sofa depan tangga menuju lantai dua kamar mereka.
"Sayang, kok duduk di sini. Katanya mau istirahat. Ini susunya." Ucap Rizki sambil memberikan susu dan duduk berseberangan dengan Melodi setelah lebih dulu memberikan susu untuk sang istri.
"Ini juga lagi istirahat." Ucap Melodi sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, setelah lebih dulu menghabiskan susu yang di berikan Rizki untuknya tadi.
"Bi Sum kenapa barang Istriku di bawah turun." Tanya Rizki saat melihat Bibi Sum dan Sinta membawa turun tas-tas milik Melodi.
"Anu Den." Ucap Bibi Sum dan langsung di lanjutkan Melodi..
"Lanjut saja By, biar aku yang jelaskan." Kata Melodi dan hanya di angguki Bibi Sum dan kemudian beliau kembali dengan tugas awalnya.
"Itu aku yang minta By, aku mau tempati kamar bawah saja. Tadinya mau istirahat di kamar kita, tapi baru juga lihat tangga saja aku udah cepek duluan. Makanya aku memutuskan untuk tempati kamar bawah saja, biar kamu di kamar atas." Ucap Melodi dan Rizki langsung melotot melihatnya.
"Tapi aku nggak suka bau kamu By." Ucap Melodi.
"Yah, kan kamu dengar sendiri kan kata dokter. Aku bisa memakai parfum kamu kalau kamu nggak suka bau aku, kamu lupa yah." Ucap Rizki dan Melodi langsung tersenyum setelah mengingatnya.
"Ya udah kamu mandi gih, aku mau peluk." Ucap Melodi dan langsung membuat Rizki tersenyum lebar.
"Baiklah sayang, tunggu sebentar." Ucap Rizki dan langsung berlari sakin tak sabarnya.
"Pelan-pelan sayang." Teriak Melodi saat melihat tingkah konyol Rizki, namun kemudian dia tersenyum sendiri saat mendengar kata sayang yang dia ucapkan sendiri.
Entah sejak kapan Melodi mulai memanggil Rizki dengan sebutan sayang, tapi yang jelas dia suka dengan sebutan itu sekarang walau tak sering juga dia ucapkan kata itu.
***
Tak butuh waktu lama kini Rizki sudah kembali dengan penampilan segarnya. Pria itu langsung melangkah cepat memeluk sang istri setelah beberapa jam ini tak bisa dia jangkau.
"Aaahhh, ini baru harum." Ucap Melodi sambil Memeluk erat suaminya.
__ADS_1
"Sayang, jangan terlalu kuat peluknya. Kasian perutmu." Kata Rizki itu dan langsung Membuat Melodi merenggangkan pelukannya dan beralih menatap dan mengelus perutnya..
*Flashback On*
Saat Rizki dan Melodi tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju dokter umum setelah terlebih dahulu Rizki mendaftar setelah tiba di sana.
Namun mereka langsung di sarankan memeriksakan keadaan Melodi ke dokter kandungan, setelah di periksa dan dokter mengatakan kemungkinan Melodi sedang Mengandung.
Keduanya pun langsung menuju ke dokter kandungan yang di anjurkan oleh doker tadi. Bahkan mereka pun sudah langsung dalam antrian berkat rekomendasi dokter sebelumnya. Sehingga tak perlu waktu lama untuk menunggu giliran mereka.
"Selamat siang dok." Ucap Rizki dan Melodi saat keduanya baru memasuki ruangan dokter kandungan.
"Siang juga, silahkan duduk bapak ibu." Ucap Sang dokter ramah.
Setelah berbincang sebentar dokter langsung meminta Melodi untuk berbaring pada tempat tidur untuk di periksa lanjutan. Dan tak berselang lama dokter pun tersenyum, ke arah keduanya dan mengucap selamat setelah alat yang mendeteksi yang tadi dia letakan ke perut Melodi memperlihatkan ada kehidupan lain di perut ibu cantik itu.
"Selamat yah pak Bu, ada janin di perut ibu. Dan usianya sudah hampir lima minggu. Ibu dan baby nya pun keduanya sangat sehat." Ucap Sang dokter setelah menunjukan hasil alat pemeriksa kehamilan itu.
"Sayang." Ucap Rizki dan ingin memeluk Melodi namun Istrinya itu langsung berkata cepat ke arahnya.
"Berhenti di situ, jangan mendekat By." Ucap Melodi saat melihat pergerakan Rizki.
Melihat itu, dokter hanya menggelengkan kepalanya saja mengerti maksud dari ibu hamil itu. Setelahnya beliau langsung menjelaskan solusi agar suami istri itu tak berjarak lagi. Dan tentu saja itu langsung Membuat Rizki berloncatan girang sakin senangnya, selain senang atas kehamilan sang istri.
*Flashback Off*
"By sayang. Kamu sudah menghamili sahabatmu sendiri tahu." Ucap Melodi setelah mengingat ada mahluk hidup di perutnya.
"Yah sahabat, sahabat halal ku." Ucap Rizki sambil mengelus perut dan mencium kepala Melodi yang sedang menunduk menatap perutnya sendiri.
"Sayang terima kasih sudah mau mengandung anak dari sahabatmu ini." Ucap Rizki.
"Hm, tapi kan kamu nggak ada minta izin buat hamilin aku By. Kita bahkan belum merencanakan kehamilan ini. Tapi kenapa aku se senang ini yah, kaya sudah lama banget menantinya." Ucap Melodi sambil mengelus perut ratanya.
"Hehehe, lupa aku sendiri yah yang sudah rencanakan ini sayang. Ah Tuhan tahu saja apa mau ku. Pokonya terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu dan anak kita ini." Ucap Rizki sambil mengecup perut Melodi sekalian menyembunyikan air matanya yang sempat menetes sakin bahagianya.
Saat sedang asik dalam kebahagiannya mereka tiba-tiba saja Pak Kasim penjaga depan menghampiri mereka dan mengatakan jika ada tamu yang ingin bertemu dengan Melodi, dan tentu hal itu langsung membuat keduanya saling tatap karena tak ada yang tahu rumah baru mereka selain Saga dan Gerald. Itu juga jika kedua sahabatnya datang sudah pasti tanpa permisi pun mereka akan langsung masuk tanpa di suruh.
__ADS_1