Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Gaun petaka


__ADS_3

Badan Maira benar benar Lelah. Dirinya kesakitan sementara


pagi ini dia harus sudah menyelesaikan desain gaun yang akan di pakai oleh Sasha


dan Garra. Berkutat di depan kain dengan beberapa asisten yang membatunya.


Termaksud Snefia.


“Benar benar romantic sekali tuan Garra ini.”  Snefia bicara


“Benar. Tunanganya Kembali dan dia akan melamar di pesta


ulang tahun malam ini.” Sahut yang lain.


“Ah mereka pasangan yang serasi memang. Andaikan aku bisa


melihat langsung pasangann Romeo dan Juliet di abat ini. Rasanya benar benar


beruntung. Sayang sekali aku bukan orang kaya.” Ucapan dari lainya.


“Lalu bagaimana dengan istri sah dari tuan Garra. Apa


mungkin mereka bercerai.” Ucapaan lainya.


“Sepertinya istri tuan Garra itu tak benar benar mencintai.


Lebih  baik mereka bercerai.” Ucapan yang


menusuk jantung Maira. Dirinya hanya diam dengan pasang telinga. Orang


membicarakan rumah tangganya. Sayang sekali banyak yang mendukungnya bercerai.


“Bagaimana menurutmu Maira.” Tanya Snefia melirik Maira yang


diam dan berkutat dengan beberapa kain di gunting.


“Benar aku setuju mereka bercerai saja. Sakit sekali pasti


menjadi istri dari tuan Garra itu.” Maira berkata tanpa melirik para


asisten  yang membatunya.


“Maira perkataanmu terlalu dalam. Kau seperti menyampaikan


isi hati  dari istri tuan Garra.” Ucapan


yang lain bergidik nyeri. Maira tertawa.


“Ini memang isi hati istrinya.” Sahut Maira menancapkan


pentul di bagian dada manekin yang di lapisi kain.


Para asisten menatap ngeri Maira saat bicara. Benar benar


seorang sikopat.


Hamper sore saat semuanya telah selesai. Maira mengantarkan

__ADS_1


langsung gaun itu kekantor Garra ditemani Snefia. Menunggu diruangan yang sama


saat pertama kali Maira menginjakan kakinya di wiliam group.


Dimana dirinya datang bersama Malik. Masih diruangan yang


sama dirinya juga menunggu untuk dinikahkan dengan Gara. Ruangan ini menjadi


saksi dari semua peritwa Maira. Menatap setiap sudut bibirnya terangkat naik


sebelum mereka di persilahkan masuk.


Seperti dejavu Maira masuk dan melihat adegan mesra kedua


pasangan itu tengah berpelukan dengan sangat erat. Dejavunya adalah pelukan


yang membedakan sewaktu dirinya memeluk Garra begitu handle pintu berputar, Garra


sigap menyingkirkan Maira dari pelukanya. Sementara Sasha masih bersandar


nyaman disana.


Sesak Kembali dada Maira saat melihat hal itu. tatapan


matanya memanas. Maira mengigit bibirnya kuat agar menyadarkan Kembali dan


mengingat statusnya.


Dengan dada yang masih bergemuru Maira mencoba bicara dengan


suara bergetar untuk sesaat. Tanganya terkepal kuat berusaha agar dirinya tak


“Ini adalah hasil rancangan gaun yang akan di kenakan nona Sasha.”


Maira bicara dengan senyuman di wajahnya. Tatapan matanya menghindari bola mata


Gara.


“Jika merasa ada yang kurang boleh complain.”  Snefia menyerahkan gaun yang masih terbungkus


rapi didalam platik bermerek Yamor colletion.


Sasha terlihat antusias. Dirinya menatap kagum dengan hasil


tangan Maira.” Benar benar bagus.” Sasha memuji dengan gaun yang di dekatkan


ketubuhnya.


“Garra kamu gak mau cobaa.” Sasha menyarankan.


“Aku yakin udah pas.”  Ucap Garra acuh.” Tatapan mata dingin itu tak berkedip menatap tubuh Maira


yang berdiri beberapa meter di hadapnya.


“Untuk proses pembayarannya anda bisa langsung mengirimkanya


pada rekening perusahaan. Senang bisa menjadi kepercayaan dari wiliam grup. Perusaahan

__ADS_1


kami sangat terhormat.” Maira setengah membungkuk sebelum beranjak pergi.


“Sasha akan memberikanmu hadiah katanya.” Garra berkata


tanpa berkedip. Mata sasha membulat dengan sempurna akan ucapan Garra. Apa


maksudnya coba. Maira terlihat menahan rasa ingin tahunya.


“Oh Maira. Abis ini kamu sibuk apaan.” Sasha bertanya.


Berjalan mendekat pada Maira.


“Kamu harus datang lho ke pesta ulang tahun aku.”  Sasha memegang pegelangan Maira. Senyuman


dari gadis bernama Sasha itu sepertinya tulus.


“Kalo gitu aku bakal datang karena diundang langsung untuk


kedua kalinya.” Maira membalas senyuman Sahsa.


“Asistenya juga boleh datang.” Sahsa memiringkan kepalnya


menatap Snefia yang berada di belangakang Maira.


“Mau mau. Terimakasih yah.” Snefia menjawab sumringah.


Rasanya seperti mendapat jackpot dari tuhan dalam seumur hidupnya.


“Kalau gitu kami pamit dulu. Permisi.” Maira mulai melangkah


saat Sasha melepaskan genggaman tangannya.


Snefia tak henti hentinya tersenyum. Diriya baru saja


dianjak kepesta dari para kalangan atas. Luar biasa.


“Wah tunangan tuan Garra itu rama sekali. Cantik dan baik


hati. Pantas saja tuan Garra rela menunggu 2 tahun.” Snefia terus mengoceh


tentang Sasha. Mata Maira membulat mendegar ucapan Snefia yang ada benarnya. "Bagaimana menurut Maira? Apa kau setuju." Snefia lanjut bicara.


“Yah tuan Garra menunggu nona Sasha selama  2 tahun. Istrinya yang baru 5 bulan itu tidak


akan ada di hati tuan Garra secepat itu.” Maira berkata sinis. Ucapan itu untuk


dirinya sendiri


“Tentu saja.” Snefia menyahut yang membuat sudut mata Maira


mengembun.


Maira menurunkan Snefia Kembali


ke kantor sementara dirinya Kembali kebrescout.


Jangan lupa comentar kalian pada bab ini yah. Ig: PZAIMA

__ADS_1


 


 


__ADS_2