
“Yah ya nona tersembunyi, sedang apa kau sekarang.” Tanya
Reina lanjut.
“Apa lagi menurutmu, selain membuat suami bank ku senang,
kau pikir aku meratapi nasib yang mewah ini.” Masih dengan gaya sombongnya.
“Dasar sombong. Kalau menangis karena asma jangan cari aku
yah.” Ucap Reina kesal
“Hehe, aku gak bakal cari kamu, paling aku hanya akan
buntuti kamu aja.” Tertawa dengan puas.
“Eh, kenapa kamu susah banget di hubungi setelah kejadian
itu. Apa tuan Garra mengancam mu.” Pertanyaan selidik Maira.
“Haha, mana mungkin aku benar benar kagum sekarang dengan
suami mu itu, aku bekerja di kantor cabang miliknya.” Ingin menyampaikan dengan
rasa bangga pada Maira.
“Benarkah, yah suamiku memang benar benar royal, bukan hanya
soal uang , tapi dia juga sangat royal dalam memberikan pelayanan khusus untuk
ku.” Ucap Maira tanpa rasa malu.
Gelak tawa keduanya saling bersahutan, dari ponsel kedua.
Maira melirik jam dinding dan mengingat
kalau malam ini, ia harus menepati janji nya dengan pak Erian.
Maira segera mengakhiri panggilan nya dengan Reina karena,
sebentar lagi sudah harus berangkat. Di rasa sudah cukup, Maira kaget
sendiri melihat penampilannya. Tak lama dering ponsel Maira berbunyi di sana
mana pak Erian tertera.
Ni cowok kenapa sih, ganggu banget. Aku baru mau berangkat
juga.
“Ya hallo.” Sapa Maira dengan nada kesal.
“Udah siap belum, aku di depan rumah kamu.” Menunggu jawaban Maira.
“Ya ampun padahal, aku tadi bilang nya bakal ketemu di sana
__ADS_1
aja, yaudah aku keluar.” Berlari menuruni tangga dengan terburu buru.
Mendengar suara langkah kaki, Garra keluar dari ruangan kerja nya,
terlihat Maira berlari dengan buru buru masuk ke dalam mobil seseorang yang ketemukan di
restoran plufy. Garra dengan emosi di luar kendali langsung membuat porak
poranda isi rumah tanpa satu pun yang utuh.
Andaikan Garra bisa menghancurkan breskout dengan tangan nya
sudah di pastikan akan rata dengan tanah. Terlalu lama Garra merenung dengan
kesedihan merasa di selingkuhi. Hingga banyak panggilan dari Rama yang ia
abaikan. Dengan menahan kekesalan Garra bangkit dari duduk nya segera bersiap.
“Akan aku beri kau kejutan.” Ucap Garra dengan senyuman
psiko ya.
Garra benar benar kesal, semua barang perabotan sudah habis
ia hancurkan. Baru di menit yang sama Garra mengumpat karena Rama yang
menurutnya sangat mengesalkan terlalu lama. Tak sengaja seorang pelayan di
lihat Garra tengah bersembunyi hingga, memicu kemarahan di luar kendali dengan
yang memiliki arti tertentu Garra mendekati pelayan yang tengah ketakutan itu.
“kenapa kau bersembunyi, apa aku terlihat seperti setan.”
Bersuara dari belakang telinga hingga terasa sedang di pergoki karena ketahuan
mencuri. Siapa sangka Garra langsung menyambar leher pekerja itu
Dan mencekiknya tanpa melonggarkan nya sedikit pun. Semakin
lama terasa semakin kuat hingga sesak nafas dan perlahan lahan hilang kesadaran
dan tak lagi berontak. Tangan pelayan yang mencoba memberikan perlawanan
terjatuh menggantung tak bertenaga.
“Aku sudah peringatkan jangan menghindari ku.” Ucap Garra setelahnya
dengan wajah menyeramkan.
Mencekik lebih kuat leher pelayan itu. Di menit berikutnya
Rama datang dan segera menarik Garra dan membawanya menjauh pergi dari pelayan
yang sudah hilang kesadaran nya itu.
__ADS_1
“Bos, lagi lagi anda membunuh nyawa yang tidak berdosa.”
Berucap pasrah
“Siapa suruh dia bersembunyi dariku, kenapa dia tak
menyapaku saja.” Ujar Garra merasa pelayan itu bodoh.
Astaga tuan, bagaimana mungkin seseorang akan mendekati mu
di saat kamu mengamuk, siapa yang berani.
“Aku akan , bawa pelayan itu pergi periksa, dulu.” Ucap Rama
memastikan apakah masih bisa selamat?
Sebelumya Rama menghubungi pak Marta yang berada di rumah
utama untuk berkunjung ke brescout sekarang. Rama berjalan mendekat kearah
pelayan itu, memeriksa denyut nadinya.
Kalau di ingat ingat, ini adalah kasus pertama sejak 2 bulan
terakhir, tuan apalagi yang membuat anda seperti ini.pikir Rama.
Rama pun menyingkirkan kasus Garra yang seperti ini sudah
kesekian kalinya. Yah Garra sendiri bisa di sebut spikopat, hanya saja ia terlalu
cantik untuk menutupi kesalahan nya itu. Di tambah Rama yang selalu berada di
samping nya. Jadi sangat mustahil akan terbongkar.
Kejadian seperti ini harus di rahasiakan dari nona Maira,
kalau tidak akan bahaya buat tuan bos sendiri. Rama menyingkirkan tubuh pelayan
itu agar nanti pak Marta tidak melihatnya.
Menit berganti dengan jam, dan sekarang sudah seharusnya
Garra berada di pertemuan penting yaitu penentuan pemilik grup wiliam untuk 10
tahun ke depan. Rama telah menyiapkan semua nya hingga setelah urusan itu
selesai tuan bos bisa langsung berangkat ke tempat pertemuan itu di laksanakan.
Semua yang hadir di sana menggunakan gaun dan jas dengan
merk ternama. Lampu latar yang menghias itu tak mungkin murah, karpet merah yang mewah agar
pemilik saham nanti berjalan tak mungkin yang biasa. Makanan dan minuman tak mungkin yang murahan sudah
pasti itu semua mewah, dan mahal.
__ADS_1