
Tuh kan aku emng ada salah ngomong. “Aku harap ini harus
lebih baik yang kemarin.” Sahut Maira membuat dirinya sendiri merinding
mendengar ucapannya
“Kalau aku tidak melihat darah perawan mu, aku meragukan
kalau kau belum pernah begituan, dengan tingkat sex mu yang seperti ini.”
Membuka pengait di punggung Maira dengan
gesit.
“Kali ini aku tidak akan menahan diri.” Sahut Garra mulai
mengitari ciuman di bibir.
“Ah, aku menantikannya.” Sahut Maira dengan suara yang mulai
bergairah.
Bresengsek aku pasti sudah gila
Awalnya sekedar ciuman, namun semakin waktu berjalan,
semakin ganas permainan keduanya. Garra benar benar tak menahan diri seperti
yang ia katakan. Sigap lincah dan lama.
“Dasar jalang.” Ucap Garra di tengah tengah bercinta nya
mereka.
“Ucgh, uu …. Dhahh be
…. Lhummm.” Tanya Maira di tengah bercintanya mereka yang entah sudah berapa
lama, sampai mendesah dengan susah payah.
Dasar brengsek, abis ini kayaknya aku bakal seharian di
rumah.
“Jeh, ak huu ….. bar u mau serius, tadi kan masih pemanasan.” Sahut Garra terus bermain, dengan pelan dan entahlah author cuman copy kata kata dari apk orens. Sorry karena author bingung sendiri dengan arti ucapan.
Apa! Salah ku juga kenapa menantang jiwa laki lakinya, tapi
ini udah kali ke lima, apa dia gak cape. Gumam maira hanya bisa pasrah.
Eugghh ....
Aauuuuhhh......
Shaaaaa khiiiitttt...
__ADS_1
Setelah sekian lama
Ponsel Garra berdering nyaring. Rama, nama yang tertera di
layar ponselnya. Garra melangkah meraih ponselnya. Melirik Maira sekilas yang
tertidur kembali. Namun, dirinya terlihat begitu segar bahkan terlalu bersemangat.
Ketampanan nya bertambah setelah ia habis mandi, membersihkan diri dari cairan
bergairah, belum tepat di sebut cinta, meskipun Garra berstatus suami Maira.
Namun, tak ada yang tahu siapa yang ada di hati Garra saat ini.
‘Hallo Rama.” Sapa Garra dengan mood yang terdengar bagus.
“Maaf bos, hari ini rapat akusisi dari media EMS." sahut Rama
mengingatkan.
“Tunda besok, aku ingin menemani Maira.” Sahut Garra
mematikan secara sepihak.
Ha, rupanya tuan bos sudah jatuh cinta. Ya ampun apa sih
tuan ini, padahal ini yang yang selalu dia nanti nantikan. Ternyata kasmaran
itu mengerikan. Gumam Rama berfikir.
Rama bersama dengan Nadia memasuki ruang rapat yang di tunda
Akhirnya Rama yang akan menjalankan di temani oleh Nadia. Memasuki ruangan
dengan aura yang yang hampir sama seperti Garra, semua para ketua devisi
terlihat tegang dengan berbagai macam pertanyaan di benak mereka masing masing.
Namun, dengan begitu Takan ada yang berani bertanya, karena dua orang ini sama
menakutkan nya.
Semua kepala divisi terlihat saling tatap satu sama lain,
melihat Rama sekertaris tangan kanan kepercayaan tuan bos Garra.
“Maaf karena kalian harus menunggu, kedatangan tuan bos.”
Sapa Rama duduk di kursi kebesaran Garra.
“Hari ini rapat akuisisinya di tunda, karena tuan Garra ada
urusan mendadak.” Ucap Rama related, karena tak pandai berbohong lebih baik.
Semua kepala divisi mulai saling bertanya, urusan mendadak
__ADS_1
apa sampai ia mengesampingkan urusan media EMS. Karena dari beberapa waktu lalu
Garra terlihat antusias sekali dalam menanggapi media EMS, namun sekarang malah
hilang.
“Em maaf pak Rama, tapi masalah ini kalau tak di tindak lanjuti segera akan sangat bahaya.” Ucap
kepala divisi bagian CTO. (chief
TECHNOLOGI officer)
“Media EMS itu terlalu licik, mereka akan memanfaatkan waktu
sebaik mungkin.” Ucap kepala divisi bagian CMO (chief marketing officer)
“Emm begini, saya paham dengan kekhawatiran
kalian, tapi tuan bos punya prediksi
sendiri.” Sahut Rama antusias.
“Rapat saya tutup, dan tolong kerja sama nya CMO, dan yang
berperan penting agar tetap dalam jalur dan terus pantau, laporkan hal sekecil
apapun itu.” Ucap Rama meninggalkan rapat bersama dengan Nadia.
Walaupun para kepala divisi banyak yang masih belum puas dengan
jawaban Rama, namun mereka bisa apa jika Rama hanya mengatakan itu. Setidaknya
tak seperti Garra yang akan langsung tuduh poin dan meminta tanggapan yang tepat,
kalau salah sedikit maka keluar dari perusahan adalah jalan teraman untuk
melanjutkan hidup.
Nadia dan Rama jalan bersama ke ruangan Garra, untuk membahas beberapa
masalah, dan juga untuk mengambil beberapa dokumen penting yang haris di tanda
tangani oleh tuan Garra.
“Hal apa yang membuat tuan Garra, mengesampingkan urusan media
EMS, menurut kamu itu apa.” Tanya Nadia berfikir keras.
“Kalau sangat penasaran, kenapa tidak kau tanyakan langsung
saja.” Sahut Rama menyeringai ringan.
“Dasar brengsek, bersama dengan tuan Garra setiap saat, aku
rasa kau mengikuti gaya bicaranya.” Sindir Nadia menatap kesal
__ADS_1
“Ah, itu poin utama nya.” Sahut Rama membalas Nadia.
Guys, mohon like dan comen nya yah, vote juga sesuai dengan rumor kemarin DNBS ini sepertinya tenggelam, bintang satu dengan ulasan plagiat buat aku gak semangat, lagian kalo ini karya plagiat ngapain aku harus begadang dan banyak file di laptop aku. mohon bantuannya