Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
perjanjian di balik kekalahan


__ADS_3

Di dalam pertemuan rapat terdapat camera yang akan


menayangkan siaran langsung acara pemilik saham selajutnya, tergantung siapa


yang paling banyak memegang sahan wiliam itu sendiri.


Suasana mencekam ketika Garra memasuki ruang rapat pimpinan.


Di sana terlihat paman Marcel dan juga beberapa kepala divisi dari perusahan


yang bernaung di bawah wiliam grup. Garra yang berstatus sebagai kepala


pimpinan saat ini memiliki hak untuk duduk di kursi utama saat ini. Paman Marcel


yang melihat Garra datang bisa di pastikan kalau dirinya mengangkat bendera


perang.


Keduanya saling bersitatap, dengan penuh maksud sebelum MC


membuka acara malam ini di ruangan rapat pemilihan kepala perusahaan.


“Baik secara terbuka untuk pertama kali, rapat pemegang


saham grup wiliam akan di tayangkan secara execlusif, tentunya agar semua orang


bisa melihat bagaimana rapat penentuan dari kepala divisi ini berlangsung.”


Jelas salah seorang MC.


“Agar tak berlama lama, dan langsung saja kita


mempersingkat waktu,perkenalkan Garra wiliam sebagai pimpinan kepala grup


wiliam dan marcel wiliam sebagai wakil direktur.


“Dan berikutnya kita langsung ke sesi, yang udah kita tunggu


tunggu.” Menyampaikan dengan tegang.


“Jadi untuk pemilihan ketua grup, masing masing dari kepala


divisi  yang bernaung di bawah wiliam


grup silahkan untuk menuliskan pada siapa kalian berpihak.”


Masing masing dari kepala divisi terlihat begitu tegang, di


tambah wajah paman Marcel sangat tenang sekali, seperti  akan tahu hasil akhirnya.


“ Bagaimana ini bisa terjadi, apa yang akan terjadi nanti


kalau Marcel tidak naik tahta.? Gumam seseorang menatap cemas kearah Garra.


Seorang kolega yang bekerja sama dengan Marcel di belakang Garra

__ADS_1


begitu ketakutan  jika harus di depak,


atau di akusisi dengan sangat memalukan.


“Bos aku benar benar menaruh banyak harapan padamu.’ Ucap


kepala divisi dengan wajah ketakutan.


Penjilat, menatap meremehkan.


Sampai pada hasil akhir di mana semua kertas dengan jumlah


yang pas terkumpul di atas meja.


MC pun menghitung nya dan menyebutkan pada siapa persen


saham itu di percayakan.


Sampai pada nama terakhir yang di sebutkan yaitu Marcel


wiliam sebagai pemegang saham terbanyak sesuai dengan hutangnya yaitu 37%.


Senyuman bangga terlihat jelas di sudut bibir paman Marcel.


Paman marcel berdiri dengan begitu angkuh, ia seperti ingin


menghilangkan Garra dengan tatapan yang menakutkan.”sudah aku blang, jangan


melawanku.” Memberi jeda ucapan nya karena berjalan mendekat dengan angkuh.


"Waktumu sudah selesai sekarang rawatlah tunangan mu dan juga istri rahasia mu yang


Semua kepala divisi yang berpihak pada Garra terlihat


ketakutan dan tak sedikit yang memohon bahkan menyembah kaki dari Marcel dengan


begitu hina.


“seharusnya aku tidak memihak mu, karena rumor psikopat gila,


aku tak mau mengenalmu dasar tuan posesif.” Ucap kasar salah seorang kelapa


divisi dengan lantang.


Ucapan sarkas itu sama sekali tak di tanggapi Garra, bahkan


tersenyum pun tidak! Garra terlihat jauh lebih santai menopang tangan diatas


kaki yang saling memangku.


‘Paman, apa kau lupa, aku sudah menikah, dan paman


menjanjikan saham 12% untuk ku, di hari ulang tahun wiliam grup.”  Tatapan memandang tajam.


ucapan Garra mengagetkan para kepala divisi, merasa terancam karena memihak orang yang salah

__ADS_1


“Saham atas namaku,35% dan paman 37% jika paman menyerahkan


12% saham padaku sudah jelas 48% saham ku di atas paman.” Ucap Garra tersenyum.


Suara tawa dari paman Marcel terdengar di sudut


ruangan ”syarat itu sama sekali belum aku tanda tangani.” Menyeringai


“Orang gila mana yang melakukan perjanjian hantu seperti


itu.” Melemparkan kertas ke atas meja, bertuliskan saham.


Semua para kepala divisi tercengang mendengar ucapan Garra.


Wajah pucat pasi dan ketakutan tergambar jelas di sikap mereka yang saat ini


tengah kacau.


Garra beranjak dari tempat duduk nya lalu menghampiri paman


Marcel yang tengah menahan amarah


“Lihat pakai kaca pembesar, pastikan kalau itu bukan tanda


tangan mu.”berbisik dengan penuh penekanan di telinga paman Marcel.


Paman Marcel membulatkan mata nya menatap dokumen tentang


pengalihan saham wiliam grup, rasa nya tak percaya jika pernah melakukan itu, namun


kembali teringan akan perjanjian nya dengan Garra 2 tahun lalu. Dan saat itu


Garra masih berumur 25 tahun.


Flas back


Di ruangan yang tertata rapi lebih tepatnya di kantor


direktur, Garra yang baru saja menggantikan  posisi sang paman karena genap berusia 25


tahun sesuai perjanjian yang ada. Sebagai kepala pimpinan sementara adalah


Marcel, dan akan di gantikan oleh Garra ketika berusia 25 tahun dan jika dalam


masa pimpinan 2 tahun tak ada kemajuan maka harus dengan suka rela menyerahkan


jabatan kembali pada Marcel. Namun jika dalam kurun waktu 2 tahun terjadi


kemajuan boleh melakukan ekspedisi perebutan pemilik saham atas keduanya .


Hari itu Garra tepat menjabat sebagai kepala


perusahaan, maka dengan menyesal dan tak rela Marcel selaku, paman dari Garra yang di


titipkan untuk menjadi kepala presdir harus menyerahkan, posisi nya pada Garra .

__ADS_1


Hari pertama Garra memimpin perusahaan wiliam grup duduk di kursi kebesaran nya


dengan begitu terlatih. Selama paman Marcel menjadi pemimpin, Garra  banyak menghabiskan waktunya untuk Belajar


__ADS_2