
Laki laki itu berjalan dengan gagahnya ke arah Maira. Tangan nya bergerak menyentuh
tombol yang ada di dekat dinding menghadap Maira. Dan tiba tiba saja jaring itu bergerak otomatis membawa Maira pada sebuah pijakan mini.
Maira keluar dari jari jaring itu, lalu Omar menawarkan bantuan agar Maira dapat turun. Sedikit gugup Maira menerima uluran tangan dan masuk ke dalam pelukan Omar, tubuh maira bersentuhan dengan Omar yang hanya di
lapisi baju tipis yang melekat pada tubuh Maira. Mengirup aroma khas yang segar
membuat Maira sedikit menikmatinya.
Omar berjalan sedikit menjauh dari tempat ia membopong Maira. Dengan hati hati Omar menurunkan Maira.
Dam
Benda apa yang baru saja menonjol itu, sangat keras hingga Maira sedikit merinding. Saat Omar menurunkannya, paha Maira menyentuh tak sengaja.
Omar terlihat biasa saja, sementara Maira kelihatan gugup. Menghela nafas kasar Maira mencoba untuk tak memperdulikannya.
“Oh ia, terimakasih untuk yang barusan.” Maira berkata dengan lirikan mata yang melihat Omar tengah sibuk menyeduh kopi. Omar sepertinya seorang yang tak bisa jauh dengan
kopi. Entahlah bisa jadi banyak hal yang tak bisa di jauhi oleh Omar. Salah
satunya mungkin kopi.
“Untuk sentuhan iblis.” Omar berkata dengan seringai menggoda.
Ya tuhan laki laki ini benar benar tak tahu malu.
__ADS_1
Maira melirik malas “Sudah menyelamatkanku.” Ucap Maira memperjelas. Menaikan satu alisnya, dengan tatapan heran.
“Menatap tubuh indahku.” Omar mengalihkan pembicaraan.
“Aku mau pulang.” Maira mulai muak.
“Aku bukan ibumu.” Meminum secangkir kopi.
"Aku tidak mengatakan kau ibuku tuan! Kau yang membawanya ku ke sini." Maira bicara sinis. Lirikan matanya menatap kesal.
Orang gila jenis apa lagi ini tuhan.
Omar berdecak tak peduli mendengarkan Omelan Maira. Melihat itu Maira semakin bingung
“Oke aku ganti pertanyaan ku. Kenapa kau membawa ku kemari.? Maira bertanya dengan nada kesal.
Ucapan Omar belum selesai tapi Maira sudah menyela dengan malas.
"Tidak." Ucap Maira malas.
"Di ingat ingat dulu." Omar sedikit bersedih wajah tampannya tak menjadi Maira seperti kebanyakan wanita. Atau wanita ini berpura-pura.
“Apa kau hanya ingat dengan lekukan tubuhku, aroma tubuhku, atau sentuhan ku yang ‘itu’ hm.” Menyimpan cangkir kopi lalu berjalan kearah Maira lagi.
“Dasar laki laki mesum, gila.” Gumam Maira dengan tatapan jengkel sekali.
“Jangan melihatku seperti itu, rasanya aku mau memakanmu.” semakin mendekati Maira
__ADS_1
Adegan yang sama itu terjadi Kembali. Di mana Omar menjepit tubuh Maira ke dinding tanpa cela sedikitpun.
“Kalau tidak salah dengar kau tadi mengucapakan nama tuan Garra,
apa kau tahu hubunganku dengan tuan Garra.” Maira bertanya.
“Kau simpanannya, hm.” Dengan nada sensual.
Ucapan barusan membuat Maira ingin menampar wajah laki laki
yang sedang menghimpitnya sekarang. Sayangnya tatapan yang Maira berikan malah
membuat ‘itu’ Omar semakin terasa di paha Maira. Detik berikutnya karena sangat
kesal dengan ulah laki laki yang sedang horni ini, Maira menghantam milik Omar
yang keras itu dengan lututnya. Laki laki itu meringis kesakitan.
“Sayangnya aku tak tergoda dengan laki laki sepertimu.”
Maira berkata dengan sangat angkuh.
Auhhkkkk … Omar meringis dengan kesakitan. Rasakan
akibatnya.
10 comentar author up doble yah .. tulis tanggapan kalian untuk baba ini. yang menarik Authoror posts di ig
__ADS_1