
Di dalam pertemuan rapat terdapat camera yang akan
menayangkan siaran langsung acara pemilik saham selajutnya, tergantung siapa
yang paling banyak memegang sahan wiliam itu sendiri.
Suasana mencekam ketika Garra memasuki ruang rapat pimpinan.
Di sana terlihat paman Marcel dan juga beberapa kepala divisi dari perusahan
yang bernaung di bawah wiliam grup. Garra yang berstatus sebagai kepala
pimpinan saat ini memiliki hak untuk duduk di kursi utama saat ini. Paman Marcel
yang melihat Garra datang bisa di pastikan kalau dirinya mengangkat bendera
perang.
Keduanya saling bersitatap, dengan penuh maksud sebelum MC
membuka acara malam ini di ruangan rapat pemilihan kepala perusahaan.
“Baik secara terbuka untuk pertama kali, rapat pemegang
saham grup wiliam akan di tayangkan secara execlusif, tentunya agar semua orang
bisa melihat bagaimana rapat penentuan dari kepala divisi ini berlangsung.”
Jelas salah seorang MC.
“Agar tak berlama lama, dan langsung saja kita
mempersingkat waktu,perkenalkan Garra wiliam sebagai pimpinan kepala grup
wiliam dan marcel wiliam sebagai wakil direktur.
“Dan berikutnya kita langsung ke sesi, yang udah kita tunggu
tunggu.” Menyampaikan dengan tegang.
“Jadi untuk pemilihan ketua grup, masing masing dari kepala
divisi yang bernaung di bawah wiliam
grup silahkan untuk menuliskan pada siapa kalian berpihak.”
Masing masing dari kepala divisi terlihat begitu tegang, di
tambah wajah paman Marcel sangat tenang sekali, seperti akan tahu hasil akhirnya.
“ Bagaimana ini bisa terjadi, apa yang akan terjadi nanti
kalau Marcel tidak naik tahta.? Gumam seseorang menatap cemas kearah Garra.
Seorang kolega yang bekerja sama dengan Marcel di belakang Garra
__ADS_1
begitu ketakutan jika harus di depak,
atau di akusisi dengan sangat memalukan.
“Bos aku benar benar menaruh banyak harapan padamu.’ Ucap
kepala divisi dengan wajah ketakutan.
Penjilat, menatap meremehkan.
Sampai pada hasil akhir di mana semua kertas dengan jumlah
yang pas terkumpul di atas meja.
MC pun menghitung nya dan menyebutkan pada siapa persen
saham itu di percayakan.
Sampai pada nama terakhir yang di sebutkan yaitu Marcel
wiliam sebagai pemegang saham terbanyak sesuai dengan hutangnya yaitu 37%.
Senyuman bangga terlihat jelas di sudut bibir paman Marcel.
Paman marcel berdiri dengan begitu angkuh, ia seperti ingin
menghilangkan Garra dengan tatapan yang menakutkan.”sudah aku blang, jangan
melawanku.” Memberi jeda ucapan nya karena berjalan mendekat dengan angkuh.
"Waktumu sudah selesai sekarang rawatlah tunangan mu dan juga istri rahasia mu yang
Semua kepala divisi yang berpihak pada Garra terlihat
ketakutan dan tak sedikit yang memohon bahkan menyembah kaki dari Marcel dengan
begitu hina.
“seharusnya aku tidak memihak mu, karena rumor psikopat gila,
aku tak mau mengenalmu dasar tuan posesif.” Ucap kasar salah seorang kelapa
divisi dengan lantang.
Ucapan sarkas itu sama sekali tak di tanggapi Garra, bahkan
tersenyum pun tidak! Garra terlihat jauh lebih santai menopang tangan diatas
kaki yang saling memangku.
‘Paman, apa kau lupa, aku sudah menikah, dan paman
menjanjikan saham 12% untuk ku, di hari ulang tahun wiliam grup.” Tatapan memandang tajam.
ucapan Garra mengagetkan para kepala divisi, merasa terancam karena memihak orang yang salah
__ADS_1
“Saham atas namaku,35% dan paman 37% jika paman menyerahkan
12% saham padaku sudah jelas 48% saham ku di atas paman.” Ucap Garra tersenyum.
Suara tawa dari paman Marcel terdengar di sudut
ruangan ”syarat itu sama sekali belum aku tanda tangani.” Menyeringai
“Orang gila mana yang melakukan perjanjian hantu seperti
itu.” Melemparkan kertas ke atas meja, bertuliskan saham.
Semua para kepala divisi tercengang mendengar ucapan Garra.
Wajah pucat pasi dan ketakutan tergambar jelas di sikap mereka yang saat ini
tengah kacau.
Garra beranjak dari tempat duduk nya lalu menghampiri paman
Marcel yang tengah menahan amarah
“Lihat pakai kaca pembesar, pastikan kalau itu bukan tanda
tangan mu.”berbisik dengan penuh penekanan di telinga paman Marcel.
Paman Marcel membulatkan mata nya menatap dokumen tentang
pengalihan saham wiliam grup, rasa nya tak percaya jika pernah melakukan itu, namun
kembali teringan akan perjanjian nya dengan Garra 2 tahun lalu. Dan saat itu
Garra masih berumur 25 tahun.
Flas back
Di ruangan yang tertata rapi lebih tepatnya di kantor
direktur, Garra yang baru saja menggantikan posisi sang paman karena genap berusia 25
tahun sesuai perjanjian yang ada. Sebagai kepala pimpinan sementara adalah
Marcel, dan akan di gantikan oleh Garra ketika berusia 25 tahun dan jika dalam
masa pimpinan 2 tahun tak ada kemajuan maka harus dengan suka rela menyerahkan
jabatan kembali pada Marcel. Namun jika dalam kurun waktu 2 tahun terjadi
kemajuan boleh melakukan ekspedisi perebutan pemilik saham atas keduanya .
Hari itu Garra tepat menjabat sebagai kepala
perusahaan, maka dengan menyesal dan tak rela Marcel selaku, paman dari Garra yang di
titipkan untuk menjadi kepala presdir harus menyerahkan, posisi nya pada Garra .
__ADS_1
Hari pertama Garra memimpin perusahaan wiliam grup duduk di kursi kebesaran nya
dengan begitu terlatih. Selama paman Marcel menjadi pemimpin, Garra banyak menghabiskan waktunya untuk Belajar