Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
salah paham


__ADS_3

“Yah ya nona tersembunyi, sedang apa kau sekarang.” Tanya


Reina lanjut.


“Apa lagi menurutmu, selain membuat suami bank ku senang,


kau pikir aku meratapi nasib yang mewah ini.” Masih dengan gaya sombongnya.


“Dasar sombong. Kalau menangis karena asma jangan cari aku


yah.” Ucap Reina kesal


“Hehe, aku gak bakal cari kamu, paling aku hanya akan


buntuti kamu aja.” Tertawa dengan puas.


“Eh, kenapa kamu susah banget di hubungi setelah kejadian


itu. Apa tuan Garra mengancam mu.” Pertanyaan selidik Maira.


“Haha, mana mungkin aku benar benar kagum sekarang dengan


suami mu itu, aku bekerja di kantor cabang miliknya.” Ingin menyampaikan dengan


rasa bangga pada Maira.


“Benarkah, yah suamiku memang benar benar royal, bukan hanya


soal uang , tapi dia juga sangat royal dalam memberikan pelayanan khusus untuk


ku.” Ucap Maira tanpa rasa malu.


Gelak tawa keduanya saling bersahutan, dari ponsel kedua.


Maira melirik jam dinding  dan mengingat


kalau malam ini, ia harus menepati janji nya dengan pak Erian.


Maira segera mengakhiri panggilan nya dengan Reina karena,


sebentar lagi sudah harus berangkat. Di rasa sudah cukup, Maira kaget


sendiri melihat penampilannya. Tak lama dering ponsel Maira berbunyi di sana


mana pak Erian tertera.


Ni cowok kenapa sih, ganggu banget. Aku baru mau berangkat


juga.


“Ya hallo.” Sapa Maira dengan nada kesal.


“Udah siap belum, aku di depan rumah kamu.”  Menunggu jawaban Maira.


“Ya ampun padahal, aku tadi bilang nya bakal ketemu di sana

__ADS_1


aja, yaudah aku keluar.” Berlari menuruni tangga dengan terburu buru.


Mendengar suara langkah kaki, Garra keluar dari ruangan kerja nya,


terlihat Maira berlari dengan buru buru masuk ke dalam mobil seseorang yang ketemukan di


restoran plufy. Garra dengan emosi di luar kendali langsung membuat porak


poranda isi rumah tanpa satu pun yang utuh.


Andaikan Garra bisa menghancurkan breskout dengan tangan nya


sudah di pastikan akan rata dengan tanah. Terlalu lama Garra merenung dengan


kesedihan merasa di selingkuhi. Hingga banyak panggilan dari Rama yang ia


abaikan. Dengan menahan kekesalan Garra bangkit dari duduk nya segera bersiap.


“Akan aku beri kau kejutan.” Ucap Garra dengan senyuman


psiko  ya.


Garra benar benar kesal, semua barang perabotan sudah habis


ia hancurkan. Baru di menit yang sama Garra mengumpat karena Rama yang


menurutnya sangat mengesalkan terlalu lama. Tak sengaja seorang pelayan di


lihat Garra tengah bersembunyi hingga, memicu kemarahan di luar kendali dengan


yang memiliki arti tertentu Garra mendekati pelayan yang tengah ketakutan itu.


“kenapa kau bersembunyi, apa aku terlihat seperti setan.”


Bersuara dari belakang telinga hingga terasa sedang di pergoki karena ketahuan


mencuri. Siapa sangka Garra langsung menyambar leher pekerja itu


Dan mencekiknya tanpa melonggarkan nya sedikit pun. Semakin


lama terasa semakin kuat hingga sesak nafas dan perlahan lahan hilang kesadaran


dan tak lagi berontak. Tangan pelayan yang mencoba memberikan perlawanan


terjatuh menggantung tak bertenaga.


“Aku sudah peringatkan jangan menghindari ku.” Ucap Garra setelahnya


dengan wajah menyeramkan.


Mencekik lebih kuat leher pelayan itu. Di menit berikutnya


Rama datang dan segera menarik Garra dan membawanya menjauh pergi dari pelayan


yang sudah hilang kesadaran nya itu.

__ADS_1


“Bos, lagi lagi anda membunuh nyawa yang tidak berdosa.”


Berucap pasrah


“Siapa suruh dia bersembunyi dariku, kenapa dia tak


menyapaku saja.” Ujar Garra merasa pelayan itu bodoh.


Astaga tuan, bagaimana mungkin seseorang akan mendekati mu


di saat kamu mengamuk, siapa yang berani.


“Aku akan , bawa pelayan itu pergi periksa, dulu.” Ucap Rama


memastikan apakah masih bisa selamat?


Sebelumya Rama menghubungi pak Marta yang berada di rumah


utama untuk berkunjung ke brescout sekarang. Rama berjalan mendekat kearah


pelayan itu, memeriksa denyut nadinya.


Kalau di ingat ingat, ini adalah kasus pertama sejak 2 bulan


terakhir, tuan apalagi yang membuat anda seperti ini.pikir Rama.


Rama pun menyingkirkan kasus Garra yang seperti ini sudah


kesekian kalinya. Yah Garra sendiri bisa di sebut spikopat, hanya saja ia terlalu


cantik untuk menutupi kesalahan nya itu. Di tambah Rama yang selalu berada di


samping nya. Jadi sangat mustahil akan terbongkar.


Kejadian seperti ini harus di rahasiakan dari nona Maira,


kalau tidak akan bahaya buat tuan bos sendiri. Rama menyingkirkan tubuh pelayan


itu agar nanti pak Marta tidak melihatnya.


Menit berganti dengan jam, dan sekarang sudah seharusnya


Garra berada di pertemuan penting yaitu penentuan pemilik grup wiliam untuk 10


tahun ke depan. Rama telah menyiapkan semua nya hingga setelah urusan itu


selesai tuan bos bisa langsung berangkat ke tempat pertemuan itu di laksanakan.


Semua yang hadir di sana menggunakan gaun dan jas dengan


merk ternama. Lampu latar yang menghias itu tak mungkin murah, karpet merah yang mewah agar


pemilik saham nanti berjalan tak mungkin yang biasa.  Makanan dan minuman tak mungkin yang murahan sudah


pasti itu semua mewah, dan mahal.

__ADS_1


__ADS_2