Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Manja di situasi genting


__ADS_3

Untuk beberapa saat.


“Kau kesal.” Melirik dengan ekor mata pada bibir Maira


“Gak sengaja ke gigit, sakit sekali.” Sahut Maira sedikit


manja.


Berkendara otomatis pun aktif, Garra menarik tengkuk Maira


menghadap padanya lalu kedua bibir itu pun bertemu, Maira yang awalnya


mengimbangi permainan Garra, merasa sedikit tertekan namun menikmatinya, sampai


Garra akan menarik diri, namun kalah cepat dengan tangan Maira yang langsung


mengalungkan tangan  nya di leher Garra,


dan menit berikutnya


Garra yang harus mengimbangi Maira dalam permainan. Jelas


saja Garra kaget, karena Maira biasanya akan selalu berada di permainan nya


untuk mengikuti, namun kali ini Maira memimpin nya.


Bertaut dalam ciuman yang brutal, perut Garra menjadi taman


kupu kupu, sampai merasakan sesuatu yang asin, tapi bukan darah, lalu apakah


itu?


Gara merasakan cairan aneh yang semakin, banyak dengan,  penasaran Garra membuka kedua matanya,


memperhatikan wajah Maira yang sangat dekat itu, ada air mata yang mengalir


sangat deras keluar dari benda yang dapat melihat itu.


“Air mata! Apakah dia sebahagia itu, saat berpisah dengan


ku.” Gumam Garra kesal.


Tangan kekar Garra kembali menarik tengkuk Maira lagi dan lagi, lalu kembali


mengambil alih pimpinan permainan, Garra dengan brutalnya menjelajah setiap


inci dari ciuman di bibir Maira.


Memasuki area Brescout Maira tertidur, dan Garra menggendong


nya ala brydel style. Hingga memasuki kamar.


Membaringkan Maira di atas tempat tidur, mengusap wajahnya


dengan ibu jari perlahan.

__ADS_1


“sebahagia itu kah, bercerai dengan ku.” Ucap Garra dengan


rasa iba


“Sayang nya aku tidak berniat cerai.” Ucap Garra menyeringai, lalu


beranjak pergi. “tapi jika dia datang, aku tidak akan mempertahankan mu.” Lanjut


Garra berjalan keluar dari kamar.


Garra menghubungi Rama saat berlalu menaiki mobil, meluncur


dengan gesit.


Di perjalan Garra dan Rama terjadi sedikit perbincangan yang


cukup menguras emosi.


“Kirim Malik ke Mongolia.” Titah Garra jutek.


“Maaf bos, luka di kakinya mengenai tulang kering, dan itu


cukup parah. Kita gak bisa mengirimnya dalam waktu dekat, seenggaknya tunggu


sampe sembuh dulu.” Rama memberi saran.


“Aku gak minta saran mu, lakukan saja seperti apa yang aku


lakukan.” Protes Garra kesal


kenapa kenapa.” Geram Rama menahan emosi.


“Keluarga nyonya cuman ada Malik, apa anda ingin dia


menghilang.” Lanjut Rama bicara dengan menghembuskan nafasnya kasar.


“Karena itu tujuan ku, aku akan melenyapkan semua orang


terdekat Maira, biar dia bisa bergantung dengan ku.” Sahut Garra berteriak kesal.


“Maaf bos, mungkin anda melupakan sesuatu, nantinya anda


akan bercerai dengan nona Maira, dan dia hanya memiliki Malik di dunia ini.”


Rama membahas mulai ke intinya.


“Sepertinya kau begitu yakin aku akan menceraikan Maira.”


Protes Garra. “kau terlalu tertarik dengan hubungan asmara ku, sadar akan


posisi mu sialan.” Lanjut Garra memaki.


“Maaf bos, aku hanya mengingatkan.” Pasrah Rama, tahu kalau


bosnya tak bisa di bantah.

__ADS_1


“Kau kirim saja dia ke zimbawe malam ini.” Garra kembali


memerintah.


“Baik bos.” Rama kaget mendengar ucapan Garra yang berubah


haluan.


“Oh, dan cepat lah kembali ke kantor, terlalu lama di kantor


polisi, apa kau mau resain dari sekretaris ku.” Teriak Garra emosi meledak.


“Maaf bos, ada beberapa kendala dari pihak polisi, namun


semuanya sudah beres, aku dan Nadia akan segera kembali ke kantor.” Sahut Rama


sedikit menahan emosi.


“Heh, sogok saja mereka dengan uang, sebanyak mereka minta


aku tidak miskin untuk bersedakah” Sahut Garra mematikan sambungan telfonya.


“Keterlaluan sekali bos ini, dasar bucin.” Ledek Rama


menyeringai


Sebenarnya apa sih niat bos Garra, kenapa dia terlihat


berbeda dari setiap sudut. Kadang begitu bucin , namun kadang akan terlihat


sangat arogan dan tak butuh cinta.


Tak habis pikir rama dengan sifat dari bosnya, yang terlalu


abstrak.


Bagaimana mungkin seorang dengan sifat pemarah dan terlalu


overthingking  menjadi pemimpin dengan


strategi handal di bidang kepemimpinan. Gumam  Rama tak habis pikir


Sedang asik larut dalam pikiran nya,  sampai tak sadar dengan kedatangan Nadia yang


mengomel di sampingnya setelah mengurus bagian nya.


“Huh, apa para aparat disini hidung belang semua, membuat


ku muak saja dengan kehadiran para laki laki.” oceh Nadia terlihat sangat


kesal.


“Heh, kau akan sampai kapan memikirkan bos mu. Terlalu mudah


di tebak.” Sindir Nadia meninggalkan Rama yang masih dalam lamunan di otaknya

__ADS_1


tentang Garra.


__ADS_2