Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
perkara ucapan


__ADS_3

Tuh kan aku emng ada salah ngomong. “Aku harap ini harus


lebih baik yang kemarin.” Sahut Maira membuat dirinya sendiri merinding


mendengar ucapannya


“Kalau aku tidak melihat darah perawan mu, aku meragukan


kalau kau belum pernah begituan, dengan tingkat sex mu yang seperti ini.”


Membuka pengait di punggung Maira  dengan


gesit.


“Kali ini aku tidak akan menahan diri.” Sahut Garra mulai


mengitari ciuman di bibir.


“Ah, aku menantikannya.” Sahut Maira dengan suara yang mulai


bergairah.


Bresengsek aku pasti sudah gila


Awalnya sekedar ciuman, namun semakin waktu berjalan,


semakin ganas permainan keduanya. Garra benar benar tak menahan diri seperti


yang ia katakan. Sigap lincah dan lama.


“Dasar jalang.” Ucap Garra di tengah tengah bercinta nya


mereka.


“Ucgh, uu  …. Dhahh be


…. Lhummm.” Tanya Maira di tengah bercintanya mereka yang entah sudah berapa


lama, sampai mendesah dengan susah payah.


Dasar brengsek, abis ini kayaknya aku bakal seharian di


rumah.


“Jeh, ak huu ….. bar u  mau serius, tadi kan masih pemanasan.” Sahut  Garra terus bermain, dengan pelan dan entahlah author cuman copy kata kata dari apk orens. Sorry karena author bingung sendiri dengan arti ucapan.


Apa! Salah ku juga kenapa menantang jiwa laki lakinya, tapi


ini udah kali ke lima, apa dia gak cape. Gumam maira hanya bisa pasrah.


Eugghh ....


Aauuuuhhh......


Shaaaaa khiiiitttt...

__ADS_1


Setelah sekian lama


Ponsel Garra berdering nyaring. Rama, nama yang tertera di


layar ponselnya. Garra melangkah meraih ponselnya. Melirik Maira sekilas yang


tertidur kembali. Namun, dirinya terlihat begitu segar bahkan terlalu bersemangat.


Ketampanan nya bertambah setelah ia habis mandi, membersihkan diri dari cairan


bergairah, belum tepat di sebut cinta, meskipun Garra berstatus suami Maira.


Namun, tak ada yang tahu siapa yang ada di hati Garra saat ini.


‘Hallo Rama.” Sapa Garra dengan mood yang terdengar bagus.


“Maaf bos, hari ini rapat akusisi dari media EMS." sahut Rama


mengingatkan.


“Tunda besok, aku ingin menemani Maira.” Sahut Garra


mematikan secara sepihak.


Ha, rupanya tuan bos sudah jatuh cinta. Ya ampun apa sih


tuan ini, padahal ini yang yang selalu dia nanti nantikan. Ternyata kasmaran


itu mengerikan. Gumam Rama berfikir.


Rama bersama dengan Nadia memasuki ruang rapat yang di tunda


Akhirnya Rama yang akan menjalankan di temani oleh Nadia. Memasuki ruangan


dengan aura yang yang hampir sama seperti Garra, semua para ketua devisi


terlihat tegang dengan berbagai macam pertanyaan di benak mereka masing masing.


Namun, dengan begitu Takan ada yang berani bertanya, karena dua orang ini sama


menakutkan nya.


Semua kepala divisi terlihat saling tatap satu sama lain,


melihat Rama sekertaris tangan kanan kepercayaan tuan bos Garra.


“Maaf karena kalian harus menunggu, kedatangan tuan bos.”


Sapa Rama duduk di kursi kebesaran Garra.


“Hari ini rapat akuisisinya di tunda, karena tuan Garra ada


urusan mendadak.” Ucap Rama related, karena tak pandai berbohong lebih baik.


Semua kepala divisi mulai saling bertanya, urusan mendadak

__ADS_1


apa sampai ia mengesampingkan urusan media EMS. Karena dari beberapa waktu lalu


Garra terlihat antusias sekali dalam menanggapi media EMS, namun sekarang malah


hilang.


“Em maaf pak Rama, tapi  masalah ini kalau tak di tindak lanjuti segera akan sangat bahaya.” Ucap


kepala divisi  bagian CTO. (chief


TECHNOLOGI officer)


“Media EMS itu terlalu licik, mereka akan memanfaatkan waktu


sebaik mungkin.” Ucap kepala divisi bagian CMO (chief marketing officer)


“Emm begini, saya paham dengan kekhawatiran


kalian, tapi  tuan bos punya prediksi


sendiri.” Sahut Rama antusias.


“Rapat saya tutup, dan tolong kerja sama nya CMO, dan yang


berperan penting agar tetap dalam jalur dan terus pantau, laporkan hal sekecil


apapun itu.” Ucap Rama meninggalkan rapat bersama dengan Nadia.


Walaupun para kepala divisi banyak yang masih belum puas dengan


jawaban Rama, namun mereka bisa apa jika Rama hanya mengatakan itu. Setidaknya


tak seperti Garra yang akan langsung tuduh poin dan meminta tanggapan yang tepat,


kalau salah sedikit maka keluar dari perusahan adalah jalan teraman untuk


melanjutkan hidup.


Nadia dan Rama jalan bersama  ke ruangan Garra, untuk membahas beberapa


masalah, dan juga untuk mengambil beberapa dokumen penting yang haris di tanda


tangani oleh tuan Garra.


“Hal apa yang membuat tuan Garra, mengesampingkan urusan media


EMS, menurut kamu itu apa.” Tanya Nadia berfikir keras.


“Kalau sangat penasaran, kenapa tidak kau tanyakan langsung


saja.” Sahut Rama menyeringai ringan.


“Dasar brengsek, bersama dengan tuan Garra setiap saat, aku


rasa kau mengikuti gaya bicaranya.” Sindir Nadia menatap kesal

__ADS_1


“Ah, itu poin utama nya.” Sahut Rama membalas Nadia.


Guys, mohon like dan comen nya yah, vote juga sesuai dengan rumor kemarin DNBS ini sepertinya tenggelam, bintang satu dengan ulasan plagiat buat aku gak semangat, lagian kalo ini karya plagiat ngapain aku harus begadang dan banyak file di laptop aku. mohon bantuannya


__ADS_2