
...Diharapkan pada raides yang mampir untuk like dan comen yah, vote juga kalo sudah baca....
Maira larasati
Adalah gadis pekerja keras setelah kematian orang tuanya, Maira adalah tulang punggung dalam keluarga yang mengasuhnya. Mbok Sima.
Maira yang baru lulus kuliah harus secara paksa di jual oleh Kaka kandung nya sendiri pada seorang pria yang menjadi tempatnya meminjam uang. Emm lebih tepatnya membawa kabur uang dalam jumlah yang tidak sedikit.
Kakaknya bernama Malik, tega menipu Maira dengan mengatakan kalau, ia memasukan Maira ke suatu perusahan besar ternama .
Tentu saja Maira setuju. Merasa beruntung setelah selesai wisuda dirinya bekerja di perusahaan ternama. Gadis mana yang menolak Bekerja di perusahaan besar.
Diiming-imingi gaji besar dan jabatan yang sesuai membuat gadis remaja itu terbuai. Berharap itu adalah nasib baik selama hidupnya. Sayang sekali itu semua hanya tipu daya dari sang kakak.
Memimpikan awal karir yang bagus, Maira mulai menyelami dunia imejenasi kisah perjalan seru. Siapa sangka kisah itu malah menjadi tragis atau romance tak ada yang bisa menebaknya.
Gadis malang itu sudah salah langkah karena mengikuti arahan gelap perjalan kakaknya. Maira harus mengakhiri hidupnya dengan status ******. Menginjakan kaki memasuki PT Wiliam group adalah awal dirinya masuk ke lubang hitam yang dalam.
Garra Wiliam
Adalah pengusaha sukses yang masih begitu muda, perawakan yang bisa di katakan sempurna. Bak seorang pangeran dirinya begitu menawan. Sayangnya laki laki ini tak semua wanita menyukainya karena suatu alasan.
Kesuksesan nya adalah bukti kalau ia benar benar telah berusaha memimpin dengan baik .
Kesuksesan tidak di dapatkan nya dengan mudah, ada harga yang harus ia bayar yaitu masa muda yang tidak di nikmati nya.
Garra sendiri sebenarnya sudah memiliki tunangan, hanya saja gadis itu terbaring koma sudah hampir 2 tahun.
__ADS_1
Sialnya tahun ini adalah tahun terakhir dirinya melajang karena masalah pimpinan perusahaan. Perebutan kekuasaan dengan sang paman, adik dari ayah Garra. Marcel Wiliam.
Disudut ruangan laki laki yang berdiri tegap dengan balutan jas yang pas di tubuh atletisnya tengah menatap pandangan memalui jendela kaca kantornya.
Saat ini wajah Garra menghitam dengan tatapan kesal pada dua orang yang sedang berlutut dibelakangnya. Tepat di hadapan meja Garra.
"Jadi dia adik mu " Garra bertanya. Dirinya menghembuskan asap rokok sekali dorongan nafas.
Laki laki bertubuh atletis itu berbalik menghadap kedua orang yang berlutut di ruang tamu kantornya itu.
"Menukar adik mu dengan uang yang kau bawa kabur? Garra menyeringai. "Apa yang bisa dia lakukan." Garra menatap dengan tatapan merendahkan.
Maira melirik sorot mata Garra. Pandangan mereka bertemu. Gara menatap merendahkan sementara Maira menatap dengan penuh kekesalan.
"Menyimpan rahasia mu." Malik menyahut dengan gemetar.
"Aku memang kesusahan untuk menerima wanita selain Sahsa. Tapi kalo aku mau mencari wanita hanya untuk menikah kontrak para pelacur di sana juga akan suka rela naik ke ranjang ku." ucapan Garra semakin membuat Maira tersudutkan.
"Benarkah? Apa anda akan menikahi pelacur dan menjadikannya sebagai nyonya Wiliam. Ayoklah anda akan menjadi tertawaan para kolega di luar sana." tersenyum dengan tatapan tajam Malik menyeringai
"Maaf, aku tidak menerima pernikahan ini, silahkan cari pelacur diluar sana untuk anda jadikan istri. Aku bukan pilihan karena aku bukan pelacur." Maira tersenyum getir, dirinya sangat kesal.
Ucapan wanita yang sangat berani. Gara mengangkat alisnya setelah mendengar ucapan Gadis yang baru saja bicara dengan kekesalan di dalam dirinya. Garra menyeringai.
Tatapan mata Rama seperti terkejut mendengar suara Maira. Tak asing tapi ini kali pertama Rama bertemu dengan Maira. Apakah mereka tak sengaja pernah bertemu? Entah lah Rama tak ingat Hanya saja sekertaris ini tengah menimbang nimbang.
Malik menggenggam pergelangan Maira dengan sangat kuat. Seperti nya laki laki itu baru saja terkejut dengan ucapan adiknya. Maira merasakan kemarahan Malik tadi cengkraman tangannya.
__ADS_1
"Lagian kenapa Kaka menipuku." Maira bertanya dengan teramat kesal. Menatap sang kakak lalu berdiri dengan sedikit belagu Maira menarik kakaknya yang masih duduk dengan bersimpuh kaki, di depan Garra.
"Aku akan bayar utang Kaka ku, kau hanya perlu memberi ku waktu saja." suara Maira sedikit meninggi, tanpa menatap Garra tanpa bermaksud menjadi pahlawan, ia hanya lelah.
Melihat Maira yang berkata kasar, membuat Rama sedikit mendekati lalu memegang pergelangan Maira yang sedang membantu kakaknya berdiri
"Tolong jaga bicara anda. Melakukan negoisasi dengan Bos Gara bukan jalan yang tepat." Rama tersenyum sopan. Tapi hanya sejenak sebelum kembali menatap dingin pada kedua orang asing yang berada di kantor itu
Senyuman tipis di ujung bibir Gara terukir indah mendengar ucapan Maira yang seperti dongeng pada anak anak
"Apa kau sedang mendongeng." Gara bertanya. "Aku yakin seumur hidupmu bekerja pun, tak pernah bisa melunasi nya sampai kau mati." ucapan Garra yang penuh tekanan sedikit membuat Maira merinding.
"Kan aku sudah bilang, aku akan melunasi nya. kau hanya perlu memberikan aku waktu." emosi saat bicara dengan Garra membuat Maira ingin melemparkan sesuatu di wajah Garra.
Gara mengangguk. Rama paham maksudnya, memperlihatkan catatan utang Malik pada Maira .
Dengan seketika Maira terduduk lesu dengan gemetar di seluruh tubuhnya melihat angka yang tertera di kertas .
"Ka kenapa kau tidak bunuh aku saja." nada putus asa terdengar dari mulut Maira yang terduduk kembali di samping kakaknya namun dengan arah berlawanan.
Hari bersejarah pun terjadi dalam hidup Maira, awal dari semuanya. Mampukah ia bertahan dengan sikap Garra ?
Apakah rahasia terbesar Garra di dunia gelap.?
...Inilah kisah mereka di mulai....
...selamat nikmati cerita nya...
__ADS_1