Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
hari sial


__ADS_3

Hari itu seperti kebebasan yang langka Maira rasakan semenjak menikah dengan tuan posesif itu, akhirnya Maira bisa merasakan perasaan seperti ini. Bekerja sebagai fashion design mode membuat Maira mempunyai asisten dan itu adalah Snefia gadis yang menolongnya saat ia tersesat.


Selanjutnya tinggal bagaimana ia  harus memikirkan cara agar bisa pergi bekerja lagi.  bos Erian cukup baik pada Maira dan ia mengizinkan Maira untuk masuk kerja hari itu juga. Maira pun langsung mengiyakannya .


Awal kerja Maira menikmati suasana yang indah itu dengan mulai melihat design design fashion dari para desainer ternama.


"Kerasan gak kerja di sini." tanya Snefia asisten Maira.


Yah Snefia adalah anak magang di perusahaan Yamor sangat beruntung bukan dapat seseorang yang welcome pada kita di hati pertama kerja.


"Yeah, belum juga sampe sehari tapi aku cukup senang ko." ucap  Maira tersenyum. Habisnya mau bilang apa lagi kan baru mulai.


"Kedepannya mohon bantuannya yah Snefia." memegang kedua tangan Senfia.


"Aku heran, bagaimana seorang yang hanya modal gambar bisa langsung ke terima," menjeda ucapan nya sejenak "hmpt  semoga saja bukan hasil merangkak ke atas ranjang sih." sindir seseorang yang tiba tiba.


Gelak tawa Maira dan Snefia terhenti seketika mendengar ucapan gadis yang memiliki tatapan tajam itu.


"Yeah, orang sirik mah sirik aja." balas Snefia berucap dengan suara sengaja ia keraskan.


"Hus kamu apaan sih." Maira tak enak namun melembutkan suaranya.

__ADS_1


"Emang dia tuh harus di gituin may, soalnya mulutnya pedis kayak rica." sahut Snefia tak suka.


Maira melirik ke arah gadis itu dengan sedikit bingung"ada masalah apa anak itu." keluh batin Maira.


Tak mau memusingkannya Maira tetap fokus kembali melihat beberapa design yang di beri oleh pak Erian.


Tak terasa jam kerja sudah akan selesai Maira bersiap siap untuk kembali ke rumah. " Huf memikirkannya saja membuat ku sakit kepala." Ia sedikit gugup jika harus beralasan apa dengan pak Marta dan juga bagaimana jika Garra sudah tiba di rumah.


Tanpa banyak menerka nerka Maira pun segera membereskan ata mejanya sebelum ia pulang.


Selanjutnya tinggal bagaimana aku beralasan yang logis pada bos Garra itu.


Maira yang kelelahan setelah bekerja, padahal ia tidak melakukan pekerjaan berat. tapi, rasanya seperti menguras habis tenaganya. Maira tak mau menambah beban pikiran nya dan ia berniat akan memikirkan alasan saat ia sudah berada di dalam mobil.


"Kamu hati hati yah may, jangan sampe kenapa-kenapa.! Memangnya apa yang akan terjadi pada maira. Seperti cenayang saja. Pikir Maira tersenyum pada Snefia yang memeluknya erat.


Setelah melakukan drama perpisahan Maira harus secepatnya menemukan driver OJK dan baru saja ia mendapat tiba tiba ia di tarik kuat ke belakang hingga membentur tembok yang keras itu .


awwwmmm. ringis Maira memegang lengannya. untung saja tidak putus.


"kamu siapa, mau apa " tanya maira belum memperhatikan orang yang menutupi wajahnya itu dengan baju bertopi.

__ADS_1


"Dengar adikku tersayang, aku butuh uang 50jt. aku cuman punya waktu 2 hari ." ucap Malik mengancam.


"ka kamu benar-benar kejam, aku gak ada uang. hari ini saja baru keterima kerja." mencoba menjelaskan pada Malik situasinya .


"ahh persetan dengan alasan mu! aku benar-benar butuh adikku. aku harap uang dalam 2 hari lagi." beda ketus dengan sikap tergesa-gesa.


"aku mana ada uang sebanyak itu. kamu mau bunuh aku " protes maira sediah.


"dasar bodoh, kamu punya suami kaya raya tinggal minta aja apa susahnya." memberikan solusi dengan tidak tahu diri.


"Kamu gila apa, aku gak sedekat itu sama tuan Garra. mulai menjelaskan posisinya.


"heh sini aku kasih tau" menarik Maira mendekati lalu berbisik di telinganya. " jual saja dirimu padanya, bereskan." solusi gila dari sang Kaka seperti Malik memang patut di bakar api neraka walaupun Garra adalah suami Maira.


ucapan Malik membuat Maira mematung sejenak sebelum ia tertawa kecewa.


"Haaaa haaaa hahhhaha." Air mata Maira mengalir dengan sendirinya.


"Kenapa kau tidak menjualku saja seperti wanita malam, Apakah aku tak ada harga diri lagi di mana mu." ucapan Maira yang penuh dengan penekanan.


"Jangan memelas, secepatnya aku butuh uangnya." memegang keras dagu Maira melepaskannya dengan tak manusiawi.

__ADS_1


guys aku mohon banget bantu like dan comen yah vote juga biar author ini bisa up tiap hari aku iba sama diri ku sendiri yang baca 500-700 dan yang like gak nyempe 10 aku nangis lho. salam dari author rumahan @pzaima my Ig yah guys


__ADS_2