Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
sentuhan iblis


__ADS_3

Laki laki itu  berjalan dengan gagahnya ke arah Maira. Tangan nya bergerak menyentuh


tombol yang ada di dekat dinding menghadap Maira. Dan tiba tiba saja jaring itu bergerak otomatis membawa Maira pada sebuah  pijakan mini.


Maira keluar dari jari jaring itu, lalu Omar menawarkan bantuan agar Maira dapat turun. Sedikit gugup Maira menerima uluran tangan dan masuk ke dalam pelukan Omar, tubuh maira bersentuhan dengan Omar yang hanya di


lapisi baju tipis yang melekat pada tubuh Maira. Mengirup aroma khas yang segar


membuat Maira sedikit menikmatinya.


Omar berjalan sedikit menjauh dari  tempat ia membopong Maira. Dengan hati hati Omar menurunkan Maira.


Dam


Benda apa yang baru saja menonjol itu, sangat keras hingga Maira sedikit merinding. Saat Omar menurunkannya, paha Maira menyentuh tak sengaja.


Omar terlihat biasa saja, sementara Maira kelihatan gugup. Menghela nafas kasar Maira mencoba untuk tak memperdulikannya.


“Oh ia, terimakasih untuk yang barusan.” Maira berkata dengan lirikan mata yang melihat Omar tengah sibuk menyeduh kopi. Omar  sepertinya seorang yang tak bisa jauh dengan


kopi. Entahlah bisa jadi banyak hal yang tak bisa di jauhi oleh Omar. Salah


satunya mungkin kopi.


“Untuk sentuhan iblis.” Omar berkata dengan seringai menggoda.


Ya tuhan laki laki ini benar benar tak tahu malu.

__ADS_1


Maira melirik malas “Sudah menyelamatkanku.” Ucap Maira memperjelas. Menaikan satu alisnya, dengan tatapan heran.


“Menatap tubuh indahku.” Omar mengalihkan pembicaraan.


“Aku mau pulang.” Maira mulai muak.


“Aku bukan ibumu.” Meminum secangkir kopi.


"Aku tidak mengatakan kau ibuku tuan! Kau yang membawanya ku ke sini." Maira bicara sinis. Lirikan matanya menatap kesal.


Orang gila jenis apa lagi ini tuhan.


Omar berdecak tak peduli mendengarkan Omelan Maira. Melihat itu Maira semakin bingung


“Oke aku ganti pertanyaan ku. Kenapa kau membawa ku kemari.? Maira bertanya dengan nada kesal.


Ucapan Omar belum selesai tapi Maira sudah menyela dengan malas.


"Tidak." Ucap Maira malas.


"Di ingat ingat dulu." Omar sedikit bersedih wajah tampannya tak menjadi Maira seperti kebanyakan wanita. Atau wanita ini berpura-pura.


“Apa kau hanya ingat dengan lekukan tubuhku, aroma tubuhku, atau sentuhan ku yang ‘itu’  hm.” Menyimpan cangkir kopi lalu berjalan kearah Maira lagi.


“Dasar laki laki mesum, gila.” Gumam Maira dengan tatapan jengkel sekali.


“Jangan melihatku seperti itu, rasanya aku mau memakanmu.” semakin mendekati Maira

__ADS_1


Adegan yang sama itu terjadi Kembali. Di mana Omar menjepit tubuh Maira ke dinding tanpa cela sedikitpun.


“Kalau tidak salah dengar kau tadi mengucapakan nama tuan Garra,


apa kau tahu hubunganku dengan tuan Garra.”  Maira bertanya.


“Kau simpanannya, hm.” Dengan nada sensual.


Ucapan barusan membuat Maira ingin menampar wajah laki laki


yang sedang menghimpitnya sekarang. Sayangnya tatapan yang Maira berikan malah


membuat ‘itu’ Omar semakin terasa di paha Maira. Detik berikutnya karena sangat


kesal dengan ulah laki laki yang sedang horni ini, Maira menghantam milik Omar


yang keras itu dengan lututnya. Laki laki itu meringis  kesakitan.


“Sayangnya aku tak tergoda dengan laki laki sepertimu.”


Maira berkata dengan sangat angkuh.


Auhhkkkk … Omar meringis dengan kesakitan. Rasakan


akibatnya.


10 comentar author up doble yah .. tulis tanggapan kalian untuk baba ini. yang menarik Authoror posts di ig

__ADS_1


__ADS_2