Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
negosiasi


__ADS_3

Erian memegang tangan preman itu hingga suara sendi nya


terdengar bersamaan dengan teriakan kesakitan.


Melepaskan dengan kasar, hingga para preman itu ketakutan.


”Aku akan menagih lagi janjimu besok.” Ucap preman bertubuh besar sambil berlari


masuk ke mobil.


“Di lihat dari pakaian nya mereka, pasti Devilnight.”


Memberikan sapu tangan pada Maira.


“Ah, apakah itu julukan mereka.” Terlalu menampakan diri


sebagai iblis.


“Ada urusan apa dengan mereka.” Penasaran, tatapan meminta


jawaban.


“Aku boleh enggak cerita yah pak Erian.” Mengembalikan sapu


tangan.


“Boleh.” Tersenyum pasrah. Ah sopan sekali


Setelah mengingat kejadian yang melintas itu Maira sedikit


merasakan malu pada dirinya sendiri. Berjalan kearah tempat tidur karena cuaca


dingin.


“Kenapa juga dia harus datang sih.”menjatuhkan diri di tempat


tidur.


Tok … tok … tok..


“Maaf nona permisi makan malam nya sudah siap.” Suara pak


Marta di balik pintu.


Hah, ini lagi satu,


aku lagi gak nafsu makan. Kenapa mereka selalu menyuruhku makan? Wajah kesal


dan dendam


“Ia,sebentar lagi aku akan turun, atau begini saja bawakan


makanan ke kamar ku yah, aku ingin makan di kamar saja.” Pinta Maira dari dalam


kamar.

__ADS_1


“Maaf nona, itu hanya berlaku kalau ada tuan.” Mana tahu


nona malah membuang semua makanan nya.


Dasar tuan gila, aku


seperti robot saja di buat nya.mengeluh dengan wajah kesal


“Ia aku akan turun.”  Berjalan dengan hentakan kaki karena kesal.


Maira yang tak bisa menolak aturan yang ada di rumah itu,


dengan terpaksa sekali harus mengikuti aturan Garra dengan jiwa ingin berontak.


“Emm, pak Marta punya gak nomor Elly.” Tanya Maira sambil


mengunyah makanan.


Pak Marta hanya menggeleng, wajahnya berubah pucat seketika


karena pertanyaan Maira


Maaf nona, tuan Garra


tidak mengizinkan anda bersahabat dengan nona Willyana baby karena dapat merusak


pola pikir anda.gumam pak Marta merasa kasihan


Maira melanjutkan makanya dengan cepat, setelah itu ia


ingin meminjam uang pada tuan Garra.


“Kalau aku meminjam, lantas kapan aku akan mengembalikan


nya.” Pikir Maira sambil bergumam.


“Emm, tapi aku tidak akan pernah tahu, otak tuan Garra itu


kan licik. Bagaimana jika ia tak tertarik pada diriku sama sekali.” Meratapi


dirinya yang merasa kurang cantik.


Maira kembali mengumpulkan niat, namun saat melihat jam


sekarang sepertinya terlalu lama untuk sekedar mengumpulkan niat. Dari


sepulang kerja ia sudah akan berniat menghubungi Garra, dan membicarakan soal


ini namun hingga jam 12 malam kini, Maira masih juga bimbang dengan niat nya


itu. Padahal tahu sendiri, selain tuan Garra tak akan ada yang mau membantunya


apalagi meminjamkan uang sebanyak itu. Dan juga Maira tak punya kenalan yang


kaya selain tuan Garra, walaupun pak Erian menawarkan bantuan. Tapi Maira cukup

__ADS_1


tahu diri untuk tidak merepotkan orang lain.


Pada akhirnya Maira menyerah memaksakan otaknya untuk terus


berpikir mencari pinjaman selain tuan Garra. Maira pun mulai menggunakan


ponselnya mengetik sebuah pesan.


“Kalau di ingat-ingat aku sudah menjadi istri mu selama 2


bulan, bisakah aku merasakan sedikit kekayaan sang suami.” Isi pesan Maira


Merinding! Aku


merinding mengrimkan pesan ini pada orang aneh it. tatapan Maira melihat


angka di layar ponsel nya tanpa sadar hampir jam 1 malam. Gila ! sekarang aku benar benar sudah gila ini jam berapa aku mengirimkannya


pesan.menutupi dirinya dengan selimut karena merasa malu sendiri.


Ting ……..


Tatapan maira tajam menatap ponselnya yang di tinggalkan


luar selimut.


“Balasan.”  Aku


tidak ingin membukanya, tuhan aku ingin segera mengubur diriku sendiri.


Padahal itu hanya kata di layar. Tangan Maira keluar dengan segan untuk meraih


ponselnya, perlahan lahan tapi pasti.


“Huff, baca Maira,ini bukan surat kematian.”menghela nafas


kuat, Menguatkan dirinya sendiri .namun wajahnya tegang.


“Apa.! Teriak Maira murka dengan wajah berapi api.


Aku sudah hampir gila


di buatnya dan ternyata ini adalah pemberitahuan dari selsomsel sialan kalau


ia membiayai SMS ku. Sekarang aku ingin benar benar menghilang saja.meratapi


nasib nya yang sudah tidak ada tempat untuk malu lagi.


Ting …


“Kamu tinggal di rumah mewah, makan makanan bergizi, pakaian


di tanggung. Apakah itu tidak termaksud menikmati kekayaan sang suami yang tidak


menuntut apapun dari istri yang tidak bisa apapun.” Membaca tanpa ragu walaupun

__ADS_1


setelahnya membenarkan ucapan Garra.


__ADS_2