
“Ah, maaf bos semua terkendali seperti yang anda ingin kan.” Hah aku kira bertanya tentang nona Maira.
“Kamu dapat bonus 10%.” Berjalan lebih dulu meninggalkan Rama
Pagi itu Garra terbang kembali ke kota Fleskot dan langsung
menuju wiliam grup untuk melakukan rapat. Semua orang dari berbagai kepala
divisi hadir dalam rapat itu dengan cukup tegang, menunggu kehadiran Garra.
Cuaca yang baik membawa mereka dengan cepat ke sampai di
bandara kota Flescot. Dan dari bandara Gara dan Rama segera lanjut menaiki
hellycopter menuju grup wiliam. Mendarat tepat di atas perusahaan wiliam grup
yang langsung menuju ruangan rapat.
Kehadiran Garra membuat banyak kepala divisi sesak nafas
soal saham yang akan mereka berikan pada Garra dari masing masing perusahaan.
“Sebelum membahas soal saham, aku ingin bertanya soal proyek
pembangunan Menara kota Flescot.” Bertanya dengan tatapan tajam.
“Ah, soal itu maaf bos,sepertinya harus di tunda, karena
kontraktornya mengalami kecelakaan tunggal dan masih di rawat di rumah sakit.”
Jelas salah satu kepala divisi yang bertanggung jawab.
“Berapa lama.” Aura tak senang.
“2 bulan bos. Sesuai standar kesehatan dari dokter.”
Menjelaskan terasa seperti nyawanya tercabut.
“2 minggu semua harus sudah rampung.” Jelas dan singkat mengatakan dengan tatapan mengunci.
Ah, gila 2 minggu rampung para pekerja buruh bisa mati. keluh
kepala divisi.
Selanjutnya rapat nya membahas soal saham, berapa kubu yang
ada di pihak Garra dan berapa kubu yang
ada di pihak paman? Rapat yang cukup panjang membuat Garra hampir memarahi
setiap para pekerja yang ada di kantor.
__ADS_1
“Dalam 3 jam, anda akan mendapatkan semua hasil dari rapat
kali ini.” Beritahu kepala divisi.
“Sekarang bubar.” Rapat itu pun berakhir selanjutnya Garra
harus menjumpai pertemuan dengan kepala bidang pembangunan daerah. Makan malam
untuk membicarakan nya pun berlangsung cukup lama. Dan setelah nya Garra baru
bisa kembali ke Brescout.
Malam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Garra yang
diantar oleh Rama sampai depan pintu, setelah memastikan Garra masuk barulah
Rama pergi ke apartemen miliknya.
Memasuki rumah yang sunyi, dan hanya ada pak Marta yang
menyambutnya.
“selamat datang kembali tuan Garra.” Sambut pak Marta.
“Maira ada di rumah.” tanpa menoleh ke pak marta dan langsung menuju kamar
“Tentu saja tuan, dia berada di kamar.” Memberi hormat pada
Garra yang sudah berlalu.
apapun.
Garra tak melihat Maira , ia memeriksa sekeliling dan balkon
kamar ruang ganti tak menemukan Maira. Dan tempat terakhir yang menjadi tujuan
Garra selanjutnya adalah kamar mandi. Berjalan mendekat lalu memutar gagang
pintu kamar mandi.
Syur ….tubuh Gara tersiram air. Garra menatap bajunya
yang basah lalu kembali melihat Maira sambil membuka jaz di badannya.
“Gak sopan.”menatap maira yang sedang berdiri kaku.
*Astaga sejak kapan dia datang? *
“Aku kira kamu orang yang akan berbuat mesum, aku
ketakutan.” Mencari alasan
__ADS_1
“Lagian kamu gak bilang bakal pulang, tahu gitu aku pasti
sambut kamu.” Memakai jubah mandi.
“Aku mau kasih kamu kejutan, kamu malah siram aku.”menarik
jubah mandi Maira.
“Hey, apa yang kamu lakukan.” Berteriak keras.
Tangan mu sangat tidak sopan. dasar brengsek
“Menagih janji pada orang yang berutang.” Tangan nya tolong
di kondisikan.
“Maksud kamu apa.” Spontan lupa ingatan
“Kemarin malam ada orang yang menggadaikan jasa badan, mala
mini aku mau menagih nya.”perjelas Garra.
Ah, benar! Kenapa aku lupa. mulai pasrah dengan ulah Garra
“siapa bilang lupa, aku sedang mempersiapkannya tahu.”
Memeluk Garra dengan erat.
Gadis yang penurut.
“Emm bisakah kau pelan, ini adalah pertama kalinya bagiku.”
Tolong tangan mu jangan di sana
“wah, beruntung nya kau, mendapat orang yang tepat.” Memulai
aksinya.
Ah, ini terlalu lembut. Kata orang orang sakit tapi , ini
bahkan menggairahkan.
Malam pun berlalu dengan begitu indah di ranjang, hanya
mereka yang paham selanjutnya author masih 18 tahun, tidak paham wkwkwk artikan
saja sendiri yah hahha
Garra berada di ruangan kerja, ia sedikit gusar
menyelesaikan beberapa laporan yang tadi di berikan kepala di divisi. Bayangkan
__ADS_1
maira saat berada di bahanya selalu terbayang, dan itu membuat garra tiba tiba
tersenyum sendiri.